NovelToon NovelToon
Polisi Cantik

Polisi Cantik

Status: tamat
Genre:Action / Detektif / Romansa-Percintaan bebas / Wanita perkasa / Tamat
Popularitas:167.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arby yingjun

Kegemilangan prestasinya dalam menaklukan berbagai kejahatan, membuat Manila harus di pindah tugaskan ke sarang kejahatan. Bagaimana kisah perjalanan Manila dalam menaklukan musuh dan mendapatkan cintanya.

So pantengin aja he. he. he

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EMOSI MANILA

Seperti yang yang sudah di rencanakan sebelumnya. Kini mereka bertiga berakting sesuai dengan peranya masing masing.

Dengan berbekal nonton youtube di blog 'Babang tukang Bakso' pada 2 hari sebelumnya. Kini Lee mulai menerapkan gaya tersebut pada aktingnya.

Ting ... ting ... ting

Suara yang keluar ketika Lee mengetukan sendok pada mangkuk cap ayam jagonya.

"So ... Bakso, Bakso Nona." ucap Lee yang berakting menjajakan daganganya pada orang orang yang lewat di depan gerobak baksonya.

Sementara. Dari kejauhan sudah terlihat dua karyawati sebuah pabrik yang wajahnya sudah terlihat pucat akibat menahan keroncongan pada perutnya.

"Hei ... lihat! Bagaimana kalau kita mampir dulu untuk makan Bakso disana?" ajak salah satu karyawati dengan tangan menunjuk ke arah gerobak bakso Lee.

Kedua karyawati pabrik itu kini mempercepat langkahnya untuk menghampiri gerobak bakso Lee.

"Bang, Baksonya 2 mangkok ya! gak pake pedas." pinta salah satu karyawati pada Lee yang sedang berdiri membelakanginya.

"Iya, nona. Silahkan duduk dulu sebentar." jawab Lee tanpa menoleh pada pembelinya.

Dengan berbekal nonton tayangan youtube 'Babang tukang Bakso' Lee dengan lincah mengingat takaran bumbu dan langsung menerapkan pada aksinya.

Kedua karyawati itu saling berbisik memperhatikan penampilan Lee yang berbaju lusuh dalam melayani daganganya dari belakang.

Salah satu karyawati itu menggedikan kepalanya seakan penasaran dengan Lee yang belum terlihat jelas wajahnya.

Dan dengan segenap keberanian. Akhirnya salah dari karyawati itu memberanikan diri untuk sekedar basa basi bertanya.

"Bang ... ngomong ngomong. Baru kah mangkal disini?" tanya salah satu karyawati itu pada Lee.

Lee yang sedang fokus menunggu baksonya matang. Kini mengangkat kepala dengan mata membulat.

"Iya, saya baru disini Nona. nyoba usaha mandiri saja." jawab Lee sambil tersenyum paksa.

Setelah selesai dengan bakso 2 porsinya. Kini Lee berbalik dan langsung menaruh Bakso tersebut pada meja di hadapan mereka.

Kedua karyawati itu menganga tak menyangka bahwasanya pria tampan Level 10 lah yang sedari tadi berdiri di hadapan membelakanginya.

"Silahkan ... di cicipi Bakso cuankinya." tukas Lee sambil tersenyum tampan.

Kedua karyawati merasakan lumer di dalam hatinya laksana ice cream yang terkena kontak langsung matahari.

Lee terheran memandang kedua karyawati tersebut.

"Nona ... ayo di makan baksonya." Lee mengibas ngibaskan tangan kanan di depan wajah kedua karyawati tersebut.

Seketika kesadaran kedua karyawati itu kembali. Kedua karyawati itu mengangguk dan langsung melahap bakso yang di buatkan Lee yang masih panas tanpa di meniupnya lagi.

Lee hanya tertawa kecil melihat hal lucu yang terjadi di hadapanya.

"Pelan pelan saja, Nona." ucap Lee yang langsung di balas anggukan kedua karyawati tersebut.

