NovelToon NovelToon
ILMU PENGLARIS

ILMU PENGLARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: HERMAWAN 505

DESKRIPSI CERITA: ILMU PENGLARIS (Ilmu Pemanggil Tamu)"Jangan pernah coba-coba untuk mengingkarinya..."
> Bagi Rahmat, kemiskinan adalah kutukan yang harus dihancurkan, bahkan jika ia harus bersekutu dengan iblis sekalipun. Melalui perantara Mbah Cahyo, kios baksonya mendadak berubah menjadi lautan manusia yang lapar. Namun, di balik kepulan asap dandang yang menggiurkan, ada aroma anyir darah dan hawa dingin yang mengurung tempat itu.
> Di saat Ratna, sang istri yang setia berjuang melayani pelanggan dengan peluh dan ketulusan, ia tidak pernah tahu bahwa suaminya sendiri telah menjual jiwanya ke penguasa kegelapan hutan fajar. Satu per satu keanehan mulai muncul. Angin yang berputar aneh, tatapan kosong para pembeli, hingga sekelebat wajah mengerikan yang mulai menggantikan wajah tulus istrinya.
> Sebuah kisah tentang keserakahan yang membutakan, kebohongan yang menumpuk, dan sebuah jebakan pesugihan searah yang tidak akan pernah membiarkan korbannya kembali ke jalan yang benar dala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HERMAWAN 505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

janji di balik badai

##BAB 31 - Janji di Balik Badai

Begitu sosok Mbah Cahyo menghilang di balik daun pintu kayu yang tertutup perlahan, tangis yang sedari tadi ditahan erat-erat oleh Ratna akhirnya tumpah juga tanpa bisa dibendung lagi. Pertahanan batinnya yang selama ini kokoh runtuh seketika, namun kali ini bukan karena rasa takut atau cemas yang berlebihan, melainkan karena luapan rasa lega yang terasa begitu mendalam hingga menusuk ke relung hati terdalamnya.

Air matanya mengalir deras membasahi pipi yang semula tampak pucat pasi, membasuh segala beban ketakutan yang membelenggu pikirannya selama berhari-hari. Ia sama sekali tidak menyangka, bahwa di balik sikapnya yang dulu terlihat keras, egois, dan terlalu mengejar harta, Rahmat ternyata masih menyimpan rasa cinta, kepedulian, dan tanggung jawab yang begitu besar terhadap dirinya serta janin yang sedang tumbuh di dalam kandungannya.

"Terima kasih, Mas... Terima kasih banyak sudah berani melawan dan menyelamatkan aku serta anak kita dari niat jahat dukun tua itu," ucap Ratna dengan suara yang masih parau dan bergetar, disertai isak tangis yang tertahan. Ia menatap wajah suaminya dengan pandangan mata yang berkaca-kaca, penuh rasa syukur yang tak terucapkan hanya dengan kata-kata.

Rahmat segera melangkah mendekat tanpa ragu, lalu merengkuh tubuh istrinya yang terasa lemas itu ke dalam pelukan yang hangat dan erat—sebuah dekapan tulus yang sudah lama tak ia rasakan, semenjak keduanya terjerat dalam ikatan pesugihan yang kelam dan penuh bahaya itu.

"Tidak perlu berterima kasih, Bu. Ini sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawabku sepenuhnya sebagai seorang suami dan calon ayah. Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun, dalam wujud apa pun, menyakiti kalian berdua, meski... meski akibatnya kita harus jatuh miskin lagi dan hidup sederhana seperti dulu sebelum tergiur janji kekayaan instan," jawab Rahmat dengan suara yang pelan namun terdengar sangat tegas dan meyakinkan di telinga Ratna, berusaha menenangkan gejolak ketakutan yang sempat melanda hati keduanya sepanjang pertemuan tadi.

Hari yang penuh ketegangan, ancaman, dan emosi yang campur aduk itu pun akhirnya berlalu, menyisakan perasaan haru dan secercah harapan yang mulai tumbuh kembali. Setidaknya untuk saat ini, belenggu perjanjian hitam yang membebani mereka telah diputuskan. Namun di dalam hati, keduanya sama-sama sadar sepenuhnya: urusan dengan dunia gaib dan dampak dari keputusan yang diambil itu belumlah selesai sepenuhnya.

Hari demi hari terus berganti, dan perlahan namun pasti, peringatan serta ramalan buruk yang diucapkan Mbah Cahyo mulai menjadi kenyataan yang pahit. Rahmat kini dihadapkan pada serangkaian masalah yang datang bertubi-tubi, seolah tak ada habisnya. Usaha bakso yang selama ini menjadi sumber kekayaan dan kebanggaannya tiba-tiba mengalami penurunan omzet yang sangat drastis.

