NovelToon NovelToon
Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:555.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: R.F

Hadi Wijaya
"Gadis kecil, ciuman pertamamu nanti pertemuan ketiga kita." Mengandung
Adegan ***
Riana Renata
"Dasar pria gila."

Riana adalah Kristiani, dia adalah Gadis kecil yang Hadi cinta hingga saat ini, tapi sayangnya Riana hilang ingatan, kristiani tidak mengingat siapa pun selain namanya sendiri. Mereka di pertemukan kembali dalam sebuah ikatan pernikahan, yang mereka tau pernikahan itu hanya sebuah kontrak, tapi ternyata sebuah perjodohan. Hadi dan Riana sama-sama saling mencintai, walaupun mereka belum mengetahui siapa orang yang mereka nikahi. Apa Hadi akan mempertahankan istrinya, atau dia memilih tunangannya, orang yang membatalkan pernikahan hanya untuk karirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30. Kemarahan Aldi

Aldi masih berdiri ia masih menatap mantan kekasihnya dengan tatapan sinis, sambil menunggu apa yang akan mantan kekasihnya jawab. Namen hingga sekitar 6 menit, bahkan mantan kekasihnya masih saja menundukkan kepala, lalu Aldi memutuskan untuk berbicara lagi

"kenapa tidak bisa jawab?, kau memang wanita murahan, apa kau sudah melakukan hubungan badan dengan koko?, Riana tolong jawab, jangan hanya diam, apa kau sudah merelakan tubuhmu untuk koko?"

Setelah mendengar pertanyaan dari mantan kekasihnya, Riana langsung mengangkat kepalanya, lalu ia langsung menatap mata mantan kekasihnya, setelah itu ia langsung menjawab pertanyaan itu

"itu bukan urusanmu, kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa, jadi jangan pernah bertanya tentang itu, karena kau tidak berhak untuk menanyakan itu."

Setelah mendengar jawaban dari mantan kekasihnya, Aldi sangat marah, ia langsung menendang kursi yang ada di sampingnya

Bruk...

Riana langsung menundukkan kepalanya lagi, ia benar-benar takut dengan mantan kekasihnya sekarang. Aldi langsung mengangkat dagu mantan kekasihnya, agar mereka saling bertatap mata, lalu ia langsung berbicara kasar

"kau memang wanita murahan, kau rela melakukan apa pun hanya untuk uang, apa jangan-jangan kau sudah tidak suci lagi selama ini?, apa kau sebenarnya sudah sering menjual tubuhmu pada pria hidung belang?"

Riana tidak menjawab pertanyaan dari mantan kekasihnya, melainkan ia langsung menghempaskan tangan mantan kekasihnya, lalu ia langsung berdiri, tapi Aldi menahannya dengan kasar, ia langsung mendudukkan Riana dengan kasar, sekarang sorot mata yang menatapnya dengan sinis, tapi berubah menjadi tatapan sangat murka. Riana mulai takut dengan mantan kekasihnya, ini adalah pertama kalinya, ia melihat pria yang di cintainya selama ini mengatakan kata-kata kasar, bahkan memperlakukannya dengan kasar. Aldi tambah marah, karena mantan kekasihnya hingga saat ini masih saja belum menjawab pertanyaan ia, membuat ia tambah murka

"seharusnya aku tidak pernah mencintaimu selama ini, seharusnya aku tidak menjadi pria bodoh yang selalu saja mencintaimu! Wanita sepertimu tidak pantas di cintai, kau adalah wanita murahan! Kau sama saja seperti sampah!"

Riana mencoba untuk menahan air matanya, saat mendengar ucapan dari pria yang ia cintai, ia mencoba tegar, walaupun ucapan mantan kekasihnya sangat menyakitkan, bahkan ucapan itu lebih sakit dari pada tertusuk oleh pisau, tapi ia tetap berusaha untuk tidak menjawab pertanyaan mantan kekasihnya, karena semua yang di katakan mantan kekasihnya memang benar, walaupun ia belum pernah melakukan layaknya seperti suami istri, tapi ia menikah kontrak hanya untuk melunasi hutang. Aldi langsung mengepalkan tangannya, lalu langsung menggerebek meja makan

Bruk.....

"berapa pria yang sudah menidurimu?"

