NovelToon NovelToon
Arus

Arus

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Keluarga & Kasih Sayang / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Karir
Popularitas:41.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kim A

"Lah? Kalo nggak mau bunuh diri ngapain duduk di situ?"

"Emang kalo duduk disini harus orang yang mau bunuh diri?"

"Iyalah, orang yang duduk disini tuh artinya pengen didorong setan biar jatoh, jadi alesannya meninggal bukan karna bunuh diri, tapi karena didorong setan terus mati"

"Gila Lo!! Jaman gini masih percaya sama tahayul..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi

Kedatangan Wati ke sini sebenarnya ingin menyampaikan kabar, bahwa ia telah melakukan tanda tangan persetujuan atas operasi yang akan dilakukan untuk mencabut besi yang ada di kaki Ila.

Hati Wati sedikit tersentuh saat ia mendapatkan beberapa kalimat yang diberikan oleh ibu yang menjaga Ila tadi. Ia mengatakan bahwa Ila adalah wanita yang tegar, ia sesekali menyebut nama ibunya saat rasa sakit yang luar biasa ia rasakan.

Bahkan saat di dalam mobil ambulans, Ila tetap diam merasakan segala rasa sakit yang menjalar dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Ia tak mengeluarkan sepatah katapun, dan tidak memiliki niatan untuk memberitahu siapapun akan musibah yang baru saja menimpanya.

Bahkan, ia mengabari Wati saja itu karena disuruh oleh Ibu tersebut, awalnya Ila menolak karena tidak ingin merepotkan orang lain. Namun Ibu tersebut mendesaknya, ia adalah Ibu, dan Wati juga Ibu, dengan semua rayu dan cerita yang Ibu tersebut ucapan kan, akhirnya membuahkan hasil.

Ila menghubungi Wati, namun semua bujuk rayu akan Ibu yang selalu menghawatirkan keadaan anaknya, hanyalah omong kosong bagi Ila. Lagi-lagi ekspektasinya terhadap Wati hanyalah ekspektasi belaka, semua itu mustahil. Wati menghawatirkan nya itu mustahil, nyatanya hanya Axel yang selalu ada didalam mata dan juga hati Wati.

Sesaat setelah gagal menghubungi Wati, mata Ila langsung terpejam dengan helaan nafas yang panjang serta dalam. Ada raut kekecewaan didalam wajah dan mata Ila.

"Aku tidak tahu apa yang telah terjadi didalam keluarga kalian. Namun, dengan sekelebatan aku mengenal Ila yang tak lain adalah anak kamu, aku sedikit merasakan ada beberapa kesedihan yang terpendam dihatinya. Ia sama sekali tidak ingin membagikan apapun yang ia rasakan selama ini, namun wajah dan mata tidak bisa berbohong. Aku harap kamu bisa menjaga dan menyayangi dia sebagaimana mestinya. Aku melihat ada keraguan dalam dirinya saat ingin menghubungi mu, seperti takut mengganggu atau merepotkan. Sayangi kedua anakmu ya, bagaimanapun dulunya kamu juga telah mempertaruhkan nyawa demi kehadirannya di bumi ini. Aku pamit pulang dulu ya, sehat terus kamu dan keluarga"

Rentetan kalimat yang Ibu itu ucapkan seakan menusuk dihati Wati, seakan ada hidayah yang masuk kedalam hati Wati. Ia kembali merenungkan apa yang telah ia lakukan kepada Ila. Apakah yang dikatakan Ibu tadi benar? Kenapa orang lain lebih mengenal dan juga paham akan anaknya, sedangkan dia sendiri yang menjadi Ibu malah tidak tahu apa-apa.

Sekitar 5 menit Wati merenungi apa yang telah ia lakukan kepada Ila. Sesaat kemudian ia sadar bahwa ia harus segera menemui Dokter yang menangani Ila. Setelahnya ia mengurus beberapa berkas yang harus ia kumpulkan dibagian Resepsionis guna mengisi data diri Ila dengan lengkap, serta mengurus pengobatan untuk Ila. Syukurnya Ila dan keluarga memiliki kartu BPJS untuk meringankan pengobatannya saat ini.

