NovelToon NovelToon
My Possessive Triliuner

My Possessive Triliuner

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / CEO
Popularitas:142.3k
Nilai: 5
Nama Author: Brdngkrl

Cerita tentang keputus tuhan dan settingan alam. Takdir yang mempertemukan Layra gadis SMA dengan sejuta tingkat barbar dan nakal nya. Dengan Deral pria pemegang saham utama di Abercio Crop.

Kisah cinta antara manusia dengan selisih umur delapan tahun. Yang dibumbui dengan kepossessivan Deral pada Layra, Layra gadis yang sudah masuk kedalam ruang hatinya.

Namun Layra tetap lah Layra dengan prinsip hidup 'Hidup itu bebas, jalani aja sesuka hati' . Dan Deral juga tetaplah Deral dengan moto 'Layra milikku dan akan aku jaga dengan sejuta cara!' .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brdngkrl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter Thirty One

 

Deg

Seketika itu pula jantung nya berhenti berdetak, tubuhnya membeku seperdetik itu juga. Otaknya benar benar menolak mencerna segalanya, dan yang paling terdampak besar adalah hatinya.

Layra menggeleng. "Ini beneran?" Tanyanya lirih.

Semua nya diam membisu, mereka kehabisan kata kata untuk menjawab pertanyaan sederhana Layra. Bahkan Zara hanya bisa diam menatap sendu Layra.

Tanpa kata lagi, Layra pergi meninggalkan teman temannya penuh tanya. Kakinya melangkah menaiki tangga lantai demi lantai, mengacuhkan segala hal.

Sampailah dirinya di rooftop sekolah, tempat sunyi nan sepi. Sangat cocok untuk kondisi nya saat ini, ia berdiri ditepi pagar pembatas menatap hamparan kota didepannya.

Layra tak menangis, tak ada buliran air mata di pipinya. Namun hatinya berkecamuk, pikirannya seakan menolak segalanya, sementara hatinya benar benar campur aduk.

Tapi yang pasti dia kecewa, kecewa.... Tentu saja kecewa siapa yang tidak kecewa dan sakit bila melihat orang yang menganggap mu sebagai kekasih namun dikabarkan berpacaran dengan wanita lain di luar negri sana. Dan itupun terjadi setelah tak ada kabar lebih dari seminggu.

Satu pertanyaan kembali muncul dibenak nya, kenapa ia kecewa? Kenapa hatinya sakit saat melihat Deral dengan wanita lain? Kenapa? Apakah dia....

"Ternyata gue cinta sama lo" Lirihnya mengeluarkan pernyataan keramat, pernyataan yang begitu lama ia pikirkan.

Jantung nya seakan bergemuruh setelah mengatakan kalimat sederhana tersebut. Kalimat yang mungkin selama ini ditutupi rasa gengsi, atau mungkin hanya ia yang bodo dan tak menyadari nya.

Layra mengusap setitik air mata di pelupuk nya, apakah ini pernyataan nya itu terlambat dan berakhir tanpa makna. Dan apakah untuk kedua kalinya ia akan berakhir kecewa dan sia sia.

"Semua terulang lagi?" Lirihnya dengan mata sendu penuh kecewa.

"Gak ada yang terulang"

Layra spontan memeluk tubuh jakung dibelakang nya. Atla hanya bisa merentangkan tangan balas memeluk Layra, mengelus punggung nya. Ia paham ketakutan Layra, takut semua terulang.

"Gak ada yang terulang" Ulangnya membiarkan Layra menangis sepuasnya dalam dekapan nya.

"Gak akan gue biarin ada 'dia' kedua".

Bila kalian berpikir Layra gadis bar bar dan tanpa rasa takut, kalian tak sepenuhnya salah. Namun perlu kalian tau setiap orang punya hati yang bisa sakit atau kecewa. Dan itu bisa menciptakan tetesan air mata.

---

20.55

Piyama putih dengan garis garis hitam di ujungnya, menempel sempurna ditubuh Layra. Duduk disofa ruang tengah sendirian sambil menatap layar televisi.

Dia masih sendirian dirumahnya, sebab orang tuanya baru akan pulang besok pagi. Layra akui belakangan ini ia merasa tak pernah sendiri lagi di rumah ini, karena kehadiran si om.

Namun semua nya kembali lagi seperti semula, sepi dan sunyi. Malah baginya terasa lebih sepi dan sunyi ketimbang sebelumnya, entah kalian sembut itu rindu atau teman temannya.

Tapi jangan lupa kan rasa kecewa yang masih bersarang dihatinya, foto dari artikel tadi masih begitu tergambar jelas dalam pikiran Layra. Mau sekuat apapun ia melupakan nya ia tak akan bisa, termasuk rasa yang telah ada.

"Terserah! Terserah lo Al, mau ngapain aja, gue ga peduli!" Sarkas nya.

"Gue cuman kecewa" Lirihnya.

Setetes air mata meluncur dari matanya. Layra langsung menghapus kasar air mata tersebut. "Alay gue".

