NovelToon NovelToon
Cuma Kamu

Cuma Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fazry Fazriyah

"Cinta tidak pernah tentang siapa yang datang paling awal, melainkan tentang siapa yang bertahan hingga akhir. Dan untuk semua rasa nyaman serta bahagia yang ia cari selama ini, jawabannya cuma kamu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazry Fazriyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Di Bioskop

Seminggu berlalu, janji traktiran Gisel akhirnya tertunai. Suasana lantai paling atas salah satu mal terbesar di kota itu tampak riuh.

Geng Glow Up Anti Halu sudah berkumpul di depan studio bioskop untuk menonton film horor yang sedang membumbung tinggi popularitasnya pekan ini.

Mereka berempat mengambil tempat di barisan kursi tengah yang sejajar. Sebelum lampu studio diredupkan, suara langkah kaki tergesa mendekat.

"Sel! Untung belum mulai," sapa Rezvan yang datang bersama rekannya, Brayen.

Gisel yang menangkap sinyal kehadiran sang kakak langsung bertindak secepat kilat tanpa meminta persetujuan Rezvan lebih dulu.

"Num! Geser, Num! Lu duduk di sebelah Ciki aja di paling kanan," perintah Gisel setengah berbisik sambil mendorong pelan bahu Hanum.

"Lah? Kenapa jadi dikocok gini formasinya?" protes Ciki bingung.

"Udah, nurut aja sih demi kedamaian alam semesta!" sergah Gisel gemas. Akibat manuver kilat itu, Rezvan kini duduk tepat di sebelah kiri Zahira, sementara Gisel sendiri mengambil posisi di samping Arkan, kekasihnya.

Sore itu, Zahira tampil memikat dalam balutan kemeja polos berwarna rose pink yang dipadukan sempurna dengan kerudung bermotif berwarna senada.

Tatapan Rezvan sempat terkunci beberapa detik saat memperhatikan betapa anggunnya Zahira. Bahkan Brayen sampai menyenggol lengan Rezvan sembari berbisik nakal, "Boleh juga radar lu, Van."

Lampu studio mendadak padam. Layar raksasa mulai menampilkan adegan demi adegan menegangkan.

Puncaknya, sebuah adegan jumps care yang amat mengejutkan membuat hampir seluruh penonton wanita di dalam studio menjerit histeris termasuk Ciki dan Hanum yang refleks saling cengkeram.

Akan tetapi, Zahira tidak menjerit. Ia hanya terdiam kaku, meremas kuat-kuat sandaran tangan di kursinya.

Tanpa sengaja, jemari Zahira yang dingin menyentuh dan mencengkeram buku-buku jari Rezvan yang berada di sandaran kursi yang sama.

Rezvan merasakannya dingin dan gemetar hebat dari telapak tangan Zahira. Dengan lembut, Rezvan mencondongkan tubuhnya ke arah Zahira, membiarkan helaan napas hangatnya berbisik sangat pelan di dekat telinga gadis itu.

"Kalau takut, jangan dipaksakan matanya buat terus melihat. Merem aja," bisik Rezvan tenang.

Zahira tersentak kecil. Sensasi hangat dari suara Rezvan dan kesadarannya bahwa ia sedang menggenggam tangan pria itu membuat jantungnya berdegup makin tak karuan. Perlahan, Zahira menarik tangannya lalu menggunakan tas kecil di pangkuannya untuk menutupi sebagian wajahnya.

Begitu adegan menegangkan itu berlalu, Rezvan mengambil gelas minuman milik Zahira dari tempatnya dan menyodorkannya tepat di depan dada Zahira.

"Nih, minum dulu biar lebih tenang," tutur Rezvan lembut.

Zahira menerima gelas tersebut dengan jemari yang masih sedikit gemetar. "Terima kasih banyak ya, kak ..." bisik Zahira dengan nada canggung namun penuh tulus.

.

Setengah jam kemudian, film pun usai. Lampu studio menyala terang kembali. Sementara Gisel masih mematut diri di dalam toilet bersama Arkan yang menunggu di luar, Zahira, Hanum, dan Ciki berdiri di lorong luar studio.

