NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengubah Takdir

Belum sempat Saka menjawab pertanyaan, pelipis pria itu berdenyut. Refleks Saka menutup matanya. Seketika dia mendapat penglihatan.

Pertama-tama yang dilihatnya adalah waktu penglihatan. Jam digital menunjukkan pukul 10.05.

Dia melihat seorang wanita yang ternyata adalah ibunya. Novia baru saja keluar dari gedung sebuah bank.

Saat berjalan menuju mobilnya, sebuah gondola yang digunakan untuk membersihkan kaca meluncur ke bawah saat tali yang menopangnya terputus.

Gondola itu meluncur deras dan menghantam Novia yang berada tepat di bawahnya.

“MAMA!” teriak Saka tanpa sadar sambil membuka matanya.

Napas Saka terengah-engah. Jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Apa yang terjadi pada Saka, tentu saja mengejutkan Firlan dan Dirga yang duduk di dekat ranjang pria itu.

“Kamu kenapa, Ar?” tanya Dirga bingung.

Saka sama sekali tidak mempedulikan pertanyaan Dirga. Fokus pria itu hanya tertuju pada penglihatan yang didapatnya barusan.

Dia langsung mengambil ponselnya. Jam digital di layar ponselnya menunjukkan pukul 07.54.

Saka segera menarik selang infus yang masih menempel di lengannya.

“Ar!” tegur Dirga. “Kamu mau ke mana?” tanya Dirga yang bingung melihat tingkah aneh Saka.

Setelah melepas selang infus, pria itu segera turun dari ranjang. Firlan segera menahan pria itu yang hendak pergi. “Kamu mau ke mana?”

“Aku harus pergi. Aku harus menyelamatkan Mamaku!” seru Saka.

“Mama?” tanya Dirga pelan. Setahunya Aryan selalu memanggil Astri dengan sebutan ibu, bukan mama.

“Di mana mamamu? Biar aku mengantarmu,” bujuk Firlan. Dia tidak bisa membiarkan Saka pergi dalam keadaan panik seperti ini.

“Jayakarsa. Aku harus ke sana sekarang!”

“Baiklah, aku akan mengantarmu,” putus Firlan. “Dirga, kamu urus dulu administrasi Saka, baru menyusul ke Jayakarsa.”

“Baiklah.” Dirga menyetujui usulan Firlan.

Tanpa membuang waktu, Saka mengajak Firlan segera meninggalkan rumah sakit.

Firlan menjalankan kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi. Namun perjalanan menuju Jayakarsa apalagi di saat jam kantor seperti ini membuat mereka harus terjebak kemacetan di beberapa titik.

“Tujuan kita ke mana?” tanya Firlan.

“Ke Bank Mega Buana,” jawab Saka cepat.

“Sebenarnya apa yang kamu lihat tadi?” tanya Firlan lagi, ingin mengorek informasi lebih banyak dari Saka.

“Aku harus menyelamatkan seorang wanita. Dalam penglihatanku, dia tertimpa gondola di pelataran parkir bank itu.”

Saka kembali dibuat bergidik mengingat penglihatannya tadi. Dia harus bisa menyelamatkan ibunya.

Percuma saja dia memiliki kemampuan ini dan bisa menolong banyak orang, tetapi tidak bisa menyelamatkan ibunya sendiri.

Firlan memutuskan tidak bertanya lebih banyak lagi. Pikiran Saka seakan sedang tidak bersamanya. Dia pasti sangat mengkhawatirkan wanita itu. Entah hubungan apa yang mereka miliki.

Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, akhirnya mobil yang dikendarai Firlan sudah berada di parkiran Bank Mega Buana.

Saka bisa melihat mobil ibunya terparkir di parkiran VIP. Supir yang biasa mengantar ibunya sedang duduk di trotoar yang ada di belakang mobil sambil merokok.

Saka segera keluar dari mobil. Dia berjalan menuju lokasi ibunya terkena gondola tadi. Kepalanya mendongak ke atas.

Gondola itu masih berada di sana, dan petugas kebersihan juga berada di atasnya sedang membersihkan kaca.

Saka melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah pukul 09.40. Itu artinya, dua puluh lima menit lagi, kecelakaan yang menimpa ibunya akan terjadi.

Firlan keluar dari mobil, lalu mendekati Saka. “Itu gondola yang kamu lihat?” tanya Firlan.

“Gondola itu jatuh karena talinya putus dan menimpa orang yang ada di bawahnya.”

“Bagaimana dengan orang yang ada di atas gondola?”

“Aku tidak tahu. Aku hanya fokus pada yang tertimpa gondola.”

“Kapan itu akan terjadi?”

“Jam 10.05.”

Firlan melihat jam di pergelangan tangannya. Hanya tersisa lima belas menit lagi sebelum malapetaka terjadi.

“Kamu tunggu di sini. Aku akan mencoba meminta gondola itu diturunkan,” ujar Firlan.

Firlan berjalan menuju pintu masuk gedung. Dia berbicara sebentar dengan petugas keamanan yang berjaga di depan pintu. Pria itu mengeluarkan tanda pengenalnya.

“Siapa yang bertanggung jawab untuk pengoperasian gondola?” tanya Firlan.

“Facility Manager,” jawab petugas keamanan itu.

“Apa saya bisa bertemu dengannya? Ini penting!”

Melihat wajah serius Firlan, petugas keamanan itu segera mengantar Firlan menemui Facility Manager.

“Ini Pak Harun, dia Facility Manager di sini.”

Setelah mengantarkan Firlan untuk bertemu dengan Facility Manager, petugas keamanan itu segera kembali ke tempatnya.

Sebelum berbicara, Firlan memperlihatkan dulu kartu identitasnya.

“Apa yang bisa saya bantu?” tanya Harun.

“Ada kemungkinan gondola yang digunakan untuk membersihkan kaca mengalami kerusakan. Ada masalah dengan tali gondola. Coba minta pekerja yang berada di gondola untuk mengecek talinya.”

Untuk sesaat Harun hanya terdiam. Bagaimana mungkin seorang polisi bisa mengetahui kondisi gondola yang mengalami kerusakan?

“Semakin Anda membuang waktu, kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja. Apa Anda mau bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan?” desak Firlan.

Mau tidak mau, Harun menghubungi petugas kebersihan yang berada di atas gondola.

Di luar, Saka masih memperhatikan petugas kebersihan yang masih membersihkan jendela. Dia menghentikan pekerjaannya saat walkie-talkie-nya berbunyi.

“Apa kamu sudah selesai membersihkan kaca?” tanya Harun.

“Belum, Pak. Baru di lantai sembilan. Masih kurang lima lantai lagi.”

“Coba kamu cek tali gondola, apa dalam keadaan baik.”

Meski bingung mendengar perintah Harun, pekerja itu memeriksa juga tali gondola. Tali baja di bagian kanan dan kiri tampak terkikis. Seketika wajah pekerja itu pucat.

“Tali di kedua bagian menipis, Pak. Kalau gondola naik lebih tinggi, bisa jadi akan jatuh.”

Petugas itu tampak ketakutan. Jika tali tersebut putus, maka gondola akan terjun bersama dirinya.

Mendengar laporan dari petugas kebersihan itu, Harun segera menghubungi operator. “Segera turunkan gondola sekarang. Ada masalah dengan tali gondola.”

Sang operator bergegas menurunkan gondola. Perlahan benda itu bergerak turun.

Perasaan Saka lega melihat gondola itu mulai turun. Namun, dia tetap tidak mengendurkan kewaspadaan. Dia memilih menunggu Novia di depan pintu masuk.

Begitu jam di pergelangan Saka menunjukkan pukul 10.04, Novia keluar dari dalam bangunan. Saka bergegas mendekati wanita itu. “Mama,” panggilnya.

Langkah Novia terhenti mendengar seseorang memanggilnya dengan sebutan Mama. Dia menoleh ke arah Saka. Untuk sesaat dia terdiam hingga dia mengenali Saka. “Kamu … supir taksi yang mengantar Ayura kan?” tanya Novia seraya mendekati Saka.

