NovelToon NovelToon
Mr. Profesor

Mr. Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Cintapertama
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Amabillis.13

POV:
Kamu jatuh cinta pada dosen dingin dan tampan… lalu berusaha keras mengejarnya.
Mulai dari cari perhatian, pura-pura kebetulan ketemu, sampai diam-diam cemburu pada perempuan lain di dekatnya.

Tapi plot twist-nya...

Dosen itu ternyata tunanganmu sendiri. 😭
Tunangan hasil perjodohan yang dulu kamu tolak sebelum sempat bertemu!

Sekarang siapa yang sebenarnya sedang mengejar siapa?

✨ Romance kampus
✨ Professor x mahasiswa
✨ Lucu, manis, bikin gemas
✨ Banyak momen salting & cemburu

Baca gratis di NovelToon:
Mr. Profesor⁠�

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amabillis.13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 30

Awalnya ia mengira Zoya akan maju menghampirinya seperti biasa, membawa beberapa pertanyaan dengan mata berbinar sambil memanggilnya Profesor Arlo, saya punya pertanyaan..

Namun siapa sangka, gadis itu hanya mengangguk singkat lalu berbalik pergi begitu saja.

Entah kenapa, dada Arlo terasa sedikit kosong.

Gerak-gerik mereka tidak luput dari perhatian Adelia.

Ia juga merasa heran. Biasanya Zoya pasti mencari alasan untuk mendekati Arlo setelah kelas selesai, tetapi hari ini gadis itu justru pergi terburu-buru.

Adelia menoleh ke arah pintu kelas, lalu melirik Arlo yang sedang memasukkan buku ke dalam tasnya.

Keraguan melintas di wajahnya.

Namun pada akhirnya, bukannya menghampiri Arlo, ia malah buru-buru keluar mengikuti Zoya. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Begitu keluar dari gedung kampus, langkah terburu-buru Zoya langsung terhenti saat matanya menangkap sosok mencolok di tepi jalan depan gerbang utama.

Jaiden berdiri santai menyandarkan punggungnya pada mobil limited edition berwarna hitam. Pantulan cahaya matahari memantul di bodi mobil mahal itu, membuatnya tampak begitu mencolok di antara kendaraan lain.

Kedua tangannya masuk ke saku celana, sementara wajah tampannya yang dingin dipenuhi aura elegan dan mahal yang sulit diabaikan.

Siapa pun yang melintas pasti akan menoleh untuk kedua kalinya.

Para mahasiswa mulai berbisik pelan.

“Siapa dia…?”

“Mungkinkah dia seorang artis?”

“Kayaknya bukan artis deh. Soalnya kalau setampan ini, aku pasti langsung ingat.”

“Kalau bukan artis… jangan-jangan anak konglomerat yang lagi jemput pacarnya?”

Beberapa orang diam-diam mengangkat ponsel untuk memotret, sementara yang lain pura-pura lewat sambil terus melirik penasaran.

Namun Jaiden tetap tak peduli pada perhatian di sekitarnya. Ia hanya berdiri di sana dengan tenang.

Melihat pemandangan itu, Zoya mendadak merasa pening. Ia mengangkat tangannya memijat pelipisnya pelan, menatap kakak keduanya dengan ekspresi tidak berdaya.

Bukankah tadi dia bilang akan datang dengan low profile? Lalu ini apa?

Kalau caranya seperti ini, cepat atau lambat ayah nya juga pasti akan mengetahuinya.

Kalau bukan karena seseorang yang ia rindukan yang bersikeras ingin menemuinya, Zoya bahkan malas keluar menghampiri pria mencolok ini.

Apalagi sebenarnya ia masih ingin tinggal lebih lama bersama Arlo dan menghabiskan waktu dengannya.

Dengan kesal, Zoya segera mengangkat ponselnya dan menelepon Jaiden.

Jaiden yang sedang menunduk merasakan ponselnya bergetar di dalam kantong celananya. Begitu melihat nama adiknya muncul di layar, ia langsung mendongak ke arah gerbang kampus.

Di balik pohon hias dekat pintu masuk, ia segera menemukan sosok Zoya yang sedang bersembunyi.

Jaiden langsung merasa heran.

Kenapa adiknya berdiri di sana dan tidak keluar menghampirinya?

Namun ia tetap mengangkat telepon itu.

“Mengapa kamu sangat mencolok begini?” suara Zoya langsung terdengar penuh protes. “Kamu tau tidak, semua orang memperhatikanmu mengira kamu artis atau anak konglomerat yang datang menjemput pacarnya! Lihat sekelilingmu, semua orang telah berhenti menonton!”

Jaiden tanpa sadar melirik area sekitarnya.

Benar saja.

Banyak mahasiswa sengaja berhenti sambil pura-pura bermain ponsel.

“Kalau begini terus pasti akan muncul gosip,” lanjut Zoya dengan kesal. “Bukankah kamu bilang ingin membantuku berkarier di dunia syuting diam-diam? Kalau kamu terlalu mencolok begini, cepat atau lambat Ayah pasti akan tahu!”

Mendengar omelan adiknya, Jaiden menggaruk ujung hidungnya. Dalam hati ia merasa sangat tidak bersalah.

Bukankah hari ini ia sudah cukup low profile?

Ia bahkan sengaja memakai pakaian serba hitam yang sederhana, tidak memakai aksesori mencolok, dan membawa mobil yang menurutnya paling “murah” di garasinya. Bahkan para pengawal pun sudah ia suruh menjauh seratus meter darinya.

Namun yang tidak Jaiden sadari adalah… meskipun menurut dirinya semua itu sudah sangat sederhana, keberadaannya sendiri tetap terlalu mencolok untuk diabaikan.

