NovelToon NovelToon
Forgive Me My Wife

Forgive Me My Wife

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Cerai / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Senjahari_ID24

Apa jadinya jika kamu terlambat mengetahui bahwa pria yang menikahimu ternyata memiliki rahasia besar? Rahasia mencengangkan yang membuat duniamu seakan runtuh seketika.

Itulah yang terjadi pada pernikahan Viona Rasyid yang dipersunting Bima Prasetyo melalui jalan perjodohan.

Akankah bahtera rumah tangga mereka tetap berlayar saat rahasia tersebut terkuak? Atau justru karam di tengah perjalanannya?

Ikuti kisahnya. Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjahari_ID24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Mencintaimu

Viona baru saja selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan gaun tidur selutut berwarna putih berbahan lace. Ia duduk menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang sambil menunggu Bima yang tengah membuatkan susu hamil untuknya.

Terdengar bunyi derit pintu yang terbuka, Bima masuk membawa nampan berisi segelas susu hangat dan beberapa keping biskuit.

"Hai ibu hamilku yang cantik, ayo minum dulu susunya, kubawakan juga beberapa keping biskuit. Kuperhatikan saat makan malam tadi kamu hanya menelan sedikit makanan, bahkan tidak sampai sepuluh sendok." Bima meletakkan nampan di atas nakas yang tepat berada di sisi tempat tidur.

"Ughh ... suamiku ini manis sekali." Viona mencubit hidung mancung suaminya gemas.

"Kamu tahu? Apa yang kamu lakukan barusan membangunkan sisi lain dalam diriku. Jangan mengalihkan fokusku, atau aku akan kehilangan kendali dan membuatmu kelelahan," ucap Bima sambil mengulum senyumnya dan mengacak rambut Viona.

"Ayo makan dulu biskuitnya, ini biskuit rasa cokelat kesukaanmu bukan?" Bima mengambil piring kecil berisi kepingan biskuit dan memberikannya ke pangkuan Viona.

"Aku tidak pernah bermaksud menggoda, itu hanya perasaan Mas saja. Atau mungkin suamiku ini memang tipe yang mudah sekali tergoda," sahut Viona sambil terkikik geli.

"Tapi dari mana Mas tahu aku suka biskuit cokelat?" sambungnya lagi seraya mengambil sekeping biskuit dan memasukannya ke dalam mulut kemudian mengunyahnya. Rasa lezat dari biskuit yang lumer langsung membuat indera pengecapnya berpesta pora. Biskuit cokelat yang dicicipinya kali ini sangatlah lezat, bahkan tanpa sadar Viona terus menerus menyantap kepingan-kepingan biskuit berikutnya hingga habis tak tersisa, dan tak lupa meneguk susu hangatnya sampai isi gelasnya tandas.

"Ehm, itu ... itu tadi sore aku menelepon ibumu dan bertanya tentang makanan kesukaanmu. Aku sudah punya semua daftar makanan favoritmu, agar lain kali jika kita pergi makan diluar lagi, aku bisa memilihkan makananmu dengan benar," tutur Bima canggung, sambil mengusap-usap tengkuknya sendiri.

"Jadi, Mas menelepon ibu hanya untuk mengetahui apa saja makanan kesukaanku? Kenapa nggak tanya langsung saja sama aku?" selidik Viona. Senyuman mengembang begitu saja di wajah cantiknya, tidak bisa menyembunyikan rona bahagianya karena suaminya kini sangat perhatian.

"I-itu karena aku malu jika bertanya langsung padamu. Sebagai suamimu aku bahkan tidak tahu hal-hal kecil tentangmu, tapi justru sahabatmu lebih memahami tentang dirimu daripada aku," jelasnya diiringi dengan embusan napas kasar, jelas terlihat Bima sedang dilanda cemburu.

Viona tertawa kecil menampakan deretan gigi putihnya, ia menangkup kedua sisi wajah Bima dan mengecup bibirnya sekilas.

"Jadi mas cemburu sama Juna?" tanya Viona sambil terkekeh pelan. "Dia hanya sahabatku, mungkin benar Juna memang tahu banyak tentangku, tapi kami hanyalah teman tidak lebih. Terima kasih, karena Mas telah berusaha memahamiku, aku sangat bahagia." Mata Viona berbinar mencerminkan apa yang dirasakan hatinya kini.

Keheningan membentang di dalam kamar itu, menyaksikan dua pasang mata yang saling menatap dalam penuh arti.

"Sebelumnya aku mungkin tidak pernah tahu rasanya jatuh cinta itu seperti apa karena tak pernah mengalami. Tapi rasa nyaman saat bersamamu juga benci melihatmu akrab dengan lelaki lain apakah mungkin ini yang disebut dengan cinta? Sikapku di awal pernikahan pasti telah banyak melukaimu, tapi kini, aku sangat takut kehilanganmu dan ingin selalu bersamamu sepanjang waktu. Maka dari itu izinkan aku untuk mengatakan ini walaupun mungkin sudah sangat terlambat."

Tangan Bima bergerak menggenggam dengan lembut punggung tangan Viona yang tengah menangkup wajahnya.

"Viona Rasyid, istriku, aku mencintaimu."

1
Niswa
Mewek lagi kaan, padahal udah baca berulang-ulaang🥹😭
Widi Safitri
😭😭😭😭😭😭
Widi Safitri
Luar biasa
✨️ɛ.
disini Papa Juna pengen tak hih! /Hammer/
Harri Purnomo Servis Kamera
rasain tuh Bima
Harri Purnomo Servis Kamera
semoga lu sadar bim
Harri Purnomo Servis Kamera
kasihan viona lagi hamil lho itu. ngak peka ya si bima
Harri Purnomo Servis Kamera
apik Thor
Harri Purnomo Servis Kamera
opening nya menarik
Danny Muliawati
kan ada bel knp hrs ke luar kamar sih
Danny Muliawati
ini yg Allah ksh agar Juna d viona ga ber satu
Danny Muliawati
sumpah AQ ikut haru d nangis 😭😭😭😭
Danny Muliawati
klo jodoh tak akan kemana
Danny Muliawati
good job viona waspada yg luar biasa
Danny Muliawati
semangat BI yati
Danny Muliawati
ayah viona sdh janji ga akan ikut campur ttg jodoh anak nya
Danny Muliawati
JD ikut nangis 😭😭
Danny Muliawati
rujuk aza
Danny Muliawati
tanda nya ga jodoh tak usah maksa 😆
Danny Muliawati
JD sebel SM Juna saking terobsesi dg viona cari2 salah bima dg perush
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!