NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Hening

Malam telah berlalu, Sera terbangun dari tidurnya dengan merasa sakit di sekujur tubuhnya. Terdengar suara melenguh dari Sera, ”Ish..."

Selepas mendapatkan serangan dari suaminya yang seperti kucing liar itu, mereka melakukan penyatuan.

Meskipun awalnya menolak tindakan itu, namun makin lama Sera menikmatinya juga, toh, lagi pula mereka juga suami-istri meskipun dalam perjanjian yang mengikat.

Sera memunguti bajunya yang telah berserakan di lantai setelah dilucuti oleh pria gila itu, Sera buru-buru memunguti bajunya dan memakai dengan cepat.

Kemudian, pergi keluar dari kamar Dominic meskipun sebelum pergi dia melirik kearah pria yang masih tidur dengan dengkuran kecil di atas ranjangnya.

Entah, perasaan gila apa yang sedang Sera pikiran saat ini setelah malam yang penuh dengan romantik tadi malam, ada perasaan kecewa, marah, dan malu melihat Dominic yang masih terlelap disana tanpa masalah.

*

Sera merebahkan tubuhnya di atas kasur nya yang kini terasa dingin selepas membersihkan diri, mulai membayangkan apa yang akan di pikirkan Dominic selepas bangun dari tidur. Akan pria itu menyadari perbuatannya atau malah tidak sadar dengan yang terjadi seperti film-film drama yang sering Sera tonton.

"Yah... Mungkin keadaan terburuknya adalah aku akan diusir dan dicap sebagai wanita pengoda," gumam Sera sambari mengelah nafasnya kasar. Sera lalu mengambil bantar nya yang berada di ujung kasur kemudian membuat bantal itu menutupi wajahnya.

Beberapa jam kemudian, keheningan di rumah itu perlahan sirna karena terdengar suara gelak tawa dari ruangan tengah yang buat Sera penasaran dan terbangun dari tidurnya, entah siapa yang datang; jujur saja Sera cukup tak perduli namun Dominic jarang sekali membawa orang ke rumah dan lebih sering mengajak berkumpul di luar saja.

Sera makin penasaran meskipun rasa malu nya atas kejadian malam tadi masih membuat enggan bergerak, namun rasa penasarannya lebih tinggi dari apapun untuk saat ini.

Sera melangkahkan kakinya menuruni ranjang seperti seseorang yang sedang mengendap-endap dia berjalan perlahan kearah pintu kamarnya. Lalu, membuka perlahan pintu kamar nya, kemudian berjalan menuju kearah pinggir pagar di lantai dua, dan menatap kebawah tepat di ruang tengah.

Dia melihat orang yang berada di TV kemarin, Ya, mungkin tidak salah lagi Wanita itu Celesta. Orang yang di cintai suaminya, namun herannya Sera tak menemukan Dominic disana ternyata wanita itu sedang mentertawakan acara TV yang sedang dia lihat.

Sera celingak-celinguk, "Lalu, dimana Dominic?" gumam Sera dalam hati.

Tidak berselang suara bass khas seorang pria menghampiri telinga Sera dengan suara yang cukup kencang, "Celesta, mengapa kau ada disini,"

Wanita yang di panggil Celesta itu menoleh pada Dominic di balik sofa itu, menghampiri Dominic dengan wajah yang tersenyum lalu membelai dada bidang yang seperti roti sobek dengan lembut dan perlahan sembari mendekatkan tubuhnya pada pria itu.

"Apa salahnya aku mendatangi mu, kekasih ku. Tidak ingatkah kemarin kita merayakan kebersamaan kita," ujar Celesta makin tak terarah mengelus dada bidang itu, seperti seorang wanita pengoda.

Sera ang masih menatap mereka dari lantai atas, kini menutup mulutnya merasakan mual luar biasa melihat keadaan itu. Mungkin kah dia jijik atau justru ingin menangis karena perasaan sepihak itu, melihat suaminya tidak menolak sentuhan wanita yang kata nya cinta pertamanya itu.

Sera dengan cepat menuju kearah kamarnya yang tepat di belakang posisinya berjongkok saat, lalu menutup pintu itu dengan cepat, Sera tak sadar membanting pintu kamarnya itu dengan kasar.

