NovelToon NovelToon
Kembali Dengamu

Kembali Dengamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Seandainya waktu bisa diulang kembali.

Penyesalan Mark Theodor dalam hidupnya, adalah mengabaikan istrinya demi keluarga kandungnya, hingga istrinya meninggal saat hamil muda.

Di saat ia sudah menua dan sakit-sakitan, keluarga kandung yang sangat ia sanjung, tidak satupun menaruh rasa kasihan pada keadaannya.

Mark hanya bisa menangisi dirinya yang malang, sampai akhirnya ia menutup mata untuk selamanya.

Tapi, tiba-tiba ia membuka matanya, dan terbangun dari tidurnya.

Ia mendapati dirinya kembali ke tahun 1973, di saat usianya masih dua puluh delapan tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31.

Mark menginjak tangan preman itu dengan kuat, sampai terdengar lolongan kesakitan dari preman.

Tindakan Mark itu membuat keempat preman lainnya semakin ketakutan, dan sontak mundur ke belakang dengan raut wajah yang pucat.

"Katakan! siapa yang menyuruh kalian mengganggu ku?!!" tanya Mark dengan nada menggeram, dan menekan lebih kuat lagi menginjak tangan preman.

"Se.. seorang wanita tua! dia memberi kami lima ratus perak untuk mematahkan tangan anda!"

"Aaaa... !!"

Preman tersebut semakin kencang melolong kesakitan, saat Mark menekan dengan kuat lagi menginjak tangan preman, lalu kemudian melepaskan kakinya dari menginjak tangan preman.

Mark tidak perlu menanyakan lagi wanita tua yang mana, yang memerintahkan mereka untuk mematahkan tangannya.

Ia menarik kerah baju preman itu, hingga tubuh kesakitan pria itu di paksa berdiri dengan tegak.

"Sekarang, kalian semua ikut aku! satu pun dari kalian jangan ada yang bicara bohong, kalau sudah dihadapan wanita tua itu! kalau tidak, aku akan membuat kalian tidak bisa berjalan!!"

"I.. iya, baik!!" jawab mereka serantak.

"Ayo, sana jalan! cepat!!" kata Mark mendorong pria yang ia cengkram kerah bajunya.

Buk!!

Kakinya kemudian menendang bokong pria itu saat berbalik hendak melangkah, sehingga tubuhnya nyaris terhuyung jatuh terjerembab ke depan.

"Mark! apakah kamu terluka?"

Ivana menghambur keluar dari dalam toko menghampiri Mark, dengan nada yang terdengar begitu cemas, dan kemudian memeriksa keadaan Mark

"Aku baik-baik saja!" jawab Mark tersenyum melihat raut wajah Ivana, yang terlihat begitu cemas akan keadaan dirinya.

Ia mengelus pipi pucat Ivana, "Sudah, jangan panik! mereka tidak akan pernah lagi mengganggu di daerah sekitar sini!" katanya menenangkan rasa khawatir Ivana.

"Mark! ternyata kamu pandai bela diri, dari mana kamu belajar karate? aku juga ingin belajar!!" kata Berwyn berseru takjub kepada Mark dengan raut wajah yang terlihat begitu senang.

"Aku belajar sendiri!" jawab Mark.

"Tidak mungkin! kamu bohong!!" kata Berwyn tertegun mendengar jawaban Mark.

"Tidak percaya, ya sudah! Ayo kita melihat pertunjukan selanjutnya!" Mark meraih tangan Ivana untuk menyusul para preman yang sudah pergi lebih dahulu.

Ivana menganggukkan kepala, lalu membalas genggaman tangan Mark dengan perasaan bahagia, karena Mark baik-baik saja.

"Eh, tunggu!" Berwyn bergegas menyusul Mark dan Ivana.

Mark tersenyum melihat kemana ke lima preman itu pergi, untuk menemui wanita tua yang menyewa mereka.

Ia sudah menduga siapa wanita tua yang dimaksud oleh preman tadi.

"Kenapa mereka pergi ke rumah Mama?" tanya Ivana kebingungan melihat kelima preman itu memasuki pekarangan Theodor.

"Jangan lagi panggil wanita tua itu Mama, dia bukan lagi Ibu mertuamu! Ibu jahat sepertinya tidak layak menjadi mertuamu!" kata Mark mengingatkan Ivana, untuk tidak menyebut Melina dengan panggilan 'Mama'.

"Oh, eh.. i.. iya!" jawab Ivana seketika jadi merasa bersalah, karena lupa akan perseteruan Mark dengan keluarga kandungnya.

"Sudah, jangan terlalu dipikirkan!" Mark mengelus lembut puncak kepala Ivana.

Istrinya itu memiliki perasaan yang lembut, dan sangat mudah luluh akan satu hal, jika istrinya itu tidak sengaja membuat satu kesalahan.

Di kehidupan ini, ia tidak akan membiarkan lagi keluarganya memanfaatkan kelemahan istrinya itu untuk memprovokasinya.

Brak!!

Mark menendang kursi kayu yang ada di pekarangan, untuk membuat keluarganya itu keluar dari dalam rumah.

"Hei!! siapa yang membuat keributan di luar!!!"

