NovelToon NovelToon
Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:428.1k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Alya Renatha tak pernah menyangka akan diceraikan oleh Leonhart Varellion, CEO dingin dari Leonhart Corporation yang menikahinya tanpa cinta. Saat ia pergi dari hidup pria itu, Alya tidak tahu bahwa dirinya sedang mengandung anak kembar tiga.

Bertahun-tahun berlalu. Alya kembali ke kota itu bersama ketiga putranya. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Leon di sebuah lobi hotel.

“Om, mau nggak jadi Papa kami?” tanya ketiga bocah itu serempak—membuat Leonhart Varellion terpaku dengan tatapan datar, karena wajah mereka mirip dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir Jebol

Alya merasa jantungnya berdegup

kencang saat melihat Agra mulai melepaskan celana panjangnya.

Pria itu mendekati Alya dengan wajah mesum yang semakin menakutkan.

Alya merasa putus asa dan terus mundur perlahan mencari jalan keluar dari situasi yang mengerikan ini.

"Pak Agra, jangan... jangan lakukan hal

aneh padaku, tolong" pinta Alya dengan suara gemetar mencoba menahan air matanya.

Namun Agra tampak tak peduli,

langkahnya semakin mendekat membuat jarak antara mereka semakin menipis.

Alya terpojok di sudut ruangan, matanya terus mencari-cari benda yang bisa digunakan untuk melindungi diri.

Ketakutan yang melanda dirinya

membuat tangannya gemetar, namun ia berusaha untuk tetap berani menghadapi situasi ini dengan cara menampar wajah pria itu.

Plak!

Agra merasa darahnya mendidih saat

tangan Alya mendarat di pipinya.

Amarah yang tak tertahankan membuat Agra melangkah maju dan mendorong Alya dengan keras hingga jatuh di atas tempat tidur.

Tanpa ragu, Agra langsung menindih

tubuh Alya dan menahan kedua tangannya di atas kepala gadis itu.

Seolah siap untuk Ritual yang biasanya dilakukan para pasutri baru, hanya saja yang ini lebih ke pemerkaosan.

Alya menjerit histeris, menangis dan

memohon untuk dilepaskan.

"Pak Agra, lepaskan aku! Tolong, aku tak bisa bernafas!" teriaknya dengan mata yang merah dan wajah pucat.

Namun, Agra tidak menggubrisnya. Dia

menatap Alya dengan marah, matanya

menyala-nyala, seolah ingin

meluluh lantakkan gadis itu.

"Kamu pikir kau bisa menamparku begitu saja, Alya? Kamu pikir kau bisa terus melukai perasaanku tanpa alasan?" ujarnya dengan nada dingin dan tajam.

Alya terus menangis perasaan takut dan terkekang menyelimuti hatinya. Dia mencoba menarik tangannya dari cengkeraman Agra, namun semakin dia berusaha, semakin erat Agra menahan tangannya.

Agra menindih tubuh Alya dengan kuat, matanya menatap tajam dan penuh nafsu.

"Aku sudah mengintai kamu dari lama,

Alya , Aku bahkan mengikuti kemana

perginya kamu saat setelah bercerai dengan Leon," ucap Agra dengan nada mengancam.

Alya merasa takut dan terpojok,

tangisnya pecah di sela-sela rasa ketakutan yang menghantui hatinya.

Tubuhnya terasa terhimpit di bawah tindihan Agra yang semakin kencang.

"Kenapa kamu melakukannya, Pak Agra?" Isak Alya dalam tangisannya.

"Apa yang kamu inginkan dariku?"

Agra tersenyum mengerikan, seolah

menikmati penderitaan yang dialami Alya.

"Aku ingin kamu, Alya. Aku ingin kamu

merasakan betapa kuatnya perasaanku padamu."

Alyaa menjerit ketakutan mencoba sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari tindihan Agra yang makin lama makin membuatnya sesak napas.

Namun, semakin keras dia berusaha, semakin kuat pula Agra menindihnya.

Alyaa terus menangis dan memohon agar Agra melepaskannya.

Namun, Agra seolah tak

peduli dengan jeritan dan tangisan Alya, dia terus menekan tubuh wanita itu hingga suara tangisan Alya semakin lama semakin lemah.

"Lihat aku! Lihatlah betapa aku

mengagumimu!" ucap Agra memaksa.

Mereka bertatapan wajah, Alya

ketakutan setengah mati. Ternyata dari pada Leon lebih menyeramkan Agra.

Air mata Alya terus mengalir dan

nafasnya sesak karena himpitan pria itu.

"Tahukah kamu berapa lama aku

menunggu ini? Setiap hari aku hanya melihat tubuh seksimu dari kamera tersembunyi ku," jelas Agra dengan senyuman mautnya.

"Apa maksudmu?" teriak Alya.

"Hahahaha...".

