NovelToon NovelToon
Elena'S Transmigration Story

Elena'S Transmigration Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam / Pembunuhan / Chicklit
Popularitas:169.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Sejati

Apa jadinya, jika jiwamu tersesat dalam tubuh orang lain?

Aurora Elena Keyson, seorang gadis yang memiliki paras bak Dewi, sifat yang dingin dan tak tersentuh.
Memiliki banyak rahasi, yang mungkin, hanya beberapa yang tahu.


Ferelina Marselana Prayaga, seorang gadis yang cantik, imut, dan mimiliki sifat yang bar-bar.
Memiliki sejuta kesedihan, yang mungkin, hanya beberapa yang tahu.



Pembalasan dendam mungkin akan terjadi. Mengingatkan sebanyak apa perlakuan yang di berikan. Dan semua drama akan berakhir di tangan nya.

Dalam cerita ini, akan ada kisah percintaan, keluarga, pernyataan, dan masa lalu.



Ini hanya kisah fiksi, menceritakan, jiwa yang tertukar. Namun hanya satu yang selamat.


Inilah Kisah Transmigrasi.


___
WARNING.
~Masih Banyak Tulisan yang salah.
~Adegan Yang Kasar.
~Perkataan Yang Kasar.

So, ikuti yang baiknya aja.

___
Jangan lupa tinggalkan jejak. Jejak kalianlah yang buat Author bertahan sampai sekarang.

Thanks buat semuanya.




CERITA INI TIDAK DI LANJUTKAN UNTUK SEMENTARA. ADA KEMUNGKINAN JUGA CERITA INI AKAN DI PINDAHKAN, ATAU AKAN TETAP DI SINI.





BELUM DI REVISI!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Sejati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Dua

Eli menuruni tangga dengan santai, sambil memakai jam tangannya. Seluruh keluarga yang melihat Eli turun dari lantai atas hanya bisa diam.

Di ruang makan juga ada sahabat abang twins, kecuali Panji. Setelah kejadian kemarin, Eli hanya bisa diam, tanpa mau membuka suaranya.

"Pagi Eli." Sapa bi Surti.

"Pagi bi." Balas Eli dengan senyum tipisnya.

"Mau makan apa?" Tanya bi Surti.

Biasanya mamah yang bertanya seperti itu, tapi sekarang bukan. Pikir mamah Fana dengan sedih.

Eli yang membaca pikiran mamah Fana hanya bisa diam, entah dia harus gimana, Kalau saja kemarin tidak terjadi, mungkin masih baik-baik saat ini. Pikir Eli, dengan mata yang terus menatap sepatu hitam nya.

"Eli, kenapa nak?" Tanya bibi khawatir, yang membuat mamah Fana langsung bangkit berdiri dari duduknya.

Semua melihat mamah Fana dengan bingung. Tanpa di sadar, ternyata mamah Fana refleks untuk berdiri, Eli adalah putri satu-satunya tidak gampang untuk di lupakan.

"Gak papa bi. Eli pamit ke sekolah." Kata Eli, lalu membalikkan tubuhnya.

"Tidak sarapan pagi?" Tanya mamah Fana yang sudah tidak bisa menahan diri untuk berbicara pada sang putri.

Eli yang mendengar pertanyaan mamah Fana hanya bisa tersenyum tipis. "Tidak." Jawab Eli.

"Bibi bawa kan bekal yah?" Tawar bi Surti.

"Gak perlu bi. Eli akan sarapan di kantin, bersama mereka." Kata Eli.

"Mereka siapa?" Tanya mamah Fana. Eli mengalihkan wajahnya dari bi Surti, agar bisa melihat mamah Fana.

"Dunia ku." Jawab Eli dengan senyum tipisnya. Mereka, kembali. Pikir Eli dengan senang.

"Aku pamit." Pamit Eli lalu melangkahkan kakinya keluar mension.

"Pulang tepat waktu. Malam ini calon suami mu akan berkunjung, dan menginap." Kata papa Abson dengan tegas.

Eli yang mendengar perkataan papa Abson jadi menghentikan langkahnya. Eli tersenyum tipis, lalu membalikkan tubuhnya untuk menghadap papa nya itu.