Pelanggan yang dulu selalu ramai berdatangan mulai berkurang sedikit demi sedikit, hingga akhirnya pendapatan yang masuk tak lagi mampu menutupi biaya operasional. Satu per satu cabang kiosnya terpaksa ditutup karena tak sanggup membayar sewa tempat dan gaji karyawan. Dari lima cabang besar yang dulu berkembang pesat dan dikenal luas, kini hanya tersisa satu kios utama yang masih berjuang bertahan.

Sore itu, langit tampak mendung dan berwarna kelabu, seolah ikut merasakan kesedihan yang meliputi hati Rahmat. Angin bertiup agak kencang, menerbangkan daun-daun kering yang berguguran di halaman depan rumah mewahnya. Rahmat berdiri termenung di balkon, memandang ke kejauhan dengan pandangan kosong, seolah melihat bagaimana kejayaannya perlahan runtuh tertimpa kutukan yang dibawa oleh keputusannya.

"Benar juga ucapannya... dia tidak main-main dengan ancamannya," gumamnya lirih dengan suara yang terdengar serak, mencoba menahan rasa kecewa yang mendalam. Namun di balik kekecewaan itu, tumbuh pula tekad yang bulat. "Aku tidak boleh menyerah. Bagaimanapun caranya, aku harus mempertahankan kios terakhir ini demi masa depan kalian," batinnya, dengan rahang yang mengeras menahan segala beban. Ia segera berbalik badan dan bergegas bersiap berangkat.

Namun, saat ia baru saja akan memegang gagang pintu mobil di garasi, langkahnya terhenti mendadak. Ia menoleh dan melihat Ratna berjalan tergesa-gesa menghampiri, dengan raut wajah yang tampak sangat cemas dan khawatir.

"Mas mau ke mana sore begini? Kalau memang ada urusan penting di kios, sebaiknya ditunda saja sampai besok pagi. Sebentar lagi azan Maghrib akan berkumandang, dan jalanan mulai gelap," nasihat Ratna dengan nada yang lembut namun tegas, matanya tak lepas menatap suaminya.

Mendengar nasihat istrinya, hati Rahmat sempat dilanda keraguan. Namun mengingat keempat kios yang sudah tutup dan masa depan keluarga yang terancam, ia merasa tak punya banyak pilihan. "Aku harus pergi sekarang, Bu. Kios ini adalah satu-satunya penopang hidup kita. Aku tak mau kita kehilangan segalanya tanpa berusaha," jawabnya tegas namun tetap lembut, berusaha meyakinkan Ratna.

Ratna hanya bisa menghela napas panjang. Meski firasat buruk terus menggelayut di dadanya, ia tak sanggup melarang tekad suaminya. "Baiklah... hati-hati di jalan, dan pulanglah tidak terlalu larut," ucapnya pelan.

"Kamu juga jaga diri di rumah. Kunci semua pintu dan jendela rapat-rapat sebelum tidur. Aku bawa kunci cadangan, siapa tahu ada halangan di jalan," pesan Rahmat sebelum masuk ke dalam mobil. Pintu tertutup rapat, mesin menyala, dan kendaraan itu perlahan melaju meninggalkan pekarangan, membelah jalanan yang mulai diselimuti kabut tipis dan kegelapan malam.

Setelah bayangan mobil itu hilang ditelan kegelapan, Ratna masih berdiri mematung di teras. Angin dingin bertiup lebih kencang, membuatnya menggigil. Dengan langkah hati-hati sambil memegangi perutnya, ia berjalan menutup dan mengunci gerbang besi yang berat. Begitu masuk rumah, ia memeriksa dan mengunci satu per satu pintu serta jendela, hingga akhirnya masuk ke kamar dan memutar kunci dari dalam. Di tengah keheningan yang terasa mencekam, Ratna hanya bisa berdoa dengan penuh harap, memohon keselamatan bagi suaminya.

Bersambung

1
Mega Arum
sebenarnya kasihan Ratna,..
Mega Arum
kemungkinan itu anak setan 🤨
HERMAWAN 505: bisa jadi karena pak Rahmat itu mandul
total 1 replies
Mega Arum
kasihan Ratna...
Mega Arum
mampir lagi kak.. semoga lbh menarik dr novel sebelumnya,...
HERMAWAN 505: makasih banyak Mega Arumi, mohon dukungannya yah semoga bisa membuat kamu senang dengan hasil akhirnya.👍
total 1 replies
miilieaa
tulisan nya bagus banget😍
HERMAWAN 505: makasih kakak, semoga terhibur yah
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
halo kak....udah aku like y
jangan lupa like back ke ceritaku 😁
HERMAWAN 505
cerita lokal yang menerik
HERMAWAN 505
makasih sudah mau mampir di novel ku. 🙏🙏🙏
Ara putri
Hay kak, saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku TUAN AYAZ TOLONG BERHENTI!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!