NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Teen
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Ulfa Apriyani (Ketua OSIS, perfeksionis, anti-kriminal) harus menelan pil pahit saat dijodohkan paksa dengan musuh bebuyutannya, Langit Pradipta (Kapten Basket, bad boy, biang onar).

Masalahnya, Langit sudah punya pacar yang sama populernya: Zara Aprilia (Kapten Cheerleader).

Di sekolah mereka perang dingin, di rumah mereka terpaksa tinggal satu atap.

Awalnya Langit cuek dan kasar karena menjaga hati Zara, tapi perlahan, pesona ketegasan Ulfa mulai meruntuhkan tembok ego Langit.

Saat Langit mulai jatuh cinta, rahasia pernikahan mereka bocor. Badai besar pun dimulai, memaksa Langit harus memilih antara ego masa mudanya atau kehilangan Ulfa selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu Buta 31.

Di dalam ruang OSIS, Tepatnya di sudut meja besar, Ulfa masih terlelap. Kepalanya beralaskan lipatan jaket seragam, membuat beberapa helai rambutnya berantakan menutupi pipi. Rasa lelah setelah mengurus acara festival ini benar-benar menguras habis tenaganya.

Klek.

Suara pintu terbuka perlahan tidak cukup kuat untuk menarik Ulfa dari alam mimpinya. Elang melangkah masuk dengan helaan napas pendek. Wakil Ketua OSIS itu menghentikan langkahnya tepat di samping meja Ulfa. Matanya tertuju pada kelopak mata Ulfa yang terpejam rapat, menyadari ada lingkaran hitam tipis di sana.

Elang menggeleng pelan, lalu mengetuk permukaan meja kayu itu dengan dua jari.

Tok. Tok.

"Fa, bangun. Jangan kebiasaan tidur di sini, nanti leher lu sakit, anak-anak sudah pada pulang, ayo pulang," suara Elang terdengar rendah.

Ulfa melenguh. Kesadarannya ditarik paksa. Dia mengerjapkan mata beberapa kali, menyesuaikan intensitas cahaya lampu neon di atasnya yang terasa menusuk retina. "Jam berapa, Lang?" tanyanya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur. Dia menegakkan tubuh, meregangkan otot-otot bahunya yang kaku.

"Jam lima. Anak-anak yang lain udah pada balik, lu juga cepat balik,mau gue antar?," jawab Elang sambil menyandarkan pinggulnya di pinggiran meja, melipat kedua tangan di dada.

Ulfa mengucek matanya, lalu pandangannya turun ke area meja kerja yang tepat berada di depan dadanya. Di sana, duduk manis sebuah susu kotak rasa cokelat murni dan satu bungkus roti sobek rasa keju—merek favoritnya yang selalu habis paling duluan di kantin koperasi. Di bawah kotak susu itu, terselip selembar kertas sticky notes berwarna kuning terang.

Jantung Ulfa memberikan satu letupan kecil yang aneh. Dia menatap makanan itu, lalu mendongak menatap Elang yang masih berdiri di sana dengan wajah lempengnya.

"Ini... dari lu?" tanya Ulfa pelan. Nada suaranya agak ragu, tapi ada secercah harapan kecil yang terselip di sana.

Sudah rahasia umum di antara kedekatan mereka sebagai inti OSIS, Ulfa menyimpan rasa yang lebih dari sekadar rekan kerja pada cowok di depannya ini.

Elang melirik susu dan roti itu, lalu menatap Ulfa datar. "Bukan. Gue baru masuk banget tadi pas bangunin lu."

"Masa, sih?" Ulfa menautkan alisnya, tidak langsung percaya. "Lu sengaja ya, Lang? Biar gua gak lemes pas lanjut periksa laporan keuangan bentar lagi?" Ulfa tersenyum tipis, mencoba menggoda Elang, sekaligus berharap tebakannya benar. Elang itu tipe cowok yang perhatian tapi gengsian setengah mati. Jadi sangat yakin di dalam kepala Ulfa kalau Elang melakukan ini secara diam-diam saat dia tertidur tadi.

Elang menghela napas, ekspresinya tidak berubah. "Fa, kalau gue yang beli, gue bakal langsung kasih ke lu sambil nyuruh lu makan. Gak usah pakai drama ditinggal pas tidur. Lagian duit kas kita lagi tipis, mana ada waktu gue ke koperasi."

Ulfa agak kecewa, tapi senyumnya dipaksakan untuk tetap bertahan. Dia meraih kertas sticky notes itu. Di atasnya, ada tulisan tangan yang agak berantakan, ditulis dengan pulpen gel hitam:

Jangan sampai pingsan. Festivalnya belum selesai, dan OSIS masih butuh ketuanya. Makan ini.

Ulfa tidak kenal tulisan sebagus itu ditulis oleh siapa, gadis itu membaca tulisan rapih tegak bersambung itu dalam hati. Kalimatnya agak ketus tapi perhatian. Gaya bicara seperti ini... bukankah mirip sekali dengan cara Elang berbicara kalau sedang kesal? Ulfa semakin yakin kalau Elang hanya sedang berbohong dan gengsi mengakukannya.

