NovelToon NovelToon
System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gen-1

Seorang pemuda yang memiliki rasa haus akan mimpi menjadi orang kaya, berangkat merantau penuh harapan tinggi.

Tapi, sesampainya dikota, tamparan keras menghantamnya.

Ternyata hidup dikota tidak semudah yang dia bayangkan.

Sampai pada akhirnya sistem datang seperti malaikat yang jatuh dari langit, memberi jalan baru baginya untuk melawan kerasnya hidup didunia orang dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gen-1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Menjemput Sang Kekasih

Yuda sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya sedang menjadi bahan pembicaraan beberapa gadis di Universitas Prasmul.

Bahkan, Amira yang belum pernah bertemu dengannya sudah mulai waspada dan berencana membawa alat perlindungan diri saat pertemuan nanti.

Sekarang, Yuda justru sedang santai mengendarai Rolls-Royce Cullinan Black Badge II menuju rumah pacarnya dengan perasaan bahagia.

Ia melirik jam di dashboard. "Sebentar lagi sampai."

Yuda tersenyum tipis.

Hari ini ia akan menjemput Risa sebagai pacarnya.

Perjalanan menuju rumah Risa berlangsung santai tanpa ada sesuatu yang menarik perhatiannya.

Di satu tempat, ada seorang kakak perempuan yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi pria mencurigakan.

Di tempat lain, pria yang dimaksud justru sedang memikirkan cara menghabiskan waktu bersama pacarnya.

Sebuah pertemuan yang mungkin akan jauh lebih menarik dari yang Yuda bayangkan.

Beberapa waktu pun berlalu.

Matahari pagi jam 8 lewat menyinari perumahan elite tanpa pagar di daerah Tangerang Selatan.

Konsep halaman terbuka di cluster tersebut membuat pemandangan antar rumah terlihat sangat jelas dan asri.

Dua wanita berumur sekitar 40an yang baru saja selesai jalan pagi keliling kompleks tampak menyandarkan tubuh di sofa teras rumah sebelah.

Wanita bertubuh agak gemuk menyeka keringat di lehernya dengan handuk kecil, sementara tangannya meneguk air dari tumbler.

Di sebelahnya, seorang wanita bertubuh langsing dengan lekuk pinggul yang matang sedang meluruskan kakinya yang terbalut pakaian yoga ketat.

Gerakan mereka mendadak terhenti saat sebuah Rolls-Royce Cullinan Black Badge II meluncur halus dan berhenti tepat di halaman rumah Risa.

Wanita bertubuh agak gemuk itu matanya melotot menatap ke arah mobil hitam raksasa itu.

"Eh, itu mobil siapa?"

Temannya, wanita tubuh langsing itu mencondongkan badan ke depan, memicingkan mata penasaran.

"Ini... Rolls-Royce bukan sih? Aku pernah lihat di internet. Yang ku tahu harganya mahal banget, sampe puluhan miliar."

Wanita gemuk menghentikan tegukan minumnya, menggeleng keras.

"Hah? Yang bener? Puluhan miliar?"

"Beneran, kalau ga percaya, coba aja foto mobil itu lalu cari di google."

Kemudian, mata kedua wanita dewasa itu mengunci pandangan saat pintu pengemudi terbuka.

Yuda melangkah turun dengan santai.

Hari ini ia tampil amat santai mengenakan kaos polos simpel warna abu-abu muda yang pas di badan, membungkus ketat bahu lebarnya dan memperlihatkan garis dada tegapnya secara jelas.

Kaos itu dipadukan dengan celana pendek chino sebatas atas lutut dan sneakers putih bersih.

Rambutnya yang agak panjang dibiarkan sedikit jatuh acak membingkai wajahnya, memberikan kesan santai tapi tetap ganteng.

Melihat Yuda yang keluar dari mobil, mata wanita langsing itu seketika berbinar-binar.

Tangannya refleks mengibas-ibas lehernya yang agak berkeringat sambil memperhatikan tubuh tegap Yuda dari atas sampai bawah.

"Ganteng banget astaga... Mana badannya bagus gitu lagi. Pemuda itu, jujur aja ini mah tipeku banget!"

Wanita gemuk di sebelahnya melirik sinis sambil melipat handuk lehernya. "Sadar umur! Ingat suamimu yang lagi kerja. Dan anakmu saja sepertinya seumuran sama dia!"

Wanita langsing itu bukannya takut, ia malah menyandarkan punggungnya santai sambil terkekeh.

"Ya kan cuma lihat. Lagian, kalau aku nggak bisa dapat dia, hehe, anakku kan bisa. Punya menantu ganteng dan kaya begitu mana ada buruknya?"

Wanita gemuk di sebelahnya sampai melongo tak bisa berkata-kata, "Hah? Anakmu emang pantas sama dia?"

Wanita langsing itu memutar mata kearahnya, "Heh kau tahu apa? anakku mempunyai tubuh sepertiku, pinggang ramping, dada besar, pinggul besar. Tidak ada pemuda yang bisa menolaknya."

