“Teruslah mengisi namaku di dalam hatimu, meski itu bentuk kebencian, aku bahagia telah menjadi sesuatu yang terus kau pikirkan.”
Dunia menyajikan begitu banyak cerita, namun sayangnya tidak ada cinta selain nelangsa yang berpihak kepada seorang, Hawwa Saranetta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuti Alawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CCtv
Malam Ini Mama Shela, Pak Andreas Beserta Jordan Kembali Ke Rumah Dari Liburan Mendadak itu.
Mama Shela Sudah Mendapat Kabar dari Aditya Bahwa Anak Dan Menantunya Sedang Jalan-jalan.
Mama Shela Langsung Menuju Ruangan Baca, Dimana Terdapat Komputer Tempat Control CCtv Rumah Megah itu, Mama Shela Membuka Beberapa File Di Komputer itu, Danendapat Rekaman CCtv Selama.Dua Hari Terakhir ini, Yaitu Selama mereka Pergi Meninggalkan Roby Dan Zahrana.
Mama Shela Tampak Senang Sekali Melihat Zahrana Memperlakukan Roby, Begitupun Roby Yang Tampak Sangat Baik,,,
Mama Shela Rela Menunggu Tanpa Menskip Video CCtv itu Agar Dia Bisa Melihat Adegan Roby Dan Zahrana dengan Jelas.
Pak Andreas Membawakan Kopi Kepada istrinya itu.
Mereka Tampak Serius Memandang Layar Komputer ,, seperti sedang Menonton Bioskop saja!
Meski Adegan itu Biasa Saja, Tapi Mama Shela dan pak Andreas Tampak Betah Menonton, Sampai Tiba Saat-saat Roby Mencium Zahrana di Ruang Keluarga itu,,,Mama Shela Kaget Tidak Percaya,
Mama Shela Langsung Menutup mata pak Andreas dengan Tangannya, Sedangkan Dirinya Menontoninya Dengan Haru.
Setelah Mereka Selesai Mengkepoi Kegiatan Anak Dan Menantu Selama Dua Hari Ini, Mama Shela Mengajak Suaminya Untuk istirahat.
Roby Dan Zahrana Beserta Aditya Baru Saja pulang, Mereka Belum Menyadari Kedatangan Mama Shela Dan Yang Lainnya.
Mereka masuk Ke Dalam Kamar masing-masing.
Roby dan Zahrana Masuk Ke Dalam Kamar mereka, sedangkan Aditya Masuk Kedalam Kamarnya Yang terletak Di Samping Ruang Kerja Roby.
Roby Dan Zahrana Masuk Ke Dalam Kamar Mandi, Mereka Akan mandi Sekarang, Aktifitas Mereka Seharian Ini Sangat Padat, Zahrana begitu Senang Saat Pergi Jalan-jalan Tadi.
Di Kamar Mama Shela dan Pak Andreas
“Pah,,, Roby Harus Segera Sembuh”
Mama Shela Optimis mengatakan Kalau Anaknya itu Harus Sembuh Secepatnya.
“iya Mah, Kan Roby Rajin Terapi sama Dokter Ali”
Pak Andreas Mengingatkan Kembali Istri nya itu, Kalau Anak Mereka Selalu Terapi Bersama Dokter Ali,
Roby Memang Rutin Terapi Dan Mengonsumsi Obat Dari Dokter itu.
“Tapi Pah, Kalau Ternyata Pengobatan dokter Ali gak Manjur,, Gimana??”
“Pahh”
Mama Shela Menoleh Ke Arah Pak Andreas Yang Sudah tidur Karna Kecapean.
“Dasar Papa, Emangnya Papa Gak Mau Cepat Punya Cucu”
Mama Shela Mengomeli Suaminya Yang Sudah tidur Nyenyak.
Mama Shela Meninggalkan Pak Andreas Di Kamar Sendirian, pergi Menuju Kamar Jordan.