Wati berlarian di koridor Rumah Sakit dengan menggendong tas ransel dipunggung nya yang berisi pakaian Axel. Wati bahkan sempat pulang untuk mengambil beberapa berkas yang ia butuhkan, karena jarak rumah mereka dan Rumah Sakit tidak terlalu jauh, hingga Wati tak sungkan untuk pulang kembali. Namun nasib baik berpihak padanya, saat berjalan beberapa meter dari Rumah Sakit, ia tak sengaja bertemu dengan tetangganya yang sedang melewati jalan tempat Wati berjalan. Sehingga ia menumpang padanya karena tujuan mereka sama, yaitu pulang kerumah masing-masing.

Untuk pulangnya, ia meminjam sepeda milik tetangganya, berkas yang ia ambil dari rumah, ia letakkan di keranjang depan yang tersedia di sepeda tersebut. Tak butuh waktu dan tenaga yang banyak untuk Wati sampai di Rumah Sakit.

Dengan segera ia menyelesaikan prosedur pendaftaran untuk pasien rawat jalan. Sebelumnya Dokter Heru memang menyarankan untuk rawat inap saja, karena ini bukan merupakan luka yang parah namun bukan pula luka ringan. Kemungkinan besar Wati masih bisa meng handle nya sendiri di rumah.

Setelah semuanya selesai, Wati baru masuk kedalam ruangan Ila sembari menunggu keputusan dari Rumah Sakit untuk menentukan kapan akan dilaksanakan operasi pada kaki Ila. Untuk saat ini, Ila berada didalam ruang UGD karena tadinya ia belum menyelesaikan prosedur administrasi serta pendaftaran dengan benar.

Wati sedari tadi menahan diri untuk meminta maaf kepada Ila, hatinya berkata ingin meminta maaf, namun otaknya gengsi. Minta maaf atas cara Wati memperlakukan Ila dengan tidak adil, selalu menyalahkan dan mengintimidasinya. Semuanya hanya tertahan di tenggorokan, tidak ada satu katapun yang bisa keluar dalam mulut Wati mengenai itu.

Terdengar ada seseorang yang akan masuk kedalam ruangan, terbukti adanya pergerakan berputar pada knop pintu. Perawat wanita memasuki ruangan Ila untuk memberitahukan jadwal operasi yang akan Ila lakukan nanti.

"Permisi, operasi nya akan dilakukan dalam waktu 1 jam lagi ya Bu, sekarang saya akan mengecek kondisi dari pasien terlebih dahulu" Perawat tersebut mulai mengecek tekanan darah serta detak jantung dari Ila.

"Emm semuanya bagus, tidak ada yang bermasalah lagi. Ananda Kamila, jangan tegang ya, santai saja" Perawat tersenyum dengan ramah kepada Ila. Tak butuh waktu lama, perawat tersebut telah menyelesaikan tugasnya.

...----------------...

Lampu sorot medis atau yang sering juga dikenal dengan istilah surgical light / operating light kini sudah menyala menandakan bahwa operasi kini sedang dilaksanakan.

Tepatnya diluar ruang operasi, terdapat dua manusia yang jantungnya berdegup dengan tidak beraturan karena menunggu orang yang didalam sana sedang ditangani.

Wati menggosok kedua telapak tangannya agar hangat, sangking groginya ia menunggui sang putri ditangani, tangannya berubah menjadi pucat serta dingin.

Memang benar bahwa operasi Ila saat ini tidak akan sampai membawanya ke Tuhan. Namun tetap saja, dengan kata operasi sudah bisa membuat hati Wati ketar-ketir dibuatnya.

Disamping Wati terdapat Axel yang tengah bersantai sembari memainkan ponselnya. Wajah lempeng serta raut wajah yang biasa saja, mungkin membuat orang yang melihatnya menilai bahwa ia tidak berperikemanusiaan, saudaranya sakit bukannya prihatin tapi malah santai bermain ponsel.

