Devo seorang pria tampan dan kharismatik.
Bos sebuah perusahaan tekstil dengan banyak cabang di Indonesia. Devo telah beristri namun ia jatuh hati pada seorang gadis berparas cantik, ramah dan juga perhatian. Yang tak lain adalah asisten pribadinya di kantor.
Aurel adalah istri yang dijodohkan dengan Devo oleh orang tua mereka. Dan Dareen seorang anak berusia 3 tahun hasil pernikahan mereka.
Menyatakan cinta nya pada Lisa dan menjalani hubungan secara diam-diam ternyata membuat hidup Devo lebih bahagia dan berwarna.
Karena kecerobohan, Lisa pun hamil. Akankah perselingkuhan mereka terbongkar oleh istri Devo? Apakah Devo akan bertanggungjawab dengan kehamilan Lisa?
Bagaimana perjalanan hubungan cinta terlarang mereka?
Ikuti ceritanya yaa..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Sesuai permintaan kalian genks...ku balik lagi nie..
happy reading yaa 😘
❤️❤️❤️
Lisa tak kuat lagi mendengar segala cacian Aurel dan sesegera mungkin ia melangkahkan kaki dari tempat itu, menekan tombol panah ke bawah, tak lama pintu lift terbuka. Ia langsung masuk kedalam lift menuju lantai dasar, dan setibanya disana ternyata sudah banyak karyawan lain sedang berkerumun yang penasaran menyaksikan tontonan gratis yang pastinya membuat Lisa sangat malu.
Menangis dan berlari keluar kantor, secepatnya ia harus menyembunyikan wajahnya yang sudah benar-benar dibuat malu oleh perempuan yang ia khianati.
Yola mengejar Lisa ke lantai bawah, namun ia tak berhasil, Lisa sudah tidak nampak dipekarangan kantor. Yola tak menghiraukan Aurel yang masih berada dilantai atas dan melarangnya untuk mengejar Lisa, namun hasilnya tetap nihil, temannya itu sudah tidak ada.
"Apa!!..ayo kembali kerja!" perintah Yola ketika kembali masuk ke lobby ternyata semua karyawan masih berkerumun dan bergosip tentang kejadian yang barusan mereka saksikan.
❤️❤️❤️
Minta pertolongan untuk dipesankan taksi online oleh seseorang yang ditemuinya di pinggir jalan, Lisa ingin segera menghilang dari tempat ini.
Menangis tersedu-sedu sepanjang jalan menuju apartemen, ia menerima semua perlakuan dari istri kekasihnya. Mungkin semua perempuan akan bersikap seperti itu. Namun yang ia tidak terima adalah perlakuan Devo padanya, dimana laki-laki itu, disaat ia membutuhkan perlindungan. Rasanya sakit sekali.
Setibanya di halaman apartemen, segera ingin merebahkan tubuhnya yang lunglai dan pikiran yang kacau, Lisa jalan tergesa memasuki lift kelantai dimana kamar nya berada, ia ingin segera sampai di tempat istirahatnya.
Ternyata kejutan untuknya hari ini tidak hanya itu saja, setibanya Lisa dilantai yang dituju, ia mendapati sebuah koper miliknya sudah ada didepan pintu apartemen, tentu saja berisi baju-baju miliknya.
Aurel bertindak lebih jauh, ketika ia mendatangi selingkuhan suaminya, ia juga menyuruh orang-orangnya untuk menggeledah apartemen milik suaminya. Ia curiga karena Devo sering tidak pulang kerumahnya dan menerka pasti pacar suaminya itu tinggal disalah satu apartemen miliknya.
Kini Aurel tidak hanya mengusir Lisa dari perusahaan suaminya, tapi ia pun diusir dari apartemen tempat ia berteduh selama berhubungan dengan Devo.
Istri bos nya itu berhasil membuatnya menjadi seorang gelandangan, tanpa tempat tinggal dan juga pekerjaan. Perasaan nya kini terkoyak, dimana...dimana laki-laki yang kini telah merubah hidupnya menjadi seperti ini. "Tuhan.... bolehkah kini aku membencinya??...."
Tubuhnya merosot kelantai, pandangannya berbayang, isak tangis nya pun pecah karena ia sudah tidak mampu lagi menahannya dari kesakitan bertubi-tubi yang ia alami.
Bingung, tak tahu mau kemana dan tak tahu harus bagaimana. Apa yang harus ia lakukan sekarang?
Berpikir dan terus berpikir, otaknya kini terasa buntu.
Mengusap air mata dengan jari-jarinya, Lisa beranjak dengan sisa tenaga yang masih melekat di tubuhnya. Berjalan dengan langkah lambat, menyeret sebuah koper yang dulu ia bawa ke tempat ini.
