Sequel dari cerita Menikahi Om Sendiri.
.
.
Aurelia mengalami kebutaan saat usianya baru menginjak 6 tahun. Setelah mengalami kebutaan, Aurel menjadi sosok yang pendiam dan tidak seriang dulu.
Beberapa orang yang menyatakan cinta padanya, ternyata hanya memanfaatkannya dan menjadikannya bahan taruhan. Membuat ia tidak mempercayai siapapun selain keluarganya sendiri.
Setelah menginjak usia yang ke 18 tahun, perasaannya tiba-tiba muncul pada Kakaknya sendiri yang bernama Revan.
Akankah cinta mereka akan bersatu? Silahkan simak cerita selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Happy Ending (END)
Setelah mengetahui kebenarannya, Kenzo akhirnya meminta maaf pada Raffa. Ia bersujud di kaki ayah tirinya itu sambil menangis memohon maaf.
"Maafin aku Pah. Aku salah selama ini. Maaf Pah aku jadi anak yang kurang ajar" ucap Kenzo, menangis tersedu-sedu.
"Ini pertama kalinya Papa denger kamu panggil dengan sebutan 'Papa'. Terima kasih nak, Papa juga minta maaf selama ini belum bisa jadi Ayah yang baik untuk kamu" ujar Faris sambil memeluk Kenzo. "Ayo berdiri nak, kamu jangan bersujud begini. Papa juga minta maaf ya" lanjutnya.
Sejak itu, keluarga mereka yang awalnya tidak pernah baik akhirnya menjadi harmonis dan saling menyanyangi. Tidak ada lagi perdebatan diantara mereka. Bahkan Kenzo sering berkunjung ke rumah saat libur kerja. Hubungannya dengan Zeva juga kembali membaik dan ia memutuskan untuk mengadakan makan malam antara keluarga Zeva dan keluarganya.
Hari itu juga menjadi momen penting dalam hidupnya karena ia ingin menyatakan cintanya pada Zeva dihadapan keluarga mereka nantinya.
"Siap kak?" tanya Nevan sang adik.
"Siap sih tapi grogi nih" jawab Kenzo bolak balik di dalam kamar. Semenjak berbaikan dengan ayahnya, hubungannya dengan sang adik juga mulai akur.
"Cupu banget sih. Harus berani dong jangan gugup. Jadi laki tuh harus gentleman" ledek Nevan, membuat sebuah bantal melayang ke arah wajahnya. Siapa lagi kalau bukan ulah sang kakak, Kenzo.
"Ngomong aja gampang. Coba kamu diposisi aku. Ngeselin banget sih"
"Eh udah dong debatnya. Keluarga Zeva udah datang tuh, ayo turun" kata Kiara, tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Mama ih bikin kaget aja. Yaudah ayo dek turun" ajak Kenzo ke Nevan.
Kenzo terlihat menghela napas dan mulai menuruni tangga. Ia terkesiap melihat Zeva dengan balutan gaun selutut, sedang tersenyum ke arahnya.
"Hati-hati jatuh. Mata udah nggak ngedip tuh gara-gara lihat Kak Zeva"
Nevan kembali meledek sambil berlari kecil menghindari pukulan yang akan dilayangkan Kenzo padanya.
"Ha..hai Zev. Kamu cantik deh" sapa Kenzo gugup.
"Hai Ken. Kamu juga ganteng kok"
Kupu-kupu serasa berterbangan di dalam jantungnya setelah mendengar pujian Zeva.
"Aduh pake acara gombal segala" timpal Faris yang mendengar percakapan mereka.
"Eh Om. Apa kabar Om?"
Kenzo baru tersadar dengan kehadiran orang tua Zeva, yaitu Faris dan Laura.
"Kenzo nggak sadar kita hadir yang. Matanya ke Zeva terus sih" tambah Laura, tersenyum meledek.
Kenzo menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum karena malu.
Mereka memulai acara makan malam sambil mengobrol, mengingat kenangan-kenangan jaman dulu. Di tengah obrolan, Kenzo mulai berdehem membuat semua mata tertuju padanya.
"Maaf Tante, Om, Zeva. Disini aku ingin membuat pengakuan serta izin dari Om dan juga Tante"
"Oh iya Ken. Apa itu?" tanya Laura.
"Hmm.. pertama-tama terima kasih atas waktunya Om, Tante dan juga Zeva bisa hadir di acara makan malam ini. Sebenarnya aku sudah menyukai Zeva sejak lama saat pertemuan kami pertama kali di danau. Aku juga ingin minta izin untuk mengajak Zeva pacaran" ungkap Kenzo hati-hati.
"Waw gentle" ucap Faris, tersenyum.
"Tante sih setuju. Gimana yang? Kamu juga setuju kan?"
"Setuju sih. Tapi kan kita nggak tau jawaban Zeva gimana. Jadi gimana sayang? Kamu terima ga?" tanya Faris pada Zeva.
Zeva diam sejenak, membuat Kenzo putus asa.
"Aku... Nggak bisa" jawab Zeva.
Jawaban Zeva sontak saja membuat semua orang kaget, terlebih Kenzo yang ditolak mentah-mentah.
"Nggak bisa nolak" lanjut Zeva sambil tertawa karena berhasil mengerjai semua orang, khususnya Kenzo yang wajahnya terlihat sedih.
Semuanya menghela napas lega dan bersuka cita dengan kehadiran pasangan baru.
.
.
.
