NovelToon NovelToon
Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Arka kehilangan segalanya dalam satu malam ketika warung makan peninggalan almarhum orang tuanya dihancurkan oleh lintah darat dan kekasihnya meninggalkannya demi pria kaya yang sombong. Di ambang keputusasaan saat mencoba memasak seporsi nasi goreng terakhir di tengah puing-puing warungnya, sebuah suara mekanis misterius tiba-tiba bergema di dalam kepalanya. Berbekal Sistem Kuliner Sakti yang memberinya hadiah uang tunai dan keterampilan tingkat dewa setiap kali pelanggannya merasa puas, Arka memulai langkah balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"Sistem, tampilkan panel profil dan sisa poin kepuasanku sekarang." Perintah Arka di dalam pikirannya.

[Ding!]

[Layar biru transparan langsung muncul mengambang di udara menampilkan deretan angka di depan wajahnya.]

[Poin Kepuasan Saat Ini: 520 Poin.]

"Sistem, aku ingin menggunakan lima ratus poin untuk melakukan Gacha Tingkat Tinggi sekarang juga!" Arka memberikan instruksi dengan nada suara yang sangat mantap dan penuh penekanan.

Ini adalah pertama kalinya Arka mempertaruhkan hampir seluruh kekayaannya dalam satu kali tarikan undian.

Gacha Tingkat Tinggi dijamin akan memberikan item magis atau resep dewa yang memiliki efek manipulasi realitas berskala besar.

[Ding!]

[Memproses satu kali putaran Gacha Tingkat Tinggi kelas Dewa Keberuntungan.]

Wush wush wush!

Animasi roda raksasa yang muncul di layar kini tidak lagi berwarna emas atau perak, melainkan memancarkan cahaya platinum yang sangat menyilaukan mata.

Roda itu berputar dengan suara dengungan yang sangat berat seolah membawa energi kosmik yang luar biasa besar di dalamnya.

Jantung Arka berdebar sangat kencang mengikuti irama putaran roda yang perlahan mulai melambat.

Tik tik tik.

Roda platinum itu akhirnya berhenti berputar tepat di sebuah kotak bergambar secangkir minuman hitam pekat yang mengeluarkan asap berbentuk tengkorak.

[Ding!]

[Selamat! Host mendapatkan hadiah kelas SSR Mutlak!]

[Host mendapatkan: Resep Kopi Hitam Kejujuran Mutlak.]

[Host mendapatkan bonus pasif: Aura Dominasi Sang Raja.]

Arka sedikit terhuyung ke belakang saat informasi yang sangat masif dan energi magis yang luar biasa panas meledak menyusup ke dalam otak dan aliran darahnya.

Selama beberapa menit, Arka hanya bisa memejamkan mata menahan sensasi luar biasa dari peningkatan mutlak yang diberikan oleh sistem.

Saat ia kembali membuka matanya, tatapan mata Arka kini memancarkan wibawa dan tekanan yang sangat mengerikan layaknya seorang kaisar lalim yang tak terbantahkan.

Itu adalah efek dari Aura Dominasi Sang Raja yang akan membuat siapa pun yang berhadapan dengannya merasa terintimidasi dan tunduk secara alamiah.

Namun yang paling membuat Arka tersenyum lebar adalah informasi mengenai resep kopi hitam yang baru saja ia dapatkan.

Kopi Hitam Kejujuran Mutlak bukanlah minuman penyegar biasa.

Kopi ini diracik menggunakan biji kopi khusus dari dimensi sistem yang disangrai dengan suhu api presisi tingkat dewa.

Reaksi kimia magis dari kopi ini akan mematikan seluruh sistem pertahanan saraf kebohongan di dalam otak manusia yang meminumnya.

Siapa pun yang meneguk kopi ini akan masuk ke dalam kondisi relaksasi ekstrem dan dipaksa untuk menjawab semua pertanyaan dengan kejujuran mutlak seratus persen tanpa bisa melawan.

"Ini dia, ini adalah senjata pamungkas yang aku butuhkan untuk meruntuhkan kesombongan Hendra Kusuma dan anjing-anjing birokrasinya." Arka tertawa pelan dengan suara yang terdengar sangat dingin menggema di dalam dapur kosong itu.

Arka segera mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor telepon Hendra Kusuma yang ia dapatkan dari daftar kontak manajer pabrik kemarin.

Tuut tuut.

Panggilan itu tersambung setelah nada dering ketiga.