Keluar lah Marley dan Mario dengan wajah yang terlihat tidak senang, dan kemudian sontak memperlihatkan raut wajah terkejut, begitu melihat siapa yang berada di pekarangan rumah.

Mark menarik satu kursi, lalu menarik Ivana untuk duduk pada kursi tersebut.

"Mark! mau apa kamu membawa banyak orang ke rumah kami?!!" Mario dengan suara tinggi membentak Mark.

Brak!!

Mark tidak menjawab Mario, kakinya menendang meja kayu hingga jatuh terbalik ke tanah.

Ia akan membuat keributan di kediaman Theodor, untuk mengundang semua tetangga berdatangan melihat, apa yang telah dilakukan Ibunya kepadanya.

"Mark!!!" Marley berteriak dengan suara menjerit melihat apa yang dilakukan Mark.

"Apa yang terjadi?!!"

Sudut bibir Mark menyunggingkan senyuman dingin, akhirnya Ibunya pun keluar mendengar suara teriakan Marley.

Begitu juga dengan para tetangga yang mendengar keributan itu, satu persatu berdatangan ke depan pagar pintu pagar kediaman Theodor.

Raut wajah mereka terlihat begitu penasaran apa yang telah terjadi, dan mulai bergumam satu sama lain melihat beberapa pria yang terlihat babak belur.

Mata Melina dan Alice membulat melihat siapa yang ada di pekarangan rumah mereka, dan sontak kaki mereka terasa goyah.

Mereka tidak percaya melihat sekumpulan preman bayaran, yang babak belur itu berada di pekarangan mereka.

Dan juga Mark, yang terlihat begitu dingin memandang ke arah mereka.

"Itu! Nyonya itu yang membayar kami untuk mematahkan tangan dan kaki anda, Tuan!!" seru salah satu preman itu menunjuk ke arah Melina.

"Apa?!!" mata para tetangga terkejut mendengar apa yang dikatakan salah satu preman itu.

Dan mereka semakin ribut bergumam membicarakan Melina, dengan cara pemikiran mereka sendiri menilai Melina.

Mario dan Marley juga terkejut mendengar apa yang dikatakan pria yang babak belur itu, dan sontak menoleh melihat ke arah Ibu mereka.

Plok! plok! plok!!!

Mark bertepuk tangan sembari tersenyum memandang ke arah Ibunya dan Alice.

"Wow! sangat mengesankan sekali anda Nyonya Theodor! anda seharusnya saat ini masih berada di dalam sel tahanan, karena kasus penculikan, dan perdagangan ilegal! ck ck ck.. tidak di sangka anda bisa bebas dengan cepat! luar biasa berkuasa sekali seseorang yang bisa membebaskan anda!!" kata Mark sembari tersenyum.

Senyuman menyindir, dan senyuman penuh rasa kecewa akan jahatnya Ibunya itu.

"Ada apa lagi ini? Mark! keributan apa lagi yang kamu lakukan di sini?!!"

Frank Theodor terkejut melihat pekarangan rumah di penuhi pria asing, dan para tetangga yang sebagian masuk ke pekarangan melihat keributan di halaman rumahnya.

"Tanya saja istri anda itu Tuan Theodor, jangan tanya aku!!" jawab Mark dengan nada yang dingin.

Frank menoleh ke arah Melina, "Apa yang terjadi?!" tanyanya.

Melina tersentak mendengar pertanyaan Frank, dan membuatnya menjadi gugup serta perlahan lututnya mulai gemetar.

"Ayolah Nyonya Theodor, katakan saja! jangan bungkam seperti itu, atau apakah aku yang harus mengatakannya?!"

Mark mengayunkan kakinya, dan menendang bokong salah satu preman hingga terhuyung ke depan Melina.

Melina dan Alice seketika saling merangkul ketakutan dengan raut wajah yang mulai pucat, dan masih tidak dapat membuka mulut untuk bicara.

"Nyonya! anda yang menyewa kami untuk mematahkan tangan dan kaki Tuan itu! anda harus bertanggung jawab pada kami, anda sudah memprovokasi kami untuk melakukan kejahatan!!" kata preman itu kepada Melina.

Mata Frank pun membulat mendengar apa yang dikatakan preman tersebut.

Bersambung.........

1
Suherni 123
ternyata saling berhubungan ya Mark
Cindy
lanjut
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkkk
Suherni 123
laa,,, gak kena sangsi enak bener

akhirnya up juga ya Thor,, sehat selalu ya
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
zahrahaifa
udeh ... gitu doang thor .... hukumannye cuman gitu aje.... dibikin gembel dong baru seru
Cindy
lanjut
Arieee
bagus, 👍👍👍👍👍👍👍👍
Suherni 123
lanjut
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkkk
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Suherni 123
wadaw... merinding disko nih😄

rasain Daniela
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Cindy
lanjut
Suherni 123
mendung mendung syahdu dikasih ah ih uh oh😅
rofik
masih ada teka tekinya?
Suherni 123
udah keterlaluan tuh Daniela kasih pelajaran atuh Mark tuman
zahrahaifa
masa cuma ditabok doang si jalang nye.... minimal dibikin cacat lah ato ga lumpuh permanen... ga seru
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Suherni 123
kapan hidup bahagia nya Mark
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!