Tak sengaja Rena melihat suami nya sedang bersama dengan seorang wanita, padahal dia sedang dalam kondisi hamil 3 bulan, dari awal sebelum menikah dia sudah mengatakan bahwa dia paling tidak suka di bohongi, dan suami nya mengiyakan permintaan nya.
Namun setelah melihat apa yang di lakukan suaminya Rena pergi dan berniat untuk menuntut cerai. Rena adalah gadis bercadar yang kecantikan nya hanya di perlihatkan kepada suaminya, dia tidak pernah membenci seseorang, tapi dia paling benci di bohongi apa lagi itu suami yang di cintai nya.
suaminya sudah berusaha untuk membuat Rena kembali dan percaya, namun semua sia - sia. tiba - tiba datang seorang gadis berjilbab yang Rena lihat waktu itu bersama suami nya. gadis itu melemparkan sebuah kunci kepada Rena, sambil menangis dia mengatakan.
"jika kamu ingin mencari kebenaran ambil kunci ini, jika tidak buang lah, namun jangan pernah membenci nya, karena Malaikat pun akan membencimu walaupun kau berbakti kepada orang tua mu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frangki s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Kecewa
Mobil Awan mulai memasuki area Kampus. Awan kemudian berhenti dan membuka Pintu Mobilnya. Setelah Pintu terbuka Rena segera turun dari Mobil begitu pun dengan Awan. Mereka berdua menjadi pusat perhatian semua Orang yang ada di sekitar area itu.
Mas' Rena mau masuk Kampus dulu ya..."
"Iya. Nanti sebelum pulang jangan lupa kasih kabar aku ya Ren."
"Iya Mas' Assalamu'alaikum."
"Waalaikum'salam."
Rena berjalan tergesa-gesa karena tidak tahan menjadi pusat perhatian Orang-orang. Tanpa dia sadari ada sebuah Motor yang juga sedang melintas di area itu. Pengendara itu hampir saja menabrak Rena.
Untung saja Awan menyadari hal itu. Dia segera berlari ke arah Rena dan langsung menarik tangannya. Rena yang kaget pun kehilangan keseimbangan nya jatuh dalam pelukan Awan.
"Kamu tidak apa - apa?"
Rena yang segera sadar akan posisinya saat ini. langsung melepaskan dirinya dari pelukan Awan.
"Rena tidak apa - apa Mas."
"Maaf ya.. Aku tidak sengaja."
Rena tidak menjawab pertanyaan dari Awan. Dia langsung berlari menuju kelasnya. Sementara di sisi lain ada yang tidak suka melihat Rena datang bersama Awan. Di tambah lagi Awan tadi sempat memeluk Rena.
"Maafkan aku Rena."
Awan hanya bisa memandang Rena dari kejauhan. Ingin sekali dia mengejarnya. Namun hal itu tidak di lakukan nya.
"Rena.. Tolong maafkan atas sikap ku tadi. Jujur aku tidak sengaja."
Setelah mengirim pesan itu, Awan belum juga beranjak dari tempat nya semula. Dia hanya berdiri sambil menunggu balasan pesan dari Rena. Karena belum juga ada balasan Awan akhirnya memutuskan untuk pergi saja.
Seorang pria memakai jaket dan helm yang tertutup melintas di depan Awan dan terdengar lah bunyi suara letusan, Dor.
Mendengar letusan itu semua Orang-orang yang berada di situ langsung panik dan berteriak-teriak meminta tolong. Situasi di Kampus menjadi gaduh, Bahkan yang sudah berada di dalam kelas pun ikut keluar melihat keributan yang terjadi.
***
Rena berlari sambil menahan malu. Dia pun segera menuju toilet Wanita. Rena mencurahkan air matanya di situ. Handphone berbunyi tanda masuk pesan dari Awan. Dia hanya melihat nya saja namun tidak membalas pesan itu.
Setelah cukup lama Rena berada dalam toilet, Dia pun segera keluar dan menuju ke kelasnya.
"Rena' Kamu dari mana saja." Tanya Sinta.
"Aku tadi dari toilet." Jawab Rena sambil berusaha tersenyum.
"Kok lama sekali Ren." Giliran Dewi bertanya namun Rena membalasnya hanya dengan senyuman.
"Ren' Aku punya kabar baik loh... " Kata Santi.
"Kabar baik apa San." Balas Rena yang sudah mulai tenang karena sudah bersama sahabat nya.
"Kamu tahu tidak. Kakak ku sudah melamar Dewi."
Kata Santi sambil melirik ke arah Dewi. Sedangkan Dewi hanya tersenyum.
"Benar Dew." Ucap Rena tidak percaya."
Dewi hanya mengangguk kan Kepala nya.
"Alhamdulillah selamat ya Dewi." Ucap Rena sambil memeluknya.
"Kapan akad nikahnya." Tanya Rena lagi.
"Dua Minggu lagi Ren."
"Selamat ya Dewi. Aku bahagia mendengar nya. Ujar Rena.
