NovelToon NovelToon
MENUNGGU

MENUNGGU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:517.9k
Nilai: 5
Nama Author: Payung Hujan

⚠️ ROMANCE ADULT COMEDY.
Tertangkap basah tidur bersama di ranjangnya, memang Kelandru yang sengaja membuat itu.

Bagaimana dia tidak tertampar dan kecewa Sania yang sudah ia pacari 2 tahun ternyata berselingkuh satu tahun ini saat Kelan berada di Australia menjalani tugas dari orang tuanya. .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Payung Hujan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak ingin terkalahkan.

Kelandru duduk ditepian ranjang menatapi wajah Rea yang terlelap, ia bermonolog dengan dirinya sendiri.

"Kau menyukai Sagara?" Dan Keland kembali mengulang kalimat mamanya, Sagara menyukai seorang anak Bidan di kota Semarang. Tidak salah lagi, itu pasti Rea, Sagara pasti sering melihat Rea bersama Sania yang merupakan temannya juga.

Kelan berdecih, "Kau sibuk meminta bercerai lalu akan bersama Sagara? Lakukan jika kau bisa."

Kelan kemudian meraih gelas airnya mulai menelan obat yang diberkan dokter lalu kembali merebahkan dirinya disebelah Rea.

Kelandru menghadap ke wajah Rea yang terpejam, seperti sudah biasa dan rasanya tidak bisa jauh dari Rea.

Perasaan Kelandru mulai tidak jelas, jantunganya menjadi tidak karuan jika dia dekat, bukan bocah lagi yang tidak paham bahwa dia sudah mempunyai hati dengan gadis menyebalkan ini.

Satu kecupan kemudian Kelandru daratkan ke dahi Rea, ia meresapi lama membiarkan bibir itu menempel bermenit-menit. Seperti sipesakit yang mendapatkan ramuan ampuh Rea seakan menjadi obat mujarab yang menggantikan luka dan amarahnya sebab perselingkuhan.

Kelan mulai memeluk Rea dan kembali terpejam juga.

***

Beberapa jam kemudian menjelang sore hari Rea terjaga, tubuhnya menjadi terasa pegal-pegal dan ia lihat Kelan meniduri lengannya, memeluk erat dia seperti guling.

"Ya Tuhan sudah pukul berapa ini?" Suara Rea ikut membangunkan Kelandru, ia pun menggelian dengan badannya yang terasa sudah lebih membaik.

"Hemm sudah sore sepertinya."

"Apaaaa sudah sore? Doktermu sudah datang?"

Keland melirikkan matanya ke nakas menunjuk obat-obatan disana, sontak saja Rea membelalak.

"Sudah datang? Duh kenapa kau tidak membanguniku, kau sudah meminumnya?"

"Sudah sembuh."

Rea tidak percaya segera memeriksa dahi Kelan dengan punggung telapak tangannya dan benar Kelan sudah membaik. "Syukurlah...."

"Terimkasih."

"Terimakasih untuk apa?" Rea bangkit dari ranjang, kembali merapikan rambutnya untuk segera turun.

"Tidak ada." Bibir Keland masih terlalu gengsi untuk mengucapkan hal-hal yang mengarah kepada membutuhkan Rea.

"Ya sudah pergilah mandi, agar lebih segar. Aku akan ambilkan pakaianmu di atas." Rea bergergas turun dan pergi dari sana.

"Rea?"

Gadis itu kembali menoleh, "Ada pesan? mau kuambilkan apa?"

"Tidak ada, aku akan naik sendiri dan kembali ke kamar kau tidak perlu mengambilkan apapun."

"Kembali ke kamar?" Hemm malas selali satu kamar dengan dia. "Oh baiklah ayo!"

Keduanya keluar dari kamar tamu itu, Rea membawakan obat-obat milik Keland dan pakaian-pakaian kotornya.

Terdengar dari luar tawaan besar sang mama entah sedang berbicara dengan siapa.

"Eh Rea, Keland sudah mendingan nak?" Sapa Fenita di ruangan keluarga itu.

"Su-sudah ma, sudah mendingan ini mau mandi naik ke kamar."

"Mama bicara sama siapa?" Tanya Kelandru penasaran.