Jordan Yang Sedang Bermain game Langsung Menyembunyikan Gadget nya kedalam Selimut, Saat Mama Shela Mengetuk Pintu Kamarnya.
“Jordi Sayang,,,,(Panggilan Sayang untuk Jordan) Sayang Mama Boleh Masuk Kan?”
“Silahkan, Pintunya Tidak Di Kunci”
Jordan Menjawab Dari Kamar, Mama Shela Langsung Masuk Ke Dalam Kamar Anaknya.
“Aihyooo Anak Mama Lagi Ngapain” sambil Berjalan menuju Ranjang.
Jordan Dengan Santai Membaca Buku pelajarannya, Tanpa Menjawab Mama Shela Yang Sedang Bertanya.
“Ahh Mama Mengganggu Tidak?”
“Tidak, Ada Apa Mah” Berlagak seperti orang Dewasa.
“Mama Sangat Senang Sekali” Sambil Menepuk-nepuk Tangan Lalu Duduk Di Samping Jordan.
Jordan Mengernyitkan Dahinya, Entah Apa Yang Membuat Mama Begitu Bahagia.
“Bagaimana Menurutmu Kalau Kamu Akan Segera Memiliki Keponakan?” Lagi-lagi Mama Shela menunjukkan Ekspresi Senangnya.
Hah? Keponakan! Tidak Bisa, Kedatangan kakak Ipar Saja Sudah Menyingkirkan ku, apalagi Ada Seorang Bayi Yang imut dan mungil Melebihi Ke imutanku,, Kakak Pasti Tidak Akan mau Melihatku Lagi.
Jordan Berlari Memasuki Kamar Kedua Kakaknya itu. Jordan Tidak Menemukan Roby Atau Zahrana Disana.
Roby Mendengar Suara Tawa Di Dalam Kamar Mandi.
Pasti Dua Orang Yang Sedang Kasmaran itu sedang Aneh-aneh Di Sana!
Sungguh Menyebalkan! Apakah Mereka Tidak Tahu Ada Anak Yang Akan Beranjak Remaja Disini, Benar-benar Tidak Bisa menjaga Sikap.
Jordan Mengoceh,, Menyalahkan Kedua Kakaknya itu Padahal dia Sendiri yang Salah, Kenapa mendatangi Kamar Suami Istri itu.
Jordan Begitu Kesal Dan Melipat Tangannya.
Setelah Selesai Mandi, Roby Dan Zahrana Memakai Baju Piama Senada Di Ruang Ganti itu.
lalu Mereka Keluar Dari Ruang Ganti Menuju Ranjang mereka, Dan Keduanya Begitu Kaget Saat Melihat Jordan Duduk Di Sova Sambil melipat Tangannya.
Jordan Menoleh Ke Arah Mereka Lalu Berjalan Setengah Berlari Menuju Roby dan Zahrana yang Terdiam Mematung.
“Kakak Aku Sangat merindukanmu” Sambil Menepis Tangan Zahrana Dari Gagang Kursi Roda itu Kemudian Memeluk Kakaknya Roby.
Zahrana mengusap Tangannya Yang Memang Tidak sakit, Tapi Sakit Hati Karna perlakuan Adik iparnya itu.
“Hei, Kapan kau kembali, Kakak Juga merindukanmu”
“Petang Tadi, Tapi Kakak, Aku benar-benar Merindukanmu! Boleh tidak Kalau Aku menginap Sekali ini Saja!.”
Jordan Memasang Muka melasnya Agar mendapat Ibah Dari Roby, Hanya perhatian dari Roby Saja, Zahrana Tidak perlu Baginya.
Roby Menatap Zahrana Seolah Meminta Pendapat, Zahrana mengedipkan satu Matanya Tanda Menyetujui.
Jordan Sangat Senang bisa tidur Bersama Kakaknya.