Riana yang mendengar pertanyaan dari mantan kekasihnya, ia merasakan sangat sesak di dadanya, rasanya jantung itu berhenti berdetak, ia tidak pernah menyangka bahwa mantan kekasihnya akan bertanya hal yang tidak masuk akal, entah kenapa pria yang di depannya, memandang dirinya seperti gadis murahan, pedahal ia baru sekali terikat dengan seorang pria, yaitu karena pernikahan kontrak, hanya untuk membayar hutang, kalau saja ia memiliki uang, ia juga tidak ingin berhadapan dengan pria sombong dan dingin seperti suaminya, apa lagi sekarang harus di hadapkan masalah baru, bertemu dengan mantan kekasihnya, bahkan satu rumah, dan sekarang mantan kekasihnya seperti serigala yang siap memangsanya, tapi ia terus saja mencoba untuk diam, ia tidak ingin masalah itu tambah rumit. Aldi yang tidak mendengar jawaban dari mantan kekasihnya, ia langsung murka

"jawab Riana!"

Setelah mendengar bentakan dari mantan kekasihnya, Riana memutuskan untuk menjawab ucapan itu, ia sudah tidak tahan lagi untuk terus saja diam, lalu ia langsung mengangkat kepalanya, setelah itu langsung menatap mata mantan kekasihnya dengan tatapan sangat kecewa

"iya, aku memang wanita murahan! Aku melakukan apa pun hanya untuk membayar hutang, aku bukan hanya gadis miskin, tapi aku juga anak angkat dari keluarga Renata, aku lakukan semuanya hanya untuk membalas budi, aku tidak pernah memikirkan apa-apa, selain membalas budi dan membalas dendam pada Om Rehan. Jika kau memang sangat membenciku, tidak perlu untuk menghinaku, tapi jika menghinaku membuat kau bahagia, maka lakukan saja, semua yang kau katakan memang benar!"

Setelah mengatakan itu Riana langsung berdiri lalu ia langsung menyikirkan tubuh mantan kekasihnya, setelah itu ia langsung lari menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya. Aldi yang mendengar jawaban dari mantan kekasihnya, ia tiba-tiba mendadak lemas, dan tidak bisa lagi menahan mantan kekasihnya, ia hanya berdiri mematung sambil menatap punggung mantan kekasihnya, yang mulai menghilang dari ruangan itu. Setelah mantan kekasihnya tidak lagi terlihat, Aldi langsung terduduk lemas di lantai sambil meneteskan air mata, ia mengingat ucapanya tadi, ia bahkan mengatakan dengan kata-kata kasar, ia juga memandang rendah kehormatan mantan kekasihnya, ia juga tidak tau, kenapa tadi tidak bisa menahan emosi

"Riana, aku minta maaf karena sudah mengatakan kata-kata kasar, tolong jangan pernah membenciku, aku akan lakukan apa pun agar kau memafkan kelakuanku tadi, dan jika memang.kau sudah tidak lagi suci, aku akan menerima semua itu, karena aku benar-benar tulus mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu, aku akan menikahimu setelah pernikahan kontrak sialan itu berakhir."

Aldi langsung berdiri, lalu ia langsung duduk di kursi meja makan, ia masih menginginkan Riana, tapi tiba-tiba ia menjadi marah setelan ia membayangkan kalau gadis yang ia cintai melakukan layaknya hubungan suami istri dengan kakanya

"ah sial, kenapa aku membayangkan hal mesum, kenapa aku membayangkan Riana melakukan hal itu bersama Koko, lalu kalau bagaimana kalau benar mereka melakukan hal itu, setelah itu Riana hamil bagaimana?, apa yakin Koko akan melepaskan Riana dari genggamannya sesuai perjanjian kontrak?, atau Koko akan mempertahankannya dengan cara apa pun itu, Aldi, bahkan kau tidak bisa mengerti pikir Koko, dan mungkin juga kak Yulia juga tidak mengerti jalan pikiran Koko, mungkin yang mengerti pikiran Koko hanya gadis kecil itu, gadis kecil yang menghilang bertahun-tahun lamanya, karena hanya dia yang ada dalam pikiran Koko hingga saat ini. Tidak ini semua tidak boleh terjadi, Riana adalah gadis yang aku cintai selama ini, aku harus memiliki Riana bagaimana pun caranya. Jika memang jalan satu-satunya harus membuat dia hamil, maka aku akan melakukan hal itu."

Walaupun Aldi tadi sangat marah pada mantan kekasihnya, tapi hatinya tidak bisa di pungkiri kalau ia masih menginginkan mantan kekasihnya, bahkan kemurkaannya hilang seketika, setelah mendengar jawaban dari Riana. Setelah terus berpikir, Aldi memutuskan untuk pergi ke kampus, ia langsung berdiri, lalu langsung berjalan keluar dari rumah itu. Riana sampai di kamar ia langsung membaringkan tubuhnya di sofa, sambil menangis tersedu-sedu

Hiks....hiks.....hiks.....hiks.....

