NovelToon NovelToon
Bayang Rembulan

Bayang Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:788
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Di tengah kekacauan lima klan bela diri yang saling berebut pengaruh dan rahasia kuno, lahirlah sebuah organisasi bernama bayangan kegelapan. Mereka adalah sekelompok pembunuh bayaran yang dilatih untuk menjadi mesin kematian tanpa emosi, sering kali ditugaskan untuk menghabisi para petinggi klan yang dianggap mengganggu keseimbangan atau menyimpan kekuatan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 - DASAR JURANG DAN NAFAS YANG MEMBEKU

Kegelapan di dasar Jurang Tak Berdasar bukanlah kegelapan biasa. Di sini, cahaya bulan tidak pernah menyentuh tanah, dan udara begitu kental dengan uap air yang berbau belerang serta energi Nadi Bumi yang bocor. Tubuh Kaelan terbaring di atas tumpukan reruntuhan baja jembatan gantung yang kini telah menjadi rongsokan tak berbentuk. Rambut putihnya, yang biasanya berpendar, kini tampak kusam, menyatu dengan debu dan bebatuan dingin.

Setiap tulang di tubuhnya terasa seperti telah diremukkan oleh palu raksasa. Namun, mekanisme pertahanan alami dari Inti Bulan Sejati di dalam dadanya menolak untuk menyerah. Meskipun Kaelan dalam keadaan tidak sadar, Qi es di dalam tubuhnya bergerak secara insting, membentuk lapisan kepompong kristal tipis di sekeliling luka-lukanya untuk menghentikan pendarahan internal yang fatal.

"Uhuk..."

Kaelan terbatuk, memuntahkan gumpalan darah hitam yang membeku seketika di atas tanah. Matanya terbuka perlahan, memperlihatkan pupil merah yang kini redup dan penuh dengan pecah pembuluh darah. Hal pertama yang ia rasakan bukanlah rasa sakit, melainkan kesunyian yang mengerikan. Tidak ada suara Rian, tidak ada deru mesin Aliansi, hanya suara tetesan air yang jatuh dari langit-langit jurang yang jauh di atas sana.

"Aku... masih hidup?" bisik Kaelan. Suaranya hampir tidak terdengar, bahkan oleh telinganya sendiri.

Ia mencoba menggerakkan tangan kanannya, namun rasa sakit yang tajam menghantam syarafnya. Bahunya terkilir parah, dan kakinya terjepit di antara dua balok baja jembatan. Menggunakan sisa-sisa kemauan yang ia miliki, Kaelan memanggil Sutra Rembulan. Benang-benang perak yang keluar dari jemarinya kini tampak sangat tipis dan bergetar hebat, mencerminkan kondisi energinya yang berada di titik nadir.

Dengan bantuan benang-benang itu, ia mengungkit balok baja tersebut perlahan-lahan. Setiap gerakan kecil terasa seperti siksaan, namun Kaelan terus melakukannya hingga kakinya terbebas. Ia merangkak keluar dari reruntuhan, meninggalkan jejak darah perak di atas tanah yang menghitam.

Domain Kesunyian miliknya mencoba memetakan lingkungan sekitar, namun hasilnya sangat terbatas. Radar mentalnya hanya mampu menjangkau radius lima meter. Di balik kabut tebal jurang, ia mendeteksi pergerakan makhluk-makhluk yang tidak pernah melihat matahari—predator bawah tanah yang tertarik oleh aroma darah murni Klan Rembulan.

Srat... Srat...

Suara gesekan sisik di atas batu membuat bulu kuduk Kaelan berdiri. Dari balik kegelapan, muncul sepasang mata hijau neon yang besar. Itu adalah Kadal Jurang Pemakan Bangkai, makhluk sepanjang empat meter dengan air liur korosif yang mampu melumatkan tulang dalam hitungan detik. Dan ia tidak datang sendirian. Ada tiga ekor yang mulai mengepung Kaelan yang sedang terluka parah.

"Bahkan di dasar neraka pun... aku tidak bisa beristirahat," geram Kaelan.

Ia tidak memiliki kekuatan untuk berdiri, apalagi melakukan teknik Langkah Bayang Rembulan. Namun, Kaelan adalah seorang pembunuh yang lahir dari lubang kematian. Ia tahu bahwa dalam kondisi terlemah, senjata terbaik bukanlah otot, melainkan ketenangan yang mematikan.

Kaelan mengeluarkan belati hitamnya yang retak. Ia mengalirkan sisa Qi esnya bukan ke bilah belati, melainkan ke tanah di bawah tubuhnya sendiri. Ia menciptakan lapisan es yang sangat licin di sekelilingnya.

Saat kadal pertama menerjang dengan rahang terbuka lebar, Kaelan tidak menghindar. Ia hanya memutar tubuhnya sedikit, memanfaatkan kelicinan lantai es untuk meluncur di bawah perut makhluk itu. Dengan satu gerakan presisi yang mengandalkan momentum berat tubuh lawan, ia menusukkan belati hitamnya ke titik lunak di bawah leher kadal tersebut.

Cairan hijau berbau busuk menyembur keluar, namun Kaelan segera membekukannya dengan sentuhan telapak tangannya agar asam tersebut tidak mengenai kulitnya. Kadal itu meronta sejenak sebelum akhirnya kaku menjadi es.

Dua kadal lainnya ragu-ragu sejenak, terkejut melihat rekan mereka tewas begitu cepat. Kaelan menggunakan kesempatan itu untuk menyeret tubuhnya menuju sebuah celah sempit di dinding jurang yang memancarkan cahaya biru redup.

Di dalam celah itu, Kaelan menemukan sesuatu yang tidak terduga. Sebuah mata air kecil yang memancarkan energi dingin yang sangat murni—jauh lebih murni daripada yang pernah ia rasakan di Puncak Menangis. Ini adalah "Air Mata Nadi Bumi", sari pati energi yang mengendap selama ribuan tahun.

Kaelan merayap mendekati mata air itu dan meminumnya dengan rakus. Seketika, sensasi dingin yang luar biasa menjalar dari kerongkongannya ke seluruh meridian yang hancur. Rasanya seperti ribuan jarum es yang sedang menjahit kembali daging dan syarafnya yang koyak.

"Energi ini..." Kaelan merasakan Inti Bulan Sejati di dadanya mulai berputar kembali dengan kecepatan tinggi. "Tempat ini... adalah makam para leluhur yang diceritakan Penatua Wu."

Di dasar jurang yang mematikan ini, di mana Aliansi pikir Kaelan telah musnah, Sang Bayang Rembulan justru menemukan tempat persemedian yang paling sempurna. Ia memejamkan matanya, membiarkan tubuhnya tenggelam dalam meditasi penyembuhan yang mendalam, sementara di atas sana, dunia mengira legenda Kaelan telah berakhir.

Kaelan tidak hanya bertahan hidup; ia sedang menjalani proses kelahiran kembali yang kedua. Dan saat ia keluar dari jurang ini nanti, ia tidak akan lagi hanya menjadi seorang pembunuh, melainkan pemegang otoritas murni dari kekuatan Klan Rembulan yang sesungguhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!