NovelToon NovelToon
TOXIC AND CONTROL

TOXIC AND CONTROL

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

TOXIC AND CONTROL
Karya: Parkha
Bagi Kinara Jose, hidup sebagai siswi penerima beasiswa berpenampilan polos dengan kacamata tebal adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dengan tenang di SMA Elite. Namun, seluruh dunianya runtuh saat ia tidak sengaja menarik perhatian Rian Pradifta.Rian—sang Tiran berwajah malaikat namun berhati iblis, cowok terkaya, terdingin, dan paling ditakuti satu sekolah. Sekali Rian mengunci pandangannya pada Kinara, tidak ada jalan keluar. Cowok itu terobsesi mengontrol setiap jengkal hidup Kinara, memutuskan dengan siapa ia bicara, ke mana ia pergi, hingga apa yang harus ia pakai.Kehidupan Kinara yang tenang kini berubah menjadi labirin yang mencekik. Rian adalah racun, namun juga satu-satunya oksigen yang tersisa untuknya. Di tengah kepungan obsesi gila itu, sebuah rahasia besar perlahan terkuak: di balik kacamata tebal dan sikap penurutnya, Kinara menyimpan pesona tersembunyi yang siap menjungkirbalikkan kuasa Rian sang Tiran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Toxic and Control `BAB 20: SANGKAR DAN RUNTUHNYA TAFSIRAN`

Toxic and Control

`BAB 20: SANGKAR DAN RUNTUHNYA TAFSIRAN`

Aroma minyak kayu putih dan wangi maskulin yang pekat menjadi hal pertama yang menyengat hulu saraf Kinara Jose saat kesadarannya perlahan kembali.

Kelopak matanya terasa teramat berat. Saat dia berhasil membukanya, hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kayu ek tebal bernuansa temaram. Kinara tersentak kecil. Ini bukan UKS. Ini adalah kamar khusus di dalam basecamp lantai tiga milik Rian Pradifta.

Insting pertama Kinara adalah meraba wajahnya sendiri. Detik itu juga, rasa panik seketika mencengkeram dadanya hingga sesak. Masker medis putihnya sudah lenyap. Kacamata murah berbingkai hitam miliknya juga tergeletak di atas meja nakas. Wajah polosnya kini terekspos sepenuhnya, termasuk luka robek yang membengkak di bibir bawahnya.

"Jangan banyak bergerak dulu. Dokter bilang perutmu masih memar."

Sebuah suara bariton yang teramat rendah dan dalam memecah keheningan kamar. Kinara menoleh cepat, mendapati Rian Pradifta sedang duduk di kursi tunggal tepat di samping tempat tidur. Cowok tegap itu sudah menanggalkan jaket kulitnya, hanya menyisakan kemeja seragam sekolah dengan lengan yang digulung hingga siku. Di tangan kekarnya, Rian sedang memegang sebutir obat dan segelas air putih hangat.

Kinara menggelengkan kepalanya kuat-kuat, buru-buru menarik selimut tebal hingga sebatas dada demi menutupi rasa takutnya. "K-Kak Rian... kenapa aku di sini? Tolong kembalikan masker dan kacamata aku!"

"Silla menendang perutmu sampai pingsan," jawab Rian datar. Dia meletakkan gelas itu ke meja nakas, lalu perlahan mencondongkan tubuh tegapnya ke depan, memangkas jarak yang tersisa hingga embusan napas beratnya terasa di kulit wajah Kinara yang memucat.

Sepasang mata elangnya mengunci mati luka bengkak di bibir ranum Kinara yang kini terekspos tanpa pelindung.

"Kenapa kamu harus panik menyembunyikan luka di bibirmu ini dariku, hm?" bisik Rian, suara baritonnya mendadak merendah parau, kehilangan nada angkuh yang biasa dia gunakan. "Kamu takut aku tahu apa yang terjadi di Aston Club semalam? Kamu takut aku sadar kalau pelayan bernama Nara yang aku cium secara brutal... adalah kamu?"

DEG.

