NovelToon NovelToon
KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Single Mom / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Cwen Arabelle, seorang anak berusia 7 tahun lelah mendengar mama dan ayahnya bertengkar, akhirnya berusaha menjodohkan mamanya dengan seorang guru di sekolahnya yang terlihat masih sangat muda.

"Paman, paman mau tidak menjadi papa untuk Cwen?" tanya Cwen memamerkan gigi kelincinya kepada guru favoritnya di sekolahan.

"Paman tenang saja, Cwen akan segera meminta mama dan ayah berpisah agar paman bisa menikah dengan mama dan menjadi papa untuk Cwen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA : Bagian 30

“Pak guru, jadi pak guru kapan akan menjadi papa untuk Cwen?” Cwen duduk di sebelah Ansel yang sedang fokus dengan laptop di atas meja kerjanya.

Hari ini, cwen libur sekolah karena hari sabtu, itulah kenapa ia berkunjung ke apartement Ansel, lebih tepatnya Jenia menitipkan Cwen pada Ansel karena ia ada panggilan lagi dari saat ia lolos casting kemarin.

Ansel menoleh, dan menatap Cwen yang sedang mengunyah sandwich yang ia buatkan untuk calon anak tirinya ini.

“Cwen maunya kapan?” tanya Ansel menaik turunkan sebelah alisnya menggoda Cwen.

“Kalau hari ini boleh pak guru?”

“Tapi mamanya tidak ada di sini,” ucap Ansel memperlihatkan wajah sedihnya.

“Tidak apa-apa pak guru, tidak perlu ada mama, kan di sini sudah ada Cwen, Cwen bisa memanggil pak guru papa tanpa harus ada mama,” jawab cwen membuat Ansel terbahak.

“Baiklah, jadi Cwen ingin memanggil pak guru dengan sebutan ‘papa’?”

Cwen mengangguk.

‘Kalau begitu, bagaimana jika mulai sekarang Cwen memanggil pak guru papa?” usul Ansel membuat Cwen meloncat senang di tempat duduknya.

“Apa benar-benar boleh pak guru?” tanya Cwen sekali lagi.

Ansel mengangguk, “tentu saja,”

“Papa,” panggil Cwenn dengan senyum lebarnya yang menghiasi wajahnya.

Hati Ansel langsung menghangat mendengar kata papa keluar dari bibir Cwen, rasanya memang asing, tapi Ansel senang dengan panggilan baru Cwen untuknya.

“Papa,”

“Iya, ada apa Cwen?”

“Papa,”

“Cwen,”

“Senang sekali Cwen bisa panggil pak guru papa,” Cwen turun dari kursinya dan memeluk kaki Ansel.

Ansel mengusap lembut kepala Cwen, rasanya ia benar-benar bahagia sekali, padahal belum benar-benar bisa memiliki mama dari Cwen, tapi rasanya ia seperti sudah memenangkan hati anak dan mamanya itu.

Teng-tong

Suara bel terdengar sedikit nyaring, membuat Ansel melepaskan pelukan Cwen pada kakinya dengan lembut, “Cwen, pak guru guru buka pintu sebentar ya, Cwen tunggu di sini, oke!”

Mendengar Ansel memanggil dirinya sendiri dengan sebutan ‘pak guru’ membuat Cwen cemberut, dan Ansel langsung sadar.

“Oke, maksudnya papa, Cwen tunggu di sini dulu ya, papa mau buka pintu sebentar!”

Cwen kembali tersenyum lebar dan langsung bergaya hormat, “Siap papa!” balas Cwen semangat.

Ansel tersenyum dan langsung melangkah cepat menuju pintu, sepertinya ia tidak mengundang siapapun untuk datang ke apartementnya, tidak mungkin juga orang tuanya tiba-tiba datang begini, biasanya akan selalu menyabari lebih dulu sebelum datang, Ansel jadi curiga jika yang datang memang bukan dari keluarganya.

Dan benar saja. Begitu ia membuka pintu, keempat teman-temannya sudah berdiri tegak di depan pintu apartemen dengan berbagai bawaan di tangan mereka.

“Kalian mau apa ke sini?” tanya Ansel menatap heran teman-temannya itu yang malah senyum-senyum tidak jelas.

“Tentu saja untuk makan-makan di sini, kebetulan hari ini hari sabtu, Yoga dan Lingga sangat penasaran dengan calon istrimu itu, makannya kita sengaja main ke sini biar kita bisa melihatnya,” jawab Ando membuat Ansel mendengus sebal dengan tingkah teman-temannya ini yang sangat penasaran dengan sosok Jenia.

Bagaimana tidak penasaran. Setiap kali di tanya oleh teman-temannya, Ansel tidak pernah mau memberitahu seperti apa rupa perempuan yang dicintainya itu, membuat teman-temannya semakin penasaran, apalagi Ansel selalu meminta banyak saran lamaran romantis kepada teman-temannya.

“Masuk saja!’ Ansel membuka pintunya lebar-lebar, agar teman-temannya bisa masuk.

“Loh? Ansel kamu membawa anak siapa di dalam apartemanmu? Jangan bilang perempuan yang kamu ceritakan itu gadis kecil ini? Kamu masih waras kan Ansel? Kamu tidak mungkin mencintai gadis sekecil ini?”

