Alika tak pernah menyangka sebuah tragedi yang merugikannya akan membawa dia bertemu dengan seorang tentara tampan yang menyelamatkannya, cinta pandangan pertama langsung ia sematkan kepada tentara itu.
Tapi bagaimana bisa Alika mengatakan cinta pandangan pertama karena wajahnya saja Alika tidak pernah melihatnya karena wajah tentara tersebut tertutup oleh masker sehingga Alika sendiri tidak tahu tapi sudah mengatakan cinta padangan pertama hanya dengan melihat matanya saja dan belum tentu mereka akan bertemu kembali.
Bagaimanakah perasaan sang tentara apakah dia juga merasakan getaran pertama sama seperti Alika atau hanya berniat menolong karena Alika adalah korban yang harus di tolong??
Follow IG : Lala_syalala13
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28_Insiden
Kota yang tak pernah tidur karena selalu saja ramai kapan pun, salah satu destinasi yang wajib di kunjungi jika ingin ke luar negeri pasti akan banyak yang berkata ingin ke jepang.
"Mas jepang indah banget ya." seru Alika menyusuri jalanan jepang dengan Ethan.
"Indah tapi tak seindah wanita di samping mas." ucap Ethan dengan datar nya.
"Kamu tuh ngerayu tapi lempeng banget sih." protes Alika.
"Maaf ya sayang." balas Ethan karena bagaimana pun dia membela maka dia kan tetap salah, ingat bahwa wanita selalu benar dan laki-laki selalu salah.
Ethan dan Alika berjalan jalan hingga di sebuah cafe yang cukup ramai oleh pengunjung mereka datangi.
"Sayang aku ke toilet bentar ya." pamit Ethan setelah memesan makanan mereka.
"Iya sayang."
Setelah itu Ethan pun ke toilet meninggalkan Alika sendirian di meja mereka, tak lama suara tembakan terdengar begitu nyaring membuat Alika sampai terkejut dan ketakutan.
DOR DOR
Suara tembakan dari luar terdengar, ternyata ada penjarahan di sekitar area sana dan untung nya tidak langsung ke cafe mereka datangi namun tetap saja semua orang pada panik begitu pun dengan Alika apa lagi dia sudah pernah mengalami hal serupa.
Semua pengunjung merunduk berlindung di meja mereka masing masing, Alika begitu ketakutan trauma kala kejadian beberapa tahun silam kembali muncul.
"Mas kamu di mana?" lirih Alika dengan suara gemetar nya.
Sedangkan di sisi lain baru selesai dengan urusan nya di toilet tiba-tiba terdengar suara tembakan cukup keras membuat Ethan begitu takut dengan keadaan sang istri.
Ethan langsung berlari menuju meja mereka, di sana Ethan bisa melihat begitu kacau nya restoran tersebut karena banyak orang ketakutan.
"Sayang." panggil Ethan dan Alika langsung berlari ke pelukan sang suami.
Dia memeluk erat Ethan begitu pun dengan Ethan yang memeluk erat tubuh sang istri menghilang kan rasa takut ada diri nya.
"Tenang ya sayang semua akan baik-baik saja." ucap Ethan menenangkan sang istri.
Sudah hampir satu jam namun kondisi masih mencekam, walau bukan di area restoran tapi semua tempat sudah di kepung begitu pun dengan area depan restoran sehingga tidak ada yang bisa masuk.
"Sayang kita pelan pelan keluar lewat belakang, tadi aku lihat ada pintu kecil, aku akan arahin para pengunjung dan kamu tuntun mereka keluar ya." tutur Ethan setelah melihat kondisi Alika sang istri sudah jauh lebih baik.
"Apakah bisa mas?" tanya Alika sedikit ragu.
"Kamu percaya sama mas kan?" tanya Ethan balik dan di angguki oleh Alika.
Setelah itu dengan perlahan Ethan mulai mengintruksikan para pengunjung untuk diam dan berjalan menunduk dengan pelan menuju ke area belakang di mana sang istri sudah di sana.
Semua orang berjalan dengan rapi tanpa suara hingga tidak ada yang curiga bahwa restoran tersebut sudah kosong tidak ada penghuni.
"Bos restoran sudah kosong!" ucap salah satu komplotan perampok tersebut saat masuk ke dalam restoran.
"S*alan siapa yang sudah berani melawanku!" teriak bos perampok tersebut.
