NovelToon NovelToon
SEPHIA

SEPHIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Slice of Life
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azkaqia

Sephia tidak pernah menyangka, kehadiran tetangga baru itu akan mengubah segalanya.
Berawal dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, satu sekolah, hingga satu kelas—mereka perlahan menjadi dekat. Terlalu dekat, sampai Sephia mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ada.
Sayangnya, perasaan itu datang di waktu yang salah.
Dia sudah memiliki seseorang.
Sephia memilih diam, menyimpan semuanya sendiri.
Hingga sebuah kejadian memaksa mereka untuk saling mendekat, lebih dari yang seharusnya.
Namun, bahkan setelah jarak memisahkan, waktu tetap tidak pernah berpihak.
Dan saat mereka dipertemukan kembali…
segalanya sudah berbeda.
Kali ini, justru Sephia yang harus belajar melepaskan.
Karena tidak semua yang hampir, akan benar-benar menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkaqia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gak Dua-duanya!

Suasana di sekitar meja kantin mendadak sunyi senyap, sampai-sampai suara kecap yang menetes dari botol di meja sebelah pun rasanya bisa terdengar jelas. Tatapan tajam antara Sagara dan Alan bener-bener bikin merinding. Murid-murid di kantin sudah pasang mata dan telinga, siap merekam drama rebutan cowok paling panas bulan ini.

​Hana di seberang meja cuma bisa komat-kamit baca doa, sementara Sephia menatap bergantian botol Ocha Jepang dari Sagara dan susu kotak cokelat dari Alan yang berjejer di depan mangkok baksonya. Tenggorokannya udah kebakaran gara-gara sambal bakso, tapi kepalanya jauh lebih kebakaran liat tingkah dua cowok di dekatnya ini.

​Sagara melempar senyum dingin ke arah Alan, sementara Alan membalas dengan tatapan sedingin es kutub utara. Keduanya kayak lagi nunggu siapa yang bakal dipilih Sephia.

​Brak!

​Sephia menggebrak meja kantin cukup kencang, membuat mangkok baksonya sedikit bergetar. Dia udah gak tahan lagi jadi tontonan sirkus.

​Bukannya meraih Ocha dari Sagara atau susu dari Alan, tangan Sephia dengan gerakan kilat malah menyambar gelas teh manis milik Hana yang masih penuh. Tanpa babibu, Sephia langsung menegguk teh manis itu sampai tandas gak bersisa.

​Sruuup! Ah! Sephia menghempaskan gelas kosong itu ke meja.

​Hana melotot syok. "Pia... teh manis gue..."

​Sephia gak memedulikan Hana. Dia langsung berdiri dari kursinya, menatap Sagara dan Alan bergantian dengan mata melotot galak.

​"Kak Saga, makasih Ochanya tapi Pia lagi gak pengen teh hijau! Dan lo, Alan... lo pikir gue anak sapi apa disuruh minum susu pagi-siang-sore?! Utang gue ke lo itu jaket, bukan cicilan nutrisi!" semprot Sephia dengan suara yang cukup lantang, sukses bikin Sagara tertegun dan Alan menaikkan sebelah alisnya karena kaget.

​"Gue mau balik ke kelas. Lo berdua kalau mau adu aura mistis, mending pindah ke kuburan aja sekalian, jangan di depan mangkok bakso gue!" lanjut Sephia ketus. Dia langsung menarik paksa pergelangan tangan Hana yang masih memegangi sendok. "Han, cabut!"

​"Eh—eh, bakso gue belum abis, Piaaa! Tega lo ya, teh manis digondol, bakso ditinggal!" jerit Hana pasrah saat tubuhnya diseret paksa oleh Sephia keluar dari kantin.

​Sagara dan Alan kompak terdiam di tempat, menatap kosong ke meja makan. Di sana tertinggal satu botol Ocha Jepang, satu susu kotak cokelat, dan satu gelas kosong milik Hana yang mengenaskan. Untuk pertama kalinya, dua pangeran sekolah itu dibuat skakmat dan ditinggal pergi begitu saja oleh seorang cewek.

​Efek dari aksi nekat Sephia di kantin ternyata langsung instan terasa. Begitu dia dan Hana melangkah keluar dari pintu kantin menuju koridor tengah, atmosfer di sekitar mereka mendadak berubah drastis.

​Di sepanjang koridor yang dilewatinya, gerombolan siswi yang sedang nongkrong di depan kelas langsung menoleh ke arahnya. Bisik-bisik tetangga yang tadinya samar, kini sengaja dikerasin biar Sephia dengar.

​"Eh, itu kan cewek yang tadi di kantin? Sok jual mahal banget gila, masa Kak Saga sama Alan dikandasin dua-duanya?"

​"Iya, caper banget taktiknya. Sengaja ngamuk biar makin dikejar kali. Muka standar gitu aja gayanya selangit, najis."