“Hei Kakak Ipar, Malam ini Kakak Adalah milikku! Ku peringatkan kepadamu Kakak ipar, Jangan Ganggu Malam Kami Berdua”
Zahrana Hanya Tersenyum Mendengar ocehan Adik Iparnya itu, Begitupun Dengan Roby, Untung Saja Dirinya Sudah Mencium Zahrana beberapa Kali Di Kamar Mandi, Kalau Tidak Dirinya Tidak Mendapat Ciuman Sama Sekali Malam ini.
Zahrana Membantu Suaminya Berbaring Di Ranjang, Zahrana Menyelimuti Roby Dan Jordan yang Sudah Berbaring,
kemudian. Gadis itu Tidur Di di Samping Jordan Yang Mengarah ke Arah Roby Dan Membelakangi Dirinya,Gadis itu Merasa Adik iparnya ini Belum juga bisa menerima dirinya.
Zahrana Memejamkan Matanya Meski Kantuk Tidak menyerangnya, Roby Terus memandangi Istrinya yang Dikira Telah terlelap itu.
“Kakak, Jangan Memandangi Kakak Ipar, Pandang Jordi Saja!”
Jordan Begitu Kesal Saat Roby Tanpa henti memandangi Istrinya.
Zahrana Tersenyum kecil di Dalam hatinya Saat mendengar Kecemburuan Sang Adik Terhadap Kakak Iparnya.
Roby Salah Tingkah Saat Jordan Mempergokinya menatap Zahrana. Roby Takut Zahrana Akan mendengar Perkataan Jordan, Tentu Saja itu Sangat Memalukan Bagi Seorang Roby.
Tidak Lama setelah itu Mama Shela Terdengar mengetuk Pintu Kamar Roby dan Zahrana, Tentu Saja wanita itu Tidak Mengijinkan Jordan Mengganggu Anak Dan menantunya.
Zahrana Beranjak Membukakan pintu, Jordan Yang Takut Kena Omelan Mama Shela Langsung Bersembunyi Di Bawah Selimut.
Mama Shela Langsung Masuk Saat Zahrana membukakan pintu, Wanita itu membuka selimut Dan mendapat Jordan Yang Sudah menggulung tubuhnya dibawah ketiak Roby.
Mama Shela menjewer Telinga Jordan Yang Menurutnya Sangat Nakal.
“Hei, Ngapain Kamu Di Kamar Kakak iparmu? Dasar Anak Tidak Tahu malu.
“Aku Ke sini Mau melihat Kakak Roby, Bukan Kakak Ipar Yang Jelek itu”
Sambil Memandang Sinis Zahrana.
Ktokkk!!,, Mama Shela Memukul Kepala Anaknya yang Terlihat Bodoh itu.
Jordan Meringis Sambil memegangi kepalanya yang sedikit sakit karena di ketok Mama Shela.
“Kakak Ipar Jelek!,,,,weeeeek”
Jordan Berlari keluar Kamar Setelah Ia Memperagakkan Muka Jelek Ke Arah Kakak Iparnya itu.
Zahrana Tertawa Terbahak-bahak melihat tingkah Jordan, Bukannya Kesal Melihat perilaku Jordan Zahrana malah menganggap itu lucu.
Roby hanya Senyum melihat istrinya tertawa lepas seperti itu.
Mama Shela yang merasa tidak enak akan perilaku Jordan Langsung meminta maaf kepada Anak Dan menantunya itu.
“Maaf Kalau Jordan Mengganggu, Ngomong-ngomong,,, Piyamanya Lucu Juga ya!”
Mama Shela Salfok sama piyama senada yang Di kenakan Sama Roby dan Zahrana.
Mama Shela berlalu Dari kamar itu dan Berjalan Menuruni Anak Tangga betapa Kagetnya dirinya menemukan Jordan Tergeletak Bersimbah Darah Di Bawah Sana.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahk,,,,, Jordan”
Mama Shela berteriak menggemparkan Seisi Rumah Megah itu.
Di nikahkan dengan tuan muda kursi roda bukan
kok jd ambigu gini thor...
berantakan ceritanya