Kubiarkan Takdir menghempas diriku, membawaku ke suatu masalah yang tak ada habisnya.
Langit dan Bumi ku lawan, Dewa dan Dewi ku tantang, seluruh Semesta menyebutku Yang Mulia.
Atas Nama Jalur Kultivasi Dewa, Sang Kaisar Kultivasi ~ Fang Wei ~
***
Update : Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.
***
Sistem kultivasi dunia fana...
1. Tingkat Ahli
- Awal
- Menengah
- Akhir
2. Tingkat Ksatria
- Awal
- Menengah
- Akhir
3. Tingkat Jendral
- Awal
- Menengah
- Akhir
4. Tingkat Raja
- Awal
- Menengah
- Akhir
5. Tingkat Kaisar
- Awal
- Menengah
- Akhir
6. Tingkat Bumi
- Awal
- Menengah
- Akhir
7. Tingkat Langit
- Awal
- Menengah
- Akhir
Sistem kultivasi Domain Dewa...
1. Tingkat Kesengsaraan
- Kesengsaraan Angin
- Kesengsaraan Api
- Kesengsaraan Petir
2. Prajurit Dewa
- Merah
- Hitam
- Putih
3. Jendral Dewa
- Jendral Dewa Bumi
- Jendral Dewa Langit
4. Raja Dewa
- Raja Dewa Semesta
- Raja Dewa Surgawi
5. Kaisar Dewa
- Kaisar Dewa dunia Bawah
- Kaisar Dewa dunia Atas
6. Penguasa Dewa
- Tingkat Abadi
- Tingkat Menguasai
#Selalujagakesehatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31 ~ Kota Fusha ~ Arc 2 ~ Turnamen [Start]
"Untuk apa mencarinya...? Ia sama saja dengan ayahnya."Jawab Ming Xiao dengan nada marah.
Huang Zhong tak habis pikir dengan sikap gurunya tersebut. Ia hanya tertunduk lemas tanpa bisa melakukan apa-apa.
"Aku harus bagaimana...?"Batinnya bertanya-tanya.
***
Sekte Naga Kabut...
"Ah, akhirnya selesai juga mengumpulkan murid. Langkah selanjutnya adalah... mengumumkan berdirinya Sekte Naga Kabut."Gumam Tang Shan dengan suasana hati yang sangat baik.
Sedangkan Fang Wei terlihat sedang bercanda dengan Duan Yun. Fang Wei seperti merasa familiar dengan suasana tersebut hingga ia mengingat sesuatu."Ah, bagaimana dengan Zhong Zhong saat ini...? Aku melupakan nya."Batinnya merasa bersalah.
Tang Shan lalu mengatur pendaftaran murid hingga beberapa jam kemudian,selesai sudah proses tersebut. Para murid tersebut lalu digiring menuju Asrama Murid untuk menyimpan barang dan keperluan mereka.
"Wei'er,bawa Duan Yun dan empat murid lainnya untuk mengikuti kita mengumumkan Sekte Naga Kabut telah bangkit."Titah Yang Shan pada Fang Wei.
Fang Wei menangkap maksud ucapan dari yang Shan dan segera menarik tangan Duan Yun untuk mengumpulkan murid sekte yang telah mendaftar.
***
Kota Fusha...
Kota Fusha adalah ibukota dari Kekaisaran Wei. Meskipun termasuk kota kecil,tetapi kemajuan kota tersebut sangat luar biasa dalam semua aspek. Tak ayal,kota ini digadang-gadang sebagai tiang pondasi dari Kekaisaran Wei.
Dengan adanya tiga klan utama, kota ini menjadi salah satu kota yang paling berpengaruh di benua Liuha.
Tiga klan tersebut adalah Klan Huang, Klan Fu, dan Klan Ming.
Ketiga Klan tersebut meskipun kekuatannya tidak mencapai sebuah sekte besar, tetapi sangat berpengaruh untuk perkembangan kota tersebut.
Klan Huang adalah klan yang hampir menguasai seluruh kota Fusha tersebut. Bagaimana tidak...? Kaisar Wei saat ini merupakan anggota dari Klan Huang. Oleh karena itu, perkembangan Klan Huang adalah yang paling pesat.
