NovelToon NovelToon
The Guy Next Door

The Guy Next Door

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Kriminal / Tamat
Popularitas:209.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lady Magnifica

Aku hanya sesekali berpapasan dengannya, di lift, di koridor. Ya, dia tampak seperti pria biasa. Hanya sedikit aneh. Wajahnya dingin, tanpa senyum, bahkan nyaris tanpa ekspresi. Walaupun kuakui sebenarnya dia sangat tampan, dengan rambut cokelat berantakan dan mata birunya. Aku baru melihatnya beberapa hari ini. Sepertinya dia baru pindah ke gedung apartemen ini. Dan sepertinya, dia tinggal tepat di samping flatku. Kupikir dia semacam nerd atau apalah itu - Kirana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Magnifica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29

MANHATTAN, NEW YORK.

Alex melangkah keluar dari pintu utama Dervishi Tower menuju mobil Rolls Royce Ghost warna biru mudanya yang telah menunggu.

"I'll see you in a minute (aku akan menemuimu sebentar lagi)." Dia berbicara pada seseorang dari ponselnya.

Seorang pria berumur empat puluhan berpakaian rapi membukakan pintu belakang mobil untuknya.

"Aku akan menyetir sendiri, Lucas," ujarnya pada pria yang dipanggil dengan nama Lucas itu.

"Yes, Mr. White." Lucas memberikan kunci mobil pada Alex.

Sejurus kemudian Alex telah mengemudikan mobilnya di jalanan utama Broadway.

.

.

Alex memarkir mobilnya di depan sebuah cafe berpapan nama Le Cafe Coffee yang cukup lengang. Dia tersenyum pada seorang wanita cantik berambut hitam yang duduk di bagian luar cafe.

Wanita itu memberikan pipinya ketika Alex hendak mencium bibirnya. Hal itu membuatnya heran.

"Duduk, aku ingin bicara denganmu."

"Is there anything wrong (ada masalah), Hailey?"

Wanita cantik yang dipanggil Hailey itu menarik nafas dalam - dalam. "Aku rasa aku tidak bisa melanjutkan lagi hubungan kita."

"Kau bercanda?"

"No, Alex. Aku serius."

Alex tercekat. "Tapi .. kenapa? What did I do wrong (aku salah apa)?"

"Kita beda. Dunia kita beda. Kita tidak ada kecocokan lagi."

"Bullsh*t (omong kosong)!" hardik Alex geram. Dipandanginya wajah cantik Hailey dengan sorot mata tajam. "I know we have an on and off relationship (aku tahu kita punya hubungan yang putus nyambung). Aku tahu aku memang akrab dengan banyak wanita, tapi aku tidak pernah mengkhianatimu, kau tau?" Dia menunjuk tepat di depan wajah Hailey.

Hailey terdiam. Dia melempar pandangannya ke jalan.

"Kau kurang uang? Kau mau istana? Or do you want me to raise you and your shitty band's popularity (kau mau aku mengangkat popularitasmu dan band payahmu itu?"

"I'm seeing someone else (aku sudah punya kekasih lain)." Hailey berucap tegas. Menatap tajam pada mata cokelat di hadapannya itu.

Alex terbahak. "Awesome (luar biasa)," sindirnya. "Siapa dia? Benjamin Chevalier, your forever crush (idola abadimu itu)?"

"Bukan urusanmu, Alex. Kita selesai sampai di sini, okay?"

Alex menunjuk - nunjuk Hailey dengan gigi gemeretak menahan amarah.

"Darn you, Hailey (dasar kau, Hailey)!" makinya seraya memukul meja di depannya. Kemudian berlalu meninggalkan Hailey dengan tangan terkepal erat.

Langkahnya cepat menuju mobilnya. Dia masuk ke dalam dan menutup pintu dengan kasar.

"F**k!!!" makinya seraya memukul kemudi dengan keras.

Dia menghidupkan mesin mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.

***

ROXHILL, SEATTLE.

Kirana mengetuk pintu flat Ibunya pelan.

