NovelToon NovelToon
Rahasia Dua Tubuh

Rahasia Dua Tubuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Rachmat Rachimullah

Bagaimana rasanya terbangun di pagi hari dan mendapati dirimu memiliki dua kehidupan yang sepenuhnya berbeda?
Selama ini, hidup 'Bara' adalah sebuah komedi pahit. Bertubuh gemuk, pendek, dan selalu dilingkupi rasa tidak percaya diri, ia menjadi sosok tak kasat mata yang selalu diremehkan di lingkungan sosialnya. "Aku ini siapa?" menjadi pertanyaan retoris yang terus menghantui hari-harinya di kamar yang berantakan.
Namun, takdir memainkan lelucon yang teramat gila.

Tanpa ada penjelasan ilmiah maupun magis, Bara mendadak terbangun dengan dua tubuh yang terhubung pada satu jiwa yang sama.

Saat tubuh aslinya tertidur, kesadarannya berpindah ke tubuh seorang pria lain: sosok yang sempurna, tinggi, tampan, atletis, dan berbalut setelan jas mewah dengan latar belakang gemerlap kota metropolitan. Di satu sisi, ia adalah pria malang yang terpinggirkan; di sisi lain, ia adalah pangeran sempurna yang dipuja semua orang.

"ketika takdir memberikan mu dua tubuh, mana yg akan kamu pilih?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Pulang Kampung

Bara menyusuri jalan menuju tempat tinggalnya namun yang tak ia sadari di belakangnya ada seseorang yang mengikuti nya. Ia adalah Victor.

Victor sengaja mengikuti Bara karna ia penasaran dengan latar belakang Bara.

'hari ini akan aku ungkap latar belakang mu Bara' guman Victor

Beberapa saat kemudian Bara sampai di rumah kos nya.

"fuihhh hari ini cukup melelahkan" ucap Bara

"sebaiknya aku bersih-bersih dulu sebelum nanti malam persiapan part time"

matahari mulai tenggelam di ufuk barat jam dinding mulai menunjukkan pukul 18.00. Kali ini Bara terbangun di tubuh lama nya.

"rasanya sangat aneh ketika aku kembali ke tubuhku yang lama"

"tapi tak apa setidaknya aku bisa memaksimalkan kedua tubuh ku"

Bara memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum berangkat menuju mini market tempat ia bekerja part time.

Namun di luar kamar kost nya Victor masih memantau kegiatan apa saja yang Bara lakukan.

Beberapa saat kemudian Bara sudah bersiap untuk pergi ia melangkah keluar kamar. Di sisi lain Victor terus mengawasi dari kejauhan namun ada satu hal yang membuatnya begitu kaget.

Victor melihat sosok pria gendut pendek keluar dari kamar kos yang tadi Bara tuju, muncul tanda tanya besar di kepalanya. Siapa pria itu?, kenapa bisa dia keluar dari kamar kos milik bara?, apakah dia teman bara?.

Bara yang saat ini menggunakan tubuhnya yg lama perlahan berjalan menuju mini market dengan Victor yang terus mengikutinya dari belakang. Hingga sampailah Bara di minimarket tempat ia bekerja part time.

"ternyata kau sudah sampai gendut" ucap pemilik minimarket bernama pak Harto.

"maaf pak saya sedikit terlambat karna ketiduran" saut Bara

"yaa yaa tak apa, aku tinggal memotong gaji mu saja nanti"

Bara terkejut mendengar jawaban dari pak Harto. 'hah?! Potong gaji? Perasaan gue dateng telat cuman 3 menit doang' gumam Bara

"maaf pak saya hanya telat selama 3 menit, apa gaji saya tetap di potong?" tanya Bara hati-hati

"yaiya lah gendut kamu ini sudah jelek telat lagi!" caci pak Harto

"sudah sana kamu siap-siap, ingat yaa kalo sampai uang di kasir ini tidak balance, berarti kamu ga menerima gaji, paham kamu!"

"p-paham pak" jawab Bara.

Hari sudah mulai tengah malam, namun Bara tetap semangat dalam bekerja. Ia tak pernah berhenti tersenyum ketika melayani pelanggan.

Namun beberapa saat kemudian ada segelintir pemuda yang memasuki minimarket tempat Bara bekerja. Mereka hendak membeli minuman berakohol.

"woyyy gendut, jadi minuman ku ini total nya berapa?" tanya salah satu pria

"maaf apakah anda sudah cukup umur?" tanya Bara. "Karna minuman berakohol hanya bisa di beli oleh seseorang yang sudah cukup umur" sambung Bara

ketiga pemuda tersebut merasa tersinggung dengan perkataan Bara barusan. salah satu diantara mereka langsung menarik kerah baju Bara.

'grepp!'

"denger yaa gendut, mau kita sudah cukup umur kek atau belum itu bukan urusan mu" ucap pria itu

"kalo kau tidak mau memberikan kepada kami, maka akan aku rampok minimarket mu"

Bara yang mendengar kalimat itu merasa takut. Bagaimana tidak? Sekarang ia sedang menggunakan tubuh lama nya, tubuh yang tak memiliki kekuatan bahkan untuk berjalan sejauh 100 meter saja sudah terasa cape.