Andai saja kejadian tadi tidak terjadi. Mungkin Rena sudah mengatakan kabar bahagia nya kepada mereka berdua. Namun ada rasa kecewa dalam Hati nya untuk Awan. Walaupun dia tahu kalau Awan melakukan hal itu secara tidak sengaja.
***
Di Kantin Rena melihat kembali layar di Handphone nya sambil menunggu Dewi dan Sinta yang lagi memesan makanan mereka berdua.
Rena membuka pesan dari Awan kemudian membalas nya.
"Rena tahu Mas Awan melakukan hal itu karena ingin menolong Rena. Tapi Rena masih malu dengan kejadian tadi. Jadi untuk sekarang Mas Awan jangan dulu menemui Rena. Rena harap Mas Awan mau mengerti." Pesan pun di kirim.
"Kenapa kamu Ren' Kayak Orang yang lagi galau saja." Kata Santi yang baru saja mengambil makanan nya. Rena buru - buru keluar dari Aplikasi Wa nya. Kemudian Rena mengalihkan perhatian Santi.
"Dewi mana?"
"Lagi ke toilet." Kata Santi sambil menikmati makanannya. Dewi pun akhirnya datang dengan membawa makanan nya.
"Kok makanan yang kamu pesan sedikit sekali sih Dew."
Tanya Sinta heran. Karena biasanya porsi makanan Dewi lebih banyak dari nya.
"Aku kan mau jaga penampilan. Biar Mas Noval senang." Kata Dewi tanpa malu - malu lagi.
"jaga penampilan. Yang ada itu kamu nanti sakit, Kalau kamu sakit yang repot juga aku."
Kata Santi, Sedangkan Rena hanya tersenyum melihat keduanya.
Setelah makan mereka pun kembali ke kelas karena masih ada satu mata kuliah yang harus di ikuti.
***
Ren' Kamu sebentar ikut aku sama Dewi ya... "
"Memangnya kalian mau kemana?"
"Kita mau makan bareng sama Kakak aku. Makanya aku sama Dewi mau ajak kamu."
"Mau makan di mana San? Kalau tempatnya ramai, Kayaknya aku tidak bisa makan di tempat itu." Kata Rena.
"Kita makan nya di tempat biasa. Tempat Favorit kamu itu loh.... " Kata Dewi sambil menggoda Rena.
Mendengar perkataan Dewi, Rena langsung teringat dengan Awan. Ada perasaan kecewa dalam Hati nya, Karena sampai sekarang calon suaminya itu belum membalas pesan darinya.
Biasanya sewaktu mereka chating. Awan lah yang paling agresif membalas pesan dari nya. Baru juga Rena menulis pesan Awan sudah akan membalas nya sampai dengan tiga pesan.
"Apa Mas Awan marah ya sama aku? Apa dia kecewa karena pesan yang sudah ku tulis."
Kata Rena dalam Hati nya.
Handphone Dewi berbunyi karena Noval menelpon nya.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikum'salam." Jawab Dewi.
"Kalian sudah pulang? Mas sudah pesan makanan nya. Kalian cepat datang ya.."
"Iya Mas' Ini sudah mau pulang."
"Cepat kemari ya.. Soalnya Mas masih kangen."
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikum'salam." Jawab Dewi sambil senyum - senyum."
"Kakak ku telpon kamu?"
"Iya. Kata Mas Noval dia sudah pesan makanan nya. Mas Noval sudah dari tadi di sana."
"Ayo Ren' Kita berangkat." Kata Santi.
Mereka bertiga pun keluar menuju Mobil Sinta yang berada di tempat parkir. Ketika mereka melewati jalan tempat Awan menurunkan Rena tadi. Ternyata tempat itu sudah ada garis Polisi nya. Dan ada beberapa Anggota dari kepolisian berjaga di area itu.
"Kok ada Polisi di Kampus. Sedang apa mereka di situ." Tanya Dewi.
Dewi dan Santi memang tidak mengetahui kejadian tadi pagi. Waktu bunyi letusan itu terjadi mereka berdua baru saja sampai di tempat parkiran. Mereka mendengar nya Namun tidak memperdulikan hal itu.
Rena yang melihat Mobil Awan terparkir di situ, Berusaha mencari keberadaan Awan. Namun sosok Awan yang di cari tetap tidak bisa di temukan Rena.
Dia pun berkata dalam Hati nya.
"Kenapa kamu tetap datang Mas? Kenapa kamu tidak menghargai apa yang aku sampaikan lewat pesan ku tadi? Kamu sudah membuat aku kecewa Mas."
Rena pun sudah tidak melihat keluar lagi. Dia hanya bersandar dan memejamkan matanya sambil menenangkan Hati nya.
tapi kalau pemeran utama pria harus mengemis dan menderita baru dimaafkan
kalau sudah begini dimana keadilan yang harus ditegakkan
kok g pernah dgr,
boleh kasih penjelasan lbh akurat, atau vid ulama y membahas@?
gk rela kayaknya nya klo ud end😔😢
blm tau ke benaran yg pasti sikapnya begitu ke suami dr segi mn solehanya thor...sorry...
banyak kejutan" dari masing"tokoh tentang jati dirinya
pokok nya keren alur ceritanya