NovelToon NovelToon
Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:283k
Nilai: 5
Nama Author: maya syafii

Ayunda Seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal dengan bibiknya tapi malah dia akan dijual tetapi takdir berkata lain, ia malahan tidur dengan salah satu ceo tampan terkaya bernama Brian baratawijaya. Akankah keduanya bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya syafii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandiwara

"Sialan, kau Vero,"teriak Vera di kamar mandi.

Vera kesal seenak jidat habis bermain di tinggal begitu aja, beberapa menit ia keluar dari kamar mandi dan tak sengaja melihat ada black card diatas nakas.

"Pakailah ini untuk kebutuhanmu. Maaf aku harus pergi, aku akan kembali setelah urusanku beres. Tertanda Vero."

Begitulah isi di kertas tersebut

"Sialan kau Vero. Brengsek."

"Ini aku ceritanya yang kena jebakan sendiri. Persetan dengan Vero aku membalas tanpa bantuannya."

Vera buru-buru keluar dari kamar dan checkout. Setelah itu ia memutuskan ke club mengusir kesialannya.

Di tempat lain, Brian bertemu denga shaabt lamanya. Tak berapa lama, muncul dosok sahabt yang alma tak ia kunjungi.

"Hai Bos," sapa dari belakang Brian

Bria dan Johan menengok ke belakang kearah suara

"Oh hai, Vero. Waw, kau makin sukses kayakaya," puji Brian

"Kau itu yag sukses udah jadi kepala rumah tangga, nah aku."

"Makanya bro buruan nikah. Kau senang-senang mulu," Johan menimpalinya

"Belum ada yang pas, cariin dong."

"Eh kau mau nggak tetangga ku. Dia janda hot lagi."

"Sepertinya menarik."

"Haahhaha, ssyangnyaumur udah 60 taun."

"Siaan kau, Johan. Eh ya, kapan istrimu melahirkan."

"Tinggal menghitung hari."

"Oh ya Bri, aku ada berita untukmu."

"Apa?"

"Kemarin aku tidur dengan Vera."

Uhuk ... Uhuk

Johan dan Brian terbatuk-batuk kompak mendengar nama itu.

"Ini minumlah," ucap Vero memberikan m8numan keduanya

"Eh, kau beneran,"tanya Johan wmmastikan

"Iya, emang mukaku terlihat bohong gitu."

Brian dan Johan menatap wajah Veto memng taka ada keboh9ngan disana.

"Lalu, buat apa cerita ke kita," ujar Brian

"Dia bilang akan menghancurkanmu aku tahu dia masih mencintaimu, bukan. Dan aku tak sejahat itu pada sahabtku, aku akan bersandiwara menuruti keinginannya. Jadi kalian harus ikuti aku. Aku sudah merencanakan jebakan untuknya salah satunya menidurinya agar ia kelak taubat."

Brian menanggapi tersenyum tipis lalu menatap tajam kearah Vero Vero yang ditata oleh Briap terlihat ketakutan.

"K-kau kenapa menatapku seperti memakanku hidup-hidup, Bri," ucap Vero ketakutan

"Hahahahaha, kau itu bos mafia. Tapi kenapa takut denganku," ledek Brian

"Sialan kau, Bri. Aku juga manusia, kalau berhadapan dengan kau aku mana berani."

"Dan satu lagi, jangan bilang aku ada rasa dengan si wanita siapan itu, tanya Brian menyelidik

"I-iya, makanya sengaja aku rencana begitu, agar dia melupakanmu."

Johan dan Brian tertawa bersama mendengar pengakuan Vero.

"Pakai acara rencana, padahal ia sudah mengharapkan. Udah ambil saja," Brian menahan tawa

"Makasih bro, dengan senang hati aku menerimanya."

"Dasar gila emang dia," celetuk Johan.

Tiba-tiba, ada dering ponsel Johan terlihat tertera nama Nadia sang istri.

