Penyesalan selalu ada di belakang, itulah yang di rasakan pria yang sekarang hidupnya berantakan.
Terlebih setelah dia melakukan kesalahan besar dalam hidupnya, “sudah ku katakan jangan pernah berani meninggikan suaramu padaku!” Bentak Nanang.
“Terus aku harus apa, selalu diam melihatmu menyakitiku, kamu tidak menafkahi ku aku diam, tapi berselingkuh kamu tak tau diri mas!” Jawab Sari marah.
Plak...
Sebuah tamparan di berikan pria itu, sedang sari merasa sudah tak bisa tahan lagi.
“Ceraikan aku mas, aku tak mau hidup dengan pria menyebalkan seperti mu!!” kata satinyang marah.
Apa yang di pilih Sari benar?
Atau keputusan ininakan di sesali keduanya?
Atau pilihan ini baik untuk mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tak tau malu
saat ketiganya sedang bercanda, tanpa sengaja Nanang dan Azila juga baru datang ke kafe itu.
senyum dari sari pun menghilang saat melihat pria itu nampak begitu mesra dengan azila.
"wah wah... siapa ini, Adelia kamu menjadikan Sari simpanan seperti mu hah, kenapa perubahannya seperti itu," ejek Azila yang terus memeluk lengan Nanang.
"memang apa salahnya, kamu cuma iri kan," saut Adelia enteng.
"wah lihatlah, kamu sudah tak tahan karena tak sentuh pria hingga mengobral tubuh mu, dan selain Fendi ternyata dokter ini juga kamu gaet," kata Nanang yang sebenarnya terpesona dengan perubahan sari.
"apa, aku mengobral tubuh, dari mana anda bisa bilang seperti itu, dokter lajang apa salahnya, yang salah itu wanita di samping anda yang tak tau malu saat masih punya suami tapi bisa seperti itu dengan suami orang lain dan tak kenal malu, jadi sekarang siapa yang murahan kami atau anda dan wanita itu?" tanya Sari dengan berani sekarang.
"cih... sekarang kamu makin berani ya, jangan mentang-mentang ayah membelamu, tapi aku tak akan membiarkan mu hidup tenang," kata Nanang.
"silahkan, aku bisa langsung melaporkan anda atas pengancaman,dan kasus KDRT belum selesai tolong ingat itu, jika bukan ibu yang memintanya, sekarang kamu sudah di penjara," kata Sari yang sekarang berani berkata lantang melawan Nanang.
melihat dari yang berubah drastis sekarang dia mengerti kenapa bagi Fendi gadis itu sangat memikat.
"sudah mbak, ayo pergi, dan untuk mu mbak Azila, silahkan ambil suamiku aku tak peduli,biar kamu merasakan apa yang aku rasakan dua tahun ini bersama dengannya," kata sari tersenyum dan pergi bersama Adelia.
mereka pun pergi karena sudah tak nyaman, terlebih Nanang dan Azila yang memang tak tau malu sama sekali.
mereka pun pergi dengan mobil yang di bawa sari, "kamu pasti bertanya-tanya siapa dan kenapa aku menjadi simpanan bukan?" kata Adelia.
"aku tak mengerti tapi aku tau siapa orangnya, itu pasti ayah mertua, di lihat dari reaksi ibu mertua yang sangat tak menyukai mbak, dan ayah yang bisa menampar ibu di depan kita semua, aku yakin mbak dan ayah punya hubungan spesial, tapi aku tak mau melukai penolong ku dengan pertanyaan, kenapa?" kata sari tersenyum.
"ha-ha-ha itulah yang aku suka darimu, saat pertama kita bertemu aku menyadari kamu sebenarnya gadis baik, tapi sayang suamiku yang bodoh itu malah menikahkan mu dengan Nanang, seandainya dia menikahimu pun aku tak masalah," kata Adelia
"apa mbak sudah gila,jadi aku yang nomor tiga dong," jawab Sari bercanda.
"setidaknya dia mungkin bisa bahagia, sebenarnya sari aku menikah dengan mas Wawan juga diam-diam, karena ibu mertua mu itu sebenarnya yak sebaik yang kamu kira," kata Adelia.
"apa maksud mbak, ibu mertua orang jahat?" tanya Sari.
"benar Sari, sebenarnya dulu ayah mu itu menikah di usia delapan belas tahun karena di kocok siapa yang akan menikahi wanita singa itu karena kesepuluh pemuda itu pernah melakukan hubungan dengannya dan akhirnya hamil," kata Adelia.
"apa!!" kaget satu yang tiba-tiba berhenti.
"itu kamu kenapa ngerem sih, mbak kepentok nih," kata Adelia memegangi kepalanya.
"aku tak salah dengarkan mbak?"tanya Sari tak percaya.
"ya sudah ayo ke rumah mbak, biar mbak ceritain semuanya dan kamu tak bikin mbak terluka,beh... bisa bonyok kalau cerita seperti ini," kata Adelia yang mengajak sari pulang.
Sari mengemudikan mobil menuju ke rumah mewah yang di miliki wanita itu, "lihatlah.. saat ayah mu itu mencintai seseorang,dia tak dengan memanjakannya," kata Adelia.
"beliau memang orang baik mbak, cuma terlalu tegas,hingga kadang orang salah mengerti," kata sari yang masuk kedalam rumah itu
Sari duduk di sofa dan Adelia mengambilkan air minum, dan menaruhnya di d
meja.
"jadi ceritanya bagaimana?" kata sari yang sangat penasaran.
Adelia pun tersenyum melihat tingkah satu yang begitu tak sabaran.
"apa kamu akan percaya dengan ceritanya, apa kamu tak takut akan aku bodohi?" tanya Adelia.
"tidak dong, karena aku tau tak mungkin mbak berbohong kepada ku, terlebih ini Adah cerita dari keluarga mas Nanang dan suami mbak," kata Sari tersenyum.
"tapi aku tak ingin cerita padamu, apa itu membuat mu marah," tanya Adelia yang memancing sari.
"tidak,mungkin aku akan bertanya langsung pada ayah mertua ku saja, jika memang mbak gak mau cerita," kata sari yang akan bangkit dari duduknya.
"tidak, jangan lakukan itu, duduklah aku akan cerita semuanya, jadi buka telinga, siap kan hati dan kita mulai ceritanya..."
Sari pun menunggu dengan cemas dan khawatir terlebih melihat Adelia yang berubah serius.