"Sagara baru dapat project besar terus dia beliin, Mama, kakak-kakak juga Rea hadiah. Ini lagi di toko diamond yang mama mau, dia bingung mau pilih yang mana untuk Rea. Kalau selera mama dan kakak dia pasti tahu, tapi kalau Rea kan, tidak."

"Katakan dengan dia tidak perlu membelikan untuk Rea! suaminya mampu membelikan dia." Segera Keland menarik tangan Rea bergegas naik ke kamarnya.

Fenita menaham senyuman, dia suka membuat kesal putranya itu, "Ga, kata Keland jangan belikam Rea, suaminya mampu membelikannya."

"Itu urusan suaminya, saya hanya memberikan sebagai hadiah."

"Oh yasudah kamu pilih aja yang menurut kamu bagus, sudah dulu ya... hati-hati sayang."

Rea tidak berkata-kata apapun namun Keland memegangi tangan Rea semakin kuat berjalan naik ke atas tangga.

"Tanganku sakit."

"Kau suka mendengar Sagara memberimu hadiah?"

"Apa maksudmu kau fikir aku se-matre apa?"

"Kau terlihat sangat suka, kau fikir aku tidak bisa memberikanmu lebih dari itu?" Pintu kamar Keland buka, ia bergemuruh dengan dadanya yang memanas, Kelan mengambil dompetnya dalam sebuah laci nakas.

"Kau sepertinya sangat suka, bukan? Beli sendiri atau aku yang akan membelinya, kau lihat kartu-kartu ini, bukan cuma kartu-kartu kredit tanpa batas tapi semua debit ini berisi nominal yang besar hasil keringatku sendiri, ambil semua dan beli apapun yang kau mau, bukan hanya sebuah berlian kau bahkan bisa membeli kapal pinisi beberapa buah sekaligus." Lemparkan Kelan kartu-kartunya diatas ranjang.

Rea sontak saja terperangah, "Kau kenapa? Kau seperti bocah yang tidak ingin terkalahkan, apa masalahmu dengan Sagara kudengar sedari pagi tadi kau menghinanya."

"Kau terlihat sangat bahagia sekali jika mendengar tentang dia. Kau fikir dia lebih baik dariku."

"Aku tidak senang. Kapan aku terlihat senang, aku biasa saja, kau saja yang menanggapi berlebihan. Jika tentang menyukai Sagara, aku yakin pasti Sania sudah menceritakan padamu tentang aku memang sangat menyukai dia kan?"

Deghh...

Nafas Kelan tertahan ia merasa dadanya di tembakki banyak peluru begitu sesak sekali. Tidak berkata-kata segera ia meninggalkan isi dompetnya yang berserakkan dan masuk ke kamar mandi dan membanting kuat pintu.

Bruakkkk.

"Banting sampe lepas! ganti pintu kapal pinisi buat kamar mandimu."

.

.

.

.

.

Beri dukungan gaes ☔

1
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
bagus ceritanya 😍
RithaMartinE
semangat Rea 🤗🤗
RithaMartinE
kurang ajar emng si keland 🤣🤣
Praba Tini LA
terimakasih cerita bagusnya.
dee
keren ceritanya.. gemessss sama Kelan..
Laily
jangan d.hapus dong kak payung 😔
Abdul Hamid Rasyid Dly
Mbak ceritanya bagus lho
adakah karya author yg lain
Yulia Aziz
lhoooo.... kok langsung tamat 😌
padahal bagus lho ceritanya
semangat lagi ya kak payung
Nadira Anggraini
untung q dah baca...pdhl cerita na bgus ..konflikna ringan dan yg pasti semgat wt otorna...semoga da karya baru lain.na dri otor teteh payung hujan...lovu😗
Nadira Anggraini
aduch...ternyata reana borok (tibo ngorok)...
Nadira Anggraini
butuh bantuan kak? q siap kok wakilin para readers wat ngomelin si kalandru...sedia 24jam..😁
Wiwin Cibby
happy ending
love kak
LenidewiLestari
jangan di hapus kak, ini critanya bagus lho.. semangat
Atun TuchiZhama
happy ending 😘😘
Umi Ningsih Mujung
❤️❤️
epyi⸙ᵍᵏ
ehh udah tamat☹️
Atun TuchiZhama
hahaha gol
Atun TuchiZhama
Ah sedappp 😂😂
Atun TuchiZhama
hihihi kesian kamu keland 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!