Della Puspita gadis cantik 18 Tahun,harus kehilangan kesuciannya karna direnggut paksa oleh seseorang yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri.
Masa depan dan cita-citanya hancur.
Menikah di usia dini terpaksa harus dia jalani.
(jangan lupa terus dukung author ya....!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melisa d'angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Di mobil Della sengaja memilih duduk di bangku belakang, karena dia tidak sudi duduk disamping Alvand.
Suasana hening seketika, tidak satupun dari mereka yang mau berbicara.
Hanya deru suara mobil saja yang terdengar saat itu.
Untuk memecah kesunyian Alvand memutar sebuah lagu klasik dari tape mobilnya.
Banyak pertanyaan yang ingin Alvand tanyakan pada Della sebenarnya.
Tapi dia mengurungkan niatnya untuk bertanya, karena yakin Della pasti tidak akan mau melayani pembicaraannya.
Sesekali Alvand memperhatikan Della yang duduk dibangku belakang dari kaca spion mobil.
Dalam hatinya berucap.
"Sebesar apapun kamu membenci ku, aku akan tetap mencintaimu Della.
Semoga suatu saat nanti perasaan ku bisa terbalaskan.."
Kemudian Alvand kembali menatap jalanan dan melajukan mobilnya menuju pulang ke rumah dengan hati-hati.
Sampai dirumah Della melihat mobil karin sudah terparkir di halaman.
Della segera masuk kedalam.
Ternyata ke empat sahabat nya sudah menunggu diruang tamu.
Della senang sekali melihat mereka datang.
"Della, kita kangeeeen... "ucap Sindy
"Haaii kapan datang...? Aku juga kangen kalian semua.. "Della menghampiri teman-temannya itu, kemudian mereka berpelukan seperti sudah bertahun-tahun saja tidak bertemu.
Tidak lama kemudian Alvand menyusul masuk kedalam dengan membawa kantong belanjaan Della tadi ditangannya.
Teman-teman Della langsung menyapa Alvand.
"Siang mas Alvand.."
"Siang... " jawab Alvand sambil tersenyum pada teman-teman Della.
Senyum manis Alvand mampu menghipnotis siapa saja yang melihatnya,termasuk teman-teman Della.
Setelah itu Della mengajak ke empat sahabatnya itu masuk ke kamarnya.
"Kita ngobrol dikamar ku aja yuk.. '"
"Ayuk..."
Mereka semua masuk kekamar Della.
"Dell tadi loe pergi belanja ditemanin mas Alvand ya..?" tanya karin.
"Nggak kok,dia cuma jemput aku aja.
Tadinya aku ditemanin Bu Ningsih mertuaku .
Tapi karena dia ada urusan mendadak, aku ditinggal.
Tadi aku juga ketemu Ronald di Supermarket.
"Ronald..?
Terus dia bilang apa sama loe..?"tanya karin lagi.
"Entah lah.
Anak itu sepertinya sudah Gila.Tiba-tiba dia memintaku untuk menikah dengan nya.."
"Haah menikah sama dia..? .." teman-teman Della kaget mendengarnya.
"Benar-benar tidak waras itu anak. Baru mau tamat SMA udah berani ngajak anak orang nikah.
Ntar mau dikasih makan apa coba..?
Terus loe jawab apa Dell.? tanya karin.
" Aku nggak jawab apa-apa. Langsung ku tinggal pergi saja.. "
"Bagus lah.. " jawab Sindy.
"Dell kalau sama Mas Alvand loe masih belum bisa maafin dia ya..? " tanya Lala.
"Entah lah, tiap kali ketemu dia rasanya aku pengen marah dan maki-maki dia terus La.
Berat banget rasanya buat maafin dia.. "
"Dell gue rasa udah waktu nya loe membuka hati buat maafin mas Alvand.
Kasihan dia, harus hidup dalam rasa bersalah sama loe tiap hari.
Yang udah berlalu nggak akan mungkin bisa kembali seperti semula Dell.
Udah saat nya sekarang loe memulai hidup loe yang baru sama mas Alvand.
Gue lihat mas Alvand kayaknya sayang banget deh sama loe, meskipun dia memulai dengan cara yang salah... " Karin mencoba mengingatkan Della.
"Iya Della. Waktu kita ketemu di cafe malam itu, Gue lihat sendiri gimana ekspresinya Mas Alvand waktu loe bilang ke kita kalau loe udah jadian sama Ronald.
Bisa jadi malam itu dia udah ada rencana buat nembak loe Dell, makanya dia ngajakin loe ka tempat romantis kayak gitu.
Dia kayaknya udah suka sama loe dari awal deh.
Gue rasa waktu itu dia kesal karena cemburu sama loe, makanya dia mabuk-mabukan sampai hilang kesadaran.." Sindy kembali mengingat kejadian waktu di cafe.
"Aku juga gak tau, yang jelas untuk saat ini aku belum bisa maafin dia.
Kalian nggak tau gimana rasanya jadi aku.
Kalian lihat sendirikan gimana nasibku sekarang akibat ulahnya..?
Aku kehilangan kehormatan ku, dan sekarang aku mengandung anaknya.
Entah apa lagi yang akan terjadi setelah ini.
Dunia rasanya tidak adil buat ku.. " tangis Della pecah.
Teman-teman Della juga ikut menangis kemudian memeluknya.
"Maafin kita ya Dell, kita emang gak tau gimana rasa nya jadi loe. Tapi kita bisa ngerti kok.
Loe yang kuat ya.. " Lala mencoba menenangkan Della sambil mengusap pundak nya.
******
Gimana Monica dibenci sama orang yang Kamu sukai,itu Obsesi bukan Cinta Monica🙄🙄