"Siapa disana?!" teriak Dominic menoleh kelantai atas, sembari menarik tangan Celesta agar menjauh dari nya. Membuat Wanita terlihat memangutkan bibirnya dengan perasaan murka.

Setelah membanting pintu kamarnya, Sera bersandar di balik pintu. Air matanya mulai mengalir di pipinya, isakkan tangis mulai mengalir perasaan terasa hancur karena melihat adegan itu. Dia tak bisa berfikir jernih, suara riuh di telinga mulai riuh tak bisa mendengar lagi obrolan di lua ruangan. Hanya ada spekulasi yang mengarahkannya pada kemungkinan terburuk.

Sera tak berani bergerak dari tempatnya, takut Dominic mengetahui bahwa dia mengintip kemesraan suaminya dan cinta pertamanya itu. Sera menutupi wajahnya dengan lututnya untuk meredam suara isak tangisnya.

"Sayang, kamu tidak perlu perdulikan perempuan itu, bukan kah kalian menikah karena perjodohan, sekarang aku sudah kembali... Oh ya, aku sudah membawakan kamu makanan," suara Celesta terdengar jelas kali ini di telinga Sera mungkin wanita itu sengaja membesarkan suaranya agar terdengar sampai ke kamar Sera.

Sera tau jelas dia tidak akan pernah menang, seharusnya dari awal Sera tidak perlu jatuh cinta pada suaminya dan berpura-pura tidak tau, lagi pula mungkin dia akan di campakkan dari rumah Ashford. Sera berjalan gontai menuju kearah ranjangnya kemudian menelungkupkan tubuhnya ke atas kasur terus terisak hingga akhirnya tertidur karena kelelahan.

*

*

Entah berapa lama Sera tak keluar dari kamarnya, dia hanya terjaga ketika matahari menyapa wajahnya dan kembali tidur seperti seseorang yang hibernasi. Namun, baginya ini bukan sekedar hibernasi, tapi rasa kacau di kepalanya, membuat berat untuk tetap terjaga bahkan rasa nya Sera tak ingin hidup lagi.

Dominic pulang malam ini, menyadari keheningan yang menyesakkan ketika dia menuju ke arah ruang makan. Dominic memang senang akan ketenangan, tapi pria itu merasakan hal berbeda. Biasa sofa ruang tengah terasa hangat dan TV seolah baru saja digunakan oleh istrinya, setiap kali Dominic baru pulang dari kantor, sekarang semua itu terasa dingin.

"Dimanakah prempuan itu," gumam Dominic dalam hati.

Bibi Yuni terlihat menyajikan beberapa makan di atas meja, tepat di depan tuannya dengan ekspresi seperti biasanya tenang dan hening. Seolah tak ada masalah apapun, ya, karena Dominic langsung yang mengatakan untuk tidak membahas Sera bagaimanapun keadaannya. Namun, kini Dominic penasaran muncul dengan tiba-tiba.

"Bi Yuni, mana Sera?" tanya Dominic untuk pertama kalinya membuat Bibi Yuni terkejut sekaligus heran,

Karena tuannya itu tak pernah membahas Sera. Kecuali kalau ada undangan pesta, yang kadang hanya di sampaikan ketika suami-istri itu tak sengaja bertemu atau memberitahu dirinya sendiri untuk menyampaikan.

"Iya, Tuan apakah ada yang ingin Tuan sampaikan pada Nyonya?" Bibi Yuni balik bertanya karena itu yang biasanya tuannya itu inginkan.

"Aku bertanya dimana dia?" ujar Dominic merasa Bibi Yuni tidak mengerti maksudnya.

"Oh," jawab Bibi Yuni nampak menunduk dan memilin celemeknya mulai memikirkan apa yang harus dia sampaikan pada tuan, apakah harus mempertanyakan tentang peraturan rumah atau langsung menjawab, Bibi Yuni mengelengkan kepalanya.

Bibi Yuni akhirnya berkata, "Sejak kamarin Nyonya tidak keluar dari kamar, dan bibi pun tidak tau. Bibi mencoba mengantarkan makanannya ke kamar takut Nyonya sakit, tapi Bibi tidak mendengar suara Nyonya. Jadi Bibi taruh saja di depan kamarnya, setelah Bibi kembali makanan nya tidak sentuh."

1
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!