NovelToon NovelToon
Rama Dan Kemungkinan Kecil

Rama Dan Kemungkinan Kecil

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:340
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Pada suatu malam minggu yang gerimis, hubungan asmara antara Rama dan Ratna resmi berakhir di sebuah kedai kopi yang sunyi. Ratna mengambil keputusan untuk menyudahi hubungan mereka karena menyadari adanya standar hidup dan perbedaan kelas sosial yang tidak mampu dipenuhi oleh Rama. Meski hancur, Rama menerima keputusan tersebut dengan ketegaran yang dipaksakan. Perpisahan itu menjadi semakin kontras dan menyakitkan ketika Ratna dijemput oleh sebuah sedan Eropa putih mewah yang merepresentasikan dunia barunya yang penuh kenyamanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sebuah pertanyaan

Ketegasan instruktur dalam menghitung setiap gerakan tidak memberikan toleransi sedikit pun bagi pundak yang gemetar atau punggung yang melengkung. Benar saja, setelah siksaan seratus kali repetisi di atas tanah yang keras, barisan para kandidat kembali rontok secara dramatis. Mereka kini tersisa hanya 10 orang saja dari lima puluh pria yang sebelumnya berhasil menembus medan lumpur. Saringan ini benar-benar menguras habis sisa-sisa tenaga yang ada, karna banyak yg kelelahan dan tak sanggup menyelesaikan instruksi.. Pria-pria yang tadi menenggak air terlalu banyak mulai bertumbangan satu per satu; perut mereka kembung, mual melanda, dan otot lengan mereka terkunci karena syok.

Melihat banyaknya peserta yang ambruk di lapangan, para petugas medis yg sudah disiapkan langsung memeriksa mereka.. Dengan cekatan, tim medis berbaju putih membawa tandu dan tabung oksigen untuk memberikan pertolongan pertama pada kandidat yang pingsan atau mengalami kram akut. Walau katanya tak bertanggung jawab di awal pendaftaran tadi, namun itu sebenarnya hanya ujian mental. Ancaman lepas tanggung jawab itu sengaja dilemparkan untuk menguji batas nyali para kandidat, karna keluarga antasena tak mau ada insiden yg tak diinginkan pada tes ini.. Sebagai salah satu klan paling berpengaruh, mereka tetap menjaga legalitas dan keselamatan di balik dinding kastil mereka yang megah.

Rama berdiri kembali dengan tegak, mengembuskan napas panjang untuk menstabilkan detak jantungnya. Di antara 10 orang yang tersisa, ia adalah kandidat dengan pakaian paling sederhana, namun postur atletisnya tetap kokoh tanpa cacat.

Sementara 10 pria tangguh itu sedang diatur untuk berbaris kembali, sebuah pergerakan terjadi di area teras utama. Ditempat nyonya antasena, suasana mendadak berubah sunyi ketika pintu kaca besar di belakang kursi kehormatan terbuka. Datanglah putrinya... melangkah anggun mendampingi sang ibu.

Kehadiran gadis itu seperti magnet yang seketika menyedot seluruh atensi di lapangan. Kali ini smua mata tertuju padanya.. Sepuluh kandidat yang tersisa, termasuk mereka yang sedang mengatur napas dengan sisa tenaga, seolah melupakan rasa sakit di tubuh mereka. Yah laki laki mana yg bisa menolak pesona gadis itu. Wajahnya yang persis seperti foto di ponsel Iwan kini terlihat nyata; kulitnya seputih kapas, dengan fitur wajah yang teramat sempurna layaknya pahatan mahakarya, walau wajahnya terkesan dingin... tanpa ekspresi, menatap lurus ke arah lapangan dengan tatapan acuh tak acuh yang justru menambah kesan misterius dan berkelas.

Nyonya Antasena menoleh ke arah putrinya, lalu mengarahkan pandangannya kembali ke arah sepuluh pria yang berdiri mematung di tengah lapangan dengan tubuh berlumur debu dan keringat.

"kamu lihat nak... mereka sangat tangguh..." ujar sang ibu dengan nada bangga, merasa filter fisik yang ia rancang telah berhasil menyaring pria-pria dengan genetika dan ketahanan terbaik.

Tapi... anaknya hanya mendengus pelan, seolah tidak terkesan sama sekali dengan deretan dada bidang dan otot-otot kekar yang dipamerkan di bawah terik matahari.

"itu kan cuma otot bu... bagaimana dengan otaknya??" tanya gadis itu dengan suara yang jernih namun sedingin es. Bagi sang putri, kekuatan fisik tanpa kecerdasan tidak lebih dari sekadar pelayan atau pengawal pribadi, bukan seorang pendamping yang layak untuk masuk ke klan bersama dirinya.

Nyonya Antasena hanya tersenyum tipis, seolah sudah memprediksi protes dari putri tunggalnya tersebut. Ia menepuk pelan tangan anaknya, memberikan jaminan bahwa tradisi Keluarga Antasena tidak akan pernah sedangkal itu.

"kamu tenang saja nak, tes masih belum selesai," ucap Nyonya Antasena dengan nada penuh teka-teki.

Mendengar kalimat itu, instruktur bersafari hitam di lapangan langsung memberikan isyarat baru kepada 10 kandidat yang tersisa. Rama, yang berdiri di barisan tengah, menangkap sekilas tatapan dingin sang putri yang menyapu barisan. Di dalam benaknya, Rama tahu bahwa ujian fisik hanyalah babak pembuka, dan tantangan yang sesungguhnya baru saja akan dimulai.

1
sakura
.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!