NovelToon NovelToon
Bos Galak Jadi Papa

Bos Galak Jadi Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Single Mom / Pernikahan rahasia / Pernikahan Kilat / CEO / Romansa
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

"Lu ngapain tidur di samping gue?"

Gimana jadinya, kalau tiba-tiba bos mu yang galak kebangun di samping kamu tidur? Nggak kebayang, kan? Mana malah disalahpahami sama warga dan dikira udah berbuat mesum. itulah yang terjadi sama Galuh. Seorang single Mom yang berjuang untuk bertahan hidup. Yuk baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Ranu membeku.

Sentuhan itu hanya berlangsung sesaat. Bibirnya nyaris menyentuh bibir Galuh ketika suara gelas beradu dari arah dapur memecah keheningan.

"Papa... airnya tumpah!"

Ranu langsung menarik wajahnya. Seolah baru tersadar dengan apa yang hampir dilakukannya.

Galuh masih terpaku. Napasnya tercekat. Jantungnya berdetak begitu keras sampai telinganya berdenging.

Ranu segera berdiri.

"Aku lihat Arkan dulu."

Tanpa menunggu jawaban, ia berjalan cepat menuju dapur.

Galuh masih duduk mematung.

Tangannya perlahan menyentuh bibirnya sendiri.

"Apa... barusan..."

Pikirannya kacau.

Pria itu hampir menciumnya.

Bahkan beberapa hari terakhir Ranu berubah. Perhatian, lembut, selalu mengkhawatirkannya.

Namun... apa arti semua itu?

Galuh tidak berani berharap.

Ia sudah terlalu sering dikecewakan hidup.

Tak lama kemudian terdengar suara tawa Arkan.

"Maaf, Pa. Arkan nggak sengaja."

"Tidak apa-apa. Lain kali jalannya pelan."

"Iya."

Galuh mengembuskan napas panjang, berusaha menenangkan diri sebelum Ranu kembali ke ruang tengah.

Pria itu duduk seperti biasa.

Seolah tidak terjadi apa-apa.

"Sudah dibereskan."

"Hm..."

Galuh hanya menjawab pelan.

Tidak ada yang berani menyinggung kejadian beberapa menit lalu.

Justru keheningan itu terasa semakin menyiksa.

---

Keesokan harinya.

Galuh masih menjalani istirahat di rumah.

Sementara Ranu kembali bekerja.

Begitu tiba di kantor, sekretaris sementara langsung menghampiri.

"Pak, pukul sepuluh ada rapat dengan perusahaan Sentosa."

"Baik."

"Setelah itu makan siang bersama tamu dari keluarga Prasetyo."

Ranu mengangguk.

Saat memasuki ruang rapat, semua berjalan seperti biasa hingga seseorang masuk beberapa menit kemudian.

Seorang perempuan berusia sekitar akhir dua puluhan.

Berambut panjang bergelombang.

Mengenakan blazer krem dengan senyum percaya diri.

"Maaf saya terlambat."

Ranu mendongak.

"Cindy."

Perempuan itu tersenyum semakin lebar.

"Pak Ranu."

Ia menarik kursi tepat di sebelah Ranu meski masih banyak kursi kosong.

Beberapa peserta rapat saling melirik diam-diam.

Cindy memang dikenal sebagai putri salah satu rekan bisnis ayah Ranu.

Beberapa bulan terakhir, kedua keluarga bahkan beberapa kali mencoba mempertemukan mereka.

Meski Ranu selalu menjaga jarak.

Sepanjang rapat, Cindy beberapa kali sengaja bertanya langsung kepada Ranu.

"Menurut Pak Ranu bagaimana?"

"Saya setuju."

"Kalau proyek ini selesai, mungkin kita bisa merayakannya makan malam."

Ranu menjawab singkat.

"Nanti kita lihat."

Jawaban datar itu sama sekali tidak mengurangi semangat Cindy.

---

Saat jam makan siang tiba.

Cindy kembali muncul di depan ruang kerja Ranu.

"Boleh masuk?"

"Silakan."

Ia melangkah santai sambil membawa dua gelas kopi.

"Aku beli sekalian buat kamu."

"Terima kasih."

Ranu menerima gelas itu sekadar menghargai.

Cindy duduk tanpa diminta.

"Ayahku bilang minggu depan keluarga kita makan malam bersama."

"Aku tahu."

"Kamu datang, kan?"

"Kalau memang harus."

Cindy tertawa kecil.

"Kamu selalu kaku."

Ranu tetap fokus membaca dokumen.

"Aku memang begini."

"Apa kamu benar-benar tidak tertarik dijodohkan denganku?"

Ranu akhirnya mengangkat kepala.

"Cindy."

"Iya?"

"Aku sudah menikah."

Cindy tersenyum geli.

"Kamu masih pakai alasan itu?"

"Itu bukan alasan."

"Kalau benar menikah, mana istrimu?"

Ranu terdiam.

Pernikahan sirinya tidak mungkin diumumkan begitu saja.

Terlebih masih banyak urusan keluarga yang belum selesai.

Melihat Ranu diam, Cindy justru semakin yakin.

"Nah, kan."

"Cindy."

"Kamu cuma mencari cara halus buat nolak aku."

"Aku tidak berbohong."

"Iya... iya..."

Nada suaranya terdengar seperti sedang menenangkan anak kecil.

"Aku mengerti kok."

Ranu mengembuskan napas.

Perempuan itu benar-benar keras kepala.

---

Sore harinya.

Mobil Ranu berhenti di depan rumah.

Begitu turun, ia melihat Galuh sedang menyiram tanaman di halaman.

