Wajah rupawan dengan harta berlimpah. Semua pasti ingin di posisi itu. Tapi, tanpa orang sadari. Wajah rupawan menjadi sebuah kutukan bagi Duo K.
Aku menikmati setiap permainan ranjangnya. Bagaikan sengatan setrum yang menjalar, memacu semangat hidupku. ~ Keano.
Patuh padanya adalah pilihanku. Hidupku tidak lengkap, tanpa menikmati sentuhan manja tangan lembutnya. ~ Kenzo.
Kalian adalah milikku. Kemarin, sekarang dan selamanya. ~ Tante Cantik.
Duo K menjalani hidup di bawah belenggu hasrat sang tante tercinta. Hasrat yang diajarkan sejak dini, menjadi candu tersendiri. Bagi kedua pria tampan kembar itu, Tante Cantik adalah rumah tempat mereka berpulang.
Mampukah Duo K melepaskan hasrat terlarang mereka? Bagaimana Tante Cantik mempertahankan pesonanya?
Ikuti kisah Duo K dalam Belenggu Hasrat Tante Cantik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: Jiwa Pemangsa Wanita
"Permisi, Tuan. Anda mau pesan apa?" tanya seorang pelayan restoran.
Pria itu bukannya menjawab, tangannya justru langsung menarik kaos si pelayan agar mendekat ke arahnya. "Shhtt, berisik!"
"Ekhem! Hay tampan,"
Pria itu melepaskan kaos pelayan cafe lalu mengibaskan tangannya agar si pelayan tidak mengganggu nya. Melihat itu, membuat wanita bergaun belahan paha menarik kursi di depan mantannya.
"Kenapa wajahmu di tekuk?" Wanita itu menangkup wajah pria di depannya tanpa rasa malu.
"You know better, Bel." jawab si pria mencium tangan sang mantan.
"Ayo, dinginkan kepalamu di tempat biasa. Bagaimana?" ajak wanita itu dengan satu kerlingan mata, membuat pria di depannya menyeringai.
Tatapan mata tidak bisa berbohong. Belahan gaun yang menyembulkan sesuatu menonjol dari dalam, membuat pria itu melepaskan kancing kemeja atasnya.
"Hehehe, Dion. Come....,"
"Sttt! Tidak usah banyak kata. Ayo!" ajak Tuan Dion dengan menarik tangan mantannya.
Langkah keduanya berjalan meninggalkan cafe menuju sebuah hotel yang kebetulan bangunan dengan plang nama Eleanor berdiri di samping cafe Lilian.
"Permisi, kami mau reservasi kamar sweet honeymoon." ucap wanita itu dengan bergelayutan manja di lengan Dion.
"Baik, atas nama siapa? Tuan, dan nyonya....,"
"Dion Al Abizar." jawab wanita itu tak peduli dengan tatapan tajam pria di sampingnya.
Keduanya menerima satu kunci kamar sweet di lantai dua lorong utara. Selayaknya pasangan suami istri. Tidak akan ada yang menyangka keharmonisan sejoli itu hanyalah untuk memenuhi hasrat yang telah lama tak dirasakan.
Ceklek.
"Kenapa kamu menggunakan nama....,"
Belina tak menggubris kekesalan Dion. Tangannya justru sibuk membuka kancing kemeja sang mantan. Hanya dalam hitungan detik, pakaian Dion lenyap berhamburan terbang entah kemana. Kini gilirannya membuka resleting gaun lalu membiarkan luruh ke lantai.
Tindakan Belina mengubah ekspresi wajah Dion. Mendadak mata pria itu berkabut penuh nafsu. Bukit kembar yang tertutup kain arang terlihat jelas menunjukkan barang kenyal sebesar melon.
"Issh. Jangan salahkan aku memakanmu, Bel." Dion menyambar tubuh Belina dengan seringaian.
Belina tersenyum puas. Ternyata mantan kekasih masa kuliahnya itu masih saja memiliki jiwa pemangsa wanita. Dirinya tidak terkejut jika Dion langsung membungkam bibirnya dengan sesapan yang ganas.
Suara erotis dengan hembusan nafas berlomba-lomba terdengar memenuhi kamar bernuansa romantis dengan harum parfum lavender. Kegilaan keduanya dapat dijabarkan dengan jejak merah di tubuh keduanya.
Dua jam kemudian,
"Bel, bagaimana kabar suamimu?" tanya Dion seraya mengeratkan tubuhnya merapat pada tubuh Belina.
Belina terdiam dan hanya menatap wajah pria yang selalu mengisi relung hatinya itu.
"Bel?!" panggil Dion mengalihkan tatapannya pada mata Belina.
"It's ok all fine. Bolehkah hangatkan tubuhku setiap aku merindukanmu, Abizar?" Belina merangkul kan kedua tangannya di punggung Dion, membuat dibawah sana semakin tenggelam dalam lembah dalam miliknya.
Dion memejamkan matanya merasakan hentakan ringan akibat perlakuan Belina. "Kamu akan selalu menjadi candu pertamaku. Bel, bisa bantu aku?"
Ntah kenapa melihat mata penuh cinta Belina, membuat jiwa liciknya tergugah agar memanfaatkan perasaan wanita itu demi tujuan hidupnya agar berjalan mulus.
"Everything for you....,"
Cup...
Pagutan pun tak terelakkan. Bukan mengatakan isi di dalam pikirannya, tapi Dion kembali merampas kenikmatan surga dunia dari Belina. Sekali lagi keduanya memilih bertempur tanpa ingin memikirkan masalah hidup masing-masing.
Sementara di tempat lain. Wajah pucat dengan bibir berdarah hanya bisa mendengarkan ocehan atasannya karena misi yang diemban telah gagal dan justru berakhir di dalam rumah sakit.
"Aku tidak peduli dengan keadaanmu. Ingat kamu sudah menandatangani kontrak kerja sama denganku....,"
Satu tangkupan tangan dengan lelehan air mata bersimpuh dibawah kaki pria bersepatu pantofel. "Tuan, ampuni saya kali ini saja. Saya janji akan menuntaskan misi sesuai dengan janjiku."
Bug!
Satu tendangan tepat mengenai lengan orang di bawah kakinya. Tatapan tajam itu gak serigala kelaparan. Satu jarinya menunjuk ke bawah.
"Satu minggu. Jika dalam waktu seminggu kamu gagal membawa kepala mereka. Akan kupastikan kepala ibumu sebagai gantinya." jelasnya dan menyibak kemeja kotak yang tersentuh tangan kotor sang pionnya.
"Ayo pergi!" seru pria itu dengan melambaikan tangan pada beberapa pria berseragam hitam yang setia mengawal kemanapun dirinya pergi.
Langkah kaki yang menjauh, dan berjalan keluar dari ruangan bernuansa hambar itu membuat si penghuni kamar bangun dari posisinya yang tersungkur mencium lantai dingin.
Aku harus melakukannya. Jika tidak, ibu tidak akan selamat. Yah, sekarang aku tidak boleh lemah. Ibu tunggu aku. ~ batinnya dengan menyeka darah segar di sudut bibir nya.
...****************...
Hay reader, maaf ya kemarin gak up.
Suddenly draft error dan baru tadi siang bener setelah uninstall dan instal app NT 🤦♀️
Happy Reading readers.. 📖
Jangan lupa like, comment, fav, gift ama vote,(yang bersedia 😭)
Selamat pagi, semuanya.
Buat semua reader's tercinta.
Terima kasih telah memberikan support dan membagikan semangat kalian agar othoor trus berkarya.
Sehat selalu, ya buat kalian. 🥰