Di zaman sekarang ini adakah laki-laki yang serba bisa? sempurna!
jawabannya di novel kali ini ada!
Dia dijuluki Human Perfect oleh semua orang karena kesempurnaannya. Dia bernama Badai Bagaskara.
Lalu, sesempurna apakah dia?
Baca kisahnya dalam Novel Human Perfect. Dan disarankan bagi yang belum membaca Novel Tafsir Mimpi Sang Inspirator diharapkan membacanya terlebih dahulu, karena novel ini berhubungan dengan itu.
happy reading 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febby Sadin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbebas Dari Kapsul
Di alam bangsa manusia yang para orangtuanya saat ini sedang sibuk untuk menyusul anak-anak menuju kota desa Menyan, sedangkan kini di alam bangsa jin anak-anak yang rata-rata telah berusia delapan belas tahun ke atas itu masih terjebak di dalam kapsul gelembung air laut Kidul buatan Roro Kidul.
Dimana kini seseorang diam-diam menyusup masuk ke dalam hutan laut Kidul, dengan kekuatan yang dimilikinya. Dia akhirnya dapat memasuki hutan laut Kidul tanpa terlihat oleh dua prajurit yang berkepala hewan, yang tengah berjaga tepat di pintu gerbang masuk hutan laut Kidul.
"Eh bro! Kau ngerasa juga gak?" ucap salah satu prajurit berkepala hewan ke prajurit yang lainnya.
"Iya, kayak ada yang lewat gitu kan?" ucap prajurit yang lain.
"Iya."
"Atau cuma perasaan kita aja."
"Gak tau juga. Lagian kita jin, gak perlu takut. Masak jin takut sama jin."
"Bukan soal takut, tapi takut ada penyusup!"
"Kau betul juga."
Sedangkan setelah percakapan kedua prajurit berkepala hewan yang berjaga di depan gerbang utama itu pun, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam hutan laut Kidul. Memastikan tidak ada penyusup.
Bersamaan dengan itu. Terlihatlah oleh keduanya, sosok berjas hitam lebar menutupi seluruh tubuhnya, namun wajahnya saja yang tampak.
"Itu kan Pangeran Satria?!!!" pekik salah satu prajurit.
"Pangeran!!!" kedua prajurit itu pun memergoki kehadiran Satria di dekat kapsul-kapsul tempat teman-temannya di kurung. Menyadari hal tersebut, kedua prajurit bergerak cepat.
Sedangkan Satria, yang sudah berusaha sejak sampai di kapsul kapsul itu, dia berusaha untuk menjebol kapsul dengan susah payah. Namun semua kekuatan nya, tak ada yang terpakai. Hingga akhirnya, tepat saat prajurit-prajurit itu hendak memegang kedua tangannya untuk menangkap nya. Satria arahkan tatapan kedua matanya ke kapsul kapsul itu, dan Cling!
"Entah aku berhasil atau tidak, hanya sisa kekuatan ku yang inilah yang belum aku coba." kekuatan pancaran sinar dari kedua matanya pun keluar dan mengenai salah satu kapsul.
Dan Satria pun, telah di tangkap basah oleh dua prajurit berkepala hewan laut, dan akan dibawanya menuju ke singgasana Ratu Roro Kidul.
Namun ternyata, kekuatan yang dipancarkan dari sorot kedua mata Satria, berhasil memecahkan salah satu kapsul gelembung ciptaan Ratu Roro Kidul, dan tanpa ada notifikasi apapun saat Kapsul itu pecah. Sehingga tidak terdeteksi oleh Ratu Roro Kidul bahwa salah satu kapsul telah pecah.
Dan yang pecah kapsul yang di dalamnya terdapat Badai. Hal tersebut, seketika membuat Najwa yang kini berkomunikasi dengan Badai pun sangat bahagia.
"Akhirnya kau dapat keluar!!" pekik Najwa.
Badai pun tetap tak bersuara apapun, dia hanya berbincang-bincang melalui hati dengan Najwa. Agar tidak menimbulkan suara yang akan tersampaikan ke ruang singgasana Kerajaan.
Mengetahui Badai dapat berhasil keluar dari Kapsul, yang lainnya termasuk Nabila, Ali dan Faisal. Melihat hal tersebut, mereka masing-masing di dalam kapsul memanjatkan syukur.