Meski masih memakai penyangga leher, wajahnya terlihat lebih cerah.

"Kenapa keluar?"

Galuh tersenyum kecil.

"Bosan di dalam."

"Kakimu bagaimana?"

"Sudah lebih enak."

Ranu mengambil selang dari tangan Galuh.

"Biar aku."

"Pak, tidak usah."

"Kata dokter jangan banyak berdiri."

Galuh akhirnya menurut.

Dari balik pagar, seorang tetangga memperhatikan mereka sambil tersenyum.

"Wah... romantis sekali."

Galuh langsung salah tingkah.

Ranu hanya mengangguk sopan.

Malam itu mereka makan bersama Arkan.

Suasana terasa hangat.

Sesekali Arkan bercerita tentang sekolahnya hingga membuat Galuh dan Ranu tertawa.

Untuk sesaat, semuanya terasa seperti keluarga sungguhan.

---

Namun keesokan harinya...

Galuh mengantar bekal makan siang yang tertinggal di rumah.

Ia tidak memberi tahu Ranu karena ingin memberikan kejutan kecil.

Sesampainya di kantor, resepsionis langsung mengenalinya.

"mbak Galuh? Kok masuk? Bukannya sakit?"

"Iya. Ada barang tertinggal."

"Pak Ranu panggil ya? Ahh, pak direktur itu memang agak ngeselin ya, mbak? Hehehe..."

Galuh berjalan pelan menuju ruangan.

Namun langkahnya berhenti ketika pintu yang sedikit terbuka memperlihatkan seseorang sedang berdiri sangat dekat dengan Ranu.

Cindy.

Perempuan itu tertawa manis sambil merapikan dasi Ranu.

"Dasimu miring."

"Terima kasih."

Ranu mundur selangkah.

Namun dari sudut tempat Galuh berdiri, jarak mereka tadi terlihat begitu dekat.

Cindy masih tersenyum.

"Kalau istrimu benar-benar ada, kenalkan padaku."

"Akan ada waktunya."

"Nah, berarti belum ada."

Galuh menggenggam erat kotak bekal di tangannya.

Dadanya terasa nyeri.

Semalam...

Ranu hampir menciumnya.

Pagi tadi...

Ranu bahkan mengingatkannya agar banyak istirahat.

Sekarang...

Seorang perempuan lain berdiri begitu dekat dengannya.

"Aku ini sebenarnya siapa?" batinnya lirih.

Istri?

Bukan.

Sekretaris?

Sudah bukan.

Teman?

Entahlah.

Pernikahan mereka bahkan tidak diketahui siapa pun.

Galuh perlahan membalikkan badan.

Ia tidak sanggup masuk.

Kotak bekal itu masih berada di tangannya ketika ia berjalan keluar gedung dengan langkah pelan.

Tanpa ia sadari, dari dalam ruangan, Ranu baru saja menoleh ke arah pintu.

"Kau mendengar sesuatu?" tanyanya.

Cindy ikut menoleh.

"Tidak ada siapa-siapa."

Ranu mengernyit.

Entah mengapa, hatinya tiba-tiba terasa tidak tenang, seolah ada seseorang yang datang... lalu pergi dengan membawa kesalahpahaman yang baru saja mulai tumbuh di antara mereka.

1
ᴍɪᴍɪ💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
karyawan julid bukannya kerja malah ghibahin istri bosnya pula minta dihempaskan ke planet Mars kyaknya klo tau faktanya bakal nyesel tuhh mereka🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
Ranu omes...🤣🤣🤣
Sri Wahyuni
gaassss juga kak up nya😍
Cinta_manis: siap kak. tunggu ya🙏😍
total 1 replies
Sri Wahyuni
wah sudah dapat lampu Hijau....gasss Ranu 🤣
Cinta_manis: iya, tuh 🤭
total 1 replies
delis armelia
kirain udh mau gol gawang
Cinta_manis: 🤭🤭🤭 nanti ya kak
total 1 replies
Sastri Dalila
😅😅
Cinta_manis: makasih komennya kak🙏
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
pasangan yg bikin gemes🤣🤣
eh malah bumer udah minta mantunya cepetan hamil, ayo di gas ranu jgan kelamaan 😂😂
Cinta_manis: 🤭🤭🤭 iya tuh
total 1 replies
imel
pelan pelan Buu🤣🤣🤭
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
delis armelia
ayo ranu gol gawang
ᴍɪᴍɪ💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ
Wkwkwk mama Anggun langsung gercep to the point suruh bikin Galuh hamil setelah dijulidin mamanya Cindy emang bener sih harus buktikan ya Ma kalo anak Mama bibitnya premium sekali semburrr langsung jadi kembar nnti🥳
Kiki Sugiarti
bagus ceritanya saya suka
Cinta_manis: makasih kaka bintang 5nya😍
total 1 replies
sutiasih kasih
up banyak" thor
Cinta_manis: 😭😭😭tunggu ya kak. next time dicoba🙏
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor ceritanya bagus bgt aku suka..😍
Cinta_manis: makasih kak😍🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
lanjutkan thor....
double up
Cinta_manis: heheh, tunggu ya, kak. doblenya🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
ap g makin klepek" nntinya si Ranu.... dpt istri hatinya baiknya g ktulungan...
Cinta_manis: makasih komennya kak😍
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍
Cinta_manis: makasih kk🙏
total 1 replies
Rahma Lia
lanjut kesini setelah Yuda,,
Sastri Dalila
👍👍👍
Cinta_manis: cihuy! makasih bintang 5nya kak😍🫰
total 1 replies
Sastri Dalila
🤣🤣
Cinta_manis: kena juga si Ranu 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!