"Maaf, tapi saya tidak akan pulang tepat waktu. Kesibukan saya lebih penting, dari pada melihat calon suami abal-abalan." Kata Eli.

Bang Uzi yang mendengar kata terakhir Eli hanya bisa menahan tawanya. Bang Davin sudah mengukir bibirnya ke atas. Arya yang sudah terkikik, dan bibi Siska mengalihkan wajahnya, agar tidak terlihat siapa pun.

"Dia calon suami kamu." Tegas papa Abson.

"Oh, calon? Nanti Abi yang duluan nikahi Eli." Kata Eli.

"Jangan banyak bercanda kamu." Kata papa Abson.

"Eli tidak bercanda pah. Kalau mau dia jadi menantunya di keluarga ini, nikah kan saja sama anak yang paling papa ingin kan." Kata Eli membuat Leo mengepalkan tangannya. Mereka tahu, siapa yang di maksud oleh Eli.

"Dia sudah punya pacar, dan mereka akan tunangan." Kata papa Abson.

"Oh, Eli juga sudah punya pacar, dan akan nikah." Jawab Eli.

Entah mengapa, Eli pagi ini terlalu banyak bicara, dan meladeni hal perbincangan yang dia mau hindari. Namun sekarang? Entah lah, mengapa Eli melakukan hal tersebut.

"Eli?! Berhenti menjawab!" Bentak papa Abson membuat semua menjadi kaget, kecuali Eli.

"Itu fakta." Tekan Eli dengan suara rendahnya.

"Perjodohan ini untuk mu, karena sebuah hukuman." Kata papa Abson yang berusaha sabar.

"Ini tidak adil. Eli sama sekali tidak menyentuh Monik, sangat mustahil." Tekan Eli.

"Lo tinggal terima apa sudah nya sih?" Jengah bang Devin.

"Kalau gue paksa lo nikah dengan Anggun, apa akan terima?" Tanya Eli dengan menaikan oktaf suaranya.

Bang Devin diam, tentunya jawabannya dia tidak akan terima. Karena cinta nya hanya untuk satu orang, yang selama ini dia tunggu kehadirannya.

"Tidak kan?" Tanya Eli dengan senyum miringnya. "Karena lo masih tunggu dia! Orang yang selama ini tidak lo lihat lagi. Sayangnya gue dekat banget sama dia." Kata Eli dengan senyum sinis nya, membuat bang Devin mematung di tempat.

Perkataan Eli mampu membuat seluruh keluarga kecuali bang Devin menjadi bingung. Dia siapa? Pikir mereka kecuali Eli dan bang Devin.

"Lo, tahu dia? Dekat dengan dia?" Tanya bang Devin dengan suara bergetar.

"Tentu. Dan lo cowok brengsek yang gue benci, dan sialnya, lo abang gue!" Bentak Eli membuat seluruh keluarga kaget. Bang Devin hanya bisa menunduk, menahan gejolak di dada yang ingin memeluk dia, yang di tunggu nya. "Karena lo, dia hancur! Karena lo, semua masalahnya terus berdatangan! Dan karena lo, dunia impiannya harus berakhir! Itu semua karena lo! Hanya karena lo!" Bentak Eli dengan air mata yang sudah bercucuran.

Bang Uzi yang melihat Eli kacau langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang. Tangisan Eli semakin menjadi, saat bang Uzi memeluknya. Eli memeluk erat bang Uzi, yang hanya di balas dengan elusan di punggung belakangnya.

"Udah, tenangkan diri mu." Kata bang Uzi dengan nada penenang nya.

Lumayan lama, Eli akhir nya bisa menguasai diri kembali. Eli mengurai pelukan mereka lalu menatap bang Uzi dengan bola mata yang masih berair, dengan pipi, dan hidung merahnya.

"Makasih bang." Kata Eli dengan suara seraknya, dan di balas anggukan saja oleh bang Uzi.

"Ini sebenarnya membahas apa? Apa maksud nya ini?" Tanya grandpa Arga yang pusing dengan kejadian yang baru saja selesai.