Namun semua salah, tangan dan matanya saja yang terlihat fokus akan ponsel yang ia genggam, namun nyatanya pikirannya melayang entah kemana. Berkali-kali ia menyalahkan dirinya karena tidak fokus jalan, karena dirinya ia mengorbankan keselamatan saudarinya.

Namun setelah ia mengobrol dan meminta maaf secara langsung kepada Ila, bukan menyalahkan yang Ila ucapkan kepadanya, justru malah rasa syukurlah yang keluar dari mulut Ila.

"Alhamdulillaah Nan, dengan Allah ngasih ini ke Kakak, secara tidak langsung Allah meningkatkan derajat Kakak, dengan ini pula Allah ingin menghapus beberapa dosa yang telah Kakak berbuat. Kakak justru malah bersyukur dengan kejadian ini, Allah semakin ingin membuat Kakak lebih berlapang dada dan senantiasa mengingat-Nya"

Hati mendidih Axel karena terlalu banyak menyalahkan diri, seakan tersiram oleh air es disaat musim kemarau. Sejuk, tenang dan juga nyaman.

Tidak ada kalimat yang bisa keluar dari mulut Axel setelah mendengar penuturan Ila, ia baru menyadari bahwa Kakaknya sudah benar menjadi dewasa sekarang.

Bersambung...

Yuk bantu dukung karya aku dengan cara like, komen dan vote, terimakasih :)

1
🌺
menarik ceritannya
🌺
pasti alex itu yg lebam", dipikulin orng mungkin ...
エルピラ: Alex siapa ka😭
total 1 replies
🌺
knp ibunya ila kejam y ma anknya sendiri 😢😢
🌺
sbnarnya ila jg suka kli ma ferdi tpi dia merasa ga pantas aj karn mamanya ferdi bos ila..
༄༅⃟𝐐Vee_hiatus☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
Rico woyyy cowok" pada ngiri sama kamu bisa foto bareng illa...
༄༅⃟𝐐Vee_hiatus☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
olla penggemarmu nambah lagi habis rick sekarang ada ferdi sampai rela nguntitin keseharian kamu
༄༅⃟𝐐Vee_hiatus☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
kok bisa salah naik tadi🙈🙈🙈
༄༅⃟𝐐Vee_hiatus☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
beneran konslet illa gara" efek operasi
༄༅⃟𝐐Vee_hiatus☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
mak anaknya baru juga sadar jangan dibdorong mak ntar jatuh lagi
delete account
enak ya upahnya Rico Aretha upah yang di berikan oleh pak mermo karena kalian berhasil membuatnya kesal dengan tingkah kalian
delete account
smp jadi rawon(⁠☞⁠ ͡⁠°⁠ ͜⁠ʖ⁠ ͡⁠°⁠)⁠☞
delete account
satu satunya solusi adalah rajin belajar dan banyak membaca
🇸​🇪​🇳​🇪​🇧​🇾​
greget sama ibunya pgn ku maki
🇸​🇪​🇳​🇪​🇧​🇾​
musibah bisa menimpa siapa saja, sabar dan kuatlah
🇸​🇪​🇳​🇪​🇧​🇾​
kasian bpk ila, semoga ada org berbaik hati utk menolong
🌺
baguss ceritanya
🌺
duhh ila lgi vc mlh ditinggal tidur 😴😴
🌺
ila klu mo jodoh ma artis korea, sadar diri aj deh 🤭😂✌️✌️
エルピラ: udah sadar ka, cuma lupa alias gatau diri aja:v
total 1 replies
🌺
ila seneng bnget lihat adeknya dimrahin 🤭😂
☘️BILAA☘️
semangat illa, Tuhan memberikan cobaan umatnya supayA kuat, supaya mau berjuang lagiii, semangat pasti bisa menerima dengan ikhlas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!