❤️❤️❤️
Menuju terminal, itu jurusan bis yang ia pilih agar bisa menyambung bis berikutnya ke Bogor, tempat ia dibesarkan oleh tante dan om nya.
Menikmati perjalanan yang sangat tidak nyaman baginya, kepala pening, perut seakan berputar, lapar dan haus sudah tidak ia rasakan.
Sepanjang perjalanan Lisa mengarahkan pandangannya ke kaca berwarna hitam disebelahnya. Entah apa yang ia lihat, pandangan nya kosong, "kakak,,kamu tega!!" Lisa berucap ketika bayangan wajah Devo melintas dipikiran nya.
Meremas pelan perutnya yang mulai terasa kosong, "sabar ya sayang" ucap Lisa pada calon bayinya. Dari pagi ia belum memasukkan apapun untuk janinnya. Menyeka air mata yang sampai saat ini tak juga mau berhenti mengalir.
❤️❤️❤️
Tiba di Bogor, "Assalamualaikum..." ucap Lisa mengucap salam didepan teras rumah tante Ani.
"Waalaikumsalam,, " menjawab salam dan mencari sumber suara tante Ani membuka pintu,
"eeyy... Lisa" memeluk Lisa karena rindu, sudah lebih satu tahun mereka tidak bersua. "kamu apa kabar nak?"
"kabar aku baik tante"
"Kamu sehat sayang?" tanya tante Ani ketika melihat wajah Lisa yang agak sembab.
"Enggak apa-apa kok tan, cuma cape aja" Lisa menyanggah ucapan tantenya.
"Ayo masuk, bawa koper kamu" Tante menggiring Lisa duduk diruang tamu miliknya.
Lisa menuruti semua yang tante Ani perintahkan padanya. "Om Fajar mana tante?"
"Ohh.. sebentar lagi juga pulang.. Kamu sudah makan sayang?"
"Hmm.. " Lisa baru teringat sejak diperjalanan tadi janinnya sudah minta makan. "belum tan.." jawab Lisa.
Mengambilkan Lisa sepiring nasi beserta lauk nya, " pekerjaan kamu gimana?"
"baik tante." Sebenarnya Lisa sedang tak ingin menjawab pertanyaan apapun, pikiran nya sangat lelah..namun tak mungkin jika ia mengatakan semua yang terjadi pada dirinya. Tidak untuk saat ini.
"Tante,,aku mau istirahat dulu,,boleh ya??" badan Lisa sudah tidak kuat, ia perlu memejamkan matanya, membawa pikiran nya ke alam bawah sadar sebentar saja. Melupakan sejenak peristiwa hari ini.
"Tentu saja nak, kamar kamu masih tetap yang dulu. Tante gak merubah apapun." membawa koper Lisa kedalam kamarnya.
Melihat sekeliling kamar, memang tidak ada yang berubah, begitupun dengan sikap tante Ani, ia tetap menjadi pengganti ibunya yang baik hati.
Hooh... mengingat almarhum ibu kini Lisa kembali menitikkan air mata, "maafkan Lisa bu.... maafkan Lisa ayah..." ia semakin terisak.
Lisa terus berpikir bagaimana ia harus menyampaikan tentang keadaan dirinya kepada kedua orang yang sudah ia anggap sebagai orang tua nya.
❤️❤️❤️
Terbangun karena perutnya mual, berlari secepat mungkin ke kamar mandi "uueek... uueek.."
suara Lisa memuntahkan isi perutnya. Morning sick yang ia alami setiap pagi memang sudah tidak bisa disembunyikan lagi.
Tidak bisa dihindari, tante Ani, om Fajar, dan kedua sepupunya melihat kejadian itu.
Setelah kedua anak tante Ani, Aldo dan Ria berangkat ke sekolah, tante dan om mengajak Lisa untuk berbicara.
"Lis, tante dan om mau bicara" tanya tante Ani agak datar. Wajar saja jika tante curiga dengan yang dialami keponakannya itu, ia juga seorang wanita dan pastinya juga sudah mengalami hal yang sama dengan Lisa.
Lisa mengangguk, ia tidak bisa mengelak lagi selain menuruti apa yang dikatakan tantenya.
"Bilang sama tante, sebenarnya kamu kenapa nak?"
Om Fajar ikut menimpali, "iya, bilang terus terang pada kami"
Mata Lisa berembun, ia tidak bisa menahan tangis. Air mata jatuh ke pangkuannya dan pecah disana. " aku hamil.." wajahnya menunduk takut, detik itu juga ia bersimpuh di pangkuan sang tante, " maafin aku tante.." suara nya serak dan tangisnya terisak.
❤️❤️❤️
Dukung terus Lisa dan Devo ya genks dengan like dan komen kalian,, tambahin vote ya 😘
kan Lisa gk punya jenggot thor 🤣🤣🤣