NovelToon NovelToon
Paman, I Love You

Paman, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.

Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Menantang Nakal

Kembali Ezra menjadi manekin hidup. Dan itu membuat Nika berdecak kesal. Dia pun mulai memundurkan tubuh. Menatap tajam lelaki yang juga menatapnya.

"Kalau enggak mau ngaku jangan harap Nika kasih tahu."

Gadis cantik itupun berlalu meninggalkan Ezra yang masih berdiri di tempat yang tadi. Hembusan napas kasar keluar dari bibir sang pengawal. Hari ini kondisi hatinya benar-benar aneh. Adegan pelukan antara Nika dan Anggasta kembali berputar. Diambilnya rokok untuk menghapus bayang-bayang yang mengganggu.

Mencari tahu perihal Anggasta tak menemukan jawaban. Data lelaki itu dikunci dan tak bisa diretas. Ezra tahu jika Anggasta adalah cucu dari tuan Aksara. Tapi, dia tak tahu hubungan yang sesungguhnya antara Anggasta dan Nika.

Ezra menoleh ketika mendengar suara langkah kaki. Ya, itu Nayanika. Segera menghampiri sang gadis yang terlihat tengah memegang perutnya.

"Masih sakit?" Nika mengangguk.

"Saya be--"

"Enggak usah," potongnya. "Cowok tadi udah nyiapin semua yang Nika butuhin."

Tangan Ezra mengepal cukup keras. Rasa kesal mulai hadir. Ditambah ponsel Nika bergetar dan dengan cepat gadis itu jawab.

"Iya, ini mau Nika minum kok."

Begitu lembut kalimat tersebut. Dada Ezra semakin bergemuruh.

"Safe flight, ya. Kabarin kalau udah sampe. Salam juga buat Mama."

"Mama? Sudah sedekat itukah hubungan mereka?"

.

Chandra benar-benar kewalahan dengan sikap sang atasan. Baru datang saja sudah uring-uringan dan emosian. Salah sedikit tanduknya keluar. Banyak karyawan yang dibuat jantungan.

"Moodnya benar-benar lagi jelek," gumam Chandra.

Untuk menetralkan pikiran akan tingkah sang atasan, Chandra memilih makan siang di tempat yang sedikit jauh. Baru saja masuk kedai yang tak besar, tapi cukup ramai. Dia melihat seseorang yang dia kenali tengah berbincang seru dengan dua perempuan lainnya.

"Permisi!"

Suara Chandra membuat tiga gadis itu menoleh. Salah satu gadis nampak terkejut. Terlebih Chandra sudah memegang tangannya.

"Ikut saya sebentar."

Mereka sudah duduk di sebuah meja. Chandra menatap serius Nika yang terlihat bingung.

"Ada apa?"

"Apa ada yang sedang terjadi dengan Pak boss?"

"Pak bos?" ulang Nika dengan wajah berpikir.

"Maksudnya Ezra Gege."

Hanya sebuah kata yang keluar 'oh'. Chandra mulai memicingkan kedua matanya.

"Memangnya dia kenapa?"

Chanda membuang napas kasar dan mulai menceritakan semuanya kepada Nika. Di mana dia pun menjadi korban atas kemarahan Ezra.

"Menurut anak buahnya sih itu karena seorang lelaki bernama Ang ... Ang apa gitu. Mereka enggak bisa dapetin informasi lelaki itu. Makanya, pak bos jadi manusia emosian."

Nika pun tersenyum kecil. Ternyata sampai segitunya pengawal itu mencari tahu tentang Anggasta.

"Kayaknya dia lagi cemburu deh. Saya baru dapat kabar katanya lelaki itu kemarin peluk kamu." Nika pun terkejut mendengarnya.

"Beneran cemburu kah?"

Seperti biasa Ezra sudah menjemput Nika. Terlihat sang gadis tengah sibuk dengan ponsel di tangan. Tak ada sapaan ataupun kalimat manja seperti biasnya. Malah terlihat bibir Nika melengkungkan senyum saat menatap layar benda pipih.

"Nika!"

"Hm."

Jawaban yang begitu menyebalkan. Tangan Ezra sudah mencengkeram stir mobil dengan wajah yang sudah sangat tak bersahabat.

"Oke, Baobei (Sayang). Nanti aku hubungin lagi."

Tetiba kaki Ezra menginjak rem mendengar pesan suara yang Nika rekam. Gadis itupun terkejut bukan main dan mulai menatap ke arah Ezra.

"Ada apa?"

Tak ada jawaban dari lelaki itu. Kembali mobil dijalankan. Namun, tak ada obrolan apapun dari keduanya.

Di apartment pun Nika sama sekali tak keluar kamar. Biasanya, gadis itu mencari Ezra untuk diajak berbincang. Sudah mau jam sembilan malam, Nika tak jua keluar. Lelaki itu mulai memberanikan diri untuk ke kamar Nika. Sang gadis nampak terkejut ketika melihat sang pengawal sudah ada di depan pintu.

Tubuh Nika mulai mundur karena Ezra terus berjalan ke arahnya. Rasa takut mulai ada melihat wajah Ezra yang sangat tak bersahabat.

"Kenapa enggak keluar untuk makan malam?"

"Belum lapar."

Tanpa aba, lelaki itu menarik tangan Nika keluar dari kamar. Mendudukkan tubuh Nika di kursi meja makan. Lalu, memberikannya makan malam yang penuh dengan gizi.

"Paman--"

"Saya suapin."

