NovelToon NovelToon
ZHARA MEMUTAR DIMENSI WAKTU

ZHARA MEMUTAR DIMENSI WAKTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Balas Dendam
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Belong

No Plagiat ❌



Namanya Zhara Chandrawinata, gadis berusia 20 tahun. Ia punya mimpi hidup tenang, bahagia, dan kaya raya.

Di balik senyumnya yang manis, Zhara tumbuh dari kluarga broken home, ia tidak menyangka hidupnya akan berjalan sulit, mimpi yang ia bangun, keputusan yang di ambil, kisah cintanya, selalu terbentur masalah.

Tahun demi tahun berlalu, Zhara mulai kehilangan arah. Pikirannya lelah, hatinya terluka, pada akhirnya tubuhnya menyerah. Zhara akhirnya meninggal karena Asam Lambung GERD yang ia derita.

Dewa kematian berkata. Jiwanya tidak dapat menyebrang, karena ada seseorang yang menukar jiwanya, agar Zhara hidup kembali.

Dalam gelap Zhara mendengar ada yang manggil namanya, “Zhaa.. bangun.. Jangan tidur dikelas! ” Zhara terbangun di ruang kelas dan melihat Tiara menggoyangkan lengannya.

Zhara kembali hidup dan siapa yang telah menukar jiwanya?
mengapa dewa kematian masih mengikutinya?
Apakah pertukaran jiwa itu tidak sempurna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Belong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aura pria matang

...“Zhara makan dulu... Nanti buburnya jadi dingin,” ucap Daniel lembut....

...Tanpa ragu, Daniel ikut bergabung duduk di sebelah Zhara. Ia menarik kursi, lalu duduk santai sambil menyeruput tehnya. Tatapannya tenang, seolah olah kehadirannya adalah hal yang biasa....

...Zhara sedikit gugup, ia tetap menunduk, berusaha fokus pada makanannya, jantungnya kembali berdegup kencang, ia berusaha mengabaikan perasaan aneh yang kembali memenuhi dirinya....

...Tiara dan Rani saling bertukar pandang, lalu kembali menatap ke arah Daniel dengan rasa penasaran. Suasana yang tadi penuh tawa kini berubah canggung....

...Daniel meletakkan gelas tehnya pelan, lalu menoleh ke arah Zhara....

...“Saya bawakan kamu susu hangat.” Ia meletakkannya pelan di meja, tepat di dekat Zhara. “tolong diminum nanti.”...

...Zhara tidak menjawab, ia hanya tersenyum melirik ke arah Daniel, lalu menyuap makanan dengan tenang, berusaha mengabaikan kehadiran di sampingnya agar tidak terlihat gugup....

...Sementara Daniel masih memperhatikan Zhara duduk dengan santai, sesekali menyeruput tehnya, seolah tidak ada yang canggung....

...Tiara dan Rani segera menyantap sarapan mereka masing masing, sendok dan piring mulai bergerak pelan, namun suasana yang tadi ramai kini terasa berbeda. Tiara sesekali melirik ke arah Zhara dan Daniel, mencoba membaca situasi. Rani memilih fokus pada makanannya, meski sesekali masih mencuri pandang dengan rasa penasaran....

...“Kamu menghilang dua minggu penuh, tanpa kabar dan komunikasi,” ucap Daniel tenang, namun jelas. “perusahaan harus di beri kepastian, kapan kamu siap kembali bekerja,”...

...Zhara terdiam, menatapnya lama, kalimat itu terdengar profesional. Tapi ada sesuatu di tatapan Daniel, yang tidak sepenuhnya hanya soal pekerjaan, tapi tentang dirinya yang hilang tanpa kabar....

...“Kak... Aku sudah izin pada buk Mirah,” sendok di tangan Zhara kembali terhenti. “Dan jika kakak ingin membahas rasa profesional saya pada perusahaan, kakak tidak harus membahasnya dikantin.”...

...Tiara yang sejak tadi menahan diri akhirnya tidak tahan lagi melihat suasana yang terlalu serius. Ia menyender ke kursinya, lalu berdeham kecil....

...“Ehem!” Tiara berdeham, menatap Daniel....

...“Kak… selama dua minggu, apa tidur Kakak cukup nyenyak?” tanyanya polos tapi jelas ada nada menyindir....

...“Saya mimpi buruk berturut-turut,” jawabnya singkat....

...“Wahh... Padahal aku sudah tidak bergentayangan loh... Bergentayangan pun percuma, orang lupa nanya alamat.” Tiara langsung mengangkat tangan seperti menyerah....

...“Saya terganggu, karena sepanjang malam bermimpi dibuat jatuh cinta, dan setiap paginya saya merasa kehilangan,” ucap Daniel datar, namun ada jeda kecil sebelum ia melanjutkan....

...“Saya tidak bisa mengingat wajah wanita dalam mimpi itu. Sepertinya, saya sudah di ghosting selama itu.” Daniel mengangkat bahu ringan, seolah itu hanya kalimat biasa....

...Daniel tetap duduk tenang, hanya menatap mereka dengan ekspresi datar, tapi jelas ada sedikit perubahan di sorot matanya....

...“Duhh, dalem banget mimpinya,” ucap Rani sambil berusaha menahan tawa. “Baru bab awal udah di ghosting, kisah yang menyedihkan,”...

...“Rani! Ini bukan ghosting lagi, ini… ini awal konflik yang disebut, love sistem error!” ucap Tiara mengangguk cepat....

