Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.
Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.
Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.
Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:
"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."
↔ TOLONG JANGAN TABUNG CHAPTER, GAESS ... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻. TERIMA KASIH.↔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PITB - 31.
...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...
Drrrt ... Drrrt ... Drrrt.
Regatta yang sejak kembali dari makan malam tadi sedang menikmati kehangatan pelukan Raka di atas beranda hotel, tiba-tiba saja merasakan getaran halus dari sebuah gelang khusus yang dia pakai di tangan kirinya.
Hanya orang-orang khusus saja yang memiliki gelang itu, karena setiap getarannya berisi kode-kode tertentu dari organisasi yang dia pimpin.
Dia sengaja membuat gelang tersebut, agar komunikasinya dengan para anak buahnya di luar sana tetap berjalan dengan aman, tanpa ada kebocoran.
Tanpa memalingkan wajahnya dari pemandangan danau di depannya, bibirnya menyunggingkan seringaian tipis yang tidak terbaca.
"Sepertinya, ada tamu tak diundang, yang sedang mengintai kita dari kegelapan, Sayang ..." bisik Regatta dengan nada tenang, layaknya sedang membicarakan tentang skor sepak bola malam itu.
Raka langsung mengeratkan pelukannya, namun matanya menatap tajam ke arah sebuah bayangan di balik pepohonan dengan sikap yang terlihat tenang.
"Apakah 'mereka' sudah mulai bergerak untuk mengganggu ketenangan liburan kita, Sayang?" tanya Raka dengan nada rendah yang samar di dekat telinga Regatta.
"Sepertinya belum. Mereka hanya mengawasi pergerakan kita seharian ini. Tapi, biarkan saja mereka melihat. Biar mereka tahu, jika 'Singa Betina' ini sedang beristirahat bersama keluarga kecilnya ..." jawab Regatta sambil mengecup lembut pipi suaminya.
"Jika mereka berani menggangguku, maka mereka siap dengan konsekuensinya!" lanjut Regatta dengan nada dingin.
Di kejauhan sana, si pria berkacamata hitam itu masih berdiri dalam diam dibalik sebuah batang pohon cemara besar.
Dia masih belum menyadari, jika kegiatannya sudah diketahui oleh para 'Ashura Squad' milik Regatta.
Dia bahkan tidak tahu, jika gerak-geriknya sudah terekam jelas oleh sebuah kamera mikro dengan resolusi tinggi buatan Regatta, yang tersemat dibalik hiasan bunga balkon kamar yang dia intai itu.
...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...
Sementara itu, di dalam kamar sebelah, Triple D sudah terlelap diatas ranjang besar yang nyaman.
Wajah mereka masih menyisakan jejak kebahagiaan hari itu. Dimana Dewanta memeluk erat boneka beruang salju yang baru saja mereka beli, sementara Dewinta dan Dionata tidur berdampingan dengan napas yang teratur.
Regatta masuk ke dalam kamar itu melalui pintu sambung yang ada di dalam kamar mereka, dia berjalan perlahan ke arah tempat tidur mereka, merapikan selimut mereka yang bergeser, lalu mengecup kening mereka satu-persatu dengan penuh kasih sayang.
"Tidurlah yang nyenyak, para 'Malaikat' kecil Mommy ... Mommy akan selalu menjaga kalian dari angin dan badai yang datang menerpa kita. Jangan pernah takut, karena Mommy selalu ada di samping kalian ..." gumam Regatta dengan suara rendah, namun penuh kehangatan.
Tidak lama kemudian, Kalista dan Kaylin muncul di ambang pintu dengan langkah pelan, agar tidak mengganggu istirahat anak-anak itu.
Regatta memberikan sebuah isyarat dengan tangannya, agar mereka bicara di agak jauh dari tempat tidur anak-anak sambungnya.
"Lapor, Queen! Pria pengintai itu sudah pergi. Dia hanya mengawasi, lalu menghilang ke arah stasiun kereta tua. Kami juga mendapatkan sebuah sinyal jejak komunikasi mereka, yang mengarah ke lokasi markas tersembunyi, yang mana berada di lereng gunung seberang sana," ujar Kalista dengan suara rendah.