Seluruh pasokan udara di paru-paru Kinara serasa menguap seketika. Jantungnya melewatkan satu detakan besar. Sepasang matanya membelalak sempurna menatap lurus ke dalam binar mata elang Rian. Paranoianya pecah menjadi kepingan tak berbentuk. Rahasia terbesar yang dia sembunyikan demi mempertahankan napas ibunya ternyata sudah berada di bawah genggaman cowok tirani ini sejak lama.

"K-kamu... sudah tahu...?" cicit Kinara dengan suara yang teramat rapuh, air mata ketakutan mulai menggenang di sudut pelupuk matanya.

Melihat air mata Kinara yang kembali mengalir, rahang tegas Rian mengeras kokoh. Ada denyut nyeri yang luar biasa pekat menghantam dada bidangnya. Memori semalam saat Kinara menangis pasrah dengan kancing baju yang terbuka dan bisikan lirih "Aku benar-benar akan membencimu" seketika berputar hebat di kepala Rian, membakar habis sisa egonya.

Rian menarik perlahan tubuhnya mundur, memberikan jarak. Dia mengacak rambut hitamnya dengan kasar, lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam di samping tempat tidur. Napasnya terdengar sangat frustrasi.

"Aku tahu sejak malam pertama gengku menginjakkan kaki di kelab itu, Kinara," aku Rian jujur, suaranya terdengar begitu serak dan terluka.

Rian mendongak, menatap lekat-lekat bibir robek Kinara yang dia buat dengan tangannya sendiri. Perlahan, Rian mengulurkan tangan kekarnya. Bukan untuk mencengkeram, melainkan bergerak sangat hati-hati menyentuh sudut bibir Kinara menggunakan ibu jarinya dengan kelembutan yang asing.

"Maaf..." bisik Rian parau, sebuah kata yang tidak pernah diucapkan oleh seorang pewaris tunggal keluarga Pradifta kepada siapa pun. "Maaf karena semalam aku mabuk berat... aku hilang kontrol dan menyakitimu sampai seperti ini."

Kinara terpaku membeku. Dia bisa merasakan ketulusan yang murni bercampur keputusasaan dari sorot mata elang Rian yang meredup sayu. Mengumpulkan sisa keberaniannya di tengah air mata yang luruh, Kinara menatap Rian lurus-lurus untuk mengajukan syarat penawaran.

"Aku maafin asal kak Rian lepasin aku dan tetap rahasiakan pekerjaanku," ucap Kinara dengan suara pelan namun sarat akan penekanan yang tegas.

Mendengar syarat pertama Kinara yang meminta kebebasan dan jarak, binar mata elang Rian seketika menggelap pekat kembali. Rasa tidak rela dan ketakutan masif jika gadis ini pergi menjauh langsung mencengkeram ulu hatinya. Rian menggenggam tangan kecil Kinara yang berada di atas selimut, meremasnya dengan erat seolah tidak akan pernah membiarkannya lepas.

"Kamu boleh minta apa aja aku pasti sanggupi... asal jangan berpikir buat menjauh," desis Rian parau dengan nada obsesi yang teramat pekat, menatap Kinara penuh permohonan yang terselubung kendali mutlak.

Sementara itu, di luar pintu ganda basecamp, suasana tidak kalah mencekam.

Randy berdiri di depan pintu kayu tebal tersebut dengan napas memburu dan kedua tangan yang mengepal kuat hingga buku jarinya memutih. Rasa frustrasi dan amarah cemburu membakar dadanya karena tidak terima melihat Kinara digendong paksa oleh Rian ke tempat ini.

Brak! Brak! Brak!

"Rian! Buka pintunya, Bajingan!" teriak Randy histeris, menghantamkan tinjunya berkali-kali ke permukaan pintu kayu tebal itu hingga menimbulkan suara dentuman keras yang menggema di koridor lantai tiga. "Keluarkan Kinara dari dalam! Jangan berani-berani kamu menyentuhnya!"

Namun, langkah Randy langsung dihadang kokoh oleh Rama dan Rangga yang berdiri menjaga di depan pintu. Kedua sahabat Rian itu menatap Randy dengan rahang mengeras waspada.