Ansel yang sedang menutup kembali pintu apartemennya langsung memejamkan matanya, ia lupa jika di apartementnya ada Cwen. Kenapa juga temannya itu bisa berfikir jika dia menyukai gadis sekecil Cwen. Memang ada gilanya mereka ini.

“Ansel jawab saya? Kenapa bisa ada gadis kecil di apartemenmu ini?” tanya Yoga menatap datar Ansel.

Cwen yang langsung berlari kearah Ansel dan bersembunyi di balik tubuh calon papanya itu, ia takut dengan teman-teman Ansel, karena mereka baru bertemu pertama kali, dan teman-teman calon papanya itu malah membuat dirinya panik dan takut, tatapan mereka seperti ingin memakannya hidup-hidup.

“Jangan gila kalian, aku tidak mungkin menyukai gadis sekecil Cwen,” balas Ansel membawa Cwen untuk kembali duduk di atas kursi.

“Lalu ini apa? Kenapa bisa ada anak kecil di dalam apartement kamu Ansel?” tanya Lingga menunjuk Cwen membuat Cwen menatap semakin takut kepada teman-teman dari Ansel itu.

“Kalian membuatnya takut, tolong bersikap baiklah kepada Cwen!”

“Jadinya namanya Cwen?”

“Jawab dulu pertanyaan kami Ansel! Siapa anak kecil itu?”

Keempatnya menatap Ansel serius, menantikan jawaban dari bibir temannya itu.

Ansel menghela napas, “Calon anak tiriku,” balas Ansel.

Keempatnya langsung melotot tidak percaya, mereka sampai mengusap-usap telinganya untuk memastikan mereka tidak salah mendengar.

“Apa? Coba kamu ulangi sekali lagi Ansel? Calon anakmu? Apa maksudmu? Perempuan yang kamu sukai itu seorang janda anak satu? Itu artinya umur kalian terpaut sangat jauh kan? Kamu jangan gila Ansel, masih banyak gadis di luar sana yang bisa kamu nikahi,”

Keempatnya benar-benar tidak menyangka jika Ansel menyukai perempuan janda beranak satu, yang ada di pikiran mereka jika perempuan yang Ansel cintai itu berumur jauh lebih tua dari Ansel, mungkin mereka berfikir jika umur calon istri Ansel itu sekitar 35 tahun ke atas.

“Tolong jangan berbicara sembarangan tentang calon istri saya!” peringat Ansel mulai pusing dengan berbagai pertanyaan temannya yang berturut-turut itu.

“Lalu apa? Kamu jelaskan dong Ansel, jangan setengah-setengah, kita mana tahu jika kamu menjelaskannya setengah-setengah begini,” Yoga jadi ikut kesal dengan tanggapan Ansel yang sangat singkat itu, dan membuat mereka berakhir salah paham kepada Ansel.

“Benar, jangan salahkan kami jika kami salah paham kepadamu, kamu menjelaskannya setengah-setengah dan membuat kita jadi salah paham,” Lingga setuju dengan apa yang di katakana Yoga, karena mereka kini menjadi salah paham kepada Ansel.

“Intinya jangan berfikir hal-hal buruk tentang calon istri saya, mengerti!”

Akhirnya keempatnya hanya mengangguk pasrah, mungkin ansel memang belum memberitahu sosok ibu dari Cwen itu.

“Jadi siapa tadi namanya adik manis?” Ando lebih dulu mendekati Cwen yang sejak tadi hanya diam saja memperhatikan perbincangan kelima orang dewasa di sana.

Cwen malah meringsut mendekat pada Ansel membuat Ansel tersenyum lembut dan mengusap lembut bahu Cwen, “tidak apa-apa, jangan takut, mereka teman-teman papa, Cwen bisa bermain juga dengan mereka,” ucap Ansel membuat Cwen mendongak menatap Ansel.

“Ya ampun manggilnya sudah papa loh,” ucap Lingga membuat Ansel kembali tersenyum tipis.

“Sama om saja yuk, om bawa makanan banyak loh,” sekarang giliran Angga yang mendekati Cwen dengan cara memperlihatkan kresek yang penuh dengan snack.

Cwen mendongak meminta persetujuan pada Ansel, Ansel menganguk meyakinkan cwen jika teman-temannya itu baik.

“Yuk!” Cwen mengangguk dan turun dari atas kursi. Membuat keempatnya tersenyum karena berhasil membujuk Cwen agar mau dekat dengan mereka.

1
Lailatul Maulida
lanjut kak thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Ilham
lanjut BG cerita Pertaman nya aku suka cwen ceria sekali bg
Lailatul Maulida
bagus ceritanya ringan pokoknya suka lah 😁
Lailatul Maulida
lanjut kak autor
seru ceritanya
Lailatul Maulida
pecat bu sindy nya thor guru kok Rasis sama bully muridnya
Lailatul Maulida
kasihan cwen di bully di sekolahnya 🥲
Lailatul Maulida
semangat kak thor
Lailatul Maulida
bapak gedeng sukanya nuntut doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!