Zoya menikah bukan atas dasar cinta. Ia menerima perjodohan yang dilangsungkan orang tuanya.
Namun pria yang akan menjadi suaminya selingkuh tepat di hari pernikahannya yang telah sah secara agama dan hukum, ia melihat seorang wanita cantik dan seksi sedang bercumbu mesra dengan suaminya di gedung pernikahannya, tepat bawah pohon Sakura, Jepang
Meski belum ada ikatan cinta namun hatinya terasa perih merasa pernikahannya dikhianati.
Akankah Zoya dapat merebut hati suaminya, atau mereka harus bercerai saat itu juga ataukan mereka akan berbagi suami?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Lain
Aku menaiki taksi, mendatangi seseorang yang bertanggung jawab dengan penggantian mesin mobil ku kemarin. Aku tak menyangka dugaanku tentang kecelakaan itu adalah benar.
Semalam petugas kepolisian mendatangiku dan Edgar di rumah sakit dan memberitahukan soal mobil yang dipakai Edgar, mesinnya telah dirusak. Aku tidak tahu pasti istilah apa yang digunakan oleh polisi tadi. Tetapi yang aku tangkap adalah oli yang bocor dan beberapa komponen yang rusak menyebabkan mesin kepanasan berasal dan meledak.
Namun sebelum ledakan itu terjadi, mobil Edgar oleng karena ban yang tiba-tiba pecah dan pengait roda sengaja di longgarkan.
Aku yakin orang itu ingin mencelakai ku, bukan Edgar karena kebetulan Edgarlah yang memakainya. Dan lagi tidak mungkin mobil itu rusak karena sebelumnya Edgar sudah membawanya ke bengkel.
Bukan Edgar sendiri melainkan ia menyuruh asisten yang ada di rumah. Taeda, aku harus menanyai pria itu. Dan meminta bukti jika dia telah membawa mobil ku ke bengkel dan juga bagian mana saja yang ia ganti, aku harus tahu.
"Tolong bisakah sedikit cepat," pintaku pada supir taksi dengan bahasa Jepang.
Aku meninggalkan Edgar di rumah sakit dan sengaja datang pagi-pagi ke Mansion Edgar. Aku ingin pelakunya segera ditangkap. Dan meminta penjelasan siapa yang ingin dia celakai.
Julia tidak mengakui apa yang ku tuduhkan, tetapi aku masih belum memercayai dirinya. Mana ada maling yang mengaku, begitu pikirku.
Bunga Sakura mulai membanjiri jalanan, mereka akan gugur sebentar lagi dan hanya menyisakan ranting. Bunga yang cantik dan ku harap kisahku tidak akan gugur secepat bunga favorit ku.
Setibanya aku di Mansion, ku pinta agar sang supir menurunkan diriku di depan gerbang. Ku berjalan kaki dari gerbang menuju Mansion.
Ku cermati ada sebuah CCTV disana, di depan gerbang pintu. Oh tidak rupanya ada dua dan yang satu CCTV mengarah ke arah tempat parkir Aku akan melihat rekaman CCTV di Mansion dan juga basement apartemen ku. Agar tahu siapa yang benar-benar merusaknya.
Tapi langkahku terhenti ketika melihat garasi terbuka. Garasi Mansion itu besar bisa menampung sekitar 8 mobil di dalamnya dan satu mobil ke mobil lainnya memiliki jarak yang besar. Seperti di tempat basement apartemen ku.
Ku langkahkan kaki ku berjalan ke garasi dan melihat siapa yang telah memakai garasi.
"Mobil Ayah dan mobil siapa yang ada di sebelahnya?" gumam ku.
Mobil Ayah mertuaku dan aku tidak tahu milik siapa mobil yang ada disampingnya, keduanya memiliki plat nomer Jepang. Aku pernah lihat mobil milik Ayah mertuaku. Ketiga mobil Edgar pun aku tahu, tapi tidak mobil yang satu itu.
Mungkin milik tante Silvia atau Paman Maxim dan Gonzales. Mereka menyewanya untuk beberapa hari. Aku juga tidak tahu, mau sampai kapan mereka di Jepang.
Aku mengangkat bahuku dan melenggang pergi menuju Mansion. Aku tidak kembali keluar melainkan masuk ke dalam.
Ku langkahkan kakiku ke dalam garasi melewati tangga menuju pintu masuk yang akan terhubung langsung ke ruang tengah.
Tapi sebelum ku buka pintu, ku dengar samar suara seseorang membicarakan Edgar. Ku dengar mereka menyebut nama Edgar.