"Bakso cuankinya sangat Enak. Penjualnya pun tampan sekali." puji salah satu karyawati pada Lee dan temanya pun mengangguk setuju 100%

"Bang, wajahmu mengingatkan aku pada seorang aktor drama korea" tukas salah satu karyawati itu.

Lee terkaget sambil membuka topi dan mengggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Benarkah? masa iya sih? Memang siapa aktor drama korea yang Nona maksudkan?" Lee tersenyum tak percaya.

"Iya, bang suer. Wajahmu mirip dengan Lee min Ho." ucap kedua karyawati secara bersamaan.

"Ha ... ha ..., Nona berdua ini, sudah cantik ternyata pandai juga bercanda." tukas Lee yang bersikap tenang dan tidak gila pujian.

Salah satu karyawati itu terlihat mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Dan Lee tak pernah mengira bahwa karyawati itu akan mengundang teman temanya untuk datang dan makan Bakso di tempat mangkalnya.

Dan tak butuh waktu yang sangat lama. Kini gerobak Lee sudah tertutup oleh serbuan para karyawati yang mengantri berniat membeli dan membuktikan ketampanan tukang baksl cuanki yang konon mirip Lee min Ho seperti dikatakan temanya.

Kini saatnya Michael dan Manila beraksi. Dari markas yang ia sewa, mereka berdua kini mulai melangkah dan memantapkan niat satu sama lain untuk memerankan peranya masing masing.

"Kira kira ... apa yang sedang di lakukan Lee di tempat mangkalnya ya?" tanya Michael yang melangkah sambil menggandeng tangan Manila karena tuntutan peranya.

Manila menoleh ke arah Michael dan kembali fokus menatap ke depan sambil tersenyum.

"Paling dia sedang duduk melamun sendiri." tebak Manila sambil tertawa kecil setelah mengucapkanya.

"Bisa jadi, aku sudah tidak sabar ingin melihat penampilan Lee yang menurutku tadi sangat lucu." tukas Michael yang lagi lagi tertawa puas sambil membayangkanya.

Manila hanya bisa geleng kepala melihat Michael yang begitu puasnya mentertawakan Lee.

Dari kejauhan Michael dan Manila sudah bisa melihat gerobak Lee yang masih ramai di kerumuni pembeli.

"Michael ..." panggil Manila sambil melepas genggaman tanganya dari Michael.

Michael menoleh ke arah Manila.

"Iya, ada apa Manila?" sahutnya.

Manila menunjukan jari telunjuknya ke arah kerumunan kaum hawa yang masih terlihat ramai mengelilingi tempat mangkal Lee dalam penyamaranya.

"Bukankah lokasi itu tempat dimana Lee mangkal dengan gerobaknya? lantas kenapa bisa sampai berkerumun seperti itu?" tanya Manila yang merasa heran dan penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

"Iya, benar sekali." Michael mengangguk.

Manila mempercepat langkah kakinya untuk langsung menghampiri tempat dimana Lee bersama gerobak baksonya mangkal.

Dan alangkah kagetnya ketika Manila baru saja sampai. Kedua matanya seketika membulat setelah tahu dan menyaksikan bahwa kekasih hatinya sedang di pepet abis oleh gerombolan karyawati yang tergila gila akan ketampananya.

"Manila." panggil Michael sambil memegang pundak Manila.

"Singkirkan tanganmu!" tukas Manila sambil menatap tajam ke arah Michael.

Michael yang sudah bisa menebak suasana hati Manila. Dirinya lebih memilih diam dan mundur.

Dan yang lebih parahnya lagi. Kini beberapa karyawati yang terlihat muda dan masih segar itu tidak merasa risih atau pun malu untuk bergelayut manja kepada Lee.

Tak hanya itu. Kini mereka sudah berani mengambil foto sambil memeluk dengan kamera ketika Lee sedang meracik bumbu baksonya.

Dengan tangan mengepal. Kini wajah Manila merah padam menahan emosi dan kemarahan yang sudah menyeruak di dalam dadanya.

"Tak bisa aku biarkan!" teriak hati kecil Manila.

Manila melangkah dan mengambil sebuah mangkok cap jago dan kemudian langsung membantingnya hingga pecah tak beraturan.