"Alhamdulillah! Akhirnya Badai bisa keluar. Ayo Badai! Cepat bantu kita semua keluar dari kapsul ini!" ucap Ali. Dimana suaranya tetap tak tembus ke luar kapsul. Ucapannya hanya dia sendiri yang dapat mendengarnya.
"Akhirnya! ayo Badai! cepat selamatkan kita semua sebelum ada yang datang!" ucap Nabila, dari dalam kapsul. Yang sama saja, ucapannya hanya dia sendiri pula yang mendengarnya.
Begitu pula Faisal, dia juga berkata-kata sendiri di dalam kapsul. "Ayo Badai lepaskan aku!!" ucapnya.
Najwa lah satu-satunya yang dapat didengar suaranya oleh Badai. Karena hanya dia yang dapat berkomunikasi dengan Badai.
"Badai cepat kamu letuskan gelembung kapsul ini. Cobalah!" ucap Najwa.
Badai mencoba seperti apa yang Najwa ucapkan. Badai mencoba meletuskan gelembung kapsul ciptaan Roro kidul itu dengan jemarinya awalnya. Namun, Badai menggelengkan kepalanya.
"Gagal!" pekik Badai.
"Coba lagi, aku yakin jika sesama jin kesulitan menghancurkan gelembung kapsul ini, pasti tidak akan sulit untuk kita bangsa manusia. Coba kepalkan tangan mu dan tonjok!" ucap Najwa.
Badai, seolah menjadi bingung sendiri. Karena keadaannya saat ini di penuhi rasa was-was dan cemas, sehingga membuatnya tak begitu fokus untuk berpikir sendiri. Sehingga hanya mengandalkan ucapan dari Najwa.
Namun kembali lagi, Badai menggelengkan kepalanya, tak dapat meletuskan gelembung kapsul ciptaan Roro. Padahal itu hanya sebuah kapsul yang terbuat dari gelembung air yang transparan.
Hal tersebut, saat Najwa mulai menyadarinya. "Tampaknya kamu memiliki kecemasan ya? Coba tenang. Istighfar, dan fokus. Kamu pasti bisa Badai." Najwa tak patah semangat untuk menyemangati Badai.
Mendengar ucapan Najwa, yang menyuruhnya untuk istighfar. Badai seolah baru sadar, sepertinya setelah keluar dari kapsul itu, terdapat manipulasi dari para jin, terdapat mantera pengaruh jin yang membuatnya tidak fokus terhadap apa yang hendak dia lakukan. Membuatnya lupa, bahwa dia makhluk Allah SWT.
Badai pun kemudian ingat kepada Allah, dan beristighfar. "Astaghfirullahal 'adzim... Astaghfirullahal 'adzim...." kemudian kembali hanya dengan tusukan ujung jemarinya, Badai mencoba menusuk gelembung kapsul yang terbuat dari air itu, "Bismillahirrahmanirrahim!!!" ucapnya.
Dan pyar!!! pecah lah gelembung kapsul milik Najwa. Lalu setelah Najwa keluar dari kapsul, dia mengalami hal yang sama persis seperti yang Badai alami. Dia seperti orang yang mabuk, dan seperti tak ingat tentang Allah. Namun Badai yang menyadari kelinglungan Najwa, dia segera bergerak ke arah Najwa. Dimana mereka berdua ini seperti melayang di dalam air, namun tetap bisa bernafas, meskipun di dalam air. Tanpa berjalan, cukup bergerak saja Badai telah berpindah tempat.
Saat tepat di hadapan Najwa, "Istighfar Najwa. Dan ingat Allah!!" ucap Badai.
Namun tampaknya tak berhasil apa yang diucapkan Badai jika hanya dengan di bilangin saja. Dengan terpaksa, perlahan kedua tangan Badai menyentuh lengan Najwa dan menggerakkan tubuhnya Najwa, hingga Najwa sedikit membuka lebar kedua matanya. Sambil Badai tetap berkata,
"Istighfar Najwa! Istighfar.... Astaghfirullah...." ucap Badai.
Najwa pun hatinya yang masih tetap normal, hanya tubuhnya saja yang seperti orang mabuk, hatinya memaksa tubuhnya untuk mengucapkan.
"Astaghfirullah bismillah! Astaghfirullah bismillah!!!" ucap Najwa dengan membentak tubuhnya sendiri.
