NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:340
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 Bayang-bayang Masa Lalu

Atmosfer di dalam laboratorium mendadak merosot drastis hingga ke titik beku. Kehangatan

sisa interaksi intim beberapa detik lalu menguap tanpa bekas, digantikan oleh ketegangan tak

kasat mata yang mencekik udara. Arkan berdiri kaku, jemarinya mencengkeram sisi ponsel

begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya yang gelap menatap lurus ke layar,

merekam setiap piksel foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal itu.

Di dalam foto digital berkualitas tinggi tersebut, Kiara terlihat berdiri di bawah temaram

lampu jalanan di samping lorong darurat hotel tempat konferensi pers kemarin. Dan di

hadapannya, seorang pria bertubuh tegap mengenakan jaket *hoodie* hitam sedang

menyerahkan sebuah map cokelat tebal. Wajah pria itu sengaja disamarkan oleh bayangan,

namun posisi tubuh Kiara yang condong ke depan menunjukkan tingkat kedekatan atau

setidaknya kepatuhan yang tidak biasa.

"Ini gel penenangnya, Tuan Arkan. Oleskan tipis-tipis di area yang memerah." Suara Kiara

memecah keheningan. Gadis itu kembali dengan sebuah botol kaca kecil berisi gel transparan

berwarna hijau muda.

Arkan dengan gerakan tenang namun cepat langsung membalikkan layar ponselnya ke

bawah, menyembunyikan ancaman itu dari pandangan mata Kiara. Ekspresi wajahnya

bertransformasi dalam sekejap mata kembali menjadi topeng es yang dingin dan tak terbaca.

Sepasang mata elangnya mengunci manik mata Kiara, mencoba mencari riak kebohongan di

sana.

"Taruh saja di sana," suara Arkan terdengar datar, kehilangan getaran emosional yang

hangat beberapa saat lalu.

Kiara menghentikan langkahnya tepat dua langkah sebelum meja. Instingnya yang tajam

menangkap perubahan drastis pada aura pria di hadapannya. Kerutan di dahi Arkan bukan lagi

karena iritasi kulit, melainkan karena kemarahan yang ditekan dalam-dalam. "Ada masalah

dengan saham kita? Atau... Madam Amalia mengubah pikirannya?" tanya Kiara, mencoba

memancing.

"Tidak ada masalah dengan saham, ataupun dengan nenekku," Arkan menegakkan

tubuhnya, melangkah perlahan mendekati Kiara, mengintimidasi dengan tinggi badannya. "Aku

hanya baru menyadari satu hal, Kiara. Aku membayar mahal untuk kontrak ini, bukan hanya

untuk kecerdasanmu di dalam laboratorium, tapi juga untuk kesetiaan mutlakmu selama

kesepakatan ini berlangsung." Kiara menaikkan sebelah alisnya, tidak gentar oleh tekanan mental yang dilayangkan

Arkan. "Kesetiaan? Saya rasa saya sudah menyerahkan formula terbaik saya dan

menyelamatkan reputasi perusahaan Anda dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.

Bagian mana dari kesetiaan saya yang Anda ragukan, Tuan?"

Arkan tersenyum sinis, sebuah senyuman yang menyiratkan bahaya. "Apakah ada orang

lain yang mengetahui tentang formula rahasia ini sebelum kamu membawanya kepadaku?

Seseorang dari masa lalumu, mungkin? Atau seseorang yang mengirimmu untuk menjadi

mata-mata di dalam Narendra Cosmetics?"

Mendengar tuduhan itu, kilatan amarah langsung menyambar di mata Kiara. Rahangnya

mengeras. Ia meletakkan botol gel di atas meja dengan hentakan yang cukup keras hingga

menimbulkan bunyi dentingan nyaring. "Jaga bicara Anda, Tuan Narendra! Jika saya adalah

mata-mata, saya tidak akan bersusah payah menaikkan nilai saham Anda sebesar lima persen

sore ini. Saya bisa saja menjual formula ini ke kompetitor terbesar Anda, PT Mahardika Utama,

dan mendapatkan uang sepuluh kali lipat tanpa harus terjebak dalam pernikahan kontrak

yang konyol ini!"

Nama *Mahardika Utama* yang disebut Kiara membuat Arkan menyipitkan mata.

Perusahaan raksasa itu dipimpin oleh Baskoro Mahardika—musuh bebuyutan keluarga

Narendra yang selama ini menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan mereka. Apakah pria

berkerudung di foto itu adalah orang suruhan Baskoro? Ataukah pria itu adalah bagian dari

alasan mengapa Kiara begitu membenci masa lalunya?

"Bagus kalau kamu tahu batasannya," ucap Arkan dingin, menyembunyikan kecamuk

cemburu dan curiga yang berkecamuk di dadanya. Pria itu mengambil ponselnya kembali, lalu

berjalan melewati Kiara begitu saja menuju pintu keluar lab. "Mulai besok, sopir pribadi dari

kediaman Narendra akan menjemputmu setiap pagi. Jangan pergi ke mana pun sendirian

tanpa sepengetahuanku. Ingat, Kiara... satu langkah salah darimu, dan kontrak ini batal secara

hukum."

Pintu laboratorium tertutup rapat dengan bunyi klik yang tegas, meninggalkan Kiara

sendirian di bawah pendar lampu neon yang dingin. Kiara mengepalkan kedua tangannya di sisi

tubuh. Napasnya memburu. Bukan karena takut pada gertakan Arkan, melainkan karena dia

tahu bahwa bayang-bayang masa lalu yang dia sembunyikan rapat-rapat kini mulai mengendus

langkah kakinya.

Kiara berjalan ke sudut lab, meraba saku blusnya dan mengeluarkan ponselnya sendiri. Ia

membuka sebuah aplikasi pesan terenkripsi. Di sana, terdapat pesan keluar yang ia kirimkan

semalam kepada kontak bernama 'R': *'Dokumen internal Mahardika sudah di tangan saya.

Mereka yang memulai perang ini, dan saya yang akan mengakhirinya.'* Kiara menatap langit-langit lab dengan tatapan kosong namun penuh tekad. "Maafkan aku,

Arkan," bisiknya lirih pada keheningan. "Aku memanfaatkanmu untuk menghancurkan mereka.

Tapi aku bersumpah, aku tidak akan pernah membiarkan Narendra Cosmetics ikut hancur karena

dendam pribadiku."

Tanpa Kiara ketahui, di dalam mobil sedan hitamnya yang terparkir di basement gedung,

Arkan sedang menatap layar tabletnya. Sistem pelacak yang terpasang di area sekitar

laboratorium baru saja menangkap adanya transmisi data terenkripsi dari ponsel Kiara. Seringai

dingin muncul di wajah tampan sang CEO.

"Kamu punya rahasia besar, Kiara Sabitha," gumam Arkan pada kegelapan malam,

sementara jemarinya mengetik sebuah perintah untuk asisten pribadinya. "Mari kita lihat, siapa

yang akan terbakar lebih dulu dalam permainan ini."

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!