"Gak usah nekat, Randy!" bentak Rangga, mendorong bahu Randy agar menjauh dari area pintu. "Kamu tidak akan pernah bisa masuk ke dalam ruangan ini. Mending kamu pergi sebelum Rian sendiri yang keluar dan menghancurkan sisa hidupmu!"

"Aku tidak peduli!" amuk Randy lagi, mencoba menerobos cengkeraman Rama yang ikut mengunci lengannya. "Dia menahan Kinara di dalam! Apa kalian semua sudah gila, hah?!"

"Yang gila itu kamu!" sela Rama ketus, mempererat kunciannya hingga Randy meringis kesakitan. "Satu-satunya alasan kenapa beasiswamu dipulihkan pagi ini adalah karena Kinara menyerahkan dirinya menjadi pelayan pribadi Rian demi kamu! Jadi jangan merusak pengorbanannya jika kamu masih ingin melihat orang tuamu punya pekerjaan besok pagi!"

Kata-kata Rama sukses menghantam telak mental Randy. Seluruh tubuh cowok basket itu seketika lemas. Kepalanya tertunduk dalam di bawah kuncian Rama dan Rangga. Rasa tidak berdaya yang luar biasa pekat merayap hebat di dadanya. Dia menyadari, di sekolah ini, kekuasaan finansial keluarga Pradifta adalah dinding absolut yang tidak akan pernah bisa dia tembus.

Di belahan gedung yang lain, tepatnya di dalam ruang ganda kepala sekolah yang megah, pemandangan kehancuran yang sesungguhnya sedang berlangsung.

Silla duduk bersimpuh di atas lantai marmer dengan air mata yang mengalir deras, merusak seluruh riasan wajah cantiknya yang kini pucat pasi. Di hadapannya, kepala sekolah dan dua orang komite hukum yayasan Pradifta menatapnya tanpa riak belas kasihan sedikit pun. Sebuah surat pemberhentian tetap dengan cap resmi yayasan sudah tergeletak di atas meja kerja.

"Pak... saya mohon, jangan keluarkan saya dari sekolah ini," isak Silla histeris, meremas ujung sepatu kepala sekolah dengan tangan yang gemetar hebat ketakutan. "Saya mengaku salah karena memukul Kinara! Saya akan minta maaf padanya! Tolong jangan keluarkan saya..."

Tepat saat itu, ponsel di dalam tas mewah Silla berdering nyaring. Dengan tangan panik, Silla merogohnya dan mengangkat panggilan dari ayahnya. Namun, belum sempat dia bersuara, jeritan frustrasi dan makian dari seberang telepon langsung memekakkan telinganya.

"Silla! Apa yang sudah kamu lakukan di sekolah, hah?! Perusahaan ayah mendadak diputus kontrak sepihak oleh yayasan Pradifta! Semua saham kita anjlok dan investor menarik modalnya dalam waktu satu jam! Kita bangkrut, Silla! Kita hancur total!"

Tut.

Panggilan terputus. Ponsel di tangan Silla terjatuh ke lantai, layarnya retak seribu.

Silla mematung dengan tatapan mata yang kosong. Seluruh tubuhnya berguncang hebat akibat tangisan histeris yang kian pecah. Dalam waktu satu siang, harga dirinya dihancurkan, hak eksistensinya di sekolah dicabut, dan seluruh kekayaan keluarganya diratakan hingga tanah murni karena dia telah berani menyentuh gadis milik Rian Pradifta.

Dari lantai atas, dari balik jendela kaca basecamp yang temaram, jerat kendali sang penguasa gila kontrol telah bekerja dengan sangat sempurna tanpa ada celah sedikit pun.