Dia menunggu beberapa lama namun tidak ada yang membukakan pintu. Pelan dia menekan handle pintu dan terbuka.

Ibunya tidak mengunci pintu.

"Mom?" panggilnya.

Dia masuk ke dalam flat sempit itu dan mendapati Sang Ibu sedang terbaring di atas sofa. Satu botol whiskey yang telah kosong tergeletak di lantai. Sementara layar televisi masih menyala.

Kirana menghela nafas dalam - dalam.

"Mom?" panggilnya kembali seraya mengguncang bahu wanita paruh baya itu pelan.

Sang Ibu membuka matanya pelan. Mata sembabnya seketika berbinar melihat sosok puteri semata wayangnya itu.

"Kira ...." Dia berusaha untuk bangun. Kirana membantunya duduk. "Senang sekali kau datang."

"Kau baik - baik saja?" tanya Kirana.

Sang Ibu hanya mencebik. "Aku kesepian."

Kirana memejamkan matanya. Mencoba menahan rasa perih yang menghujam jantungnya.

"Dulu aku datang ke negara ini mengikuti Ayahmu." Sang Ibu membelai rambut Kirana lembut. "Aku bahagia bisa hidup bersama pria yang sangat aku cintai. Walaupun keadaan sulit." Mata Sang Ibu mulai mengembun. "Dan akhirnya kau pun lahir."

"Waktu Ayahmu meninggalkanku untuk wanita lain, hidupku hancur, Kira. Aku seperti hilang arah. Aku menelantarkanmu. Maafkan aku, Kira."

"Aku sudah cukup dewasa untuk mengurus diriku sendiri. Kau tidak perlu meminta maaf padaku."

Sang Ibu pun akhirnya tak mampu membendung air mata yang kini tumpah membasahi pipinya.

"Sekarang Ayahmu benar - benar telah pergi, Kira." Bahunya terguncang karena tangis. "Hanya kau satu - satunya yang kumiliki."

Kirana meraih tubuh ringkih Sang Ibu dan membawanya ke pelukannya. Kini pipinya pun telah basah oleh air mata.

"Don't leave me (jangan tinggalkan aku), Kira."

Kirana mengusap - usap punggung Sang Ibu dengan lembut.

"I won't go anywhere, Mom (aku tidak akan pergi kemana - mana, Ma).

***

Kira, kau di mana?

Satu pesan masuk ke layar ponselnya. Kirana tersenyum. Dia baru saja menuruni tangga lantai dua di mana flat Ibunya berada.

Roxhill. I'm going home, now (aku mau pulang, sekarang.

Satu menit kemudian,

Stay where you are. I'll pick you up (jangan kemana - mana, aku akan menjemputmu).

Bibir Kirana kembali menyunggingkan senyum.

Dia memasukkan ponsel ke dalam kantung mantelnya. Lalu memutuskan untuk duduk di sebuah kursi besi di bawah pohon oak tanpa daun yang ada di pelataran gedung.

Sore yang indah dengan salju tipis yang menutupi pinggiran jalan, pepohonan dan atap - atap gedung.

Kirana melihat mobil Hayden berhenti di pinggir jalan. Dia pun berlarian kecil menghampirinya.

"Hi," sapanya begitu dia telah duduk di samping Hayden. "Seharusnya kau tidak perlu repot - repot menjemputku."

"Memastikan saja kau aman," sahut Hayden seraya melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

"Ayo jalan - jalan lagi."

Hayden menoleh sekilas pada Kirana. "Ohya?"

Kirana mengangguk. "Aku butuh udara segar."

"Okay." Hayden menggaruk kepalanya. "Damn (sial), aku harus mencari tempat yang bagus.

"Kerry Park."

"Okay," kata Hayden sembari memutar arah keluar dari jalan utama.

.

.

KERRY PARK, SEATTLE.

"Nice view."

Hayden duduk di sebelah Kirana yang tengah menikmati pemandangan downtown Seattle berupa gedung - gedung pencakar langit yang terhampar di hadapannya.

