NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31.

Tidak selamanya rasa trauma itu akan menghantui seseorang dan rasa trauma itu bisa menjadi sebuah pelajaran penting yang mampu bebenah diri.

 Di depan cermin Salindra menatap dirinya lekat, memperhatikan setiap inci tubuhnya. Rasa kekaguman dan kebanggaan pada dirinya sendiri membuatnya semakin kuat saat mengingat setiap kejadian demi kejadian yang dialaminya.

"Salindra, " panggil Jayanti berdiri di pintu kamar Salindra menatapnya dengan senyum tipis.

“Ada apa, Kak?" tanya Salindra tanpa menoleh.

Jayanti melangkah masuk ke dalam kamar dan berdiri di belakang Salindra ikut bercermin. Keduanya saling melempar senyuman.

“Ternyata kita banyak kemiripan di wajah, pantesan banyak orang mengatakan kalau kita kembar padahal beda lima tahun,“ ucap Jayanti mendekatkan wajahnya di samping wajah Salindra.

“Benar juga ya, Kak!" sahut Salindra memperhatikan wajah mereka.

“Apakah ada pria yang mencoba mendekatimu?" tanya Jayanti duduk di tepi tempat tidur.

Salindra menoleh ke belakang lalu berkata, "Tidak ada," jawabnya sambil mengangkat bahu.

"Apa tidak ada pria yang kamu sukai?" tanya Jayanti lagi begitu penasaran dengan Salindra ketika melihat pria mengantarnya pulang.

"Apa Kakak mencurigaiku dekat dengan Arya waktu itu... Kak, dia itu cuma menolong dan itu kebetulan, jangan membesarkannya,“ kata Salindra merasa terdesak oleh kalimat yang kakaknya lontarkan seakan menuntut lebih.

"Salindra, kamu sudah dewasa sebentar lagi Kakak akan menikah dan Kakak tidak bisa menjagamu di sini..."

Jayanti menjeda kalimatnya merasa bersalah dengan ucapannya, sebenarnya dirinya tidak ingin membicarakan hal ini sekarang. Tapi, kapan lagi Salindra harus tahu dan bisa menjaga diri, ketika suatu saat nanti kehidupan akan berubah dan dirinya tidak akan selalu ada di samping adiknya.

Salindra terkejut melihat wajah kakaknya sedang berbicara serius. Ia baru menyadari akan hal itu sekarang, usia mereka terpaut jauh membuat keduanya saling melindungi dan menjaga satu sama lain. Selama bertahun-tahun hidup berdua mampu membuat pikiran mereka menjadi lebih dewasa.

Kehidupan yang sulit bagi anak remaja, disaat keduanya sedang menikmati kebebasan dan keceriaan bersama teman-temannya justru mereka diberi tanggungjawab besar untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Mereka menjalani hidup serba sulit bahkan pernah menjadi pemulung dan bekerja di rumah tangga untuk mencukupi kebutuhan.

Semua mereka lakukan dengan semangat dan kekuatan pada diri. Jayanti selalu menjadi garda terdepan buat adiknya jika adiknya mendapat masalah dengan teman atau orang lain. Tapi, semenjak dewasa dan mulai bekerja, Salindra enggan bercerita tentang masalah pekerjaan dan masalah pribadinya. Jayanti merasa tidak becus sebagai kakaknya.

"Kakak, tenang saja. Jika Kakak sudah memutuskan untuk menikah maka, menikahlah jangan ditunda. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan untuk kalian berdua..."

"Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja," lanjut Salindra memeluk kakaknya dengan erat.

"Maafkan Kakak, jika belum bisa menjagamu dengan baik. Kakak mohon sama kamu, jika ada masalah cerita sama Kakak. Jujur kejadian kemarin membuat Kakak takut, takut terjadi sesuatu dan membuatmu trauma. "Jayanti meneteskan airmata lalu mengusapnya dengan cepat.

"Kakak adalah perempuan hebat setelah ibu. Kakak adalah penolongku, pelindungku, dan Kakak rela berkorban demi aku. Terimakasih buat semuanya, terimakasih," ucap Salindra sambil mengusap airmatanya.

Di balik pintu ada seseorang mendengar pembicaraan mereka, hatinya merasa tersentuh dan ingin melindungi mereka. Ia berjalan keluar rumah menjauh dan menghilang di balik tikungan dengan perasaan bersalah yang menghantuinya.

Arman datang untuk meminta maaf kepada mereka tapi niat itu diurungkan. Saat ini bukan waktu yang tepat mengungkapkan semua kebenaran, dirinya yakin. Jika kakak beradik itu bisa mengatasi masalah yang menimpa mereka. Buktinya sudah jelas dan fakta telah terlihat di depan mata. Kakak beradik itu sangat kuat menjalani kehidupan yang sangat sulit dan mereka mampu menyelesaikannya dengan cara mereka.

Bukan Kakak, yang hebat tapi, kamu. Kamu, seorang adik yang pandai melawan orang seperti mereka dengan kekuatanmu. Teruslah seperti ini jadilah kuat!" ucap Jayanti mengusap rambut panjang Salindra.