Sangat di luar dugaan mendengarnya. Bukan hanya sekedar kata, tapi tindakan yang begitu nyata. Dengan sangat amat telaten Ezra menyuapi Nika bagai anak kecil. Mata Nika terus tertuju pada sosok tampan di depannya. Di setiap kunyahan terselip senyuman kecil melihat mimik sang pengawal yang begitu menggemaskan jika tengah cemburu.

Baru saja hendak bangkit dari meja makan, tangannya dicekal oleh Ezra. Kedua alis Nika pun beradu.

"Habis makan malam jangan dulu tidur."

"Nika enggak tidur, Paman. Nika--"

Tangannya malah ditarik ke arah ruang depan di mana televisi sudah menyala. Ezra sudah menatapnya dengan serius.

"Katakan, siapa lelaki yang kemarin?" Bertanya dengan nada lembut.

Nika malah tersenyum. Kedua tangannya sudah dilipat di depan dada. Menatap Ezra dengan begitu santainya.

"Jawab dulu pertanyaan Nika semalam."

"Nayanika--"

Nika menggerakkan tangannya di depan bibir seperti menutup resleting tas. Sontak Ezra pun mulai kesal. Perlahan wajah Ezra mendekat dan terus mendekat hingga deru napas pengawal itu mampu Nika rasakan.

"Jawab atau saya akan cium kamu."

Deg.

Jantung Nika seperti berhenti berdetak. Rasa takut pun mulai menjalar. Namun, dia begitu pintar. Membalutnya dengan penuh ketenangan.

"Cium aja kalau berani."

Gadis cantik malah menantang Ezra. Dalam hati Nika dia meyakini jika lelaki itu tak akan berani menyentuh bibirnya. Walaupun tak dipungkiri dadanya sudah bergemuruh hebat.

"Baik."

Cup!

Mata Nika melebar ketika apa yang tak disangkakan terjadi. Bibirnya yang berwarna pink, lembut dan kenyal sudah dikecup oleh seorang pengawal. Tubuhnya pun menegang. Beberapa detik kemudian, Nika mulai tersadar. Gadis cantik itu mulai sedikit nakal di tengah jantungnya yang masuk berdegup kencang. Mengalungkan kedua tangannya di leher Ezra Naradipta.

"Mau ngaku cemburu atau--" Nika menjeda ucapannya. Ezra pun mengadukan kedua alisnya.

"Nika beri cap kepemilikan di leher putih Paman," bisiknya dengan begitu nakal.

"Jangan main-main Ni--"

Bibir itu sudah menempel di leher putih Ezra Naradipta. Jantung sang pengawal sudah mulai tak aman dan beberapa detik kemudian dia meringis kecil karena merasakan gigitan kecil di lehernya.

"Ni-ka--"

"Paman punya Nika," ucapnya sambil tersenyum sangat manis.

Jarinya sudah mengusap tanda kepemilikan yang dibuat. Sontak Ezra menelan ludah karena ada desiran aneh yang menjalar di tubuh ketika Nika sentuh. Baru kali ini ada perempuan yang sangat berani kepadanya. Bahkan menantangnya. Dan kini Deru napas Nika mulai terasa di telinga membuat bulu kuduk meremang dan dada berdegup kencang.

"Sayangnya, Nika bukan milik Paman."

DAMN!!!

...**** BERSAMBUNG ****...

Yuk atuh dikomen ..

1
nonaleutik
bahhh kabur ke mana lagi nihh si niknik
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
NadiraDira
nikaaaa.....mau kemana....
Salim S
dua orang yg sama-sama saling mencintai tapi sama-sama terluka
Wiwin Winarsih
elang bukan nih yg bawa nika terbang...
Yeni Yeni123.
rasain tuh....ga tegas sih jd cowok , di tinggal deh....
Lusi Hariyani
ternyata nika bs bersikap dewasa
sum mia
laahhh..... Nika beneran pergi . entah seperti apa nanti kecemasan , kepanikan , dan kekecewaan yang Ezra rasakan . barulah dia akan sadar bagaimana perasaan yang sebenarnya pada Nika .
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Diana Nur
jd melow nih😭😭😭😭😭
Tanti Retno Wati
ah sedih nya
El Dzaky
kok jadi sedih sih/Sob//Sob/
Nurminah
ah meleyot hati ku
Tanti Retno Wati
ya ampun zra kmu ko GK peka banget
Tanti Retno Wati
lanjut
Rahmawati
gimana sih paman jd bingung sm sikapnya
Gaishan Ahzar
dah Nika jangan mau terus bertahan disituasi begini,mending berhenti ngejar c Ezra fokus ma pendidikan za cuekin balik c Ezra...ternyata c Ezra masih gamon ma masa lalunya yg jelas2 dah pernah nyakitin dia/Smug//Smug/
sum mia
sumpah.....aku geregetan banget sama si Ezra . yang terlena dengan masa lalunya . pengen tak getok aja tuh kepalanya biar gegar otak sekalian . nanti setelah Nika menjauh dan pergi baru tau rasa , baru menyesal dia .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia: di tunggu double up nya kak.....😍😍😍
total 1 replies
Riris
mudah2n kesalahpahaman ini cepat berlalu ya nika😔
Lusi Hariyani
beneran tunangan apa vm sandiwara nich
ria rosiana dewi tyastuti
jangan2 ni akal2an tua bangka bangkotan itu siapa tu.....kakek siapa tu....namanya
Saadah Rangkuti
jadi mewek aku 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!