"Yeah." Kirana menyahut seraya menoleh pada Hayden sekilas.

"Sudah lama aku tidak menikmati suasana seperti ini layaknya manusia normal," ucap Hayden sembari merenggangkan otot - ototnya dan menghirup udara dingin nan sejuk.

"Life is beautiful, right (hidup itu indah, bukan)?"

"Hmm .. yeah I found it beautiful this last two days (ya, aku baru tahu kalau hidup itu indah dalam dua hari terakhir ini)."

"Kenapa begitu?"

"Because you're with me (karena kau bersamaku)."

Kirana terbahak. "Aku?"

Hayden mengangguk sembari tersenyum.

"Aku sangat menyukaimu, Kira .. dari pertama kali aku melihatmu. Hanya saja, aku sadar aku tidak berada dalam posisi yang menguntungkan untuk menjalin sebuah hubungan dengan wanita. Hidupku selalu bersinggungan dengan mara bahaya. Aku tidak mau mengulang kesalahan di masa lalu."

Hayden menarik nafas dalam - dalam. "But I can't lie to my self (aku tidak bisa membohongi diriku sendiri)."

"Terlepas dari kenyataan bahwa aku menghilangkan nyawa Ayahmu .. aku sungguh peduli padamu, Kira .. aku rasa aku telah jatuh cinta padamu."

Kirana terdiam. Menunggu Hayden mengungkapkan semua yang dia rasakan.

"Aku tahu, aku mengambil resiko yang sangat besar, aku menempatkanmu dalam bahaya. Aku merasa sangat egois, Kira ...."

"Hayden ...." Kirana menatap sepasang mata biru itu. "I'm gonna be fine .... I have you (aku akan baik - baik saja .... aku memilikimu)."

Hayden menangkup kedua pipi Kirana, lalu memagut bibir mungilnya lembut.

Lagi dan lagi.

.

.

"My place (tempatku)," ujar Hayden seraya menarik lengan Kirana masuk ke dalam flatnya.

Pintu tertutup.

Kirana menghambur ke pelukan Hayden, memagut bibirnya, mendorong dada kokohnya pelan dan mendesaknya ke dinding.

Hayden tak mau kalah, dia mencekal lengan Kirana, melingkarkannya di lehernya, lalu memutar posisi mereka hingga kini Kiranalah yang terdesak ke dinding.

Dia menghujani leher gadis itu dengan kecupan - kecupan ringan. Kedua tangannya mengelus pinggang Kirana lembut, lalu naik ke punggungnya.

Entah bagaimana, keduanya kini telah berada di atas ranjang. Saling melepaskan pakaian yang melekat di tubuh mereka.

"You're so beautiful," ucap Hayden seraya mengelus pipi Kirana dengan lembut. Gerakan tangannya meraih dagu Kirana dan membawanya mendekat pada bibirnya.

Bibir keduanya kembali bersatu. Saling menyerang dengan gigitan - gigitan kecil di sela - sela pagutan. Hayden mendorong pelan tubuh Kirana hingga punggungnya menempel di atas ranjang. Hayden menatap wajah manis itu lekat.

"Allow me to go inside you (ijinkan aku untuk melebur denganmu)," bisiknya seraya mengecup leher Kirana dengan sangat lembut.

Kirana mengangguk.

"I love you, Kirana."

.

.

Kirana mengelus dada telanjang Hayden dan membuat pola - pola acak di sana.

"Angel's wings (sayap malaikat) , apa yang kau maksudkan dengan itu?" Kirana mengelus tattoo bergambar sayap malaikat yang memenuhi dada Hayden.

"Hmmm .. I was in Los Angeles, doing my job (waktu itu aku ada di Los Angeles, mengerjakan pekerjaanku). Tidak ada sesuatu yang spesial. Los Angeles berarti para malaikat, jadi, aku punya ide untuk menggambarnya di sini." Hayden menyentuh dadanya.