​Langkah kaki Sephia langsung berhenti total di tengah koridor. Cukup sudah. Dari kemarin dia diam bukan karena takut, tapi karena malas ribut. Tapi kalau mukanya sampai dihina, setannya Sephia langsung keluar.

​Sephia melepaskan tangan Hana, lalu berbalik badan dan menatap tajam ke arah gerombolan cewek kelas 11 yang barusan ngatain dia.

​"Heh! Kalau ngomong tuh sini, di depan muka gue langsung! Gak usah bisik-bisik kayak tikus kejepit!" semprot Sephia lantang, matanya melotot galak menantang gerombolan cewek itu.

​Seketika koridor yang tadinya bising langsung sunyi senyap. Cewek-cewek yang tadi ngatain Sephia langsung gelagapan dan mukanya memerah karena malu sekaligus kaget karena ditantang balik. Hana di sebelah Sephia sampai menahan napas, gak menyangka sahabatnya bakal se-nekat ini.

​"Kenapa diem? Takut?!" tantang Sephia lagi, melangkah maju satu kali.

​"Ada apa nih berisik-berisik?"

​Sebuah suara bernada tinggi dan sinis tiba-tiba menginterupsi dari arah tangga kelas 12. Sesosok cewek cantik dengan rambut yang dicat cokelat gelap kemerahan dan seragam yang sengaja dikecilkan berjalan mendekat. Di dadanya tersemat nametag bertuliskan: Mawar Anggraini.

​Mawar adalah teman sekelas Sagara di kelas 12-A, sekaligus cewek yang sudah rahasia umum ngebet setengah mati sama Sagara sejak kelas 10.

​Mawar berdiri di tengah koridor, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap Sephia dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan pandangan meremehkan. "Oh, jadi lo anak kelas 11 yang barusan bikin malu Sagara di kantin?"

​Sephia menaikkan dagunya, tidak gentar sedikit pun meskipun yang dihadapinya adalah kakak kelas. "Saya gak bikin malu siapa-siapa, Kak."

​Mawar berdecak sinis, melangkah maju hingga jarak mereka berdua cuma tersisa semeter. "Gak usah belagu ya, Dek. Lo itu cuma adek kelas yang kebetulan tetanggaan sama Sagara, gak usah sok kecantikan sampai berani nolak dia di depan umum. Sadar diri dikit, tampang lo itu biasa banget, gak level disandingkan sama Sagara, apalagi sama anak baru itu."

​Suasana koridor makin mencekam. Sephia mengepalkan tangannya kuat-kuat di samping tubuh, rahangnya mengeras menahan emosi yang sudah di ubun-ubun menghadapi kesombongan Mawar.

​"Udah deh, Kak Mawar. Gak usah cari ribut, yuk Pia kita balik kelas," bisik Hana panik, berusaha menarik lengan Sephia mundur sebelum keadaan makin runyam.

​Mawar tersenyum miring penuh kemenangan melihat Sephia yang diam. "Inget ya, jauhin Sagara. Kalau gue liat lo caper lagi sama dia, urusan lo bakal panjang sama gue." Setelah melempar ancaman itu, Mawar berbalik dan berjalan pergi bersama dayang-dayangnya dengan gaya angkuh.

​Sephia menarik napas dalam-dalam, dadanya naik turun menahan gemuruh emosi. Dia tidak membalas lagi karena tahu meladeni senior labil seperti Mawar di koridor cuma bakal bikin posisinya makin tersudut.

​Dengan langkah grasak-grusuk dan muka yang sudah memerah padam menahan amarah bercampur sedih, Sephia berjalan cepat memasuki kelas 11-B. Begitu sampai di bangkunya, dia mendapati Alan sudah kembali duduk santai, bersandar di kursinya sambil memasang earphone di telinga dan memejamkan mata dengan wajah tanpa beban—seolah tidak tahu kalau hari Sephia baru saja hancur berantakan gara-gara ulahnya.

​Melihat sumber masalahnya malah asyik santai kayak di pantai, emosi Sephia yang sudah di ubun-ubun langsung meledak.

​Brak!

​Sephia menggebrak permukaan meja kelasnya dengan telapak tangan cukup kencang, membuat botol minum yang ada di atas meja sedikit bergeser. Suara gebrakan itu sukses bikin beberapa anak di kelas menoleh kaget, termasuk Alan yang langsung membuka matanya dan melepas sebelah earphone-nya.

​Sephia langsung membalikkan badannya menghadap Alan, menatap cowok itu dengan pandangan tajam yang siap membunuh siapa saja.

​"Puas lo?!" semprot Sephia dengan suara bergetar menahan amarah.

1
Ayunda
judulnya bikin inget lagu Sheila on seven yg viral pd jamanya
Arya Suluran
wahh adapakah ini??😄
Arya Suluran
plenger juga sih Sephia ini ya😄
Azkaqia Ratna: ya gugup soalnya doi hehe
total 1 replies
Arya Suluran
apakah jatuh cinta pandangan pertama??
Azkaqia Ratna: belum kyknya, cuma awal mengagumi 😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!