NovelToon NovelToon
[TLS#2] Crazy Dare

[TLS#2] Crazy Dare

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:296.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Zakinah

Jika ada yang harus disalahkan, maka permainan Truth Or Dare-lah yang harus disalahkan.

Karena semua berawal dari sana.
Permainan yang telah dicap sialan oleh cowok gondrong anggota inti The Lion. Sebuah permainan tidak masuk akal dari teman-temannya yang mau tidak mau harus ia selesaikan dikarenakan kebodohannya memilih 'Dare'.

Alhasil, cewek ketua ekskul modern dance yang mendapat julukan Queen Shadow SMA Garuda itu pun menjadi sasaran empuk permainannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Zakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN # 32

Mata indah dengan bulu mata yang lentik itu sudah terlelap puluhan jam yang lalu dan belum juga memberikan tanda-tanda untuk sadar.

Pintu ruang rawat khusus yang ditempatinya terbuka, seorang wanita dengan setelan khas Dokter masuk dengan wajah sendunya dengan satu perawat yang mengikutinya.

Dokter itu memeriksa beberapa alat vital cewek cantik yang tertidur di atas brankar. "Siapkan ruangan, Sus. Kita akan melakukan CT Scan untuk melihat perkembangan sel kanker di kepalanya."

Suster itu segera melakukan perintah. Sedangkan sang Dokter mengambil tangan Krystal yang terinfus kenudian mengelusnya.

"Maafkan saya yang gak bisa melakukan yang terbaik untuk kamu, Tal," ujarnya lirih.

####

Bagus memainkan bola basket dengan tidak semangat. Terlihat dari wajahnya yang tidak bergairah dan bola yang kadang terpantul tanpa arah.

Alka dan Devan yang melihat dari tepi lapangan kian mengernyit. Merasa aneh dengan Bagus yang berbeda akhir-akhir ini.

"Menurut lo dia kenapa, Al?" tanya Devan, menatap Alka sekilas kemudian kembali memusatkan atensi pada Bagus.

"Krystal?" jawab Alka yang lebih terdengar seperti pertanyaan.

Devan mendengus. "Masih gara-gara itu? Gue kirain mereka udah baikan," sahutnya. "Eh, tuh cewek akhir-akhir gak keliatan, ya? Biasanya ada di lapangan latihan pas pulang sekolah."

Alka tiba-tiba berdiri ketika bola basket Bagus menggelinding ke arahnya. Cowok dengan tampilan urakan itu mengambil bola kemudian melemparnya dan tepat mengenai lengan Bagus. Sesuai sasarannya.

"Main yang bener!" Seru Alka dengan raut datarnya yang menjadi ciri khas cowok itu.

Bagus menatap Alka sekilas lalu kembali bermain tanpa mempedulikan sang Ketua Geng.

"Jangan jadi pengecut. Selesaiin baik-baik masalah lo," seru Alka lagi.

Bagus yang sudah memendam kesal sejak tadi langsung berdecak keras, kemudian melempar bola hingga mengenai kaki Alka. "Lo gak ngerti!" ujarnya sinis.

Salah satu sudut bibir Alka terangkat. "Ini pilihan lo. Udah seharusnya lo tanggung jawab sama resiko ya--"

"Gue gak butuh bacotan lo, Al!" Bagus memukul tiang besi ring basket dengan wajah marah.

Devan yang melihat situasi akan berlanjut runyam segera bergerak ke tengah-tengah kedua sahabatnya itu. "Jangan gelud di sini, nyet. Malu diliatin orang," ujarnya tanpa tahu situasi.

Bagus mendengus lalu segera pergi dari sana. Perasaannya sudah tidak baik sejak di mana Krystal menghilang dua hari lalu. Ia tidak ingin menjadikan Alka lampiasan amarahnya.

Melihat Bagus akan pergi, Alka segera menahan pundak cowok itu. "Lo masih pengin lari? Sampai mana? Sampai lo mati karna penyesalan?"

Bagus menyingkirkan tangan Alka dari bahunya. "Gue udah bilang gue gak butuh bacot--"

"Gue gak ngebacot! Gue ngomong biar lo sadar! Balik, hadepin dan ngomong baik-baik sama dia!"

