NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Zaman Dinasti Hanbei

Transmigrasi Ke Zaman Dinasti Hanbei

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Wanita / Reinkarnasi
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Twis G

Hujan turun tanpa jeda malam itu, di kamar kos sempit berbau lembab, Dian terbaring sendirian, tidak ada keluarga yang menemani Dia hidup sebatang karang, hanya terdengar suara tetesan air dari atap bocor, nafasnya semakin berat. Perutnya kosong sejak kemarin Dian belum makan apapun, Dian sudah terbiasa menahan lapar, sejak kecil Dia hidup tanpa orang tua bekerja serabutan berpindah-pindah tempat tinggal. Menahan hinaan, rasa dingin sendirian, seakan dunia tidak pernah memberinya pilihan.

Namun malam ini terasa berbeda, tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit, pandangannya mulai kabur, Dia menatap langit-langit atap yang bocor dan tersenyum tipis, "Apa memang hidupku cuma sampai disini..?"

Malam itu hujan turun semakin deras, angin menyusup dari celah jendela membawa hawa dingin yang menusuk tulang.

Nantikan kelanjutan cerita yaa🌹🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twis G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 27

Menjelang pagi, kabut tipis masih menyelimuti desa Shanyin saat ayam-ayam mulai berkokok, Yin Yin sudah bangun lebih awal, Dia berdiri di halaman belakang, mengenakan pakaian sederhana namun rapi, rambutnya diikat tinggi agar tidak menggangu gerakannya.

"Sistem, aktifkan pelatihan bela diri."

DING!

[Mode latihan dasar diaktifkan]

Latihan kali ini, Yin Yin tidak sendirian.

"Tiga... Dua... Satu... Mulai!"

Dibelakangnya, tiga sosok kecil meniru gerakannya dengan wajah serius, Yin Chen yang tampak tenang mengikuti gerakan Yin Yin, Lin Meli yang penuh semangat walaupun masih salah gerakan, dan Xiao Lan yang masih sering kehilangan keseimbangan.

"Kuda-kuda harus kuat! Jangan mudah goyah!" ujar Yin Yin tegas

"Aku sudah kuat, kak!" seru Lin Meli, tapi di gerakan berikutnya ia hampir terjatuh.

Yin Chen menghela napas pelan ketika melihat Lin Meli hampir terjatuh, "Kakak bilang kaki harus sejajar, Keseimbanganmu kurang, Meli!".

Xiao Lan mengangkat tangannya kecil-kecil, dengan nada mengeluh.

"Huh! Aku capek."

Yin Yin menahan tawa, tapi wajahnya tetap serius.

"Adik-adikku yang hebat, dengarkan kakak! Latihan bela diri bukan cuma soal kuat, tapi ini tentang kedisiplinan."

Yin Yin lalu mendekat ke arah Xiao Lan membenarkan posisi kakinya, lalu menepuk bahunya pelan.

"Jangan terburu-buru, kita lakukan pelan-pelan, dan harus konsisten."

Mereka kemudian kembali berlatih, gerakan sederhana diulang berkali-kali, kuda-kuda, pukulan lurus, dan langkah kaki yang seimbang dengan gerakan cepat. Yin Yin tersenyum puas melihat ketiga adiknya begitu serius latihan, walaupun gerakan mereka masih kaku tapi ketiga adiknya mulai mengikuti ritme. Latihan pagi itu, menjadi rutinitas baru mereka.

Di kejauhan, Yin Guo Shan kembali memperhatikan anak-anaknya yang begitu serius latihan bela diri, Ia senang melihat Yin Yin mengajak ketiga adiknya latihan, senyumnya semakin dalam,

"Anak-anak ini benar-benar berubah, apalagi melihat Yin Yin senang mengajari adik-adiknya."

Setelah latihan dan sarapan bersama, Yin Yin, Yin Guo Shan dan paman Luo berangkat menuju rumah kepala desa Shanyin. Rumah kepala desa tidak besar, tapi terlihat kokoh dan terawat, seorang pria paruh baya dengan aura tenang menyambut mereka dialah kepala desa, Shen Baichuan.

"Kalian datang pagi-pagi, ada hal penting?"

Tanyanya.

Yin Guo Shan maju selangkah, "Kepala desa, hari ini kami datang membawa rencana untuk desa kita."

Shen Baichuan mengangkat alisnya, lalu mempersilahkan mereka duduk.

"Silahkan masuk, kita bicarakan nanti di dalam."

"Jadi? Apa yang ingin kalian bicarakan." kata Shen Baichuan dengan wajah serius.

Yin Yin langsung menjelaskan rencananya Dia tidak ragu, suaranya tenang namun penuh keyakinan.

"Kepala desa, saya ingin mengajak seluruh warga desa membuat roti gandum madu, seperti yang keluarga kami jual di pasar."

Yin Yin melanjutkan, menjelaskan tentang potensi gandum desa, cara pembuatan roti, peluang penjualan di pasar, bahkan kemungkinan kerja sama dengan Paviliun Anggrek. Semakin lama ia berbicara, ekspresinya Shen Baichuan mendadak berubah, dari ragu-ragu menjadi terkejut lalu kembali serius.

