Seorang pria tampan yang hidup dengan kegelapan penuh dengan tragis, di musuhi oleh orang sekitarnya hingga di buang oleh ibu tirinya. Hingga satu hari dia di buang oleh ibu tirinya dan di selamatkan oleh gadis berhati malaikat.
kisah yang memilukan yang sangat membuat dirinya merasa tidak layak hidup di dunia ini, sebelum seorang gadis menyelamatkan dirinya.
cover by:canva
Baca lebih lanjut di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Putri yesi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Worry
Sepulang dari kampus Julian segera ulang ke Apartment sesampai di Apartment dirinya tidak menemukan Arga sama sekali namun dirinya menemukan sebuah surat yang di tulis oleh Arga. Julian membaca surat tersebut lalu dirinya menangis akan apa yang dia baca di kertas itu. semua yang di pikirkan oleh Arga itu tidak benar dia tidak pernah merasa keberatan jika Arga tinggal dan hidup bersama dirinya.
Sekarang dirinya harus mencari ke mana Arga ia tidak mau terjadi apa- apa dengan Arga di luar sana seorang diri. Dengan bergegas dirinya keluar dar Apartment untuk mencari Arga. Dia menelusuri tempat tempat yang mungkin Arga kunjungi namun tak ada Arga yang ditemukan oleh Julian. Hari semakin gelap dirinya juga belum
menemukan Arga sampai saat ini.
Kemana dirinya harus mencari Arga dirinya kurang mengetahui tempat- tempat di sini karena dirinya baru beberapa minggu di sini. Dia masih melanjutkan pencarian dirinya semoga Arga bisa dirinya temui.
Hari semakin malam Julian masih mencari di seluruh tempat yang di kunjungi. Saat ini
dirinya tidak tahu arah kemana dirinya harus mencari Arga, lalu dia kembali pulang besok dia akan mencari di mana Arga pergi.
Julian berjalan di sepanjang trotowar dengan hujan yang mengguyuri seluruh tubuhnya dan dia tampak menggil namun dirinya masih berjalan tak berhenti sejenak. Pikirannya sudah menerawang ke mana- mana apa dirinya bisa menemukan Arga atau tidak.
Arga balik dari kantornya dapa laporan bahwa Julian mencari keberadaan dirinya dan saat
ini dirinya berjalan di bawah guyuran hujan itu laporan yang di sampaikan oleh salah satu bodyguardnya. Arga merasa khawatir dan tidak tenang saat ini, dia menyusul ke mana wanita itu berjalan namun dia tidak mau Julian mengetahui dirinya ia akan menampakkan dirinya saat waktu sudah tepat.
Dari kejauhan dia bisa melihat jika wanita yang dia cintai itu kedinginan di bawah hujan deras. Saat melihat Julian akan atuh dengan cepat dirinya turun dari mobil dan mengejar serta memangku Julian
yang sudah jatuh pingsan.
Arga segera mengangkat Julian menuju mobil dia lalu segera mungkin di membawa Julian ke
Apartment. Sampai di Apartment Arga segera meletakan Julian di atas ranjang tersebut lalu dirinya menyelimuti Julia dan menelpon dokter untuk memeriksa keadaan julian saat ini.
Setelah datang dokter datang memeriksa keadaan Julian saat ini.
“Bagaimana keadaan dia dok?” tanya Arga.
“Dia baik-baik saja, hanya saja dia butuh istirahat dan minum obat yang saya berikan.”
“Baik dok, terima kasih.”
“Iya pak. Kalau begitu saya pamit dulu,” pamit dokter itu.
“Iya dok, mari saya antar kedepan. Maaf telat merepotkan.”
“Iya sama-sama pak, itu sdah tugas saya.”
Setelah kepergian dokter Arga menelpon seseorang untuk mencari pembantu di Apartment Julian dan menjaga Julian dengan baik. Arga membelai pipih Julian dengan tangannya itu kemudian ia sedikit
mengecup pipih Julian.
Dia harus kembali sebelum Julian sadar atas kehadiran dirinya di Apartment ini, itu akan membuat dirinya akan kesulitan nantinya. Karena waktunya belum tepat untuk dirinya saat ini kembali.
Rasa rindu dirinya saat ini sudah terobat bertemu dengan wanita yang dia cintai ini, dirinya tidak akan bisa tanpa kabar dari sang wanita ini. dia menyuruh orang untuk menjaga wanitanya.
Dia tak mampu sebenar berpisah dengan Julian
namun keadaan yang memaksa dirinya harus rela berjauhan dengan wanita ini.