"Kalo aja segampang itu!" suara Bagus mulai meninggi. Devan memutar mata malas. "Dia gak mau dengerin gue asal lo tau! Dia udah sebenci itu sama gue!" sentak Bagus yang mana membuat Alka berdecak.

"Itu karna dia gak ngeliat kesungguhan dari diri lo, Gus," balas Alka menunjuk dada Bagus. "Tunjukin ke dia kalau lo pantes buat dimaafin."

Bagus terdiam. Apa benar Krystal tidak ingin mendengarkan penjelasannya karena ia tidak terlihat bersungguh-sungguh? Perjuangannya masih kurang?

####

Adnan baru saja kembali dari rumah untuk membuatkan bubur buat adiknya. Cowok dengan kaos maroon dipadu celana jeans itu terpaksa absen ketika mendapat kabar bahwa adiknya menjadi tidak berselerah makan jika bukan dirinya yang menyuapi.

Baru saja ia hendak membuka pintu kamar rawat adiknya, suara percakapan lebih dulu mengurungkan niatnya.

"Kondisi pasien di kamar rawat khusus semakin parah, Sus. Kanker di otaknya semakin menjalar ke seluruh tubuhnya. Bahkan Dokter bilang ada kemungkinan pasien akan lupa ingatan."

"Kasian, ya, Sus. Mana keluarganya gak pernah datang lagi. Bahkan teman-temannya gak ada yang pernah jengukin. Kalau saya jadi Krystal mungkin udah gak sanggup lagi."

"Iya, Sus. Saya juga salut sama Krystal, walaupun gak ada yang pernah jengukin dia tetap kuat di sisa-sisa umurnya."

Percakapan itu berlalu seiring dengan dua perawat yang melewati Adnan yang menegang di tempatnya.

Tangannya yang bertengger di knop pintu terlepas, kakinya melangkah cepat mengikuti kedua Suster tadi. Ia tidak lupa bahwa adiknya sedang menunggunya.

Adnan hanya ingin memastikan saja siapa Krystal yang dibicarakan dua perawat tadi. Tidak lebih.

Langkah Adnan berubah pelan ketika kedua perawat itu berbelok ke koridor yang tidak terlalu ramai akan pengunjung. Bahkan, hanya ada beberapa perawat yang berlalu lalang di koridor sana.

Tepat saat perawat itu masuk ke sebuah ruangan, Adnan bersembunyi di balik tembok ketika salah satunya tiba-tiba berbalik entah karena apa.

"Gue harap dugaan gue salah," gumamnya. Kemudian bergerak diam-diam menuju pintu.

Saat wajah Adnan berhadapan dengan kaca persegi yang transparan ke dalam ruangan hingga bisa melihat orang-orang di dalam sana, wajah Adnan berubah pias. Rantang di tangannya nyaris jatuh jika saja ia tidak menggenggamnya dengan erat.

Di depan mata kepalanya sendiri, ia melihat seorang Krystal Raquelnesya yang terbaring dengan wajah pucat di atas brankar. Pakaian khas rumah sakit dan rambut yang tidak setebal dulunya.

"J-jadi ... Krystal yang suster tadi bicarin ... d-dia?" gumam Adnan tergugu. Suaranya tercekat, bahkan menelan ludah saja begitu sakit.

Tidak mungkin. Ia kiranya selama ini Krystal jarang masuk karena ada urusan keluarga yang harus cewek itu selesaikan atau paling tidak Krystal malas. Mengingat dulunya cewek itu jarang terlihat di sekolah.

Ternyata ... Kenyatannya semenyakitkan ini.

####

"Dok, apa lebih baik jika kita melakukan operasi? Setidaknya untuk memperlambat penyebaran sel kanker pada tubuh pasien."

Sang Dokter tidak langsung menjawab, ia melihat Krystal terlebih dahulu, lalu ia kemudian menggeleng. "Krystal pernah bilang kalau dia gak mau nyakitin dirinya sendiri demi memperlambat kematiannya. Saya gak bisa apa-apa. Ini udah pesan dari dia."

"Tapi, Dok. Jika didiamkan seperti ini akan merusak beberapa fungsi organ pasien. Terlebih pada bagian otak, pasien mungkin akan mengalami amnesia."

"Saya tau, Sus. Tapi ini sudah kehendak pasien."

Suster itu menghela napas. Ia sangat ingin melihat Krystal hidup lebih lama namun mau bagaimana jika sang pemilik tubuh saja ingin cepat pergi dari dunia yang kejam ini?

Keduanya keluar dari ruangan, setelah Dokter menaikkan selimut hingga ke dada Krystal.

Tepat ketika pintu tertutup, seseorang masuk ke dalam sana. Berdiri di samping brankar dengan tatapan nanar yang sudah menggenang air. Rasanya, ingin menangis saja melihat cewek yang selama ini terlihat kuat di luar sana ternyata menyimpan luka yang begitu berat.

"Gue gak tau harus ngomong apa, Tal," ujarnya dengan suara bergetar yang berusaha cowok itu sembunyikan. "Lo cewek kedua setelah nyokap gue yang bisa ngebuat gue kagum."

"Gue bahkan malu karna sikap berengsek gue dan temen-temen gue." Adnan menunduk menatap ujung sepatunya. "Kalau aja ada kata selain maaf yang bisa nyembuhin luka di hati lo, gue pasti bakal ucapin itu buat lo, Tal."

"Maaf." Adnan maju mendekat, menggenggam jemari kurus Krystal dengan hangat. "Maaf karna ngebuat lo kecewa disaat lo pengen bahagia," lanjutnya lirih. "Gue gak tau udah separah apa penyakit lo, tapi gue harap lo bisa sembuh dan kita semua bisa memulai dari awal."

"Semangat, Tal. Kalau gak ada keluarga lo yang peduli tentang ini, lo bisa anggep gue sebagai keluarga lo."

"Cepet sadar, ya."

Adnan mengusap rambut Krystal, meskipun beberapa lembar rontok ke tangannya, cowok itu tetap tersenyum memberikan kelembutannya untuk Krystal.

.

.

.

Adnan milikku, bukan milikmu😆

Pergilah kamu, jangan kau ganggu

Biarkan aku mendekatinya🤪

Dia Adnan ku ya bukan Adnan mu🤣

Kira-kira, Bagus bakal tau juga gak ya???🤔

Udah hampir End🙃

Jangan lupa Vote Komen dan Share cerita ini!!

See u guys💕

1
Teguh wira admaja
thor... ini cerita selanjutnya atau cerita awal yah
bukan kah di seniornya
alka sm meira dah nikah
Risa Aprilia
sad ending
Risa Aprilia
pohon togenya semaput duluan mah klo yg digantung cowok ganteng,😅
Kokom Mala
aq sih emang lebih setuju bagus sma dita,soal nya dari awal di senior emang udh klik nya sma dita,,knpa ada kristal,kurang dpt fil nya
Yenni Efita
😭😭😭😭
dhara chantika
pindah kemana thor? aq ingin ngikut
Yenni Efita
ksh mukjizat thorr buat Kristal, terlalu bnyk kepedihan airmata dlm unurny yg msh belia.... beri ksh syg n kebhgiaan sm org yg syg m dia dg tulus
Sisti Yanti
Galau..
Sisti Yanti
Karna aku suka yg menantang aku pilih bagus... Hahaha
octa
MO NANGIS TAPI ADA MAK GW😭
rhmbrt_s
mata gue sampe hmpir bengkak thor
🌹CleoPaTrA🌹
lanjuut
Ana Ana Bae
season 2 dong thor....krystal lahir kembali dengan karakter baru dong thor...pliss....
Partiah Yake
nangis aku....., sewajarnya ya begitu ya masa sdh tau sakit tuva tuba sembuh kan agak lucu ya thor
embun pagi
seru layaknya Thor,,,tapi lupa sama nama2 tokonya,,,🙈🙈
Khanza💟💟
Nangis tengah malam ini mah
Nyesek sumpah😭😭
رح يسف
sad bnget sih kamu gus😭😭😭
Nur Sifa
😭😭😭😭
LyLa_LyLa
thor gue nangis terharu banget 🥺😭😭😭😭
key
😭😭😭😭😭
aq banjir thorrrr... ikutan nyeri kaya bagus..
😭😭😭😭😭

sekarang tinggal kisahnya aluna ama devan ya... ya.. ya.. ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!