---

1
mamah fitri
alur cerita nya bikin penasaran .. tokoh utamanya betul2 punya aura masing2
mamah fitri
bisa 3 sampai 4 bab ngga .. penasaran dengan apa yg terjadi nanti di kapal..

semoga Kinara terselamatkan dr jebakan Randy
Park ha: kwkkwkwk sabar kak 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tamirah
Begitu bucinnya Rian pada Kinara sampai meng-klaim bahwa dia pacar putrinya..... wesss angelllll..,!
Tamirah
Ceritanya semakin halu Uuuuu.Yayasan kepala sekolah yg tunduk dgn Rian lalu rumah sakit yg mendadak naik tarifnya apa lagi mungkin bandara dan pesawat nya sekalian atau pusat perbelanjaaan atau mall semua milik pelajar yg bernama Rian wik...wik....wik.
Park ha: ini emang cerita halu ku kak ...kwkwkwk
bukan pengalaman pribadi whehehehe
total 1 replies
Tamirah
Thor mulai hingga episode ini gak ada interaksi orang tua Rian maupun guru guru di sekolah, alur cerita didominasi Rian dan temannya juga Rendi serta so Cupu.dan aneh nya lagi semua keputusan ada ditangan Rian ttg pencabutan bea siswa Rendy padahal ada komite sekolah.dimana peran ketua yayasan dan ketua komite,masih status siswa bak seorang CEO punya kartu hitam lagi cerita nya berlebihan Thor.
Tamirah
Kok bisa orang yg sdh mabuk berat dan hasrat nya sdh fulll bisa berhenti mendadak karena sebuah kalimat aku membencimu ya emang sengaja' dibuat begitu sama sang sutradara dara.Kalau dunia nya itu mah lewat langsung jebol selaput sang dara 😄😄😄.
Park ha: 🤭 lanjutin ya kak masih banyak kejutan..moga gk bosen bacanya..gpp sambil marah2 juga.berarti karakter Rian ini emang berhasil di buat untuk di benci wkkwk
total 1 replies
Tamirah
Menjijikan berapa korban pelajar yg dilecehkan selama ini apa gak ada yg berani para Guru untuk melaporkan kebejatan murid laki laki walau org tuanya pemilik yayasan sekolah' tsb, laporan pada Diknas jangan takut kalau dipecat banyak yg akan membela guru bahkan dgn bukti bukti kuat sekolah itu ijin pendirian akan dicabut dan sekolah' otomatis ditutup.Pimilik yayasan akan dipanggil oleh pihak Diknas.
Tamirah: sayang nya ini hanya cerita halu, Thor terinspirasi dari mana cerita ini dari lingkungan sekitar atau dari Drakor atau dracin 😄😄😄
total 2 replies
Tamirah
Sangat disayangkan masih pelajar tapi sdh biasa menikmati' minuman minuman haram dan sdh biasa menyentuh tubuh wanita .yah mungkinn dari kehidupan orang tuanya yg gak mengutamakan agama hingga anaknya gak bermoral, tapi namanya cerita halu bisa saja author nya berubah seorang pelajar dari amoral menjadi bermoral akanw lebih seru dan bisa menjalin cinta SMA dengan si Cupu jenjang perguruan tinggi dan ahirnya mereka menikah' itupun maunya pembaca.
Park ha: 🤭 iya kak aku emang sengaja tokohnya toxic.. gk menormalisasi juga buat kehidupan nyata...itu cuma tokoh fiksi...

judulnya jelas ya Toxic and control
bukan Kisah cinta yang manis...
moga kakaknya gak bosen naca kelanjutannya..Dan kuat mental dengan Ke toxic an Rian hehe
total 1 replies
Park ha
novel ini ceritanya lumayan panjang ya mulai dari masa sma transisi ke Dewasa...
kalian yang awal bab maki2 Rian ..tetap maki2 ya soalnya Rian tobatnya masih lama wkkwkwk
Park ha
kwkwkwkw santai mari kita maki bersama wkkwwk
falea sezi
burung bekas masuk ke lobang beda2 tangan. bekas obok2 lubang beda. lagi astaga🤣 gimna g jijik
falea sezi
cowok bekas🤣 najis amat
falea sezi
dikira semua bisa di beli dengan uang🤣🤣
Park ha: bisa kak semua butuh duit wkkwkw🤭🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
dikira semua cwek murahan apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!