SEQUEL dari Novel BOSKU SUAMIKU
Zia putri reyga, putri bungsu dari pasangan Zara almeera reyga dan Alfatih reyga. Gadis berparas cantik yang berkepribadian periang harus menerima perjodohannya dengan seorang pria yang ia sukai di masa lalu, yang saat ini menjadi dosennya.
Nathan himawan, pria berpostur tinggi tampan yang merupakan seorang dosen di sebuab Universitas tempat Zia menuntut ilmu. Perjodohannya dengan Zia mampu menggetarkan hatinya yang sempat mati.
Namun pernikahan yang mereka jalani cukup rumit, kehadiran orang ke tiga di antara mereka mampu membuatnya saling menjauh.
Saling mencintai namun tak terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PER SATE AN
"Aku mau jalan-jalan ke rumah hantu pokonya".
Zia dan Nathan ternganga, tak menyangka dengan permintaan sang keponakan yang membuat Nathan ketar-ketir dengan hati berdebar, pasalnya, meski pria itu bertubuh tinggi kekar dengan otot-otot liat dan perut bak roti sobek, namun satu hal yang paling ia hindari, yaitu pergi ke wahana permainan yang cukup ekstrim menurutnya. Hantu?? Astaga, mendengar kata itu saja pria itu kini berwajah pucat pasi. Berbeda dengan Zia, wanita itu terlihat santai meski ia juga tak yakin akan berani menginjakan kakinya di rumah hantu itu, namanya saja sudah Rumah Hantu, berarti isinya hantu semua kan??
"Mas, kamu kok pucet banget? Kamu gak papa kan? Kita masih di rumah loh, bukan di rumah hantu".
Nathan menggeleng cepat, ia tak mau terlihat lemah di hadapan wanita itu, apalagi terlihat takut.
"Gimana nih Om?? Mau kan nganterin aku??".
"Bo..boleh, siapa takut".
"Yakin mas? Kamu pucet loh".
Nathan berdehem, kemudian mengangguk ragu, gengsi dong jika ia mengatakan takut.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Setelah menempuh beberapa waktu dan menunggu hingga sore hari, disinilah mereka sekarang, di depan rumah hantu yang dari luarnya saja sudah tampak mengerikan.
"Kalian tunggu di sini, aku beli tiketnya dulu". Nathan beranjak dari sana, meninggalkan sang istri dan keponakannya di samping gedung seram itu.
Zia dan Nara menunggu Nathan yang tak kunjung kembali, kemana pria itu? tidak mungkin kabur kan??
Sementara itu...
Nathan menatap tiga tiket yang ia pegang, pria itu tengah menunggu uang kembalian dari sang kasir. Dan anehnya, dengan hanya menatap tiket yang bergambar simbol hantu wanita itu membuat kulitnya meremang, rasa mulas tiba-tiba ia rasakan, sampai panggilan dari sang kasir pun tak ia hiraukan.
"Mas".
"Mas".
"Hallo, ini kembaliannya mas".
Dengan tatapan kosong karena mengingat nasibnya yang sebentar lagi akan di pertaruhkan Nathan mengulurkan tangannya, menerima beberapa lembar uang kembalian yang sedari tadi ia tunggu, harga tiketnya memang tak seberapa, bahkan sangat murah bagi Nathan, tapi di balik itu, dadanya kini tengah ketat ketir menahan takut.
Suara dering ponsel terdengar beberapa kali berbunyi, dan dapat ia pastikan itu dari sang istri yang pasti telah lama menunggunya.
Tanpa berniat mengangkatnya, Nathan mempercepat langkah kakinya. Hingga sampai di depan gedung seram itu, Zia dan Nara terlihat melambaikan tangan padanya, dan entah mengapa lambaian tangan itu seperti terlihat memelan bak adegan slow motion di film-film. Nathan bergidik sendiri untuk menyadarkan kembali fantasi seramnya.
"Lama banget sih sayang?".
"Maaf, tadi antri".
Setelah ber Oh ria, ketiganya mulai mendekati pintu masuk, memberikan tiket yang tadi di belinya dan di persilahkan masuk oleh sang penjaga.
"Kalian jangan jauh-jauh, nanti kalo takut aku gak bisa melindungi kalian". Nathan berucap, yang sebenarnya, dialah yang kini butuh perlindungan, beruntungnya, lampu di dalam sana terlihat remang-remang, hingga raut tegang dan keringat yang mengalir di wajah pria tampan itu tak terlihat.
Satu langkah...
Dua langkah...
Tiga langkah...
"Sate ayam, sate kambing, sate sapi, gue sate juga Lo hantu jeleeeekkkk". Nathan memukul boneka hantu yang tergantung dan mengenai wajahnya dengan membabi buta. Mengayunkan kedua tangannya yang terkepal kesana kemari tanpa arah, untung saja Zia dan Nara sigap menghindar dengan maju beberapa langkah ke depan.
gaesssss,,,terus dukung Zia sama Nathan yah, tekan like, Komen dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya...