NovelToon NovelToon
Mas Abi Dan Dua Anak Bandelnya

Mas Abi Dan Dua Anak Bandelnya

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Duda / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:42.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

"Mas Akball itu mobilan Aqil balikin ngga!" teriak sebuah suara cempreng dari arah ruang tengah.

"Bukan! Ini punya Mas Akbar! Kemarin Aqil udah main yang warna merah, sekarang Mas yang biru!" balas Akbar

Sejak perceraiannya tiga tahun lalu, Abi memang mantap untuk tidak mempekerjakan ART. Ia ingin merawat dan membesarkan kedua buah hatinya dengan tangannya sendiri, meski statusnya sebagai duda beranak dua sering kali menguras energi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Mobil pikap bermuatan penuh berhenti tepat di depan halaman rumah baru Abi. Dua orang kurir terlihat turun dan mulai bersiap menurunkan barang-barang besar yang dibungkus rapi dengan kertas karton.

Abi, yang sudah menanti sejak pagi di rumah barunya, langsung keluar menyambut kedatangan para petugas pengirim barang.

"Pak Abi, ya? Ini pesanan lemari pakaian sama set sofa kayu minimalisnya sudah sampai," ujar salah seorang kurir seraya menyerahkan lembaran surat jalan.

"Nggih, Pak, betul. Mari langsung dibawa masuk saja ke ruang tengah," balas Abi ramah sambil membukakan pintu lebar-lebar.

Sementara itu, dua buntut Abi yang sejak tadi sibuk memperhatikan dari teras, seketika bersorak kegirangan. Mereka berlarian kecil mengikuti pergerakan para kurir yang mengangkut barang-barang baru tersebut ke dalam rumah.

"Wah, lemarinya tinggi banget, Ayah!" pekik Akbar kagum saat melihat lemari kayu jati berukuran besar berdiri tegap di sudut kamar utama.

"Sofanya empuk ngga, Yah? Aqil mau duduk!" timpal sang adik yang langsung bersiap melompat ke atas sofa kayu berbusa tebal yang baru selesai ditata di ruang tamu.

"Eh, jangan melompat-lompat dulu, Qil," tegur Abi cepat namun lembut seraya menangkap tubuh mungil bungsunya sebelum sempat mendarat di atas sofa.

"Biarkan Paman-paman ini selesai merapikan dulu, ya. Mas Akbar juga, jangan dekat-dekat dulu, nanti kejatuhan perkakas."

Kedua bocah itu menurut dan memilih duduk manis di atas lantai bersih sambil memperhatikan Abi yang sibuk memeriksa kerapian dan kelengkapan perabotan barunya. Rumah sederhana yang tadinya terasa agak lengang itu kini perlahan mulai terasa hangat dan semakin siap untuk mereka tempati bersama.

Setelah membantu merapikan sisa tumpukan kardus dan menandatangani bukti pengiriman, Abi menyerahkan sedikit uang tip kepada para kurir. Tak lama kemudian, mobil pikap itu berlalu meninggalkan debu tipis di jalan setapak.

Saat Abi sedang membersihkan sisa debu di ambang pintu depan, seorang pria paruh baya berjalan melintas di depan halaman. Pria itu memakai caping lebar dengan cangkul di bahunya dan celana yang sedikit berlumur lumpur kering.

Pak Darno menghentikan langkahnya, menyapu pandangannya ke dalam rumah Abi yang kini sudah terisi perabotan baru.

"Wah, Mas Abi... Lemari sama sofanya baru toh?" sapa Pak Darno ramah seraya menyeka keringat di dahinya dengan kain handuk kecil. "Mau ditempati yo rumahnya?"

Abi menghentikan usapannya pada pintu, lalu tersenyum menyambut tetangganya itu.

"Nggih, Pak," sahut Abi ramah. "Insyaallah secepatnya, biar rumahnya ndak kosong terus. Kasihan kalau didiamkan lama-lama, malah cepat rusak."

"Bener itu, Mas," tanggap Pak Darno manggut-manggut setuju.

"Rumah kalau diisi sama riuhnya anak-anak malah jadi makin hidup dan terawat. Lagian kasihan Bu Marni kalau dua buntutmu ini di sana terus, biar ibumu juga bisa istirahat."

Akbar dan Aqil yang mendengar suara dari teras langsung berlari kecil menyulut rasa ingin tahu.

"kakek" panggil Aqil polos dari balik celana Abi.

Pak Darno terkekeh melihat tingkah bocah itu. "Lho, si jagoan ikut bantu Ayahnya pindahan toh? Pintar betul."

"Nggih, Pak. Ini mereka malah antusias betul nungguin sofanya datang dari tadi pagi," ujar Abi mengelus kepala Aqil dengan penuh kehangatan.

Pak Darno terkekeh lagi melihat kelakuan dua bocah itu, lalu kembali memikul cangkulnya. "Yo wis, Mas Abi, tak jalan pulang dulu. Mau bersih-bersih badan."

"Nggih, Pak Darno, mari... Matur nuwun," balas Abi sopan.

Baru saja Pak Darno mau melangkah, Akbar mendadak berceletuk sambil memegang lengan baju ayahnya. "Ayah... Mas sama Aqil mau ikut ke rumah Kakek."

Abi mengernyitkan dahi pelan, menunduk menatap putra sulungnya. "Lho, mau ngapain sore-sore gini ikut Kakek Darno, Mas?"

Aqil tak mau kalah, ia ikut melompat-lompat kecil sambil memegang tangan ayahnya. "Mau ketemu Kakak Kayla, Ayah!"

Abi terkekeh geli melihat tingkah dua buntutnya, tapi kemudian menggeleng pelan seraya menahan bahu kedua putranya.

"Ndak usah, Ah," cegah Abi halus pada anak-anaknya. "Nanti malah ngerepotin Kakek sama Kak Kayla di sana. Kakek kan baru pulang dari sawah, mau istirahat."

Pak Darno yang mendengar itu justru tertawa lebar, merasa sama sekali tidak terganggu.

"Walah, ndak apa-apa, Mas Abi!" potong Pak Darno santai. "Rumah sepi kok, malah ramai kalau ada dua jagoan ini. Ayo, ikut Kakek saja sekalian, nanti di rumah tak suruh Kayla bikinkan kue buat kalian."

Mendengar tawaran Pak Darno, mata Akbar dan Aqil langsung berbinar-binar gembira. Mereka menatap Abi penuh harap, memohon izin.

Abi menghela napas pasrah namun tersenyum melihat antusiasme anak-anaknya. Ia menunduk menyejajarkan tingginya dengan kedua putranya.

"Yo wis, boleh," izin Abi akhirnya sambil merapikan kaos Akbar dan Aqil. "Tapi ingat, di sana jangan nakal, jangan bikin rusuh. Nanti kalau pekerjaan Ayah di rumah baru ini sudah selesai, Ayah jemput ya."

"Siap, Ayah!" sahut Akbar dan Aqil kompak dengan nada gembira, lalu tanpa ragu langsung menggandeng tangan Pak Darno berjalan menuju rumah sang Kakek.

Sesampainya di halaman rumah Pak Darno, Akbar dan Aqil yang melangkah riang di samping Pak Darno langsung disambut hangat oleh Bu Sulastri. Nenek urut sekaligus istri Pak Darno itu sedang menyapu teras depan saat melihat suaminya pulang membawa dua tamu kecil.

"Ealah, ada Mas Akbar sama Aqil toh!" sapa Bu Sulastri sumringah, meletakkan sapunya di sudut dinding. "Kemana Ayahmu kok ndak ikut, Jagoan?"

"Lagi beres-beres rumah baru, Mbah," sahut Akbar sopan seraya mencium tangan Bu Sulastri, diikuti oleh Aqil.

"Pinter betul cucu Mbah ini," puji Bu Sulastri mengelus kepala mereka. "Yo wis, masuk sana. Itu lho di dapur ada Kakak Kayla lagi sibuk."

Mendengar nama Kayla diucapkan, mata kedua bocah itu langsung berbinar. Tanpa perlu disuruh dua kali, Akbar dan Aqil menyusuri lorong rumah menuju area belakang.

Di dekat sumur dapur, Kayla tampak sedang membungkuk di atas lincak kayu. Kerudung bergonjong sederhananya terikat rapi ke belakang saat jemari lentiknya telaten membersihkan sisa tanah yang menempel pada tumpukan ubi kayu segar.

"Kakak Kayla!" panggil Aqil dengan suara cempreng khasnya.

Kayla yang kaget mendadak menghentikan usapan tangannya di dalam ember air. Ia menoleh ke belakang dan mendapati dua bocah menggemaskan itu sudah berdiri bersisian sambil melempar senyum lebar.

"Lho, Mas Akbar... Aqil?" seru Kayla kaget bercampur senang. Ia segera membilas tangannya dengan air bersih lalu mengelapnya menggunakan serbet kering. "Sama siapa ke sini, Sayang? Kok bisa ada di sini?"

"Sama Kakek Darno tadi, Kak!" sahut Akbar mendahului bungsunya. "Ayah lagi beres-beres rumah baru."

"Oh, gitu..." Kayla tersenyum manis, memiringkan kepalanya menatap kedua bocah itu dengan tatapan hangat. Ia berjongkok agar tingginya sejajar dengan Akbar dan Aqil. "Lalu kenapa ke sini? Mau nemenin Kak Kayla, ya?"

Aqil tanpa ragu maju satu langkah, lalu mengangguk mantap. "Iya! Kata Kakek Darno, nanti Kak Kayla mau bikin kue ubi. Aqil mau bantu!"

"Mas Akbar juga mau bantu, Kak!" timpal sang kakak tak mau kalah.

Kayla tertawa pelan, suara tawa halusnya terdengar sangat renyah di telinga. Hatinya lumer melihat kepolosan dan tingkah menggemaskan dua anak laki-laki Abi ini.

"Boleh, boleh banget," ujar Kayla lembut seraya mengusap Pipi Aqil yang agak repotik, lalu mengelus rambut Akbar. "Tapi Kak Kayla selesaikan cuci ubinya dulu ya. Kalian duduk di atas lincak situ dulu, nanti bajunya basah kalau dekat-dekat sumur."

Kedua bocah itu menurut tanpa bantahan sedikit pun. Mereka langsung naik ke atas lincak kayu di dekat dapur, duduk bersedekap dengan kaki terayun-ayun sambil memperhatikan tiap gerak-gerik Kayla dengan patuh.

Bu Sulastri yang memperhatikan dari balik pintu dapur hanya bisa tersenyum-senyum sendiri melihat betapa dekat dan penurutnya anak-anak Abi pada calon menantu impian warga desa itu.

1
dyah EkaPratiwi
selamat berbahagia
D_wiwied
koq udah end aja sih, blm rela pisah sama mas Abi dan keluarga kecilnya..
btw thanks thor buat ceritanya, ditunggu karya2 selanjutnya ya 👍
Lisa
Wah udh ending nih..terimakasih y Kak author utk ceritanya..kita tunggu cerita² selanjutnya y Kak 👍
D_wiwied
waah mas Abi langsung gaspoll 😆🤭
D_wiwied
kode itu Kay, kode keras pake banget.. masmu udah lama hiatus soalnya 🤣🤣
D_wiwied
mas eling mas, masih pagii ini awas nanti nda kebablasan 🤭😆😆
Elly Maryani
g boleh mas,😅🤣
D_wiwied
alhamdulillah akhirnya sah juga ya mas Abi-Kayla.. semoga samawa selalu ya, ga nyangka lho ternyata mas Abi bisa salting jg ky baru pertama kali aja pdhl lak yo wes tau to mas 🤭
Lisa: Happy wedding Abi & Kayla..bahagia & rukun selalu y bersama anak²
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah
Lisa
Puji Tuhan Abi sudah punya mobil utk keluarga kecilnya..
Fitri Yah
nah gtu donk .... mobil sudah ada sekarang hp jadul nya weis ganti yg baru thor hahaha jgn pelit sama diri sendiri 😄😄
D_wiwied
alhamdulillah akhirnya mobil baru buat calon keluarga baru
D_wiwied
seneng dan ayem kalo punya suami spek ky gini, mau dan berani membela pasangannya.. salut sm ketegasan mas Abi
Sun Rise
good abi💪
Lisa
👍 good job Abi..ibu² yg suka gosip itu harus diperingatkan.
Lisa
Rukun selalu y Kayla & Abi
Lisa
Selamat y buat Abi & Kayla..lancar y semua persiapannya utk hari H nanti 😊👍
vita
suka ceritanya
D_wiwied
wahhh mas Abi, si bontot keceplosan terus itu 😆😆
D_wiwied
alhamdulillah one step closer ya mas Abi, smg dilancarkan sampai hari H nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!