Riana terus saja menangis, rasanya ia memiliki beban berat di tubuhnya, bahkan hatinya seperti tertusuk ribuan pisau, ia mengingat kembali tentang kenangan manis bersama mantan kekasihnya, kenangan itu begitu sangat manis, tapi ia juga mengingat mantan kekasihnya yang memutuskan hubungan secara tiba-tiba, dan ia juga mengingat ucapan mantan kekasihnya tadi, yang mengatakan mencintai dirinya selama ini

"apa kau benar-benar masih mencintaiku?, cinta seperti apa yang kau miliki hingga kau tidak pernah mencariku, lalu kenapa tadi kau menganggap aku wanita murahan?, Koko, aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu, kau tau, saat aku tau kau adalah adik dari suami kontrakku, hatiku sudah memiliki rasa takut, tapi ternyata ketakutan itu benar-benar terjadi, kau menganggapku seperti sampah, apa aku yakin bisa memilikimu lagi, atau keinginan untuk memilikimu hanya sebuah angan-anganku."

Riana masih terus menangis hingga jam sudah menunjukkan pukul 12.21 WIB. Hadi sekarang baru saja sampai di pekarangan rumah, karena ia akan mengambil berkas-berkas yang ketinggalan, ia langsung turun dari mobil itu, dan di ikuti oleh asistennya hingga ia sampai di ruang tamu, lalu langsung menyuruh asistennya untuk menunggu di ruang tamu

"Repan kau tunggu di sini."

"baik tuan muda."

Hadi langsung menaiki tangga, setelah Hadi tidak terlihat lagi, ada satu pelayan yang mendekati Repan dengan raut wajah yang takut hingga ia sampai di depan Repan

"permisi tuan Repan, saya ingin berbicara sesuai tentang nona muda."

Repan yang mendengar ucapan pelayanan itu ia langsung bertanya dengan suara yang sangat penting

"apa yang terjadi dengan nona muda?"

"iya tuan Repan, nona muda dan tuan kecil bertengkar, tapi kita tidak mendengar percakapan itu, karena kita tidak berani untuk menguping pembicaraan itu, tapi hampir ada beberapa pelayan yang mengetahui kejadian itu, mungkin nona muda sudah mengenal tuan kecil sebelumnya."

"baiklah, aku akan melihat cctv terlebih dahulu."

"baik tuan Repan."

Repan langsung membuka tablet Android nya, karena cctv itu sudah tersambung pada tablet Android tersebut, ia melihat kejadian itu dengan jelas membuat Repan bergidik ngeri, bahkan dalam kehidupannya, ia belum pernah melihat kemarahan tuan kecilnya, tapi di rekaman cctv itu, ia melihatnya dengan jelas bahwa tuan kecilnya sangat murka, setelah selesai melihat rekaman cctv, ia memutuskan untuk tidak bilang pada tuan mudanya, apa lagi ia juga melihat tuan mudanya memiliki perasaan pada nona mudanya, untuk itu ia tidak ingin masalah itu bertambah besar, lalu ia langsung berbicara pada pelayan itu

"bi, tolong kau rahasiakan kejadian ini, jika sampai tuan muda tau, bukan hanya tuan muda yang di marahi olehnya, tapi seluruh pelayan juga akan terkena imbasnya, karena kalian hanya menyaksikan kejadian itu tanpa membantunya, kau bilang pada pelayan lainya, jangan sampai ada yang berbicara tentang hal ini."

"baik tuan Repan."

Pelayan itu lalu membukan badan, setelah itu ia langsung pergi untuk memberi tau para pelayan lainya. Hadi sampai di depan kamarnya, ia mendengar suara isak tangis samar-samar dari luar, lalu ia langsung buru-buru membuat pintu kamarnya, ia melihat istrinya yang sedang berbaring sambil menangis, setelah itu ia langsung mendekati istrinya hingga ia sampai di samping istrinya, lalu ia langsung berjongkok, setelah itu ia langsung bertanya pada istrinya

"gadis kecil, kau kenapa menangis?"

istrinya tidak menjawab pertanyaan dari Hadi, ia terus saja menangis, membuat Hadi menjadi bintang, lalu ia langsung bertanya lagi

"gadis kecil, apa yang kau tangisi?"