Bersamaan dengan ucapannya, wanita itu dengan bangga menegakkan tubuh montoknya, berbalut pakaian yoga ketat, makin menonjolkan tubuhnya.

Wanita gemuk itu menggelengkan kepalanya melihat kebanggaan di wajah temannya.

Dia mendecak pelan, matanya sempat melirik iri ke arah lekuk tubuh temannya yang masih kencang.

"Iya deh, terserah kamu. Tapi coba lihat dulu tuh, pemuda itu sepertinya punya hubungan sama Risa... Mungkin aja dia pacarnya."

​Wanita langsing berbalut pakaian yoga ketat itu terdiam sejenak.

Matanya memperhatikan Yuda yang sedang bersandar santai di bodi Rolls-Royce Cullinan raksasa itu, sebelum akhirnya tersenyum tipis.

​"Yah... Bukankah wajar kalau pemuda kaya seperti dia punya banyak wanita? Selama laki-laki punya uang melimpah, bukan hal aneh kalau dia punya wanita di mana-mana."

​Wanita gemuk di sebelahnya langsung melirik sinis. ​“Emang sih. Tapi, apa kau lupa kalau urusan seperti itu ada hukumnya.”

Ia melirik sebentar ke pemuda di halaman sebelah lalu lanjut bicara, "Nggak bisa seenaknya punya banyak wanita tanpa aturan. Apalagi kalau istri pertamanya nggak menyetujui. Urusannya bisa panjang kalau sampai dibawa ke pengadilan.”

​Wanita langsing itu cuma tertawa kecil mendengar jawaban serius temannya.

Bukannya mundur, dia itu justru mendengus dingin. “Heh. Itu kalau wanita pertamanya punya suara kuat.”

“Kalau nggak punya posisi kuat, memangnya dia bisa berbuat apa?” Dia kembali melirik Yuda.

“Pemuda sekaya itu pasti punya banyak pilihan. Kalau benar dia ingin banyak wanita di sisinya, memangnya wanita pertama mau terus melawan? Bisa saja akhirnya dia yang dibuang atau diceraikan.”

Nada bicaranya terdengar seperti celaan, seolah-olah hukum yang baru saja diingatkannya bukan alasan yang cukup.

Wanita gemuk itu hanya terdiam.

Ia sudah mengenal sifat temannya.

Kalau sudah tertarik pada sesuatu, wanita itu memang tidak mudah mengalah begitu saja.

Akhirnya, ia tidak melanjutkan perdebatan dan kembali menatap Yuda yang masih berdiri di depan rumah Risa.

Dua pasang mata itu kembali tertuju penuh ke halaman rumah sebelah.

Yuda tampak menyandarkan punggungnya di bodi Rolls-Royce Cullinan raksasa itu dengan gaya yang teramat santai, mengabaikan sepenuhnya gosipan mereka.

Wanita gemuk kembali menatap lurus wajah Yuda, matanya menyipit seolah menemukan sesuatu.

"Aku merasa pernah lihat pemuda itu deh. Wajahnya kayak familiar banget."

"Masa sih? Di mana?"

"Nggak tahu, kayak sering lihat aja..." Wanita gemuk itu menggelengkan kepalanya.

Wanita langsing itu ikut menatap lurus ke wajah pemuda itu dengan teliti, "Eh, iya juga, aku baru sadar, penampilannya familiar, tapi siapa?"

Beberapa detik kemudian, mata mereka sedikit membelalak.

Keduanya saling pandang seolah memikirkan seseorang yang mirip dengan pemuda di halaman itu.

"Tidak mungkin kan...?"

"Mana mungkin itu dia? Hahaha, kita terlalu banyak berpikir."

Mereka berdua lalu tertawa dan sepakat kalau pemuda itu bukan 'dia'.

Kecurigaan mereka tidak salah.

Mereka memang sering melihatnya, tapi tidak menyadari bahwa pemuda yang berdiri gagah di samping mobil puluhan miliar ini adalah kurir yang biasa datang mengambil paket di rumah Risa pakai motor dan helm menutupi kepala.

Ketika melihat sekarang, penampilan kasual Yuda hari ini benar-benar membuat mereka pangling total.

Pada saat mereka sedang menyangkal pikirannya.

Risa melangkah keluar membawa tas.

Penampilannya seketika menarik seluruh perhatian karena benar-benar berbeda dari biasanya.

Ia mengenakan ribbed knit dress polos berwarna soft beige sebatas lutut.

Wajahnya hanya dipoles riasan tipis natural dengan lipstik merah lembap yang membuat bibirnya tampak segar dan kenyal.

Rambut panjangnya yang bergelombang dibiarkan terurai bebas, mempertegas pesona cantiknya.

Langkah kaki Risa saat berjalan menuruni tangga teras terlihat begitu anggun.

Bahan rajut halus gaunnya yang membungkus ketat mengikuti setiap ayunan langkahnya—memperlihatkan guncangan alami dadanya yang besar dan penuh, sementara lekuk pinggulnya yang padat meliuk indah mengapit pinggangnya yang ramping.

