Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.
Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.
Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Selimut Lupa
The Dream Nibbler tertawa parau, sebuah garis tipis terlukis tipis di raut wajahnya tanpa rupa.
Suara tawa nya menggema keras hingga menggetarkan hati.
Hantu perempuan apartemen sempat bergidik ngeri saat mendengar tawa itu lalu menoleh pada Damon di sampingnya.
"Dia sangat kuat sekali, tuan Damon... Kurasa kita tidak mampu mengalahkannya..." ucap hantu apartemen.
"Tidak ada jalan lainnya, kita harus hadapi dia, apapun yang terjadi nanti, kita harus bisa bertahan." jawab Damon sembari mengepalkan genggaman tangannya.
"Ta-tapi... Iblis mimpi itu benar-benar kuat, kita bukan tandingannya, lebih baik kita pergi dari alam mimpi ini, tuan Damon..." kata hantu apartemen.
"Jika kita takut maka dia akan semakin kuat karena kelemahan The Dream Nibbler adalah keberanian, dia akan melemah karena hal itu." kata Damon.
"Tapi... Jelas-jelas dia bukan iblis sembarangan yang mudah untuk ditaklukkan begitu saja, aku sangat takut jika kita sampai tertangkap olehnya..." kata hantu apartemen dengan mimik merengut.
"Jangan takut, kita hadapi dia bagaimanapun caranya, aku yakin kita pasti mampu mengalahkannya." sahut Damon.
Bentangan selimut hitam menari-nari di atas mereka, Damon bersikap waspada akan serangan selimut hitam milik The Dream Nibbler selanjutnya.
Selimut hitam tipis itu terus berputar di atas Damon dan hantu apartemen yang terlihat ketakutan. Selimut itu beratnya seperti seratus selimut. Bisa buat orang yang terkena selimut itu tidak bisa gerak, tidak bisa teriak.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, tuan Damon ?" tanya hantu apartemen menatap pias ke arah selimut hitam itu.
"Kita hadapi saja." sahut Damon tegas.
"Menghadapinya ? Tapi bagaimana caranya, tuan ?" tanya hantu itu.
"Apa kamu bisa bernyanyi ?" tanya Damon sembari menoleh.
"Bernyanyi ???" tanya hantu apartemen agak terkejut kaget.
Damon cuma mengangguk pelan namun tatapannya sangat tegas.
"Yah..." sahutnya kemudian.
"Bernyanyi apa ?" tanya hantu itu sambil mengangkat dua bahunya tak mengerti.
"Menyanyikan lagu Nina Bobo..." sahut Damon, menatap serius.
Hantu apartemen perempuan tercengang usai mendengar jawaban Damon agar dirinya menyanyikan lagu Nina Bobo.
"Lagu Nina Bobo ?" tanya hantu apartemen.
Damon cuma mengangguk pelan sambil menatap serius kepada hantu tersebut lalu berkata.
"Lakukan lah sekarang, buat iblis mimpi itu lemah dengan nyanyian lagu Nina Bobo." ucapnya tegas.
Damon kembali menatap serius, sorot matanya tajam.
"Lagu Nina Bobo dinyayikan dengan suara ibu, suara asli, tidak pakai alat apapun untuk menyanyikannya. Karena getarannya mengusir dia." kata Damon.
Hantu apartemen perempuan melayang pelan, dia mendekat ke arah Damon.
"Baiklah..., aku akan melakukannya, demi kita semua maka aku akan bernyanyi lagu itu, tuan Damon..." ucap hantu itu dengan tatapan teduh.
"Dan setelah kamu melakukan tugas itu, aku bergerak menangkap iblis boneka rusak itu dan segera menuntaskan tugas misi di sini." kata Damon.
Hantu apartemen tersenyum lembut, sorot matanya semakin teduh.
"Baik..., tuanku... Perintahmu adalah kewajibanku. Aku akan bernyanyi lagu Nina Bobo sesuai permintaanmu..." sahut hantu itu patuh.
Damon mengangguk pelan, sorot matanya tajam menembus ke dalam dua mata hantu tersebut.
"Kita mulai sekarang." ucapan Damon disertai anggukkan kepala pelan dari hantu apartemen perempuan lalu mereka mulai bersiap-siap menghentikan The Dream Nibbler.
Tampak selimut hitam masih terbang diatas mereka, bentangannya semakin lebar dan mulai perlahan turun.
Damon tidak menunggu waktu lagi, ia memberi kode pada hantu apartemen perempuan untuk melaksanakan tugasnya, kode tersebut segera ditanggapi oleh hantu itu.
Mereka bekerjasama buat kalahkan The Dream Nibbler.
"Sret... Sret..." gerakan tangan hantu apartemen sangat lemah lembut, ia bergerak mundur, bibir mungilnya terbuka pelan lalu terdengar suara alunan nyanyian Nina Bobo yang teramat merdu dari bibir hantu itu.
Damon terdiam di tempat, menunggu waktu yang tepat buat melumpuhkan iblis mimpi The Dream Nibbler yang berdiri tak jauh darinya.
Selimut lupa milik The Dream Nibbler bergerak turun, baunya menyengat kuat hingga Damon tersentak mundur.
"Shhh... Jangan bangunin mama. Mimpi kamu kan tidak dipakai juga. Pinjam ya...selamanya."
