Siena gadis sederhana yang bekerja di sebuah perusahaan besar terlibat sebuah perjanjian dengan pemilik perusahaan tersebut, dan menyeretnya ke dalam cinta segitiga yang di ciptakan oleh Rangga Wijaya, sepupu pemilik perusahaan yang bernama Sagara Abraham.
Akankah cinta Sagara Abraham berlabuh selamanya di hati Siena? atau berhenti di tengah jalan dan berpaling ke hati selanjutnya? Siapakah yang memenangkan hati Siena?
Cover by pinteres, edit by me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana pernikahan
Pagi saat sarapan, Miranda berbicara serius mengenai perjodohan antara Rangga dan Mey. Miranda dan Prambudhi sepakat untuk mempercepat pernikahan. Namun Miranda menangkap sesuatu yang beda dari raut wajah Rangga sepertinya tidak terlalu menanggapi serius.
"Apa kau tidak menyukai Mey?" tanya Miranda memperhatikan serius wajah Rangga.
"Bu, aku tidak perlu menjawabnya. Kurasa Ibu sudah tahu jawabannya." Kata Rangga sambil mengunyah roti.
Miranda terdiam, ia sebenarnya tidak perlu bertanya karena sudah tahu jawabannya.
"Kau Saga? bagaimana dengan kau? sudah lewat satu minggu, tapi sampai saat ini kau tidak berhasil meluluhkan hati Siena." Miranda mengalihkan pembicaraan.
"Mom, Siena terlalu keras kepala. Aku butuh waktu lebih banyak lagi." Timpal Sagara.
Miranda menarik napas panjang, memperhatikan kedua pria muda di hadapannya.
"Baiklah, aku berikan waktu lagi. Sementara, aku fokus ke pernikahan Rangga."
Sagara menganggukkan kepala, lalu beranjak dari duduknya.
"Hari ini aku tidak ke kantor, ada keperluan lain di luar kota." Jelas Sagara. "Sementara aku pergi, Rangga yang akan menggantikanku."
"Kau tenang saja, semua beres!" sahut Rangga tanpa menoleh ke arah Sagara.
"Oke!"
Sagara beranjak pergi ke kamar pribadinya untuk bersiap siap di ikuti Miranda.
"Aku tidak bisa menikahi Mey, aku mau Siena. Bagaimanapun caranya, Siena harus menjadi milikku." Gumam Rangga pelan. "Siena, kau yang selama ini aku cari. Aku tidak akan rela, jika Sagara memilikimu."
****
Di kantor.
Rangga lebih awal datang dari pada Siena. Ia duduk di kursi tempat Siena bekerja. Sepuluh menit berlalu, Siena memasuki ruang kerjanya dan di kejutkan dengan kehadiran Rangga yang sudah berada di ruangannya.
"Selamat pagi Pak." Sapa Siena.
"Pagi Siena." Rangga balas menyapa Siena, namun ia enggan beranjak dari kursi meski Siena sudah datang.
"Maaf, boleh aku bekerja?"
"Tidak boleh!" sahut Rangga menatap tajam Siena.
Siena mengerutkan dahi, tidak mengerti maksud Rangga.
"Kenapa?"
"Hari ini kau temani aku." Kata Rangga lalu berdiri menghampiri Siena.
"Tapi Pak-?"
"Tidak ada bantahan, perintahku sama dengan perintah Sagara." Potong Rangga.
"Pak Sagara atasanku, jadi aku harus-?"
"Aku pemilik perusahaan ini, bukan Sagara. Tapi ya sudahlah, tidak penting aku ceritakan kepadamu." Lagi lagi Rangga memotong ucapan Siena.
"Pak Rangga pasti punya niat jahat, selama ini dia selalu membuatku malu." Gumam Siena dalam hati.
"Hei!" Rangga mengibaskan tangan ke wakah Siena. "Kenapa kau melamun?"
"Maaf pak, aku tidak bisa mengikuti perintahmu. Karena bapak bukan atasanku." Ucap Siena tegas.
"Hmm.." Rangga menatap marah Siena lalu menarik paksa tangannya.
"Kalau kau tidak percaya, ikut aku!" Rangga menyeret paksa Siena ke ruangannya, lalu memaksanya duduk di kursi. Lalu ia bergegas menuju brangkas dan membukanya, mengambil sebuah dokumen lalu ia bawa ke hadapan Siena.
"Kau mau tahu?"
Siena menggeleng cepat, menatap tajam Rangga. "Aku tidak perlu tahu, bukan urusanku. Yang kutahu, Sagara atasanku."
Rangga melebarkan matanya, menatap marah Siena lalu menarik tangannya supaya berdiri.
"Kalau begitu, ikuti mauku. Suka atau tidak, hidupmu ada di tanganku." Bisik Rangga di telinga Siena.
"Kau tidak bisa-?"
"Terlalu banyak bicara, ayo ikut!" Rangga menyeret paksa tangan Siena keluar dari ruangannya menuju area parkiran di mana mobilnya berada.
"Kau mau ajak aku kemana?" tanya Siena seraya menepis tangan Rangga.
Namun Rangga memilih membuka pintu, lalu mendorong tubuh Siena dengan paksa masuk ke dalam mobil.
"Duduk dengan tenang dan jangan banyak bicara, oke?!"
Siena terdiam, ia memilih diam. Karena percuma jika melawan.
Jd saga,rangga dan arga ini bersaudara bgitu ??? Yg punya dendam ini para orgtua nya . Tp ank2 nya yg pda jd korban
Jd sedihhh krna rangganya meninggal ,
Rangga nya munculin lg aja thor biar hdp bhgia sma siena..
Aku udh ga srek sma saga krna ibunya skrg udh jahat..dan mlah skrg berpihak sma si melati..sma² jahat mreka