Layra mengambil nafas dalam dalam, lalu menghembuskan nya. Ia menormalkan wajahnya, menjadi datar. Seolah tak ada apapun yang terjadi, mengabaikan segalanya dan memilih fokus pada film.

Ting

The Five

AyresImoet

Gess! Gimana jadinya?

AnakMamaFany

Apanya jadi?

AyresImoet

Telor nya jadi! Yah yang tadi kita omongin

MieAyam

Gue mah ayo aja

AnakMamaFany

Gue juga dengan sepenuh jiwa

Tala

Layra?

AnakMamaFany

- 2

AyresImoet

- 3

MieAyam

- 4

Ayayayayaa

Yah pasti lah! Gue ga se alay itu kali

Tala

Lo yakin

AyresImoet

Gapapa lah Tla biar dia bisa refreshing sekalian kan

Ayayayayaa

Nah good

Tala

Oke gue ikut

MieAyam

Oke deal kapan

Ayayayayaa

Besok

AnakMamaFany

Ehh buset, ga kurang cepet

AyresImoet

Kek tahu bulat lo

Ayayayayaa

Pliss besok, tolongin gue napa

AyresImoet

Definisi menyusahkan-_-

Ayayayayaa

Ayresss! Ayo lah

MieAyam

Sebenernya gapapa juga sih besok, lagian cuman ambil rapot. Bolos juga ga masalah

Ayayayayaa

Nah kan, besok oke

AnakMamaFany

Oke gue siapin tiket nya, jam siang

AyresImoet

Ga lo bayarin sekalian

AnakMamaFany

Se enaak jidat lo! Kaga bayar sendiri sendiri

AyresImoet

Velitt!

Layra meletakkan kembali handphone nya disofa samping. Lalu kembali mencoba menikmati pemutaran film dilayar televisi. Ia membiarkan segalanya mengalir, walaupun banyak rasa yang juga ikut mengalir didalamnya.

---

09.11

Iris mata hitam pekat, mengerjap beberapa kali. Membuka matanya akibat sinar matahari yang tidak bis dikatakan pagi, menerobos cela cela jendela.

"Woahh" Layra menguap sambil merentangkan tangan.

Ia lalu mengambil handphone dinakas nya, membuka notifikasi yang masuk. Ia mengecek notif pesan, dan hanya di isi oleh beberapa pesan dari grup kelas maupun grup lainnya. Sangat tidak penting bagi nya.

Tak tau kenapa hatinya mengharapkan satu notifikasi. Satu saja notifikasi, yang mungkin akan sedikit mengurangi rasa kecewa nya. Berharap pada yang tidak pasti itu rasan nano nano, dan sekarang Layra mengakui itu.

Layra membalikkan tubuhnya, menatap langit langit kamar. "Berharap sama yang ga pasti adalah pemikiran bodo bin ****" Ketusnya.

"Tapi sekarang gue bodo bin ****"

Dengan pemikiran dan perasaan nano nano ia masuk kedalam kamar mandi, agar segala rasa di tubuhnya hilang. Dan mungkin bisa menghilangkan segala ingatan nya agar ia tak perlu menjadi orang bodo bin ****.

 ---

10.30

"Papaaa! Bundaaa!!" Teriak Layra saat melihat kedua orang tuanya memasuki rumah.

"Hay sayang" sapa Gauri sambil memeluk tubuh mungil putri nya.

"Papa engga?" Tanya Clovis berkemeja putih merentangkan tangan, seakan mengundang putri tunggal nya ke dalam dekapan nya.

"Aaaa papa cerewet ku" Ucap Layra bergantian memeluk Colvis.

"Ngomong ngomong soal itu, ini buku merah kamu kok lebih tebal dibandingkan buku rapot kamu? Hemm" Colvis memandang intens anaknya.

"Itu biar lebih rame aja, biar bervariasi gitu" Jawab Layra tenang disertai senyuman manis nya.

"Astaga Nabeena, kalo mau bervariasi itu dengan prestasi. Ikut olimpiade, cerdas cermat, lomba atau ajang lainnya. Bukan dengan bervariasi dengan bolos, tidak mengerjakan tugas, sering kabur upacara, suka mengerjai guru sejarah, baju mirip ketua preman, dan tawuran." Omelan yang beberapa bulan hilang kini kembali dengan cepat dan tanpa jeda, apakah papanya ini latihan pernafasan.

"Papa, papa capek kan baru pulang trus ambil rapot. Istirahat dulu gih di kamar" Saran Layra demi menghindar pembakaran telinga.

"Papa ini lagi memberikan pencerahan rohani pada kamu, malah suruh pergi. Ini itu demi kamu, biar bervariasi dibidang lain" Cercanya lagi.

Layra melirik bundanya, mengisyaratkan minta pertolongan. Gauri pun mengangguk paham sambil menahan tawa.

"Sayang, mandi dulu gih. Entar aku masakin soto kesukaan kamu" Suruh Gauri.