"Apa maksudmu?" teriak Alya sekali lagi.

Bagian sensitif Alya disentuh secara

paksa oleh tangan Agra yang kasar, Alya menjerit dan memohon ampun.

Agra dengan wajah psiko-nya merasakan kemenangan ini.

"Sudah melahirkan 3 kembar tapi masih

sempit juga, ya?" tanya Agra senang.

"Jangan! Jangan!" teriak Alya frustasi.

Saat bersamaan seseorang menarik tubuh Agra dan memukulnya sampai tersungkur ke lantai.

Siapa lagi jika bukan Leon? Pria yang

seharusnya berbaring di ranjang rumah sakit itu justru berada di sini.

"Bajingan!" umpat Leon.

Pria itu menghampiri Agra lagi dan

memukulnya lagi sampai berkali-kali.

Agra yang kesal lantas membalasnya sampa Leon juga tersungkur, sementara Alya nalah traumanya kambuh, tubuhnya menegang dan kaku.

"Leon, ini bukan urusanmu! Alya

sekarang milikku, perusahaan juga milikku," ucap Agra.

Leon bangun, ia mendekati Agra dan

menendang burung perkutut pria itu sampai kesakitan.

"Arrrrgggghhh!"

Leon melihat di sekelilingnya, banyak

sekali barang-barang pemuas nafsu milik Agra.

"Dasar pria psiko!" ucap Leon kesal.

Agra masih sangat kesakitan, sementara Leon dan beberapa pengawal membawa Leon pergi dari sana.

Leon melihat Alya

yang sudah kejang serta air matanya mengalir.

"Sayang, bertahanlah!" ucap Leon.

Sesampainya di dalam mobil, Leon

duduk di sebelah Alya, ia mengusap air

matanya dan tubuh Alya mulai melemah.

Pria itu mencium keningnya berkali-kali dan khawatir setengah mati.

"Aku... aku mau pulang ke kos," gumam Alya.

"Apa? Kita ke rumah sakit dulu," jawab

Leon.

"Aku tak apa, aku mau pulang ke kos dan aku mau bertemu anak-anakku.

Leon, anak-anak kita bersama Agra, tolong mereka!" Ucap Alya sambil menangis.

"Ssst... tenanglah! Anak-anak kita aman bersama kakeknya, tadi Papaku bertemu mereka di pinggir jalan dan mereka melompat dari mobil saat tahu akan diculik," jelas Leon.

Alya terkejut tapi terlanjur lega.

"Syukurlah, aku sangat bodoh sekali percaya pada Agra, dia lebih gila."

"Sekarang tak apa, kamu sudah aman

bersamaku. Sekarang kita ke rumah orang tuaku saja, di sana anak-anak kita berada dan sangat aman," jelas Leon.

Di sisi lain.

Alya dan Leon tiba di rumah orang

tua Leon, dengan penuh cinta Leon

membopong Alya melewati pintu masuk

rumah.

Kedatangan mereka disambut hangat

oleh anak-anak kembar mereka, Farad, Fared dan Farid yang berlarian mendekat sambil bersorak kegirangan.

"Mama, Papa, selamat datang!" seru ketiga anak kembar itu serentak.

Alya tersenyum bahagia saat anak-

anaknya baik-baik saja. Mereka lantas saling berpelukan, Leon mengusap lembut kepala

anak-anaknya, bangga akan keluarganya yang selalu penuh cinta.

"Mama, kami merindukanmu!" ucap Farad dengan mata berkaca-kaca.

"Mama juga, Sayang," balas Alya menyeka air mata anaknya yang mulai menetes.

"Mama akan selalu ada di sini bersama kalian semua."

Mereka lalu masuk ke dalam rumah

bersama-sama.

Leon kemudian meletakkan Alya

perlahan di sofa dan memandang kepada Rafael.

"Terima kasih, Pah," ucap Leon.

"Hem..."

Rafael menatap ketiga kembar itu, ia

tentu saja lama-lama luluh dengan sikap mereka yang lucu.

"Opa... Opa... lihat kami!" ucap Fared

sambil berjoget-joget.

Walau mereka baru saja mengalami

insiden tidak menyenangkan tapi sekarang mereka sudah merasa lebih baik dan ceria lagi.

Rafael tersenyum melihat mereka, ia

melebarkan tangannya dan mereka berlari ke pelukan sang kakek.

"Opa! Gendong! Gendong!" teriak mereka.

"Haha... nanti Opa bisa encok," jawab

Rafael.

Leon senang melihat sang papa sudah

menerima ketiga cucu kembarnya dan hanya tinggal sang mama saja yang sampai detik ini belum bisa menerima kenyataan itu.

Leon kembali melihat ke arah Alya,

mereka saling bertatapan tapi tatapan Alya sangat lemah.

"Kamu tak apa?" tanya Leon.

"Makasih," ucap Alya.