Rezvan setia berdiri di samping Zahira, membelakangi keramaian sambil membuka obrolan kecil.

"Gimana filmnya? Sukses bikin senam jantung?" goda Rezvan melirik Zahira yang pipinya masih menyisakan rona merah.

Zahira tertawa kecil, mengusap kerudung rose pink-nya. "Lumayan, kak. Kalau nggak ada peringatan dari kakak tadi, mungkin Zira udah tutup mata sepanjang sisa film."

Tak lama kemudian, rombongan kecil itu berpindah tempat ke sebuah restoran ramen populer di lantai bawah. Suasana restoran bernuansa kayu Jepang itu hangat dan beraroma kuah kaldu yang gurih.

Saat buku menu diedarkan, Zahira menyebutkan pesanannya tanpa ragu. "Mbak, saya pesen Spicy Tori Ramen dengan level pedas sedang, tambah ekstra chashu dan teh ochi hangat ya."

Rezvan yang duduk di seberangnya langsung menutupi buku menunya. "Saya samakan persis kaya pesanan Zahira ya, Mbak. Spicy Tori Ramen juga."

Mendengar hal itu, Ciki dan Hanum langsung saling melempar pandangan jahil.

"Ahem! Sejak kapan selera makan Mas Rezvan bisa kembar identik gini sama Zahira?" celoteh Ciki menyenggol lengan Hanum.

"Iya nih, padahal tadi pas di depan bioskop bilang terserah mau makan apa. Dasar chemistry!" timpal Hanum sambil tertawa renyah, membuat Zahira pura-pura sibuk menata sumpit di depannya untuk menutupi rasa malu.

Acara makan bersama pun berlangsung sangat seru dan interaktif. Di sela-sela menyeruput kuah ramen yang hangat, Ciki dan Hanum mulai mencurahkan isi hati mereka tentang skripsi.

"Aduh, sumpah ya! Dosen pembimbing gue itu hobinya mencoret draft skripsi kaya melukis abstrak! Revisi melulu nggak kelar-kelar!" keluh Ciki dramatis.

"Sama banget! Punya gue bab tiga aja udah dibongkar tiga kali," tambah Hanum pasrah. "Beda cerita sama Gisel tuh, yang hidupnya udah tenang tinggal nunggu jadwal sidang!"

Gisel tersenyum lebar dengan nada bangga. "Ya jelas dong! Kan ada kuncinya. Berkat bantuan dan bimbingan sakti dari sahbaat karib Zahira Qotrunnada ... Tinggal nunggu sidang, skripsi gue langsung mulus meluncur ke meja hijau."

Arkan, yang duduk di sebelah Gisel, terkekeh pelan. Sebagai kakak kelas mereka semasa SMA, Arkan sangat paham bagaimana dinamika kedua sahabat itu.

"Dari zaman sekolah juga kan emang gitu. Di mana ada Gisel, di situ ada Zahira yang jadi penyelamatnya. Kalian berdua ini emang kompak banget yang tak terpisahkan."

Mendengar pujian Arkan pada adiknya, Rezvan tak melepas kesempatan untuk melancarkan aksi usilnya. Pria itu menyandarkan punggung ke kursi, menatap Arkan dengan raut wajah penuh simpati yang dibuat-buat.

"Arkan... kamu harus siap-siap mental dari sekarang ya," seloroh Rezvan dengan nada serius namun jahil.

Arkan mengerutkan kening keheranan. "Siap-siap kenapa, Mas Rezvan?"

"Ya nanti kalau Gisel udah resmi jadi istri lu, lu harus siap disuguhi masakan yang rasanya cuma satu: asin banget," ceplos Rezvan disambut melototnya mata Gisel.

"Atau menu paling mewah yang bisa dia masak itu cuma mie rebus pakai telor. Itu pun catat ya... pasti ada aja celahnya yang tak sempurna. Tahu matengnya kebangetan, atau malah airnya yang kaya sungai klai Angke."

"Kak Rezvan! Kok malah membongkar aib adik sendiri di depan kak Arkan sih?!"

protes Gisel setengah berteriak dengan wajah cemberut, sementara tangannya mencubit pelan lengan Rezvan.