“Iya, Tante.”

“Tapi tadi kalau tidak salah dengar, kamu memanggil saya dengan sebutan Mama.”

Bunyi benda terjatuh dengan keras mengejutkan Novia. Dia langsung mengarahkan pandangan ke arah suara. Sebuah gondola baru saja terjatuh.

Saka langsung melihat jam di pergelangan tangannya. Waktunya tepat pukul 10.05. Dia langsung berlari mendekati gondola.

Saat gondola mencapai lantai dua, tali baja di kedua bagian putus dan gondola itu langsung jatuh.

Saka segera menolong petugas kebersihan yang terkapar di atas gondola. Di kepalanya ada luka yang mengeluarkan darah.

Petugas keamanan yang melihat itu langsung menghubungi ambulans.

Sementara Novia terpaku di tempatnya. Kejadian barusan benar-benar membuatnya terkejut.

Kecelakaan yang terjadi langsung menarik perhatian pegawai dan nasabah yang berada di dalam. Mereka menghambur keluar untuk melihat apa yang terjadi. Firlan yang baru saja keluar bersama yang lain langsung berlari mendekati Saka.

“Kamu tidak apa-apa?” tanya Firlan.

“Ya,” jawab Saka yang sudah berhasil mengevakuasi petugas kebersihan dari gondola. Pria itu dibaringkan di tempat lain.

“Apa wanita yang mau kamu selamatkan baik-baik saja?”

Teringat akan ibunya, Saka langsung mendekati Novia lagi. “Tante nggak apa-apa, kan?” tanya Saka.

“Iya, saya baik-baik saja. Tapi kenapa kamu memanggil saya Mama tadi?” Novia mengulangi pertanyaannya.

***

Apa identitas Saka akan terbongkar?

1
dewi rofiqoh
Ntar pasti akan ada waktunya saka/aryan bakal ngejelasin semua sama kalian berdua. Sabar aja dulu firlan, dirga!
Ayuk Witanto
uangmu banyak gak😅
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ehhh auto banget nyebutnya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
apakah Dirga punya penyakit latah ?
pake ikut² pen beli saham 🤭
tp gpp lah, niat pasti ingin nolong ...gk ada maksud lain kan Dirga...iya taa 🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
nah yakan baru ngeh pak Didi...kirain dia tau kalo Aryan itu beneran Saka ☺️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
lah pak Didi koq nyebut Saka sama raga Aryan...emang dia tau gitu kalo itu Saka 🤔
Febri Nayu
piro duwit e dirgaa yooo wkwkkw
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
isiinya emang anakmu bu Novia...cuma lain cangkang nya aja ....pasti connect lah ikatan batin ibu yg ngandung gk bakal salah orang...biarpun dia pake raga orang lain /Cry/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
emang patut itu di curigai...sebagai tim penyidik pastinya jeli...yakan Firlan.... cuma mungkin pemikirannya blom sampe ke sono ....mana ada arwah yg salah masuk raga....arwah yg memasuki tubuh orang lain🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tuuh bu Novia aja gk percaya... apalagi kalo Dirga denger alibimu Ka Saka ☺️
Febri Nayu
kenapa hayooo
Ria alia
Bisa dir yg pnting ada duit’y 😅
Kata’y kamu mau menikmati mobil mewah, apa skrng udh berubah haluan ?🤭
Ria alia
Bongkar aja mak siapa tau mama’y bisa percaya
ismi
bisa dir,tapi buat apa
vania larasati
lanjut kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
hmmmm seperti nya iya bakal terbongkar....mengingat Saka yg manggil mama pada ibu Novia dan di dalam RS juga Saka teriak manggil mama bikin Dirga bingung🤭
Ayuk Witanto
kalau bilang aku anakmu...pasti gak bakal percaya
Ayuk Witanto
jujur opo percoyo yo
Ayuk Witanto
hayo loh....
dewi rofiqoh
Apa saka akan mengungkapkan identitasnya? 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!