"Kalau rencana ini berhasil, berarti penghasilan warga desa juga akan meningkat."

"Iya, dan bukan hanya itu, desa kita bisa dikenal sebagai penghasil roti gandum madu." jawab Yin Yin mantap.

Paman Luo menambahkan, "Kami siap membantu pelatihan dan distribusi nanti."

Yin Guo Shan mengangguk, "Kamu juga akan memulai dari keluarga kami sebagai contoh untuk warga desa."

Shen Baichuan berpikir cukup lama, lalu akhirnya ia tertawa kecil.

"Hahaha... Anak kecil ini, pikirannya bahkan melampaui orang dewasa."

Shen Baichuan berdiri, menatap Yin Yin dengan penuh antusias. "Baik! Aku setuju, besok kita kumpulkan warga di balai desa, lalu kita beritahukan mereka, semoga dengan berjalannya rencana besar ini, penduduk desa Shanyin semakin makmur."

Yin Yin tersenyum lebar,

"Terimakasih, kepala desa!"

Setelah berpamitan dengan Shen Baichuan, mereka menuju ke arah rumah Yin Yin.

"Langkah pertama untuk mengubah desa, resmi dimulai."

"Sistem, ada informasi lain tidak untuk pembangunan rumah."

DING!

[Yin Yin, bahan bangunan sudah sistem pindahkan di gerobak, nanti ada yang mengantarnya]

"Wah, kamu bergerak lebih cepat dari biasanya."

[Terimakasih pujiannya Yin Yin, ini hanya bantuan kecil atas kerja kerasmu membantu penduduk desa Shanyin]

Beberapa hari kemudian, bahan bangunan akhirnya tiba di rumah keluarga Yin, suara derak roda kereta kuda terdengar saat berhenti di depan halaman, memecah keheningan pagi yang masih sejuk.

TOK... TOK... TOK...

"Nak, coba kamu lihat siapa di depan, ibu lagi masak sarapan, Ayah dan adik-adikmu tadi ke hutan cari sayur liar," teriak Lin Mei Hua dari dapur."

"Iya, Bu," jawab Yin Yin sambil bergegas menuju pintu

Saat pintu dibuka, tampak seorang pria paruh baya berdiri di depan, dengan pakaian sederhana. Di belakangnya, sebuah kereta kuda dipenuhi tumpukan kayu, batu bata, dan berbagai bahan bangunan lainnya

"Permisi, apakah ini rumah keluarga Yin?" tanya pria itu sopan.

"Iya, benar. Ada apa ya, Paman?" jawab Yin Yin.

"Saya diutus untuk mengantarkan bahan bangunan ke sini," ujar pria itu singkat.

Yin Yin sempat terdiam sejenak, lalu segera mengerti, Dia mengangguk pelan. "Oh... Iya, benar. silahkan Paman."

Dari dalam, Lin Mei Hua yang mendengar suara percakapan itu berjalan mendekat.

"Siapa, Yin Yin?" tanyanya, lalu langsung terkejut melihat kereta penuh bahan bangunan.

"Ini, bahan bangunan?" ucapnya heran.

Yin Yin tersenyum kecil, berusaha terlihat tenang, "Iya, Bu. Ini pesanan Ayah dan Yin Yin."

Lin Mei Hua mengernyit, "Oh, pesanan bangunan, Ibu kira apa."

Yin Yin segera menjawab, "Waktu Yin Yin dan ayah ke kota kemarin, harga bahan bangunan di pasar lumayan mahal, jadi Yin Yin memutuskan memesan lewat Paman Lu Jianhong, Bu. Katanya beliau punya kenalan yang jual bahan bangunan lebih murah, jadi Yin Yin langsung memesannya."

"Paman Lu Jianhong?" ulang Lin Mei Hua, masih setengah tidak percaya.

"Iya, Bu. Mereka baik sekali, bahkan mengatur pengirimannya sampai ke sini," tambah Yin Yin meyakinkan.

Pria pengantar itu ikut mengangguk, seolah membenarkan cerita tersebut. "Benar, Nyonya. kami hanya ditugaskan untuk mengantar barang sesuai pesanan."

Lin Mei Hua akhirnya menghela nafas pelan, meski wajahnya masih menyiratkan ketidakpercayaan. "Kalau begitu, ya sudah letakkan saja di halaman."

"Baik, Nyonya," jawab pria itu. Ia lalu memberi aba-aba, dan satu per satu bahan bangunan mulai diturunkan dari kereta. Suara kayu dan batu bata yang diletakkan di tanah memenuhi halaman rumah, menghadirkan suasana baru yang tak biasa bagi keluarga Yin.

Sementara itu, Yin Yin diam-diam menghela napas lega, untung saja alasannya bisa diterima, meskipun dalam hatinya Dia tahu semuanya berasal dari sistem yang tidak bisa Dia jelaskan kepada siapapun.

Setelah semua bahan bangunan selesai diturunkan dan dirapikan di halaman, Yin Yin tidak berlama-lama di rumah, Dia segera berpamitan kepada ibunya untuk menyusul ayahnya, Yin Guo Shan, bersama ketiga adiknya Yin Chen, Lin Meli dan Xiao Lan yang sejak pagi pergi ke hutan untuk mencari sayur liar.