Gelak tawa riuh seketika pecah di meja restoran tersebut. Tawa renyah Zahira, Ciki, Hanum, dan Arkan membaur hangat bersama deru keramaian mal, melengkapi sore yang penuh kenangan manis bagi mereka semua.

1
falea sezi
cpet putusin cowok kayak rezvan😒laki sampah
falea sezi
🤣🤣 cwek oon pantes di goblokin putusin sibagsat pasti kegoda dia ma jalang bapak lu aja kegoda ama jalang kan🤣
falea sezi
heleh ujungnya rezvan tergoda pergi jauh aja deh laki oon😒 bapaknya oon
sunaryati jarum
, Jika ujungnya Rezvan menikahi Biawak emak berhenti mengikuti kisah ini
sunaryati jarum
Semoga hanya kebahagiaan yang kamu terima ke depannya Zahira.Awas Thoor jangan sampai Biawak mengacaukan rencana Rezwan
sunaryati jarum
Semoga bundanya Rezvan tidak sakit parah.Untuk rencana Nak Rezvan melamar Zahira dimudahkan dan lancar.
sunaryati jarum
Mimpilah dapat menggoda dan memiliki Rezvan, Biawak.Memangnya Rezvan tidak tahu kehidupan bebasmu dan menjalin dengan berbagai pria
sunaryati jarum
Aduh Thoor bikin emak ikut nangis dengan pesan Gisel ke Kak Rezvan, beneran ya Thoor, jangan sampai Rezvan nyakitin apalagi menduakan.Setalah Zahira dilamar resmi emak langsung kasih 5 🌟 nanti.
sunaryati jarum
Tuh ayahmu juga sudah memberi lampu hijau , Zahira.Jika Rezvan jodohmu emak ikut senang
sunaryati jarum
Bianka terlalu dimanjakan dan menuruni sifat ibunya yang sombong dan hidup glamor apalagi model.Untung Widi sifatnya mengikuti ayahnya.Sayang ayahnya kalah sama istri keduanya setelah ibu Zahira tidak ada.
sunaryati jarum
Semoga omongan Gizel terwujud Zahira jodoh kakaknya
sunaryati jarum
Bahagia selalu bersama sahabat - sahabat setiamu Zahira.Di rumah Widi seorang yang menyayangi kamu,mau belajar di Cina, semoga kamu bisa melindungi diri dan hatimu dari Bianca dan ibunya.
sunaryati jarum
Tuh Kak Rezvan, sudah dapat restu 100 persen tinggal berjuang meraih hatinya
sunaryati jarum
Zahira semoga Rezvan jodohmu.Jadilah wanita tangguh,kuat dan berprestasi tinggi dalam pekerjaan .Lawan dengan halusa Bianca dan ibu tirimu,itu rumah ayahmu mereka hanya hanya menumpang,rumah itu hak kamu.
sunaryati jarum
Bianca makin iri jika Zahira yang disukai Rizwan
sunaryati jarum
Niat hati ingin menjatuhkan staf baru,eeh malah kebongkar kejahatannya.Imelda kamu sekarang tidak bebas lagi melakukan kecurangan, untuk memperkaya diri
sunaryati jarum
Jangan suka membanding-bandingkan anak, semua sudah punya porsi masing-masing .Untuk Karlina tadi baru melambungkan Bianka,pak Damian Zahira sebagai contoh menapak karir dari bawah.Sekali lagi kurang benar walau contoh jika sebagai perbandingan .Bianka yang merasa paling unggul dan benar pasti marah.Untuk Zahira sudah terbiasa dihina sebagai cambuk pembuktian kualitas diri.
sunaryati jarum
Borokmu ketahuan staf baru yang ingin kau jadikan tumbal ,Imelda
sunaryati jarum
Mantaaap , emak dukung
sunaryati jarum
Imelda kamu menunjukkan keburukan kamu sendiri di depan putri pemilik perusahaan.Damian kau akan selalu bangga pada kinerja dan pencapaian hasil pada putrimu, yang kau abaikan selama ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!