NovelToon NovelToon
Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Satu jebakan di pesta sang adik tiri merenggut kesucian Aline.

Satu fitnah kejam membuat ayahnya tega mengusirnya dalam keadaan hamil.

​Diusir, dikhianati, dan tidak punya arah, Aline berada di ambang keputusasaan. Namun, tepat sebelum dia menyerah pada takdir, pria asing yang tidur bersamanya malam itu kembali datang dan mengajaknya pergi.

​Demi bayinya, Aline nekat ikut dengan pria yang bahkan tidak ia kenali itu. Akankah pria tersebut menjadi pelindung barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 26 KELUCUAN PAGI HARI

Aline yang mulai tersadar dengan tindakannya yang tiba-tiba langsung melepaskan pelukkan itu. Ia tersenyum kikuk.

"Maaf, aku tadi terlalu senang... kalau begitu aku mau siap-siap sekarang juga." Ia langsung berlari menghindar dari suaminya.

Erlangga terkekeh kecil saat melihat sikap istrinya.

Sepuluh menit berlalu. Aline keluar dengan gaun floral ala korea berwarna peach.

"Aku sudah siap!"

DEGH!

Jantung Erlangga berdug kencang saat melihat penampilan istrinya yang seperti putri musim semi. Ia benar-benar jatuh cinta pada pesona seorang Aline Anastasia, wanita yang tampak terlihat lemah lembut dan juga sangat anggun.

Aline yang menyadari tatapan intens suaminya seketika pipinya bersemu merah. Ia menundukkan wajahnya mencoba menghindar dari tatapan suaminya.

Beberapa menit kemudian Erlangga mulai tersadar dari lamunannya. "Ayok... kita pulang sekarang." Ia menggenggam tangan Aline melangkah ke luar dari kamar hotel itu.

Aline menatap tangannya yang kini saling bertautan dengan tangan milik suaminya. Ia merasakan hatinya mulai menghangat.

Di depan pintu, tampak kedua pasangan muda dan kedua pasangan yang lanjut usia sudah menunggu kedatangan mereka. Siapa lagi jika bukan Rara dan Bram lalu Alya dan Kusuma.

"Ini masih pagi banget loh, Nak! Kenapa buru-buru mau pulang?" tanya Alya bingung pada putra bungsunya.

"Kita mau sarapan di rumah." jawab Erlangga singkat.

Mereka mengangguk mengerti, mungkin Erlangga akan memasak makanan spesial untuk sarapan kali ini karena ada Aline, itulah yang mereka pikirkan.

Tanpa banyak bicara keluarga besar Dewangga akhirnya meninggalkan hotel tersebut.

Setibanya di area parkiran, Rara bersama Bram masuk ke dalam mobil yang berbeda. Sementara Aline dan Erlangga satu mobil bersama dengan Alya dan Kusuma.

Selama perjalanan suasana tampak sangat tenang, Aline duduk di kursi belakang bersama ibu mertuanya yang terkadang mengelus lembut tangannya, kasih sayang itu seolah menyentuh sisi hatinya yang kosong setelah sekian lama di tinggalkan ibunya.

Hingga beberapa jam kemudian mobil itu terparkir di kediaman mewah keluarga Dewangga.

Erlangga langsung membukakan pintu mobil untuk istrinya. Pria itu tanpa malu-malu memperlihatkan bagaimana ia terlihat sangat peduli atau lebih tepatnya bucin kepada istrinya sendiri di hadapan kedua orang tuanya.

Alya yang melihat putra bungsunya yang biasanya terlihat dingin terhadap wanita. Kini ia melihat sisi lain dari putranya merasakan perasaan bahagia dan bangga ternyata putranya bisa memuliakan istrinya sendiri.

Kini mereka sudah berada di ruang tamu. Hingga suara Kusuma memecah keheningan di antara mereka.

"Cepet masak Erlangga Daddy sudah lapar!" kata Kusuma pada anak bungsunya.

"Siapa juga yang mau masak." jawab Erlangga santai.

Kusuma dan Alya tampak mengkerutkan keningnya dalam.