"Halah, bilang aja iya. Tulisan lu sengaja di buat tegak bersambung kan biar gak ketahuan?" cicit Ulfa, senyumnya kini melebar, murni merasa senang karena mengira Elang sepeduli itu pada nya.

Elang hanya memutar bola matanya malas, menganggap Ulfa hanya sedang berhalusinasi akibat kurang tidur. "Terserah lu deh, Fa. Buruan beresin barang lu, gue tungguin di depan."

Ulfa tidak langsung bergerak. Dia masih menatapi kertas kuning itu dengan ibu jari yang mengusap pinggirannya. Namun, entah karena insting atau ketidaksengajaan, sudut matanya menangkap sebuah pergerakan di luar sana.

Ruang OSIS ini memiliki jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah koridor samping laboratorium biologi yang sepi. Di balik kaca yang sedikit berdebu itu, Langit berdiri menatap Ulfa dengan tatapan horornya.

Tatapan yang lurus, tajam, dan langsung menusuk ke arah meja tempat Ulfa dan Elang berada.

Tangan kanan Langit mengepal kuat di sisi tubuhnya, sementara tangan kirinya memegang sebuah pulpen gel hitam—pulpen yang persis sama dengan tinta yang tertulis di memo milik Ulfa.

'Terus siapa jadi yang nulis ini, Langit lagi pegang pulpen hitam, masa dia?'

Ulfa meluruskan pandangannya, memegang memo sambil menatap langsung ke arah mata Langit di balik kaca secara perlahan.

"Yaudah yuk pulang"

"Iya" Di hadapan Elang yang masih sibuk mengecek ponsel, Ulfa menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman paling manis dan tulus yang dia miliki.

Namun, reaksi yang didapat justru di luar dugaan.

Melihat Ulfa tersenyum sambil memegang memo itu tepat di depan Elang

Dari sudut pandang Langit di luar, Ulfa terlihat seperti sedang tersenyum bahagia kepada Elang karena hadiah tersebut— wajah Langit langsung berubah padam. Rahangnya mengeras seketika. Sorot matanya yang semula penuh harap langsung berubah menjadi kobaran emosi yang panas. Cemburu buta langsung mengambil alih akal sehatnya.

BRAK!

Pintu ruang OSIS dihantam terbuka dengan kasar hingga membentur dinding. Elang tersentak dan langsung membalikkan badan dengan waspada, sementara Ulfa hampir menjatuhkan kotak susunya karena terkejut.

Langit melangkah masuk dengan aura yang begitu intimidatif. Sepatunya berdecit keras di atas lantai keramik. Dia sama sekali tidak melirik Elang, matanya mengunci penuh pada Ulfa yang masih mematung di kursinya.

"Ikut gue," geram Langit rendah, suaranya sarat akan emosi yang ditahan di ujung tenggorokan.

"Eh, Langit? Lu ngapain—"

Belum sempat Ulfa menyelesaikan kalimatnya, Langit sudah maju dua langkah, meraih pergelangan tangan Ulfa dengan pasti. Genggamannya erat, tidak sampai menyakiti, tapi sangat tegas sebagai seorang suami.

Hingga tidak memberikan celah bagi Ulfa untuk memberontak.

"Woy, Langit! Mau dibawa ke mana Ketua OSIS gue? Gak sopan lu main masuk!" Elang membentak, melangkah maju hendak menahan bahu Langit.

Langit menepis tangan Elang dengan sentakan kasar tanpa menghentikan langkahnya. "Bukan urusan lu, Ini urusan gue!" jawabnya ketus, dingin, dan penuh penekanan.

Dengan satu tarikan napas, Langit langsung menarik tangan Ulfa, memaksa gadis itu bangkit dari kursinya dan menyeretnya keluar dari ruang OSIS tanpa permisi, meninggalkan Elang yang berteriak kesal di belakang mereka, serta menyisakan aroma susu cokelat dan kertas memo kuning yang kini tergeletak pasrah di atas meja.

......................

...****************...

Tbc,

1
falea sezi
🤣🤣 makanya jangan selingkuh nyesel kan lu
falea sezi
banyak bacot ini tua bangka🤣 cucu lu selingkuh woy goblok
falea sezi
uda jatuh talak. lo. ini
Alex
mampossssss lu ngit
sekarang gimna rasanya jatuh sejatuh"nya🥳🥳
Alex
sukurin maknya jadi cowok itu tegas bertanggung jawab jngn pling plan, gemes deh
Alex
jahat bgts langit Sam zahra itu, pngen geplak
Alex
ya Allah sesakit ini rasanya jahat bgts loe sebagai cowok, karma apa yg akan menantimu
Alex
udahlah Thor, biar ketahuan aja, biar Ulfa bahagia kasihan nyesek terus tiap hari🤭
Rofiwan: done kak😃
total 1 replies
Alex
syedih tapi sweet🥰
Alex
nah bgus tor biar pikirannnya terbuka lebar🤭
Alex
pengen geplak pala langit ,boleh thor
Rofiwan: silahkan, tuh orang emang plin plan hahaha
total 1 replies
Alex
lnjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!