Sampai di luar Ethan menjauhkan sang istri dari area tersebut, dia berencana untuk membantu menangani hal tersebut, Ethan meminta izin kepada atasannya jika di perbolehkan dan lampu hijau pun ia dapatkan.
"Sayang kamu tunggu di sini ya." ucap Ethan langsung di cegat oleh Alika.
"Mas jangan!" seru Alika begitu takut berpisah dengan sang suami.
"Sayang mas janji akan kembali dengan selamat." ucap Ethan. Meyakinkan sang istri.
Dengan berat hati Alika pun melepaskan sang suami untuk membantu walau pun ada ketakutan di dalam dirinya.
Ethan membantu misi ini, walau berbeda negara namun karena dukungan kerja sama sehingga Ethan di berikan kesempatan untuk membantu apa lagi semua prajurit tahu bagaimana kehebatan seorang Ethan.
Setengah jam kemudian misi penyelamatan pun berhasil di selesaikan, para perampok sudah di bekukan dan di bawa ke penjara, para korban pun di ngikut oleh ambulan menuju ke rumah sakit.
"Mas mas!" teriak Alika karena tadi dia mendengar suara tembakan dari dalam, hati nya begitu takut sekali.
Apa lagi saat semua orang sudah keluar tpi sang suami masih juga belum keluar.
"Mas mas!" teriak Alika lagi ingin masuk ke dalam namun langsung dicegat oleh para tentara di sana.
"Nona jangan masuk, di sana masih berbahaya." ucap salah satu tentara membuat hati Alika begitu tak tenang.
Dia tahu pekerjaan sang suami sangat lah menantang bahaya namun Alika juga berharap jika dalam setiap tugas sang suami akan selalu di lindungi oleh tuhan yang maha kuasa.
"Mas..." lirih Alika dengan menangis pilu menanti kedatangan suami nya.
"Sayang." panggil seseorang membuat Alika menoleh ke sumber suara dan ternyata suami nya di sana.
Dengan sekuat tenaga Alika bangkit dan langsung memeluk erat tubuh Ethan, dia menangis sendu karena sang suami akhirnya kembali.
"Udah dong jangan nangis, nanti orang orang malah ngira nya aku yang jahat-in kamu loh." seru Ethan ung langsung mendapatkan pukulan dari Alika.
"Kamu gak ada yang luka kan?" tanya Alika begitu mengkhawatirkan sang suami.
"Gak ada sayang, ayo kita jalan-jalan lagi yuk." ajak Ethan.
"Gak mau, aku mau balik aja yuk mas."
Akhirnya Ethan menuruti keinginan sang istri, mungkin Alika masih begitu syok dengan kejadian ini sehingga dia memilih untuk beristirahat saja di kamar hotel.
Dan benar saja setelah sampai hotel Alika langsung tidur lelap bahkan melewatkan jam makan siang, dia tidur dari sing sampai malam.
Di waktu itu Ethan gunakan untuk melihat berkas berkas yang di kirimkan oleh asisten nya, karena bagaimna pun selain tugas nya sebagai seorang tentara Ethan juga mengelola perusahaan keluarga sehingga dia begitu produktif sekali.
Jam tujuh malam Alika baru saja bangun dari tidurnya dia melihat sekeliling tidak ada sang suami, tiba-tiba perasaan takut nya menjalar ke seluruh tubuh.
Dengan cepat dia langsung mencari keberadaan Ethan dan ternyata Ethan berada di ruang tamu yang masih fokus dengan pekerjaan nya.
"Mas." panggil Alika menghampiri sang suami.
"Udah bangun?" tanya Ethan dengan lembut dan di angguki oleh Alika.
"Udah laper?" tanya Ethan lagi dan sekali lagi anggukan diberikan oleh Alika.
Ethan menyiapkan sebuah dinner romantis di dalam kamar hotel mereka, walau kecil kecil kan namun tetap berkesan bagi Alika.
Tak terasa satu minggu sudah mereka honeymoon dn selama itu baik Alika dan Ethan menikmati nya, walau ada sedikit insiden namun mereka tetap menikmati waktu luang mereka.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa follow akun author, favorit kan cerita ini, vote, like, komen dan gift nya juga boleh nihhh....
Ditunggu ulasan dan bintang 5 nya yaaa
FOLLOW FB AUTHOR : @LALA SYALALA
FOLLOW IG AUTHOR : @LALA_SYALALA13
Riset dl thor...