Mereka pikir, pagi ini putra bungsu mereka akan memasak sarapan spesial untuk mereka, jika bukan Erlangga lalu siapa, oh mungkin Mbok Inah. Berbagai pikiran dan kemungkin memenuhi benak merek.

Tanpa diduga kalimat terakhir yang dilontarkan Erlangga seolah mengguncang kediaman mewah keluarga Dewangga.

"Daddy yang masak."

Di sisi lain, Bram dan Rara tampak tercengang mendengar hal itu. Apa Erlangga ingin membakar kediaman ini. Pikirnya.

Untuk beberapa menit, sunyi tidak ada yang mengeluarkan kata-kata. Mereka hanya saling melirik satu sama lain.

Aline yang berada di samping suaminya, tangannya mulai berkeringat dingin. Apakah ayah mertuanya akan menolak atau lebih parah dari itu misalkan marah karena ada yang memerintahnya. Pikirannya mulai berkecamuk.

"Jangan ngaco deh! Erlangga, kamu mau kita semua menjadi gosong di rumah ini." sahut Bram menatap tidak percaya ke arah adiknya.

"Kamu tau sendiri Daddy tidak bisa memasak, apa kamu sedang meledek Daddy?" sambung Kusuma, sambil membenarkan perkataan putra sulungnya.

Erlangga menggeleng pelan. "Aline yang menginginkannya, lebih tepatnya anak dalam kandungannya." jelas Erlangga.

Seketika kedua mata pria baruh baya itu berbinar. Ia langsung menoleh ke arah menantunya. "Apakah benar? Yang dikatakan suamimu, Nak?" tanya Kusuma kepada Aline.

Aline menatap ke arah suaminya sejenak sebelum menjawab pertanyaan itu.

Erlangga mengangguk pelan saat melihat istrinya seolah meminta persetujuan darinya, padahal cuma hal sekecil itu tapi istrinya selalu meminta izin terlebih dulu sebelum bertindak sesuatu.

Aline yang sudah mendapat persetujuan dari suaminya menoleh ke arah sang ayah mertua. "Iy-aa... Daddy! Apakah boleh..."

"Tentu saja boleh..." antusias Kusuma lalu ia menoleh ke arah istrinya. "Mom, ajarkan Daddy memasak. Cucu kita ingin makanan yang dibuatkan Kakeknya."

Alya tampak tercengang dengan reaksi suaminya, laki-laki yang hanya tau cara menyerang musuhnya kini bertransformasi menjadi koki hanya untuk calon cucunya. Ia terkekeh kekecil.

"Jangan sampai! Kamu malah membuat calon cucu kita keracunan, karena masakan kamu, Mas!" sindirnya dengan nada setengah bercanda.

Di sisi lain, Rara tampak tersenyum miris kepada dirinya sendiri. "Andaikan aku bisa hamil, mungkin mereka akan memperlakukan aku seperti memperlakukan Aline."

Bram yang menyadari wajah sendu istrinya langsung memeluknya dari samping. "Kamu tetap wanita yang paling berharga untukku."

Kini Kusuma bersama istrinya tengah menuju dapur, satu keluarga itu tampak kompak menunggu sang kepala keluarga Dewangga membuat sarapan untuk mereka.

Mbok Inah yang sedang membersihkan dapur tampak kebingungan, saat melihat Tuan Besarnya dan Nyonya Besarnya melangkah menuju dapur secara bersamaan.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan, Nyonya?" tanya Mbok Inah.

"Tidak perlu, Mbok! Sebaiknya pagi ini Mbok Inah libur memasak... biarkan pekerjaan pagi ini saya yang akan membuat sarapan." Suara Kusuma terdengar tegas.

Mbok Inah tampak tercengang mendengar semua itu.

Alya yang melihat wajah terkejut asistennya yang sudah setia menemaninya puluhan tahun. Langsung menjelaskan kenapa suaminya bisa mendekat ke area dapur. "Aline sedang ngidam, Mbok! Kepengen masakan Daddynya!"

"Owalah... jadi begitu Nyonya! Kalau begitu saya permisi kebelakang mau melanjutkan setrikaan saja." pamit Mbok Inah.