"Okay." Jemari Kirana kembali bergerak menelusuri bagian - bagian tubuh Hayden yang terukir tattoo di sana. "Bagaimana dengan ini?" Kirana menyentuh lengan kanan Hayden. "Binatang apa ini? Terlihat menyeramkan."

Hayden terkekeh. " Namanya Barghest. Anjing raksasa dengan gigi dan cakar besar. Binatang mitologi dari Inggris Utara. Dia beringas, tanpa ampun ketika menghabisi musuh - musuhnya. Mungkin terkadang itu menggambarkan kepribadianku."

"Hmmm ...." Kirana menggumam. Jemarinya kini berpindah di atas bekas luka yang ada di pinggang sebelah kirinya. Dia tahu, itu luka yang disebabkan oleh Ayahnya.

Kini dia mengelus perut Hayden yang rata dan kokoh. Ada bekas luka yang sepertinya sudah lama.

"I was in Las Vegas (waktu itu aku ada di Las Vegas)," ujar Hayden seperti tahu Kirana hendak meminta penjelasan atas bekas luka di perutnya itu. "Menghabisi beberapa bandit pengacau yang mengganggu bisnis Bosku. Then I got shot (lalu aku tertembak)."

Kirana merubah posisinya. Kini tubuhnya telah berada di atas dada Hayden. Kedua lengannya dia silangkan di bawah dagunya.

"Bagaimana rasanya menghabisi nyawa seseorang?" tanya Kirana.

"Hmmm ...." Hayden mengelus bahu Kirana. "Menyenangkan," kekehnya.

"Seriously?"

"Well, I gotta say, sometimes killing people is fun (ya, aku harus bilang, kadang - kadang membunuh orang itu menyenangkan)."

Kirana menghela nafasnya dalam - dalam.

"Apa kau tidak ingin berhenti dari pekerjaan ini?"

"Someday I will, Kira, I will (suatu hari aku akan berhenti, Kira, pasti)."

Hayden memutar posisi tubuhnya ke atas Kirana yang kini telah berada di bawahnya. Kedua mata mereka kembali saling bertemu.

"I love you ...." bisik Kirana.

***

***

*Hello gengs, puas - puasin tuh adegan romantisnya.

Hahahahahahhahah (tertawa jahat*).

1
Kustri
jd inget lagu'a see u again
Kustri
hahaa...alex makan simalakama
Kustri
ufft... keren si othor👍
Kustri
wanita manja👊
hayden kasian kau, gmn reaksimu saat tau bosmu yg menghabisi pacarmu
dan hati"lah x ini sakira akan jd target berikut'a
Kustri
kirana diculik, waduduuuuh.... ketegangan di mulai
Kustri
nha... lbh bagus begitu thor
bhs asing lgsg diartikan, drpd hrs nunggu di akhir part👍
Kustri
yaaaa.... kasian sandra, dijadikan pelampiasan alex
Kustri
sayang sekali qu baca sdh tamat
saran aja... sebaik'a lgsg bhs indonesia
ribet klo hrs baca di akhir
pembaca pasti paham koq ini kejadian di LN👍
Kustri
iih...jorok kirana
udh tau gk bisa byk minum alkohol, ngeyel
Kustri
kirana org mana... indonesia bgt nama'a
Kurda Ningrum
keren nih ceritanya
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Mooie Jkt
Menarik ceritanya..
Riska Aprianty
Lumayan
Riska Aprianty
Luar biasa
Dewa Qin
ahhhhh akhirnya.....😍😍
Dewa Qin
sepertinya kania tidak jadi menargetkan hayden dan kirana karna sudah menemukan ben.dan alex tidak benar2 membunuh hayden
Dewa Qin
q malah udah baca duluan novel itu thor...😁
Dewa Qin
kenapa kania sama ben sich thor,kan eman ben dapet anak mafia yg manja.😂
Dewa Qin
wanita akan menjadi bodoh saat jatuh cinta dan wanita akan jadi mengerikan saat hatinya tersakiti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!