"Halo, siapa ini berani menelepon ke nomor pribadiku?" Suara angkuh Hendra terdengar dari seberang telepon.

"Ini aku Arka, koki yang restoran besarnya baru saja kau segel pagi ini Tuan Hendra." Jawab Arka dengan nada suara santai tanpa ada nada ketakutan sedikit pun.

Terdengar suara dengusan meremehkan dari Hendra Kusuma.

"Mau apa kau meneleponku? Mau memohon ampun dan bersujud memintaku mencabut segel itu?" Ejek Hendra dengan sangat percaya diri.

"Tidak, aku menelepon untuk mengaku kalah dan ingin menyerahkan seluruh resep rahasiaku padamu sebagai tanda perdamaian." Arka melancarkan akal bulusnya dengan kemampuan akting tingkat tinggi.

Hening sejenak dari seberang telepon sebelum akhirnya Hendra tertawa terbahak-bahak.

"Bagus sekali anak muda, kau akhirnya sadar diri bahwa melawan keluarga Kusuma adalah hal yang sia-sia." Hendra menjawab dengan nada sangat bangga merasa sudah menang telak.

"Aku mengundang Anda dan Bapak Hakim Ketua untuk datang ke ruang VIP restoranku besok pagi jam delapan secara tertutup." Arka mulai memasang jebakan mautnya.

"Aku akan menyerahkan dokumen hak cipta resepku sekaligus menyuguhkan kopi hitam perpisahan buatan tanganku sendiri." Tambah Arka memberikan tawaran yang sangat menggiurkan bagi musuhnya.

"Baiklah koki jalanan, aku dan Pak Hakim akan datang besok pagi untuk mengambil apa yang menjadi hakku." Hendra langsung menyetujui undangan itu tanpa curiga sedikit pun.

Hendra terlalu dibutakan oleh egonya sendiri sehingga tidak menyadari bahwa ia baru saja menyetujui untuk masuk ke dalam kandang singa yang sedang lapar.

Arka mematikan panggilan itu dan melemparkan ponselnya ke atas meja marmer dengan senyum seringai yang sangat mengerikan.

"Nikmati malam terakhir kalian sebagai orang berkuasa di kota ini." Bisik Arka menatap tajam ke arah bayangannya sendiri di kaca jendela.

Arka kemudian berjalan menuju pintu gerbang dimensi yang tersembunyi di sudut dapur dan memutar gagang pintunya.

Klek.

Ia masuk ke dalam dimensi peternakan magis itu dan berjalan menuju area perkebunan kopi yang terletak di sebelah padang rumput hijau.

Pohon-pohon kopi di sana memancarkan aura keemasan yang sangat mistis dan daunnya terlihat sangat segar mengkilap.

Arka memetik biji-biji kopi merah yang sudah matang sempurna dengan tangannya sendiri.

"Besok pagi, seluruh kota ini akan menonton siaran langsung tentang pengakuan dosa paling jujur dalam sejarah korupsi negara ini." Arka memasukkan biji kopi ajaib itu ke dalam keranjang kayunya.

Ia tidak sabar untuk menyeduh secangkir kopi hitam yang akan menjadi minuman terakhir bagi karir dan kehormatan para musuh-musuhnya.

Malam itu, Arka tidur di sofa ruang VIP restorannya dengan sangat nyenyak, sama sekali tidak terganggu oleh garis segel polisi yang melintang di pintu depan restorannya.

1
Ponny Sagita
serius thor? restoran mahal pake kursi plastik?
Ponny Sagita
kok masih pinggir jalan? othor niiih yaaa
Nissa Safira: mungkin iyaa outdoor kak, soalnya si Arka lagi proses membangun restoran mewahnya sendiri kak🤣
total 1 replies
Ponny Sagita
masak nasinya kan baru pagi pagi, kok bisa didinginkan semalaman?
Nissa Safira: hahaha dari semalem nasi nya belum habis kak gara2 malem nya di datengi preman🤣
total 1 replies
Wega Luna
keterlaluan udah hutang bunga tempat dagang dirusak ,itu bisa dilaporkan, loh
Nissa Safira: hahahaa namanya juga utang sama rentenir sadis kak😅
total 1 replies
Mohd Harmizi
berhasil jual 3 ribu kok poin kepuasan hanya 500?
Nissa Safira: iyaa juga iyaa.. kelupaan kak🤣
total 1 replies
m_reynaldi
mantapp.. update bab yg banyak thorr 😍
Fariq Banafsaj
lanjut🤩
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp.. lanjut...💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!