Ayunan pinggul dan lekuk tubuhnya yang sangat berisi itu begitu memanjakan mata.

Bukan cuma ibu-ibu di teras sebelah yang tertegun melihat Risa tampil begitu modis dan segar seperti gadis muda.

Yuda yang berdiri di samping mobil pun seketika terpana.

Pandangan mata Yuda tak berkedip sedikit pun.

Ia terpukau melihat betapa feminim dan cantiknya pacar barunya hari ini.

Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum puas dan bangga.

Saat Risa berjalan mendekat dan berdiri tepat di hadapannya, Yuda melangkah sedikit maju.

Ia menundukkan kepala mendekatkan wajahnya ke arah Risa.

Dengan suara yang sengaja diatur agak lantang seolah takut tidak ada yang mendengarnya, Yuda menyapa hangat.

"Sayang, kamu sangat cantik hari ini."

Satu kalimat mesra yang terlontar dekat dan lantang itu membuat Risa seketika kaku.

Sementara di teras sebelah, wanita gemuk langsung menepuk paha temannya dengan wajah puas.

“Tuh, kan! Benar pacarnya Risa!”

Wanita langsing itu mendesah pelan, masih memperhatikan Yuda dengan tatapan penuh minat.

“Pantas saja selama ini Risa menolak pria seumuran yang melamarnya. Ternyata dia lebih suka daun muda.”

Wanita gemuk di sebelahnya hanya mengangguk kecil, sudut mulutnya sedikit menyungging penuh makna.

"Daun muda itu kaya raya lagi, ckckck, dia sangat beruntung."

Sisi lain, Risa yang masih berdiri terpaku.

Ia langsung tersadar ketika mendengar tuduhan dirinya suka daun muda dari kedua tetangganya.

Risa langsung melirik ke arah teras.

Wajahnya sedikit memerah. “Ibu-ibu ini...” gumamnya pelan.

Namun, saat kembali menatap Yuda yang masih santai setelah memanggilnya mesra.

Bahkan terlihat sudut mulutnya sedikit terangkat, ia segera menyadari sesuatu.

Mata Risa langsung melotot ke arahnya. 'Kamu sengaja, ya?'

Yuda hanya membalas tatapannya dengan senyum tipis, seakan membenarkan dugaan tersebut.

Dasar jahil!

Meski sedikit malu dan kesal, hati Risa justru terasa hangat.

Yuda sama sekali tidak berusaha menyembunyikan hubungan mereka, bahkan dengan perbedaan usia yang cukup jauh.

Sikap Yuda yang sedikit provokatif seperti itu membuatnya semakin menyukai pria tersebut.

Risa menunduk sebentar, menyembunyikan senyum kecilnya.

Beberapa saat setelah mengatur ekspresinya, ia mengangkat wajahnya dan kembali menatap Yuda.

Kali ini, tatapannya tidak lagi penuh keluhan.

Adanya rasa senang yang jelas terlihat di matanya.

Namun, tepat ketika Risa hendak mengatakan untuk berangkat sekarang.

Tatapan lembut dimatanya tiba-tiba beralih ke mobil hitam besar didepannya.

Saking larutnya dia merasakan kebahagiaan karena akhirnya punya pacar.

Dan juga sejak tadi pandangannya selalu fokus ke wajah pacarnya.

Ia baru menyadari ada mobil mewah besar terparkir di belakang Yuda.

Risa menatap mobil itu, kemudian kembali menoleh kepada Yuda.

"Yuda, ini mobilmu?"

Yuda mengangguk kecil. "Iya, baru beli beberapa hari yang lalu."

Risa melangkah sedikit mendekat untuk memperhatikan mobil di hadapannya.

Kini, ia tidak lagi terlalu terkejut melihat Yuda membawa kendaraan semahal ini.

Sejak pertemuan mereka di mall, Yuda perlahan menunjukkan sisi lain dirinya yang tidak pernah Risa bayangkan sebelumnya.

Mulai dari membeli pakaian mewah hingga gadget mahal yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Belum lagi ketika Yuda membantunya membeli pesanan pakaian tanpa ragu, meskipun nilainya juga mencapai ratusan juta.

Setelah mengalami semua kejutan itu, melihat Yuda datang dengan mobil mewah perlahan terasa lebih mudah diterima.

Bahkan, jika suatu hari Yuda mengatakan bahwa ia memiliki rumah mewah lainnya, Risa merasa dirinya tidak akan terlalu terkejut lagi.

Namun, ada satu hal yang membuatnya makin penasaran. 'Sebenarnya, seberapa kaya pacarku ini?'

Bab Berakhir.

1
Gege Mas
uwaaasyeekk
Gege Mas
luncurkan 10k katanya thor...gassa...
Gege Mas
yaaah masih kelas bsd...pikir otor beli rumahnya mc di pik 2 yang ada private jetty buat naruh kapal pesiar mini..baruu howrang kayah rayah..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!