Apalagi dengan wajah tampan, aura mahal, dan mobil limited edition seperti itu.

Melihat Jaiden akhirnya mengerti situasinya, Zoya segera menyuruhnya pindah ke gerbang belakang kampus yang jauh lebih sepi.

Dan kali ini Jaiden menurut.

Sementara itu, Adelia yang diam-diam mengikuti Zoya dari belakang semakin penasaran.

Ia melihat Zoya berjalan menuju gerbang belakang, jadi tanpa suara ia ikut mengikutinya.

Di area belakang kampus yang jauh lebih sepi, Zoya akhirnya menunggu sambil melihat sekitar memastikan tidak ada mahasiswa lain.

Tak lama kemudian, mobil hitam itu perlahan berhenti.

Jaiden turun dari mobil dan berjalan menghampiri Zoya.

Dengan nada yang jauh lebih rendah hati dibanding biasanya, ia berkata sambil menghibur adiknya, “Baiklah… lain kali aku akan menjemputmu di sini saja kalau begitu.”

Lain kali lagi?

Zoya menatap Jaiden dengan heran, bingung mengapa kakak keduanya tiba-tiba menjadi begitu lengket padanya.

Padahal, meskipun sejak kecil Jaiden memang sangat suka menempel padanya, setelah pria itu dewasa dan mulai mengambil alih perusahaan keluarga, mereka jadi jauh lebih jarang bertemu. Terkadang dalam sebulan, Zoya bahkan hanya bisa melihatnya satu kali.

Melihat Jaiden sekarang begitu gigih ingin menemuinya, Zoya tanpa sadar mulai merasa bersalah.

Mungkin… ini karena dirinya menghilang tanpa kabar hampir dua tahun lamanya?

Memikirkan itu, kekesalan di hati Zoya sedikit mereda. Melihat Jaiden yang sekarang bahkan rela menurunkan gengsinya dan terus membujuknya, Zoya akhirnya mengangguk puas.

Sementara itu, Jaiden yang memperhatikan perubahan ekspresi adiknya hanya tersenyum tipis.

Ada kilatan licik yang melintas di matanya… namun Zoya sama sekali tidak menyadarinya.

Tak jauh dari sana, Adelia bersembunyi di balik pohon sambil menatap mereka dengan syok.

Matanya perlahan membesar.

Ya Tuhan…

Bukankah itu Tuan Muda Saksomo?

Sebagai putra kedua keluarga Saksomo, Jaiden sangat terkenal di kalangan atas. Ia dikenal sombong, dominan, dan sulit ditebak. Namun di saat yang sama, kemampuannya juga luar biasa.

Sejak mengambil alih sebagian besar bisnis keluarga, pria itu berhasil membawa perusahaan Saksomo berkembang ke pasar internasional dalam waktu singkat.

Bahkan beberapa media bisnis pernah menyebutnya sebagai salah satu CEO muda paling berpengaruh di negara ini.

Jadi… mengapa pria seperti itu datang menjemput Zoya?

Dan yang paling membuat Adelia terguncang adalah… tadi Jaiden terlihat begitu lembut pada Zoya.

Tatapan, nada bicara, bahkan caranya menuruti permintaan gadis itu sama sekali berbeda dari rumor dingin dan arogan yang selama ini ia dengar.

Mungkinkah…

Zoya sebenarnya menyukai Tuan Muda Saksomo?

Mata Adelia langsung berbinar.

Ia merasa senang sekaligus kesal.

Senang karena jika Zoya menyukai Jaiden, maka kemungkinan Arlo dan Zoya bersama akan jauh lebih kecil.

Namun di saat yang sama, ia juga merasa marah.

Mengapa pria-pria luar biasa selalu tertarik pada Zoya?

Adelia menggigit bibir bawahnya pelan sambil menatap arah mobil yang pergi menjauh.

Apa sebenarnya yang istimewa dari wanita bernama Zoya ini selain parasnya yang cantik?

1
Tamirah
Menarik cerita ini,Arlo gak tahu Kalau Jaiden dan Zoya kakak beradik. Apa lagi Arlo tahu Jaiden seorang casanova.bayangan dia jangan sampai Jaiden jatuh cinta sama Zoya menakutkan.Apa reaksi Arlo Kalau tahu Zoya adik nya Jaiden.
Tamirah
Zoya sang artis yg terpikat pada dosen nya tapi ia tidak memperlihatkan ketertarikan biar tidak dianggap murahan.Karena banyak wanita yang mendekati dosen tampan itu dgn menggunakan cara yg sdh bisa ditebak oleh dosen tsb.Beda nya sang artis punya pertanyaan jitu yg bernuansa ilmiah dan juga tdk banyak omong gestur tubuh annggun,gerakan tubuh normal tidak ada unsur menggoda .Justru itu yg membuat dosen tampan penasaran.
fhallenopsis amabilis: Jadi, Gimana.. apakah metode mengejar Zoya ini ampuh? 😄
total 1 replies
Hizbi Hizbi
tentang dunia hiburan?
Ratna Sriistiani
bagus banget 🤗
Nuznul aini
kerennn
Nuznul aini
kerennn👍
EvhaLynn
Semangat Thor😉
fitriana dian85
Thor, tuan muda saksomo kakaknya zoya sangat ketat sama adiknya! kasian arlo
Rahil Ziazun
ih.. seru juga ternyata 😍🤣 semangat Thor 💪
Alia Chans: seru nih, semangat ✍️ nya

dan jangan lupa ya kalo ada waktu mampir juga😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!