Dan jelas semua gerombolan karyawati itu kini terfokus merasa aneh dan heran memandang ke arah Manila.

Lee yang baru sadar dan mengetahui bahwa Manila di hadapanya. Dirinya hanya bisa tersenyum sedikit memaksa.

Keringat dingin kini memenuhi wajahnya. Lee sudah bisa membayangkan akan seperti apa Manila mengamuk nanti.

"Menyingkir kalian dari lelaki itu!" bentak Manila sambil menunjuk ke arah Lee.

Beberapa karyawati yang tidak terima dengan hal itu langsung saja mengacak pinggang di depan Manila.

"Memang kau pikir kau siapa? apa kau kekasihnya?" tanya salah satu karyawati yang tidak terima tersebut.

Manila makin merasa geram dengan Lee yang hanya bisa terdiam menatap Manila.

Dengan emosi Manila melangkah dan langsung menjewer telinga Lee dan memelintirnya sekuat tenaga hingga Lee mengaduh kesakitan.

"Katakan pada mereka siapa aku dan apa statusku di mata dan hatimu!" titah Manila pada Lee.

"Iya ... ya. Tapi aku mohon lepaskan tanganmu dulu. Telingaku sangat sakit sekali." pinta Lee dengan sangat.

Manila yang merasakan jengkel di dalam hati. Dengan terpaksa melepas jeweranya yang begitu mencengkram pada telinga Lee.

Lee mengusap ngusap telinganya yang terasa panas dan memerah karena perbuatan Manila.

"Iya, gadis cantik adalah kekasih hati dan sekaligus calon istriku." jelas Lee pada semua karyawati.

Di dalam hati kecil Manila. Manila merasakan hal senang setelah mendengar Lee yang berucap bahwa Manila adalah calon istrinya.

Raut kekecewaan pun kini tampak dan tak bisa di sembunyikan lagi dari wajah semua karyawati yang telah mendengarnya secara langsung.

Mereka kini perlahan melangkah dan membubarkan dirinya masing masing.

1
⧗⃟ᷢʷ🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ≛⃝⃕|ℙ$§𝆺𝅥⃝©
kerennnnn
Ismalinda
Luar biasa
Thatti Setianingsih
visual ny idola aq semua dilraba dimurat lee minho dan cha eunwo
Qaisaa Nazarudin
Di bentak gitu aja nangis,Cengeng banget,Apa disaat latihan waktu masuk polisi gak pernah di bentak2?? Setau ku masuk polisi dan tentara itu latihannya keras banget,di bentak2 itu sudah makanan mereka sehari2,Jadi mereka sudah biasa,,🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Dimana2 novel yg ku baca pasti ada adegan nabraknya,Itu sengaja atau tdk sengaja,,Awal pertemuan atau perkenalan😂😂🫢🫢
Qaisaa Nazarudin
Cover itu Koper ya??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Gak tau aja siapa yg dia rampok 😂😂👏🏻
Mampir thor🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️
Elizabeth Zulfa
krna pakai dollar brrti latar t4 nya di luar negri ya
Wika
kak author ayo duet nyanyi LG 🤭🤭
Wika: 🤭🤭🤭 cuss
total 2 replies
Wika
kakak .. author 🤭🤭🤭 ud mampir ni k komik nya 😁
Wika: ma Ama 💞 kk 🤭🤭
total 2 replies
Eaakhy Fitry
laju x...
Andriani
polisi koq ga ada tegas²nya gtu thor
Dela Agustini Dela
lanjut Thor😂😂 kasihan michel nya
yg sabar ya
May nurwidya
lha oq aneh msak polisi cengeng
🔵🐌Ay Yana2
baru sempat baca lagi,
momy ida
Lee min hooo😍😍😍dil raba. 😘😘😘
☠☀💦Adnda🌽💫
kenapa sama si arby y 🤔🤔🤔🤔
mpit
polisi kok gitu ya 🙄🙄
cengeng 🤭🤭
🌹glory🌹
ada apa dengan Arby???
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bengek 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!