"i-iyaa bang jangan marah, saya total semua belanjaan abang" jawab Bara gugup

"men udah lah gausa kek gitu kita langsung ambil aja ini, gausa bayar" ucap salah satu pemuda bernama joni

"bener tuh kata si Joni, gausa di bayar biar aja si gendut ini yang menanggung"

Dari arah luar minimarket Victor masih memantau setiap kegiatan yang Bara lakukan. Pada saat ia melihat Bara hendak di pukul lantas ia melangkah cepat menuju minimarket tersebut.

"woyy anjing!!, jangan ganggu temen gue" teriak Victor

Pemuda yang tadi menarik kerah baju Bara seketika melepaskannya sehingga membuat Bara jatuh tersungkur di bawah meja.

"Brugg!"

"aduhh sakitt" pekik Bara

"wahh ada pahlawan dateng nih Jon"

"maksud lo apa hah!?, Lo mau belain si babi gendut ini? Iyaa?" ucap pemuda itu

Sebut saja namanya amar lah yaa biar gampang hehe. Okeyy lanjutt..

Tatapan Victor tajam melihat ketiga pemuda itu berdiri di hadapannya. Amar dan kedua teman nya itu merasa bahwa mereka akan mudah menghadapi Victor yang hanya seorang diri.

"wahh mar kayak nya nih orang mau cari gara-gara nih ama kita" ucap Joni

"hmm, coba aja kalo berani, kita bertiga bro dia sendirian" saut amar

"gausa banyak bacot deh lo!"

"sini semua maju juga boleh" tantang Victor

Victor saat ini sudah siap dengan posisi kuda-kuda khas muay Thai. Amar langsung menerjang Victor

"WUSHHH!"

Namun Victor berhasil menghindar dan langsung memberikan tendangan lurus ke perut Amar.

"Buakkk!!"

"uhukk uhukkk, bangsat Lo yaa!" kata Amar sambil memegangi perut nya.

"mar Lo gapapa?" tanya Joni

"mata lo di pake, liat nih gue kesakitan!"

"wahh anj*ng Lo, gue habisin Lo yaa!"

kali ini Joni maju menyerang Victor. ia mendarat pukulan lurus kearah wajah Victor namun dengan gerakan santai Victor menghindari pukulan tersebut.

'hah anj*ng kok dia bisa gampang banget ngehindar?' gumam Joni

Namun Joni tak menyerah ia terus melancarkan serangan terhadap Victor tapi tak ada satu pun pukulan Joni yang mengenai Victor

"udah?, segitu doang kemampuan Lo?" ejek Victor

"BANGSATT!! KALI INI GUE BAKAL HABISIN LO!!" teriak Joni

Joni melesat kearah Victor hingga tepat beberapa centimeter ia di depan Victor. Joni berniat melakukan tendangan namun kali ini Victor melakukan hal yang sama ia mengayunkan kakinya berniat untuk mengadu kaki nya.

"bughh"

"krekkk!!"

"AAAAKKKKK BANGSATTT KAKI GUE!!" teriak Joni kesakitan.

"TOLONGGG TOLONGGGINN GUEW!"

Kaki nya patah seketika setelah kakinya beradu dengan kaki Victor. Melihat kaki teman nya yang patah membuat dua pemuda yang lainnya ketakutan.

"Joni! Lo gapapa Jon?"

"gapapa pala lu peang!!, liat kaki gue ini"

"aaakkk sakitt tolongg" rintih Joni

"pergi ga Lo semua!, kalo kalian ga pergi gue patahin satu per satu kaki Lo" perintah Victor

"i-iya bang sorry kita bertiga pergi" saut Amar

Ketiga pemuda tersebut pun pergi meninggalkan minimarket. Mereka pergi dengan langkah tergopoh-gopoh sambil memapah temannya yang kakinya patah akibat benturan dengan Victor.

"sekarang Lo aman" ucap victor kepada Bara

"m-makasi bang, gue gatau kalo gaada Lo tadi gimana" saut Bara

"gausa makasih, gue emang paling gasuka liat orang di tindes"

"ohh yaa nama Lo siapa?" tanya Victor

"nama gue Bara bang"

'DEG'

Seketika Victor membeku mendengar nama itu, nama yang sama persis dengan nama Bara teman satu sekolahnya yang saat ini ia selidiki latar belakangnya.

"gue jadi keinget nama temen gue pas denger nama Lo" ucap victor tenang

"m-mungkin kebetulan aja sama bang" ucap Bara gugup

Bara seketika lupa bahwa yang ada di depannya adalah Victor ketua tech warriors anak jurusan tehnik teman satu sekolahnya.

'anjirr bisa bisanya gue lupa kalo dia ini Victor' gumam Bara dalam hati

Victor tersenyum tipis. "yaa mungkin saja kebetulan"

Sepulang dari kerja pada saat perjalanan Bara teringat ibunya yang berada di desa. akhirnya muncul niat dalam hatinya untuk pulang kampung sebelum UAS di mulai.

'sebelum UAS di mulai sebaiknya aku pergi mengunjungi ibu' guman Bara

1
Jian Fitriana
jangan lama’ thor update nya 🤭
rey
semangat thor 🔥🔥
RR
halo teman-teman sekalian. tolong bantu berikan ulasan yaa agar saya lebih semangat untuk memberikan tulisan-tulisan terbaik. jangan lupa like nya terimakasih
rey: semangat thor 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!