Badai pun melepaskan sentuhannya dari lengan Najwa, saat Najwa telah mampu menyebut nama Allah. Lalu Badai langsung bergerak dengan cepat meletuskan gelembung kapsul yang lainnya.
Saat Najwa telah merasa benar-benar pulih, dia pun bergerak mengikuti Badai, dan mengucapkan basmalah juga seperti yang Badai lakukan untuk memecahkan gelembung kapsul satu persatu. Membuat Najwa dan Badai pun memecahkan bersama-sama, dengan menggerakkan jari telunjuk bersamaan.
Akhirnya satu persatu gelembung kapsul itu pun pecah, sehingga kini Nabila, Ali dan Faisal telah bebas. Mereka semua pun berpelukan. Sehingga membentuk formasi huruf O.
"Terimakasih Najwa dan Badai....." ucap Nabila, Ali dan Faisal.
Namun, Najwa ingat sesuatu tentang obrolan nya melalui hati dengan Badai saat di dalam kapsul.
"Badai. Ada yang ketinggalan!" ucap Najwa, dengan menatap lekat Badai. Mencoba mengingat-ingat.
Badai pun juga menatap Najwa, membuat keduanya saling tatap.
"Kau benar, Najwa! Tujuan awal kita kan melepaskan Riz, Naz, Rangga dan Marya!!" pekik Badai, yang akhirnya ingat dengan niatan awal mereka melewati semua kejadian berat itu.
Seketika bersamaan Najwa dan Badai menoleh ke arah yang agak jauh, kemudian mereka berdua pun bergerak dengan cara berenang ke arah tujuan mereka. Diikuti oleh yang lainnya pula menuju kapsul-kapsul lain.
"Ternyata ada kapsul lain disini!" pekik Nabila.
"Iya mbak, aku dan Badai melihatnya dari dalam kapsul tadinya. Dan ini lah wujud Riz, Naz, Rangga dan Marya!" ucap Najwa.
Semuanya pun kini melihat apa yang ada di depan mereka. Namun, tiba-tiba...
Tit tit tit tit .....
Terdengar suara alarm seperti alarm bom yang hendak meledak.
Semuanya pun terkejut, baik itu Nabila, Ali, Faisal, Najwa dan Badai. Karena suara itu terdengar bukan hanya satu, dan suara itu tampak sangat dekat dengan masing-masing mereka.
"Dimana suara alarm itu?!!" pekik Najwa.
Dan saat semuanya menoleh ke kanan kiri depan belakang, tak di temukan. Faisal yang tiba-tiba diam tak berkutik sambil tangan kanannya menunjuk ke telapak tangannya yang kiri.
"Lihat ini teman-teman!!!" pekik Faisal. Yang berdiri mematung.
Membuat semuanya seketika bergerak mendekat ke Faisal semua. "Hah?!!" mereka terkejut bukan main.
Bahkan semakin terkejut, saat bersamaan dengan itu mereka semua langsung menatap ke telapak tangan kiri mereka masing-masing setelah melihat telapak tangan kiri milik Faisal.
"Aku juga ada!!!" pekik Najwa.
"Iya, aku juga!!" pekik Ali.
"Sepertinya kita semua sekarang memiliki tanda ini!!" pekik Badai perlahan, dengan alis mengerut.
Yang ada di telapak tangan kiri mereka kini, sebuah peringatan, yang berbunyi seperti alarm bom, yang terdengar jelas di telinga masing-masing pemilik. Yang semuanya memiliki tanda yang sama. Tanda seperti sebuah jam elektronik yang tiba-tiba ada di telapak tangan kiri mereka masing-masing, mengeluarkan cahaya seperti lampu putih, sehingga jam di telapak tangan itu dapat terbaca. Namun bukan bergambar jam, hanya berbentuk tulisan. Di masing-masing milik mereka tertulis tulisan yang sama.
02:45:32 dan detiknya terus berjalan.
"Apa artinya ini?!!" pekik Nabila.
Ditengah-tengah kekhawatiran akan muncul tiba-tiba nya jam alarm aneh di telapak tangan kiri masing-masing. Membuat mereka lupa, tujuan utama mereka adalah untuk segera membebaskan Riz, Naz, Rangga dan Marya dari kapsul itu.
.
.
.
Lanjutannya besok 😘
apakah punya anak sama umur nya