Terdengar lagi suara iblis mimpi The Dream Nibbler menggema halus, ia bergerak patah-patah mengikuti gerakan selimut lupa miliknya.
Di sisi lain, Hantu apartemen perempuan terus menyanyikan lagu Nina Bobo.
Lagu Nina Bobo berkumandang merdu memenuhi langit-langit alam mimpi Juang Liang.
Nina Bobo Oh Nina Bobo...
Kalau tidak bobo digigit nyamuk...
Nina Bobo Oh Nina Bobo...
Kalau tidak bobo digigit nyamuk...
Tidurlah sayang, adikku manis...
Bobo lah bobo adikku sayang...
Kalau tidak bobo digigit nyamuk...
Nina Bobo Oh Nina Bobo...
Kalau tidak bobo digigit nyamuk...
Mendengar suara nyanyian lagu Nina Bobo dari suara asli milik hantu apartemen perempuan, sontak membuat iblis mimpi The Dream Nibbler terkejut kaget.
Perlahan-lahan gerakan tubuhnya mulai berkurang pelan.
"Klek... Klek... Klek..."
Nyanyian Nina Bobo merambat halus di sekeliling iblis mimpi The Dream Nibbler seperti mantra penyegel yang kuat untuk menahan laju gerakan iblis itu.
Nina Bobo Oh Nina Bobo...
Kalau tidak bobo digigit nyamuk...
Nina Bobo Oh Nina Bobo...
Kalau tidak bobo digigit nyamuk...
Tidurlah sayang, adikku manis...
Bobo lah bobo adikku sayang...
Kalau tidak bobo digigit nyamuk...
Nina Bobo Oh Nina Bobo...
Kalau tidak bobo digigit nyamuk...
Nyanyian itu bekerja seperti tali yang mengikat tubuh iblis mimpi, membuatnya sulit bergerak bahkan gerakan selimut lupa miliknya turut terhenti sesaat.
Tubuh iblis mimpi The Dream Nibbler terikat erat kuat, nyaris membuat dirinya terkukung keras.
Seperti mantra yang menyegel erat-erat tubuh iblis mimpi Boneka rusak, semakin melawan maka ikatan bait-bait nyanyian lagu Nina Bobo bertambah mengekang kuat di tubuh iblis tersebut.
Damon tersenyum tipis, melihat iblis mimpi itu tak mampu bergerak lagi. Dengan cekatan, dia mengerahkan segala energi dalam dirinya, membentuk kekuatan besar untuk melawan iblis mimpi The Dream Nibbler.
Namun, apa yang terjadi justru membuat Damon tersentak kaget ketika selimut lupa yang beratnya seratus selimut itu berbalik menyerang iblis mimpi The Dream Nibbler, selimut berwarna hitam pekat seperti alam mimpi Juang Liang yang berubah-ubah bergerak melesat kilat ke arah iblis mimpi.
Sedetik kemudian, selimut lupa itu membentang lebar menutupi tubuh The Dream Nibbler.
"BLESH..."
Selimut lupa mengikat tubuh iblis mimpi, membungkus kuat tubuh The Dream Nibbler yang nyaris terbenam dalam lapisan selimut hitam. Selimut itu berubah menjadi tebal bahkan bertambah berlapis-lapis beratnya saat membebat tubuh iblis mimpi boneka rusak yang kewalahan melepaskan diri.
The Dream Nibbler berguling-guling keras, berusaha keluar dari selimut lupa miliknya, sungguh ironis gambaran saat ini jika melihat kondisi iblis mimpi itu bekerja keras untuk lepas dari selimut ciptaannya sendiri.
Bagaimana senjata terbaik berbalik arah menjadi musuh bagi pemiliknya.
"Sekarang tuan Damon !" teriak Hantu apartemen mengingatkan kepada Damon yang tercengang ketika melihat pergumulan antara iblis mimpi The Dream Nibbler dengan senjata pamungkasnya sendiri.
Seketika Damon terhenyak kaget, ia tersadar penuh oleh teriakan hantu apartemen padanya. Tanpa banyak kata, Damon segera bertindak cepat, ia melompat tinggi-tinggi sembari mengayunkan senjata miliknya ke udara.
Senjata pedang agni miliknya bersinar terang di genggaman tangan nya, berkilau tajam membentuk kilatan cahaya api saat Damon mengangkat nya ke atas. Ia bergerak cepat mendekat ke arah iblis mimpi The Dream Nibbler sambil bersuara lantang.
"Hiaaattt... !!!" teriak Damon kencang.
Sekejap saja, sinar terang itu berpindah cepat kepada iblis mimpi, kibasan nya bertalu-talu menghantam badan The Dream Nibbler yang terbungkus selimut lupa.
Iblis mimpi itu tak mampu berkutik ketika dirinya diserang sebrutal itu walaupun nyaris remuk karena serangan tersebut, ia tetap gigih bertahan.
Serangan pedang agni berujung dua lancip milik Damon mengoyak lapisan selimut lupa yang membungkus tubuh The Dream Nibbler lalu meledak keras hingga tak tersisa jejak tubuh iblis mimpi itu.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang menggema keras dari arah berlawanan yang mendekat ke arah Damon.
"Apa kau puas ?"