Bang Devin jalan mendekati Eli, dengan mata yang berkaca-kaca. "Gue minta maaf." Kata bang Devin, lalu memegang tangan Eli yang dingin.

Dengan cepat, Eli menapis kasar tangan bang Devin, "Minta maaf sama dia. Bukan gue." Kata Eli lalu melangkahkan kakinya keluar mension.

Bang Uzi yang berada di samping adik nya hanya bisa diam, "Berusaha." Kata bang Uzi lalu menepuk pundak adik nya itu.

...----------------...

"Pagi bu bos!" Sapa anak-anak Clouts saat melihat Eli berada di teras rumah.

Eli melihat anggota Clouts yang satu sekolahnya berada di pekarangan rumah dengan menggunakan jaket kebanggaan mereka, membuatnys menjadi bingung.

Eli melangkahkan kakinya menuju Abi yang berada di barisan paling depan.

"Pagi sayang." Sapa Abi dengan senyum manisnya.

"Pagi." Jawab Eli lalu melihat kembali anggota Clouts.

"Mereka ingin jemput ibu bos nya." Kata Abi yang menjawab kebingungan Eli.

Eli yang mendengar perkataan Abi hanya mengangguk, lalu menerima jaket khusus buat ibu bos yaitu Eli, yang di berikan oleh kekasihnya itu.

"Ini ada apa?" Tanya bang Devin saat keluar dari rumah nya.

"Clouts?" Kata mereka dengan lirih.

"Lo, anggota Clouts?" Tanya Cakra pada Abi.

"Ketua." Jawab Abi dengan datar, lalu memakaikan helm pada Eli.

"Jadi lo yang pernah membuat kota bingung karena kepergian geng Clouts? Dan sekarang kembali membuat kota terkejut?" Tanya Cakra yang tidak habis pikir.

"Ia. Gue aktifkan Clouts di London." Jawab Abi, lalu memberikan isyarat buat Eli, agar naik ke motornya.

Eli yang tahu dengan kode itu, segera naik pada motor kesayangan Abi. Motor kesayangan Abi hanya khusus untuk membonceng satu wanita, yaitu kekasihnya, dan Eli adalah orangnya.

Anggota Clouts pergi dari pekarangan Prayaga, membuat Monik mengepalkan tangannya tanpa sepengetahuan siapa pun.

Sial, dia harus menderita. Pikiran licik milik Monik.

...

**Mau bilang apa nih sama mereka pada part ini?

Eli.

Abi.

Bang Devin.

Papah Abson.

Monika.

Dll**.

***Thanks yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak***.

***Salam hangat***,

***Fea***.

1
Isabel Hartono
kpn mau dibls dendamnya
Isabel Hartono
lanjut
Ra dhiraemon
Hai Kk Aku Mampir Nih
Ťitiñ
up lagi dong pliss🙏😭
Susi Soamole
lanjut
Shitaa
thor naha teu up wae
Narti @@@@😁
terlalu banyak yg tdk penting😩
Narti @@@@😁
apa susahnya sih tulis namanya biar tidak pusing bacanya,biar mudah dimengerti jg jln ceritanya😥😩
Fe Pabi
Arya sama Ferni saja.
Febriani Kristianingsih Pabiaran
Arya ini tidak bisa berpikir dewasa kah?
Alvan Rafardhan
kesalahpahaman yang konyol
Alvan Rafardhan
Eli keknya cuma dijadiin pelarian Abi nggak sih, bisa aja Abi udah punya pacar yg di sebut "dia" dan malah menjadikan Eli untuk dimanfaatkan? maybe...dan sebelumnya maaf itu hanya teori yg sempat terlintas di otak saya🙏
Febriani Kristianingsih Pabiaran
semangat.
Febriani Kristianingsih Pabiaran
Ferni kayaknya cocok sama Arya.
Fe Pabi
cinta segi berapa ini?
Febriani Kristianingsih Pabiaran
Ferni semangat......
Fe Pabi
Cinta segi tiga.
Febriani Kristianingsih Pabiaran
semangat!
Febriani Kristianingsih Pabiaran
semangat thor.
Fe Pabi
Seat selalu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!