Hari pernikahan Revan dan Aurel pun tiba, tanpa dihadiri Aldo maupun Alvin. Aldo masih saja tidak merestui keduanya dan tidak berniat menjadi saksi pernikahan anaknya. Sedangkan Alvin merasa patah hati setelah Aurel lebih memilih Revan dibandingkan dirinya, terlebih saat ia mendengar kabar kehamilan pujaan hatinya tersebut.
Pernikahan sederhana yang diadakan di sebuah gedung kecil dengan menghadiri beberapa kerabat dan juga keluarga dekat, menambah kesakralan acara itu. Terlihat keluarga Kenzo hadir serta keluarga Zeva pun turut hadir. Tidak lupa Kayla sebagai Ibu mereka juga terlihat hadir dengan tangis haru.
Setelah dinyatakan sah, Aurel dan Revan berciuman singkat dan mulai memasangkan cincin ke jari satu sama lain.
Acara selanjutnya yaitu lempar bunga. Kenzo dan beberapa orang lainnya terlihat bersemangat berdiri di depan panggung, bersiap-siap rebutan mengambil bunga.
"Sayang kamu duduk aja yang manis ya, biar aku yang ambil bunganya. Aku pasti dapat bunganya dan kita akan nyusul mereka, lihat aja" kata Kenzo pada Zeva dengan percaya diri, sambil menunjuk ke arah Revan dan Aurel yang bersiap melempar bunga.
Zeva tertawa mendengar ucapan Kenzo. "Semangat sayang kamu pasti bisa" teriaknya menyemangati.
"Oke mulai ya, 1..2..3"
Revan dan Aurel mulai melempar bunga dan dengan semangat 45, Kenzo berjuang mendapatkan bunga tersebut. Perjuangannya tidak sia-sia. Ia pun mendapatkan buket bunga.
"Yeayyy Zeva nikahan kita coming soonnnn" teriak Kenzo berlari memeluk Zeva.
Semua orang yang berada di pesta itu tertawa dan acara pun berjalan sesuai yang diharapkan.
Di malam hari setelah acara yang cukup menguras tenaga, Aurel dan Revan tampak mulai bersiap membersihkan tubuh.
"Yang aku mandi duluan ya. Udah gerah nih" kata Aurel.
"Loh kok gitu sih. Mandi bareng lah" ucap Revan tersenyum nakal.
"Ihh nggak mau aku malu. Udah ya aku duluan"
Blam!
Pintu kamar mandi tertutup dengan cepat sesaat sebelum Revan ingin ikut masuk.
"Ohh jadi gitu ya. Awas aja nanti" teriak Revan dari luar kamar mandi, sambil terkekeh.
Sambil menunggu Aurel, Revan memilih menonton tv. Setelah 1 jam berlalu, Aurel tidak kunjung keluar dari kamar mandi membuat Revan khawatir.
Tok..tok..tok
"Sayang kamu belum selesai? Kok lama banget"
"Hmm.. Udah yang. Tapi.. Aku takut keluar" ucap Aurel dari dalam kamar mandi.
"Loh kok takut? Takut kenapa? Ayo keluar dulu"
Ceklek
Pintu kamar mandi sedikit terbuka dan hanya memperlihatkan kepala Aurel.
"Aku lupa bawa handuk yang" kata Aurel sambil memanyunkan bibirnya.
"Ya ampun yang bilang dong. Aku kan udah khawatir"
"Aku malu"
"Kita kan udah sah. Malu kenapa?"
"Nggak tau pokoknya malu"
"Yasudah biar nggak malu kita mandi bareng"
Revan membuka paksa pintu kamar mandi membuat Aurel memekik kaget dan refleks menutupi tubuh polosnya dengan kedua tangannya.
"Waw sexy" ungkap Revan menampilkan senyum nakalnya.
Dengan cepat ia masuk ke dalam kamar mandi dan kedok 'mandi bareng' pun terjadi di dalam kamar mandi selama berjam-jam.
Setelah kegiatan bercocok tanam telah selesai keduanya pun berbaring di kasur dengan selimut yang menutupi tubuh mereka. Kelihatan wajah Aurel yang kecapean, sedangkan wajah Revan terlihat berseri-seri tengah mengusap lembut rambut Aurel yang baru saja sah menjadi istrinya beberapa jam lalu.
"Aku kayaknya beneran bakalan cepat hamil deh yang gara-gara kamu. Cape banget tau nggak ada jedanya" kesal Aurel.
"Hahaha maaf sayang. Aku udah nggak tahan soalnya. Tapi enak kan?" goda Revan.
"Ihh nggak tau ah" ucap Aurel malu-malu sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Revan.
"I love you my wife. I will always love you today, tomorrow and beyond"
"Love you too my husband"
Keduanya tertawa dan Revan mulai menyesap bibir Aurel cukup lama.
"Siap ronde berikutnya?" tanya Revan.
"Oh No!!" teriak Aurel.
...****************...
TAMAT
...****************...
Terima kasih sudah menyukai karya-karya author 🤍
Mohon maaf hiatusnya sangat lama karena ada banyak kejadian yang terjadi.
Semoga di cerita-cerita selanjutnya author jadi lebih giat dan lancar terus ya up nya.
Sekian. See you readers 🤗
lanjuttt🥰🥰🥰
org tua egois... cepat kabur LG Aurel
mereka kan bukan saudara kandung apa salah nya....
harusnya cari tahu dulu dong kebenaran nya, man benci aja...kasian Raffa kan
revan ayo gercep tlng aurel klau gk km akan kehilangan aurel
lanjutt kk
up up up trs y....