"Kak, kau harus selidiki kasus ini, siapa yang mencelakai Edgar?" ucap seorang wanita. Aku yakin ini suara Silvia.
"Tapi aku yakin sekali kalau orang ini sebenarnya mengincar Zoya, kalau dugaanku benar berarti Zoya memiliki seseorang yang sangat membencinya," ku dengar suara Mamanya Edgar
"Zoya bukanlah wanita yang memiliki musuh sayang... dia baik, Kalaupun ada seseorang yang menjalani Zoya itu mungkin saja mantan kekasihnya Edgar," suara laki-laki ku tebak itu Ayah mertuaku. Dia selalu membela ku.
"Ahh aku pusing memikirkan masalah ini, aku mau ke kamar. Nanti sore pesawat kita kan?" suara wanita yang agak serak, dia Delta. Ibunya Poky.
Ku buka perlahan pintu di depanku ini dan mengintipnya melalui celah kecil.
Ya benar, ada tante Silvia dan suaminya yang pendiam. Ada Ayah Mertuaku dan istrinya juga ada tante Delta, ibunya Poky. Namun tidak ada Poky dan paman Maxim.
"Kau selalu saja pusing, cobalah ke dokter untuk memeriksa penyakitmu," ucap Silvia
"Aku sudah minum obat, jika Poky datang bilang aku di kamar ya,"
"Hemm kita semua mau pergi membeli oleh-oleh. Itu artinya kau ada disini sendiri," ucap Stefani
"Aku tidak ikut sayang, Aku menunggu Maxim dia bilang akan kemari. Tidak enak jika kita semua pergi," ucap Arnold, Ayah mertuaku
Dari pembicaraan mereka, aku yakin mereka akan pulang sore ini. Tapi melihat mereka semua berbicara, kelihatannya Tante Silvia dan Mamanya Edgar yang kedua orang yang membenciku tidak terlihat mencurigakan.
Jika dalam cerita detektif yang selalu ku baca, orang yang tenang justru adalah pelakunya. Dan orang yang terlihat jahat justru bukanlah pelakunya. Lalu siapa yang paling pendiam.... Suaminya tante Silvia dan Gonzales. Ahh aku pusing.
Tante Delta telah pergi ke kamar duluan, aku tidak tahu dia pergi ke kamar mana, mungkin kamar tamu. Aku menunggu yang lainnya pergi. Ayah Mertuaku masih disana membaca koran, ku lihat dia membolak balikkan saja tanpa membaca, jelas dia tidak tahu dan hanya melihat gambar karena dia tidak bisa bahasa Jepang. Ingin rasanya aku tertawa.
Aku tidak langsung keluar, aku menunggu sepi takut di kira menguping padahal memang sebenarnya aku menguping
Tak berapa lama, Ayah mertuaku meninggalkan ruang tengah setelah meminum kopinya. Aku pun masuk keluar dari tempatku dan masuk ke dalam ruang tengah.
Ku langkahkan kakiku ke dapur untuk mengambil air minum. Jujur saja menunggu di sana membuat tenggorokanku kering karena tidak ada udara.
Ku masih berdiri di dapur yang sepi tak ada seorang pun. Pembantu sedang berada di belakang mencuci pakaian dan beberapa membersihkan rumput belakang.
Ku minum air putih dan menenggaknya dengan cepat.
Tak berapa lama ku dengar samar suara seorang wanita tertawa. Kau keluar dari dapur dan melihat ke halaman belakang. Sepertinya tidak ada yang tertawa, semua memasang wajah lelah dan cemberut.
Lalu ku langkahkan kaki menuju kamar Edgar, melewati kamar tamu yang dekat dengan dapur.
"Ahh..,"
Suara lenguhan seorang wanita. Ku hentikan langkah kakiku dan mundur beberapa langkah mendekati pintu kamar.
Oh tidak.... apakah itu suara tante Delta dan.... Arnold. Sedang apa mereka di dalam? Apakah ini tentang perselingkuhan? Selingkuh dengan adik tiri...
Ku tutup mulutku rapat-rapat setelah sadar sedari tadi ternganga.
Aku jelas mendengar Arnold mengatakan cinta dengan Delta berkali-kali
"I love you Delta, muach....,"
Aku harus memastikannya, tapi bagaimana caranya.
banyak typo di novel ini. dan aku merasa novel ini ditamatkan dengan sangat terburu buru.
terima kasih banyak, kk author.