Regatta menganggukkan kepalanya pelan, matanya berkilat tajam sejenak, sebelum melembut kembali.
"Sepertinya mereka tidak bisa diam, ya? Selalu saja ingin mengusik ketenanganku. King Spider sudah dalam genggaman kita, apakah kelompok Mafia 'Black Curut'-kah yang mengintai kita? Jika benar, maka mereka sudah 'menapak' kuat di Swiss ini ..." ujar Regatta dengan suara rendah.
"Ya sudahlah, biarkan saja mereka mengintai kegiatan kita di sini. Kita tidak mencari masalah, namun jika mereka berani menyentuh 'batasku', maka aku sendiri yang akan menjadi 'Ashura' untuk kelompok mereka!" lanjutnya dengan nada tegas.
"Kalian perketat penjagaan di sekitar Triple D dan Raka, dan jangan sampai kecolongan lagi!" perintahnya dengan nada dingin.
"Siap laksanakan, Queen! Kami akan mengatur semuanya sekarang," jawab kedua bawahannya, sebelum mereka kembali menghilang ke dalam bayangan lorong hotel yang sepi itu.
Setelah mengatur semuanya, Regatta meninggalkan kamar si Triplets, dan kembali ke dalam kamar dimana Raka sudah menunggunya.
Melihat istrinya kembali, Raka bangkit dari duduknya dan langsung merangkul bahu Regatta dengan lembut.
Dia membawa Regatta ke arah sebuah jendela besar yang menghadap ke danau.
"Apakah kamu yakin, jika kita tidak perlu merubah rencana esok hari?" tanya Raka dengan nada lembut.
Regatta membalikkan tubuhnya ke arah Raka, lalu menatap matanya sambil tersenyum.
"Aku sangat yakin, Mas. Tidak perlu khawatir tentang mereka, karena 'Ashura Squad' akan berada di sekitar mereka selama 24 jam ..." ujar Regatta.
"Besok, kita akan membawa mereka naik perahu untuk menyusuri Danau Thun, setelah itu kita akan berburu kuliner di desa-desa kecil yang ada di kaki gunung. Tidak ada yang bisa merusak kebahagiaan keluarga kecil kita, Mas. Tidak seorang pun yang bisa ..." lanjutnya dengan nada mantap.
"Mas percaya ..."
"Aku tahu. Jika Mas tidak percaya kepadaku, maka Mas tidak akan menikahiku ... Aku harap, kita akan mendapatkan keturunan lagi setelah pulang dari sini, ya? Aku juga ingin menjadi seorang wanita dan istri yang utuh untukmu ..." ujar Regatta dengan nada penuh harapan.
"Jika ingin cepat hamil ... maka, kita harus lebih sering 'aaah, aaah, aaah' di sini sebelum kembali ke Indonesia ... Hehehehe."
"Dasar suami me-sum! Hahahahaha!"
"Me-sum sama istri sendiri, tidak masalah! Hahahaha!"
Angin malam berhembus sejuk membawa aroma pinus dan bunga liar, menyapu bersih sedikit kecemasan yang sempat lewat.
Di luar sana, mungkin masih ada mata-mata yang mengintai, namun di dalam kamar itu hanya terdapat kehangatan cinta dan perlindungan yang tak tergoyahkan.
"Ayo, Sayang ... kita bikin 'Adinata Junior' yang keempat ..." bisik Raka dengan mata sayu dan suara parau.
"Let's Go, Mas suami ..."
"Aaaaah ..."
...🍃☀†๏ вє ¢๏и†เиµє∂☀🍃...
teganya kauuuu.
Malah main katana, mau cosplay jadi samurai kage bushi kamu?
eh salah deng, yg konser itu Lyodra 🤭
Tapi beda hal kalo di tangan Queen Relia😀
Keamanan anak² kamu serahkan sama istri. Kamu mau ngapain? ikut nempel di ketek Ega?