...“Hem... Udah kayak es teh aku aja.” Rani langsung menunjuk gelas es tehnya. “Tiba tiba nggak ada rasanya.”...

...“Iya kan kamu diemin dari tadi.” Tiara menoleh cepat. “Kalau lama di cuekin, nggak ada rasa lah.”...

...“Ohh... Jadi gini rasanya es teh sistem error,” guman Rani mengaduk aduk es tehnya....

...Zhara menunduk sambil tersenyum kecil, mencoba menahan tawa....

...“Kalian berdua kalau sudah selesai sarapan, bisa langsung keluar?” tanya Daniel dengan tatap datar....

...“Tentu bisa kak...” jawab Tiara cepat, Tiara langsung menepuk pelan lengan Rani, memberi kode....

...“Ahh... Aku baru ingat sesuatu, Tiara antar aku ruangan harmoni,” ucap Rani bergegas berdiri....

...“Ehh... Tungguin, aku juga udah selesai sarapan,” Zhara juga ikut berdiri dari duduknya....

...Namun langkahnya terhenti ketika Daniel memegang tangannya....

...“Zhara... Tolong tetap diam disini sebentar...” Suara Daniel tenang, tapi cukup untuk membuat Zhara langsung berhenti....

...Melihat itu Tiara dan Rani saling pandang sekilas. Dan tanpa basa basi langsung menuju kasir, lalu melangkah meninggalkan mereka....

...“Kami duluan ya!” seru Tiara sambil melambaikan tangan santai....

...“Dahhh...” sambung Rani juga mengangkat tangan sebentar sebagai tanda pamit, lalu mengikuti Tiara dari belakang....

...Zhara menatap kepergian mereka sebentar, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke tangan Daniel yang menggenggam tangannya. Jantung nya kembali tidak aman, berdebar kencang tanpa bisa ia kendalikan....

...“Zhara... Duduk dulu,” ucap Daniel pelan, ia menatapnya langsung....

...Mendengar itu, Zhara melepaskan tangannya dari genggaman Daniel. Memalingkan wajah untuk menyembunyikan, wajahnya merah merona. lalu kembali duduk perlahan di kursinya. Ia menarik napas pelan, mencoba menenangkan dirinya sendiri....

...Daniel menoleh ke arahnya, tatapannya lebih tenang dari sebelumnya....

...“Ada apa, Kak?” tanya Zhara pelan....

...Zhara menatap Daniel, mencoba membaca maksud di balik sikap tenangnya, tapi Daniel tidak langsung menjawab. Daniel menghela napas pelan, lalu menatap Zhara lebih lama dari sebelumnya....

...“Zhara... Kamu menghilang dua minggu penuh, itu... karena kamu ingin menjauh dari saya? Atau karena kamu sedang berusaha menenangkan dirimu sendiri?” ucap Daniel, dengan suara yang tetap tenang, tapi lebih dalam dari tadi....

...Zhara membeku. jemarinya saling bertaut di atas meja, ia menunduk, mencari kata yang tepat, tapi tidak mudah menemukannya....

...“Aku…” kata-katanya tertahan di tenggorokan....

...“Aku ingin mengucapkan terimakasih banyak, atas pertolongan dan bantuan kakak selama ini terhadap ku.” Zhara memalingkan pandangannya. “Aku tidak ingin, merepotkan kakak lagi kedepannya... Jadi aku akan menjauh perlahan.”...

...Ucapan Zhara terdengar menyakitkan. Daniel terdiam beberapa saat, lalu memijat keningnya pelan, seolah mencoba meredakan pikirannya yang mulai berputar. Padahal sebelumnya semuanya berjalan baik baik saja. Kedekatannya dengan Zahra berjalan baik, kini gadis itu terlihat dingin duduk disebelahnya....

...“Zhara... Setelah pulang bekerja, kamu ikut saya ke sesuatu tempat.” Daniel menatap Zahra dengan serius. “Ada yang ingin saya bicarakan padamu.”...

...“Ini pembicaraan serius, tidak etis jika dibahas di depan umum,” ucap Daniel pelan namun tegas....

...Zhara terdiam, ia menatap sekilas ke sekeliling kantin yang masih ramai, lalu kembali menunduk. Ia menggenggam tangannya di bawah meja, berusaha menahan debar yang tidak mau tenang....

...“Maaf kak... Aku tidak bisa, aku pulang bawa motor,” ucap Zahra mencoba menolak....

...“Sayangnya, kamu tidak bisa membohongi saya.” Ia menarik kursinya sedikit lebih dekat. “Saya sudah melihat kamu, diantar berangkat bekerja oleh Bibi Widya.”...

...Zhara terdiam. Jarinya yang tadi menggenggam ujung meja perlahan mengendur....

...“Seperti yang kamu bilang tadi…” Daniel mendekatkan sedikit wajahnya ke arah Zhara, suaranya berubah menjadi lebih pelan. “Saya sudah menyelamatkan kamu, dan membantu kamu. Jadi… kata terima kasih saja tidak cukup.”...

...Zhara terdiam. Ia menoleh perlahan, menatap Daniel dengan ragu....

...“Maksud Kakak?” tanya Zahra kebingungan....

...Daniel menarik napas singkat, kembali bersandar sedikit di kursinya, namun tatapannya masih tertuju pada Zhara....

1
Rahayu
singkat, padat, plenger🤭
Luh Belong: plenger nggak tuh😄
total 1 replies
Rahayu
Semangat Thor, ceritanya mulai seru.
Luh Belong: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!