Alya hanya mengangguk sebagai jawaban, kini ia menemani suaminya memasak dan memberi arahan agar masakannya bisa dimakan sang menantu dan cucunya.

"Mas! Wajannya kasih minyak dulu tapi sedikit saja." Alya mulai memberi intruksi pada sang suami.

Dengan siga dan efisien Kusuma melakukan apa yang istrinya perintahkan.

"Telurnya pecahkan dulu, Mas! Habis itu kasih garam sedikit saja."

Kusuma mulai memecahkan telur itu lalu memasukkannya ke wajan. Namun, ketika ia hendak memberikan garam tiba-tiba istrinya menjerit.

"Mas! Itu gula bukan garam, kamu ini gimana sih!" kesal Alya.

"Hihihi... lucu sekali saat Daddy di marahin Mommy." Aline melihat itu tertawa kecil yang membuat ia semakin terlihat sangat cantik.

Erlangga yang sedari tadi memperhatikan istrinya tidak bisa lagi menahan rasa gemasnya, dengan secepat kilat hingga tidak ada orang lain di antara mereka yang melihatnya. Ia langsung mencium pipi kemerah-merahan milik istrinya.

CUP!

Seketika tubuh Aline membeku dan kedua matanya membulat dengan kejadian yang baru saja terjadi.

1
Key
salfok sama Dady. Saking paniknya, sampe bawa Vas bunga. OMAYGAT diluar prediksi BMKG
Key
Erlangga hebat juga ya, bisa bertahan 1 Minggu tanpa asupan infus atau apapun. Kalau orang normal biasanya sudah good by🥲
mawar merah
Semoga cepat ketemu keluarga ya Erlangga
mawar merah
Astagfitullah ya Allah bantulah Erlangga ya Allah. Itu pasti jebakan jika khansa masuk akan diteriaki kumpul kebo...
aira_kayla
makasih kak....
yah gantung🤭🤭🤭
semangat kak💪💪💪💪💪
aira_kayla
kak cepat pertemukan erlangga dg kluarganya kasian kak🙏🙏
Jing_Jing22: hehehe siap Kak Aira_ izin tag namanya ya kak🙏
total 1 replies
Key
Suami istri sama-sama nggak sadar apa jangan-jangan mereka janjian di alam lain ya🤭, semoga cepat sadar Erlangga, jangan sampe kamu jadi ubi😭
Key
Ada juga kok yg bikin laporan kehilangan tapi dimintai uang🤣 kocak emang🤭 tapi d negara lain deh kayanya🫣
mawar merah
Aku doakan kamu menjadi wapres yang akan datang nazar 🙏🙏🙏
mawar merah
Selamat Aline telah lahirnya baby Twins dengan selamat dan sehat 🙏🙏
mawar merah
Semoga semua sehat dan Baby twinnya lahir dengan sempurna dan sehay
mawar merah
Alhamdulillah Erlangga sudah sadar,, tapi lumpuh total semoga ada keajaiban ya Allah
aira_kayla
lanjut💪💪💪
Jing_Jing22: Siap kak Aira cantik. semoga berkenan untuk singgah🤭🫶
total 1 replies
Key
Sad banget, pas Aline sadar 😭 bawang banget sih thor
Key
ini kelopak maksudnya ya thor🤭
Jing_Jing22: hihihi salah tulis🤧
total 1 replies
Key
Bram marahnya serem banget, khodam ekor sembilanya keluar😭
mawar merah
Kadang anak-anak nakal itu punya bakat tersembunyi. Tapi karena keadaan dia memilih untuk jadi anak nakal
Jing_Jing22: hihihi🤭 iya kak mawar
total 1 replies
mawar merah
Ya begitulah kalau orang yang nggak punya akan di pandang sebelah mata..kalau ada uang minum pun disiapkan🤭🤭🙏🙏🙏
aira_kayla
yah jangan kejam" lok kak🤭🤭🤭
lumpuh nya sebentar saja woke🤭🤭🤭
Jing_Jing22: hihihi🤭 siap kak aira🫶
total 1 replies
mawar merah
Kasian kamu aline..kamu harus kuat demi si kembar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!