"Stt, diem istriku telpon," Johan menyuruh Brian dan Vero diam

"Oke."

"Iya halo, assalamuaikum sayang. Ada apa?"

"Sayang, ayo pulang. Aw, perutku sakit," rintih Nadia

"A-apa, kamu mau mepahirka sayang. Aduh, tynggu jangan kemana-mana," ucap Johan panik lalu menyeret kedua sahabatnya untuk ikut

"Ayo ikut aku," ucapnya menyeret keduanya

"Eh."

Ketiga pria tampan itumasuk kedalam mobil Johan. Johan menyetir mobilnya melaju cukup kencang

"Hei, kaumaumati ya," teriak Vero sambil memegang erat knop mobil ketakutan

"Iya Jo, Aku masih sayang anak istri, enak aja kau ngajak mati," gerutu Brian sambil duduk jongkok diatas jok mobil

Johan tak memperdulikan ocehan kedua sahabatnya ia hanya fokus nyetir dan menjemput sang istri untuk membawanya ke rumahsakit.

Tak lama mobil mewah milik Johan samapia.

Cit....

"Oh astaga," teriak lagi Vero sambil emngeus dadanya

"Oey, gila kau ya."

Johan turun dari mobil lalu berhenti kembai melihat kedua sahabatnya ta ikut turun.

"Eh ayo kalian ikut."

"Astaga, Bri. Dia stress kali ya," omel Vero karena di tarik oleh Johan tanpa ampun

"Udah ikut aja."

Sampai di depan kamar lantai dua, Johan meyuruh kedanya berhenti.

"Kalian tunggu sini dulu."

Vero melongo melihat kelakuan Johan

Akhirnya keduanya keluar dari kamar, lalu Brian dan Vero membantunya.

"Mana kuncimu, Jo," tanya Brian

"Ini, ada apa?"

"Aku yang nyetir. Enak aja ngajak bunuh diri."

"He .. Maaf bos. Ayo buruan."

"Iya ayo."

Brian memacu kendaraan dan menelpon salah satu petugas untuk mengamankan jalannya menuju rumah sakit agar lancar.

"Ku akui kau emang cerdas bro, daripada dia."

"Uda diem, nggak tahu aja aku panik."

Sampailah dia rumah sakit dan Mereka menuju igd, Beberapa emnit kemudian perawt keluar dari ruang igd.

"Maaf permisi, suami dari nyonya Nadia."

"Saya sus."

"Baik, silahkan masuk tuan. Dokter akan berbicara kepada anda."

"Baik sus."

Di igd, dokter memberi tau jika istrinya baru pembukaan delapan. Jadi harus tetap terjaga di dekat istri sampai pembukaan akhir .

"Ngapain Johan lama amat di dalem."

"Mungkin dia disuruh dampingin kali, Vero."

"Apa sampai segitunya?"

"Makanya nikah, biar tahu rasanya."

"Huh, kau itu aja yang kau bahas. Menyebalkan."

"Ya kan emang itu apalagi. Udah diam aja, kita tunggu kabar bagus dari Johan."

Dua jam kemudian, saat dua pria tampan itu tertidur di depan ruang bersalin. Tiba-tiba terbangun mendengar teriakan tak asing.

"Aaaa."

"Eh, suaranya seperti tak asing. Kayak suara Johan ya."

Beberapa menit, terdenhar suara bayi dan teriakn kembali

Oek.. Oek..

"Aaaa."

"Hah, suara apaan tuh yang terkahir,Bri."

"Tahu," ucapnya mengedikkan bahu

Dan muncullah Johan dengan pakain dan juga rambut acak-acakkan. Brian dan Vero melongo melihat rupa Johan lalu tertawa kompak

"Hahahahaha, kau kenapa, Jo. Habis kena gempa."