Di tengah perjalanan menuju hutan, langkah Yin Yin tiba-tiba terhenti, dari kejauhan Dia melihat sekelompok hewan besar bergerak perlahan di antara pepohonan. Tubuhnya kekar, dengan tanduk melengkung dan bulu tebal sekilas mirip dengan sapi yang pernah Dia lihat di dunia modern.

Mata Yin Yin langsung berbinar.

"Bison?" gumamnya pelan, tak bisa menyembunyikan rasa terkejut sekaligus senang

Jumlahnya tidak sedikit, jika bisa mendapatkannya, itu akan menjadi sumber daging terbanyak cukup untuk beberapa hari, bahkan bisa membantu tenaga kerja saat pembangunan rumah yang akan dimulai besok. Tanpa ragu, Yin Yin segera berbisik dalam hati, meminta bantuan sistem.

"Sistem, bantu aku kita harus menjatuhkan beberapa dari mereka."

Perasaan gembira memenuhi hatinya, keberuntungan ini datang di waktu yang tepat, seolah langit benar-benar berpihak padanya kali ini. Namun, saat Dia sedang sibuk memikirkan rencana bersama sistem, suara langkah kaki dan percakapan samar terdengar dari arah belakang.

"Yin Yin?"

Suara itu membuatnya tersadar, Dia segera menoleh dan melihat ayahnya, Yin Guo Shan, bersama ketiga adiknya, Yin Chen, Lin Meli, dan Xiao Lan, berjalan keluar dari balik semak-semak. Masing-masing dari mereka membawa setumpuk sayur liar di keranjang.

"Kakak!" seru Xiao Lan sambil berlari kecil menghampiri.

Yin Guo Shan mengernyit saat melihat putrinya berdiri diam menatap ke arah hutan dalam. "Apa yang kamu lihat?"

Yin Yin tidak langsung menjawab, Dia mengangkat tangannya pelan, memberi isyarat agar mereka diam, dengan suara rendah, Dia berbisik, "Ayah, lihat ke sana."

Mereka semua langsung mengikuti arah yang ditunjuk Yin Yin

Tak jauh dari sana, kawanan bison masih terlihat, bergerak perlahan sambil merumput tanpa menyadari keberadaan mereka.

Mata Yin Chen langsung membesar, "Itu besar sekali."

Lin Meli menelan ludah, merasakan takut, "Kita tidak akan mendekat kan Ayah?"

Sementara itu, Yin Guo Shan memasang ekspresi serius, ia sudah lama hidup di desa, dan tahu betul betapa berbahayanya hewan sebesar itu.

"Itu bison liar, sangat berbahaya kita tidak boleh sembarang mendekat." kata Yin Guo Shan pelan.

Yin Yin menarik napas pelan, lalu menatap ayahnya dengan penuh keyakinan. "Ayah, kalau kita bisa menjatuhkan satu atau dua saja, itu cukup untuk persediaan daging beberapa hari. Apalagi besok kita mulai membangun rumah."

Yin Guo Shan terdiam, ia jelas tergoda, tetapi juga khawatir. "Nak, itu terlalu berisiko," jawab Yin Guo Shan tegas.

Yin Yin terdiam sejenak di dalam hatinya, Dia kembali memanggil sistem.

"Sistem, apa kita bisa melakukannya tanpa membahayakan mereka?"

Suara dingin sistem segera menjawab dalam benaknya.

[Kawanan bison berjumlah delapan, saran sistem jatuhkan target terluar, peluang keberhasilan meningkat jika menggunakan serangan jarak jauh dan strategi pengalihan]

Mata Yin Yin sedikit menyipit, Dia menoleh kembali ke arah Ayah dan adik-adiknya.

"Ayah, kita tidak perlu menghadapi semuanya, kita hanya perlu memisahkan satu dari kelompok."

Yin Guo Shan masih ragu, "Bagaimana caranya?"

Yin Yin tersenyum tipis, ada kilatan percaya diri di matanya.

"Percayakan pada Yin Yin, Ayah."

Angin berhembus pelan di antara pepohonan, seolah menjadi saksi bahwa sesuatu yang besar akan segera terjadi.

Bersambung....

1
Ai
semangat yin yin
@Mita🥰
lanjut seru banget 😍😍
Ai
crazy Up donk thor
@Mita🥰
bagus ceritanya thor 🥰🥰
Ai
aku suka cerita spt ini ada kehangatan dlm keluarga wlaupun tdk hidup bergelimang harta tp ttp bahagia😍
Twis G
siap, sebentar 2 bab yaa
Dewiendahsetiowati
panen besar
Dewiendahsetiowati
hadir thor,ini MC nya gak ada jari emas kah
DISTYA ANGGRA MELANI
🆙 Doble dnk kak
Ani Ashari
bagus bngt,fiks lanjut Thor jangan berhenti di tengah jalan
yani nys nys
njut thoor.. kereeen...👏👏💪💪
Twis G: siap ditunggu ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!