"Leon, ajak Alya ke kamar! Dia

terlihat masih sangat syok," sahut Rafael.

Leon mengangguk dan membopong

Alya masuk ke dalam kamar.

Sesampainya di kamar, Alya dibaringkan di atas tempat tidur.

"Kamu aman di sini," ucap Leon.

Saat Leon hendak berdiri tiba-tiba

Alya memeluknya dengan erat.

"Makasih," ucap Alya.

"Sama-sama, Alya."

Alya menangis tersedu-sedu. "Kenapa

harus aku yang mengalami semua ini? Aku hanya ingin hidup tenang bersama anak-anakku saja."

Leon mengusap punggung wanita itu.

"Maafkan, aku!" Isakan Alya semakin menjadi-jadi hingga Leon merasa pilu mendengarnya.

"Aku... aku hanya ingin hidup tenang."

ucap Alya.

"Maafkan aku!" hanya itu yang bisa

Leon katakan karena sebagian trauma Alya memang berasal darinya.

Mereka masih berpelukan dengan erat.

"Aku janji mulai sekarang akan

melindungi mu dan anak-anak kita," jelas Leon.

1
ceuceu
Mahar itu kn mas kawin bahasa arab,knp nikah di gereja pakai kata mahar thor?
klw nikah di grreja artinya agama kristen.
yg menikahkan penghulu,biasanya klw nikah di gereja pendeta
aga membingungkan
ceuceu
ikutan nangis sedih bgt jadi alya/Sob/
popy suprijati
🤣🤣🤣🤣
Mazree Gati
karena leon kaya aja alya mau balikan walu pernah di sakiti,coba kere,ogah
Ida Lailamajenun
masak sekelas CEO takut jika diusir dari perusahaan nya pasti bisa mandiri la dan kita lihat apakah uang bisa membahagiakan rafael jika anak dan cucu nya gk ada
Ida Lailamajenun
banyak typo thor terutama typo nama
Lian_06: Iya terima kasih kritik nya ya, nanti saya revisi lagi😁. btw bagaimana dengan cerita nya nih
total 1 replies
Ida Lailamajenun
nah harus bgn Leon ada saingan 😄biar modar kebakaran bulu liat ada laki lakj lain yg mau sama Alya
Ida Lailamajenun
ck dah mantan aja masih meresahkan bagi Alya,harus nya othor hadirkan laki laki baik buat Alya setelah jd mantan Leon biar kebakaran bulu tuh mantan
Ida Lailamajenun
othor nya sentimen amat ke alya 🤭
Ida Lailamajenun
klu nanti alya melahirkan triplets dan balik ke Leon maaf thor aku skip baca
Lian_06: Sabar ya, emang banyak guncangan nya si Alya ini😬😁
total 1 replies
Ida Lailamajenun
klu gk suka alya cuekin aja la jgn kdrt gitu
Lian_06: Emang nyebelin banget si Leon ini kalo belum kena karma😬
total 1 replies
Ida Lailamajenun
mampir thor
Lian_06: Iya selamat membaca ya, kak jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan komentar ya. pasti akan author balas😉
total 1 replies
C2nunik987
karya ini terbaiks suka bacanya bikin kita jd ikut dewasa seperti Leon dan Alya menghadapi ujian di rmh tangga nya 🫰😍🙏thorrr keren jln cerita yg tdk njlimet bikin kita penasaran ke part part selanjutnya sukses selalu thorrr bikin karya selanjutnya yg lbh bikin kita candu utk membaca sampe the end tentunya 🫰😍🙏
Lian_06: Terima Kasih Ratingnya dan Dukungannya ya. 😁 😉
total 1 replies
C2nunik987
cerita yg luar biasa keren thorrr buk pembelajaran yg bisa di dpt ....udh happy ending utk Leon dan Alya saling support selamanya 😍😍😍keren sukses trs thorrr ditunggu cerita yg lbh keren lagi 😍😍😍
Lian_06: Terimakasih telah membaca dan juga dukungan nya, pokoknya tungguin aja cerita lain yang lebih seru😁
total 1 replies
C2nunik987
anak anaknya pacaran emaknya ikutan juga 😅😅😅
C2nunik987
Alya emosi Krn Vira kaki iahhhh😂😂😂
C2nunik987
😅😅😅😅aseeek bgt punya ortu model Alya dan Leon ....tempat anak anak nya melepas kegundahan 😍😍😍
C2nunik987
Nia klo km niat jahat ma Fared pergi jgn ksh harapan tapi klo km niat berteman ia jujur aja 😅😅
C2nunik987
Fared jgn terlalu berharap ma Nia takut patah hati kamunya 🙈🙈😭😭
C2nunik987
tuch kan jd salah paham apa susahnya memuji keahlian anak sendiri ....sapa tau Fared bisa jd cheff andalan 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!