"Huh, aku habis kena sasaran istriku," ucapnya menyandarkan badan di kursi tunggu

"Haahhahaha, sampai segitunya bro," tanya Vero memastikan

"Makanya nikah."

"Kalian sama saja, itu aja yang dibahas."

"Gitu aja ngambek."

"Lalu, anakmu cowok atau cewek, Jo."

"Cewek donk, namanya Tania."

"Waw, selamat ya."

"Makasih untuk kalian, udah bantu aku."

"Sama-sama."

"Ya udah aku pulang dulu. Capek kangen istri anak."

"Dan aku juga pulang, kangen bantal saaguling di rumah."

"Hahahahahha dasar jomblo."

"Biarin."

"Ya udah kalian hati-hati. Sekali lagi makasih."

"Sama-sama."

Brian dan Vero berjalan menuju keluar rumahsakit, sampai di depan Vero dan Brian berpisah.

"Hati-hati, Bri."

"Iya kau juga."

Brian masuk ke dalam taksi dan tak lama Vero juga, dari jauh ada seseorang sedari tadi membuntuti kemana Brian pergi. Dan kini mobil itu masih mengikuti, entah kenapa hari ini Brian merasa lelah dan ia memilih memejamkan mata biasanya ia akan melihat pekerjaannya terlebih dahulu.

"Pak, saya turun di perumahan elit xx no. 5, Kalau udah sampai kabari ya."

"Baik tuan."

Tiba-tiba,

Brak

1
Rachma Fidyawati
banyak typo nya
Siti Nurjanah
aduh siapa lg yg datang
Siti Nurjanah
pasti itu dewi
Siti Nurjanah
apa wanita yg merencanakan itu adalah ibu dari vio wanita yg menyukai rendra dan akhirnya gila
Siti Nurjanah
oh ayu mau di culik apa ya
Siti Nurjanah
ketika berbagi sedekah langsung ketemu pria tampan
Siti Nurjanah
kenapa setiap orang yg disuruh vera itu temen brian jg. trs wisnu kemana kok udah nggak nongol lg. apa orang yg lihat Brian dan vero tadi adalah vera?
Siti Nurjanah
vera lg vera lg. nggak jera tu orang . nanti kalau ketangkep minta maaf lg
Siti Nurjanah
ada apa dgn rena? awal pertama jumpa baik . lalu pas ayu kangen rena di desa kok suami udah ninggalin dia? apa suaminya selingkuh? trs sekarang ama pria tua yg ternyata bosnya. apakah rena jd selingkuhan bosnya ?
Siti Nurjanah
sebenarnya si wisnu itu mau bantu vera atau bryan sih?
Siti Nurjanah
ya mungkin ayu bisa kamu jebak tp jgn harap kamu bisa ngelabuhin ke3 pengawalnya
Yati Supriyati
karya nya ok. alur cerita juga ok. hanya banyak dalam penulisan yang salah ketik. terutama di nama pemeran. tolong di cek kembali sebelum masuk ke novel toon
ilanila
👍🏽👌
Juliyah
m
ChiChi
Terbaik 💖
Berdo'a saja
hemmmm
Berdo'a saja
semoga bisa lebih baik
Berdo'a saja
aku tidak bisa menulis dan belum tentu aku bagus jika ditantang untuk menulis, tapi aku sudah banyak sekali membaca memang masih banyak kekurangan sana sini dan dimaklumi kalau author masih pemula semoga kedepannya bisa lebih baik, jangan sakit hati kalau banyak sekali kritikan dan masukan maaf yang mungkin sedikit pedas semoga bisa dijadikan motivasi dan pelajaran untuk kedepannya, semangat dan terus berkarya
Berdo'a saja
kenapa Ayunda tidak mengenali Brian bukan kah waktu itu Ayunda sadar dan behkan menerima uang dan kartu nama dengan jelas, kenapa sekarang tidak mengenali
Berdo'a saja
bagus Thor, cuma terkesan terburu-buru alurnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!