"Tapi bun, papa lag--"

"Udah ayo, atau ga bunda masakin"

Ancaman Gauri pun berhasil, Colvis dengan pasrah nya menaiki tangga menuju kamar. Dan tinggal lah Gauri serta Layra seorang.

"Kamu jadi nanti siang?"

Layra menganggukkan kepala. "Yah jadi".

"Kamu baik baik aja kan sama Deral?" Pertanyaan yang membuat gemuru dihati Layra.

"Maybe" Jawabnya ragu.

"Sayang, klo ada apa apa Dibicarakan baik baik. Karena hanya dengan bertengkar atau perang dingin ga akan menyelesaikan masalah" Saran bijak dari ibunda Layra.

Dibicarakan baik baik, bisa terjadi saat ada orang nya, klo kaga ada mao ngomong ama tembok?. Batin Layra.

Gauri memang tidak tau apa pokok masalahnya, tapi setidaknya mereka harus tau cara menangani nya. "Jadi dewasa yah nak."

Tangan Gauri mengelus rambut hitam Layra. "Yaudah bunda nyusul papa kamu dulu, dan kamu siap siap sana".

"Iya bun" Gauri pergi meninggalkan Layra menuju kelantai dua.

Layra pun menuju dapur, karena niat awalnya untuk ke dapur dan mengambil beberapa snack. Tapi tertunda sebentar karena kehadiran dua orang tuanya.

---

12.00

"Soo lo beneran ikut?" Tanya Liza duduk disalah satu bangku besi panjang, sambil menggenggam tiramisu ice di tangan nya.

"Yah why not?" Tanya balik Layra dengan mata masih fokus pada handphone.

"Lo ga lagi lari dari masalah kan ay?" Pertanyaan Faro yang begitu telak kondisi Layra.

"Enggak, gue cuman butuh refreshing" Jawab Layra tenang.

"Hilih, ndak caya dedek bang" Kini giliran Ayres ber transformasi menjadi hayati si bunga desa.

"Ga ush solimin bisa kaga lo?" Gemas Liza ingin mencubit mulut Ayres.

"Iiihh kamu jahad pada hayati!" Gaya alay namun begitu menjiwai. "Tapi buat neng Aya jangan lari dari masalah karena kamu ga tau kalau masalh itu punya kaki, jadi dia bisa balik lari ngejar kamu".

Kata kata bijak yang disampaikan lewat gaya anehnya, memberikan pencerahan tersendiri bagi Layra. Tapi Ayres atau hayati menyampaikan sesuatu yang fakta, manusia tidak bisa terus melarikan diri dari masalah, karena kadang masalah punya kaki dan kapanpun bisa balik mengejar kita.

"Udah, tenangin pikiran lo" Saran Atla yang duduk tepat disebelah Layra.

"Lagian gue ga alay alay banget, sampek stress mikirin begitu" Bangga Layra.

"Sok setrong! Tapi ujung ujungnya kaborr" Cibir Ayres.

"Strong mbak" Koreksi Liza.

"Gue tabok lo" ancam Layra.

"Udah anak anak ku! Sekarang ayo terbang" Ajak Liza ambigu sambil menyeret koper peach ungu milik nya.

"Terbang lo kata burung love bird" Ayres mengikuti Liza dari belakang dan disamping Faro.

Sementara dibelakang Atla dengan Layra berjalan ber iringan. Layra menatap pintu masuk utama disana, entah apa yang ia pikiran atau harapkan. Hanya ia, hatinya dan tuhan yang tau.

---

Hayy hayy

Gimana nih? Seruu. double up nih walaupun maap telat😂

jadi siapakah dia yang dimaksud 'dia'?

dan apa bener Deral selingkuh???

Tungguin next chapter okee

jadi kasih semangat author nya okee

papayyyyy

1
Nabila
aku suka cerita anak sekolah
Ainul
kapan up lagi thorrr
SENJA ROMANCE: makasih like nya kak
total 1 replies
Veni
lanjut thor
Efektiftorlaia
haiss nunggu maning nunggu maning 😭
Wina
Lanjut thor
Nurul Aini
up
Lilis Suryani
mantul ceritanya
Wdy Ramadhan
up nya jgn lama2 donk ka..
wwaidann
yuk thor semangat!
see._
crazy thorr
setan cilik alsib&kak upe😏
aku saja senyum senyum vaca suratnua apa lagi layra
Dinda Kirana agustina
bagus iih ... seru aku syukaaaa
Dinda Kirana agustina
bagus iih ... seru aku syukaaaa

semangat Thor
cexo_.
LANJUTTT THORRR
Dara Darojatun
lanjutkan thor
Ilan Irliana
al...love U...
Dian Ameera
kayaknya seru dan asek nie ceritanya....❤❤❤👍👍👍
Firaa Safiraa
sukaa bgtt sama ceritanya
Risma Sari
sehari dua kali dong torr
Dahadah14: waduh terlalu berat, biar dilan saja
total 1 replies
Saputra
next aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!