Salindra mengangguk sambil menatap dirinya yang terpantul pada cermin. Ia menyadari kalau setiap peristiwa atau kejadian akhir-akhir ini, bisa dilaluinya. Salindra bersyukur tidak sampai celaka dan mengalami kekerasan yang berlebih., yang membuat trauma.

"Sampai kapan berdiri di sini, ayo kita berangkat," ajak Jayanti.

Salindra tersadar dari lamunannya mengikuti langkah kakaknya keluar dari kamar. Di luar Hezel sudah menunggu, ia melihat dua kakak beradik tersenyum hangat. Lalu, berdiri.

"Sudah lama menunggu?" tanya Jayanti menghampiri.

"Tidak, aku baru saja sampai," jawabnya bohong.

Hezel sudah setengah jam yang lalu menunggu mereka, meskipun sedikit kesal namun, tidak ia tampakkan di depan mereka berdua. Karena Hezel bukan seorang yang mengeluh dengan pasangannya, atau kedua orang tuanya.

"Maaf." Jayanti menggandeng tangan Hezel dengan mesra berjalan beriringan masuk ke dalam mobil.

Salindra tersenyum senang melihat kakaknya bahagia dengan kekasihnya. Ia berdoa semoga kelak juga mendapat jodoh yang baik dan mengutamakan dirinya. Saat ini hanya ingin fokus dengan karirnya.

Hari ini mereka akan pergi menghadiri acara peresmian perusahaan milik kakaknya Hezel di pusat kota. Salindra merasa jantungnya berdegup sangat cepat ketika mobil masuk ke arah jalan raya. Seperti mendapat firasat buruk, berusaha mengalihkan pikiran tersebut.

Di depan Jayanti Hezel saling bercerita tentang perusahaan baru milik kakak Hezel. Sesekali menoleh ke belakang melihat Salindra yang diam saja.

“Salindra," panggil Jayanti.

Salindra terkejut dan sadar dari lamunannya menoleh kakaknya. "Ada apa, Kak?"

“Kamu melamun lagi?" tanya Jayanti memperhatikan wajah Salindra terlihat gelisah.

"Oh, aku tidak apa-apa kok, Kak," jawabnya sedikit panik.

Jayanti merasa kalau Salindra kepikiran masalah kemarin. Ia merasa bersalah dan berusaha membuat adiknya tidak merasa ketakutan dan sendirian.

“Kenapa wajahmu pucat?"

Salindra langsung melihat ke ponsel yang menampilkan wajahnya. Benar saja wajahnya berubah, segera menghapus jejak kepanikan dan gelisah dalam dirinya dengan memberi bedak tipis dan lipstik berwarna merah sedikit saja.

Jayanti tersenyum melihat tingkah Salindra, tidak menyangka sekarang adiknya sudah pintar berdandan. Sejak menginjak usia remaja sampai sekarang belum pernah melihat Salindra memakai bedak ataupun lipstik. Baru sekarang melihat perubahan wajah adiknya yang semakin cantik dan menarik.

Di samping Hezel diam-diam memperhatikan Jayanti dan Salindra, sambil tersenyum. Tangannya mencubit hidung Jayanti, membuat pemiliknya kesal tapi tidak marah.

“Kamu mikirin apa?“ tanya Hezel tangannya berpindah menyentuh kening kekasihnya.

“Aku baru sadar kalau Salindra sudah dewasa dan bisa berdandan," jawab Jayanti tersenyum senang.

“Selama ini kamu kemana saja, sampai baru ngeh kalau punya adik yang sangat cantik?"

Hezel memarkirkan mobil di parkiran khusus Direktur. Kemudian membuka pintu tanpa menoleh. Membuat Jayanti merasa aneh melihat kekasihnya turun dari mobil, lalu mengikutinya.

Salindra turun dan berjalan di samping kakaknya. Degup jantungnya semakin berdegup dengan cepat, ia tidak tahu kenapa perasaan gelisah tidak juga hilang sedari tadi.

Jayanti merasa tangan Salindra bergetar menoleh dan berhenti. “Salindra, kenapa tanganmu bergetar dan dingin... kamu sakit?"

Hezel ikut merasa aneh ketika melihat wajah Salindra. "Lebih baik kalian masuk lewat samping dan beristirahat di ruangan itu aku akan mengambil minuman dan makanan sebentar,"

Jayanti membawa Salindra ke ruangan samping, sementara Hezel pergi mengambil makanan dan minuman.

Salindra menetralkan degup jantungnya dan perasaan yang membuatnya sesak. Perlahan menarik napas lalu, mengembuskan panjang. Tubuhnya merasa baikan bersama datangnya Hezel membawa minuman dan makanan memberikan kepada Salindra.

"Maaf, sudah merepotkan kalian," kata Salindra merasa sungkan menerima pemberian Hezel.

"Tidak usah berpikiran seperti itu, segera minum dan makan itu," perintah Jayanti.

1
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
Rain Aricia
Negara eropa?
Anyue: belum di kasih tahu 🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!