Tapi tetap saja istrinya tidak menjawab pertanyaannya, istrinya masih saja terus menangis. Hadi mulai kuatir dengan istrinya, lalu ia memutuskan untuk menyuruh asistennya melihat cctv, ia langsung berdiri, lalu langsung keluar dari kamar itu, hingga ia sampai di ruang tamu, setelah sampai ia langsung menyuruh asistennya untuk melihat cctv

"Repan, coba kau lihat rekaman cctv, kenapa gadis kecil itu menangis."

Repan yang mendengar suruhan dari tuan mudanya, ia bingung harus jawab apa, kalau sampai tuan mudanya tau, urusannya akan bertambah besar, apa lagi ia melihat raut wajah tuan mudanya yang sedikit kuatir, akhirnya ia memutuskan untuk berbohong pada tuan mudanya

"saya sudah melihat rekaman cctv tuan muda, tadi nona muda ke kamar mandi, ruangan meja makan, mungkin saja nona muda terpleset di kamar mandi, karena setelah itu, ada pelayan masuk dalam kamar mandi dan memapah nona muda."

Hadi yang mendengar penjelasan dari tuan mudanya ia langsung marah

"apa! Bekerja begitu saja tidak becus! Suruh semua pelayan yang bekerja di ruangan meja makan untuk kemari!"

"baik tuan muda."

Repan langsung berjalan ke ruangan meja makan, dengan suasana hati yang tidak enak, ia bersyukur kalau tuan mudanya tidak melihat rekaman cctv secara langsung, lalu ia langsung berpikir kalau tuan mudanya melihat langsung

"bagaimana kalau tuan muda melihat rekaman cctv secara langsung, bahkan belum melihat rekaman cctv saja sudah marah, pasti jika melihat rekaman cctv tuan muda sangat murka, entah akan jadi apa hidup tuan kecil nanti."

Repan berjalan sambil terus saja berpikir hingga ia sampai di ruangan meja makan, lalu ia langsung menyuruh para pelayan untuk mendekat

"kalian semua kesini."

Para pelayan itu langsung mendekati Repan, hingga ia sampai di depan Repan. Repan langsung berbicara pada para pelayan itu

"kalian semua yang melihat nona muda dan tuan kecil bertengkar, jangan pernah mengatakan hal itu pada tuan muda, jika kalian tidak ingin terkena amarah, saya tadi sudah mengatakan nona muda mungkin terpleset, kalian bilang saja nona muda terpleset di dalam kamar mandi ruangan meja makan, dan jangan katakan tentang kejadian tadi yang kalian lihat."

"baik tuan Repan." jawab para pelayan itu berbarengan

"kalian semua di panggil tuan muda, mari ikut saya."

"baik tuan Repan." jawab para pelayan berbarengan

Repan langsung berjalan ke arah ruang tamu lagi, di ikuti para pelayan itu. Semua para pelayan sangat takut, ia takut tuan mudanya sangat murka, ini adalah pertama kalinya tuan mudanya, memanggil para pelayan, biasanya kecerobohan apa pun tuan mudanya tidak pernah peduli. Mereka sampai di ruang tamu, semuanya menundukkan kepalanya. Repan langsung berbicara pada tuan mudanya

"tuan muda, mereka sudah di sini."

"iya."

Hadi yang sedang duduk membaca koran, ia langsung meletakkan koran itu, lalu langsung menatap semua para pelayan dengan tatapan sinis

1
Atien Rukaesih
mn berantem aja kpn akurnya
chika
bagus
Iqbal Ika
bgus
Via
terlalu caldis huhhh curiga Aan aj orang juga males dicurigain aj mah
Mega Siregar
semangat ya 😄👍
jangan lupa mampir ya 😄👍
anggita
Washington group.. Wijaya group
ayu
bagus..
Putri Shope
bagus
Lenkzher Thea
The and ya thor
Lenkzher Thea
Semangat
Nafi' thook
yah...ditunda lagi deh
Nafi' thook
tak kasih bunga dulu ...nanti kalau rajin tak tambah hehe
R.F: kmn j ch
total 1 replies
Melati Afita
sangat istimewa ceritanya meski kadang ada salah ketik huruf. Teruslah berkarya
R.F: mksh kaka
total 1 replies
ardian
semsngat
Noor hidayati
Ayo Up lagi thor lama tak up kan thor🤦‍♀️🤣
Nafi' thook: ayo semangat up lagi dong
total 2 replies
@Kristin
Hay mampir ya Thor 🤗
Betty Nurbaini
ko lisa
anggita
👌👌
S_P astuti
nyicil like plus baca
Aumy Re
hadir lagi thor
aku lanjut mampir baca
semangat selalu🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!