Berbeda dengan Klan Huang, berbeda pula Keluarga bangsawan Fu. Klan ini lebih condong pada perdagangan,tak ayal Klan ini merupakan urutan kedua setelah Klan Huang.
Sedangkan Klan Ming, mereka lebih condong pada dunia persilatan. Beberapa dari mereka bahkan ada yang menjadi petinggi sekte. Bahkan, hampir setiap Jendral dikekaisaran Wei berasal dari Klan Ming.
Sebenarnya ada satu lagi yang sangat berpengaruh, tetapi klan ini bukanlah klan asli Kekaisaran Wei, melainkan Kekaisaran Qin. Klan tersebut adalah Klan Xiao.
Klan Xiao memiliki beberapa cabang di kota lain selain Kota Fusha. Klan ini bahkan mendirikan sebuah Sekte yang dikenal dengan Sekte Xiao.
Meskipun Klan ini tak terlalu terkenal, tetapi klan ini sangat ditakuti oleh banyak orang. Sekte ini dikenal dengan sekte yang kejam meskipun merupakan sekte aliran putih.
Fang Wei, Tang Shan, Duan Yun, dan empat murid Sekte Naga Kabut lainnya sedang berjalan menyusuri jalan besar Kota Fusha. Fang Wei yang selama ini tak pernah melihat kemegahan sebuah kota besar segera bereaksi.
"Kota ini sungguh... sungguh megah dan besar sekali...!"Gumam Fang Wei takjub.
Sepanjang jalan tersebut terlihat sangat padat akan orang yang berlalu-lalang. Beberapa kreta mewah juga lewat disana. Membuat para pedagang kaki lima sangat beruntung hidup disana karena penghasilannya lumayan banyak.
"Tahu busuk, Tahu busuk... Dijamin enak dan murah."
"Pangsit goreng dengan isian daging. Silahkan dicoba."
"Tanghulu manis. Makan dulu baru bayar."
Beberapa pedagang bahkan berani meneriakkan jajarannya dengan keras untuk menarik perhatian orang.
Fang Wei sedikit tergoda dengan berbagai makanan tersebut. Ia memandang Tang Shan yang sedang berjalan santai tersebut.
"Ayah, bolehkah aku membeli beberapa makanan disana...?"Tanya Fang Wei memohon pada Tang Shan.
"Eh, baiklah. Tetapi jangan terlalu boros. Beli yang seperlunya saja."Jawab Tang Shan memperbolehkan Fang Wei untuk melakukan hal itu.
"Baiklah, ayah."Fang Wei berlari riang kearah sebuah pedagang tanghulu dan membeli beberapa buah.
Fang Wei kembali mengejar Tang Shan, ketika Fang Wei bertemu dengan Tang Shan,segera saja ia membagikan tanghulu-tanghulu manis tersebut pada mereka semua.
"Ah, Kakak Wei, Kau selaku mengerti."Respon Duan Yun dengan senang. Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum dan berterima kasih pada Fang Wei. Tang Shan senang melihatnya, tetapi yang ia bingung kan, darimana Fang Wei mendapatkan uang...? Ia rasa ia tak pernah memberikan Fang Wei uang.
***
Podium Utama Kekaisaran Wei, Kota Fusha...
"...Dengan ini, aku, Tang Shan mengumumkan bahwa Sekte Naga Kabut didirikan. Bagi yang ingin mendaftar atau sekedar melihat, kalian bisa menuju Hutan Mistik diujung barat kota Jialan."Ucap Tang Shan ditengah kerumunan orang tersebut.
Podium Utama Kekaisaran Wei adalah podium yang ditujukan khusus untuk mengumumkan atau mendiskusikan sesuatu. Seperti misalnya pengumuman terjadinya sebuah perang atau pengumuman berdirinya sekte.
Podium itu berdiri dipusat kota. Podium itu juga hanya dikhususkan untuk Kekaisaran Wei atau Sekte Aliran Putih-Netral.
Di sekeliling podium tersebut berdiri beberapa kursi utama. Kursi itu diisi oleh tokoh-tokoh penting dikekaisaran. Seperti misalnya Patriarch atau Matriarch sekte besar atau perwakilan besar Kekaisaran.
Diatas podium tersebut berdiri Tang Shan dan dibelakangnya berdiri Fang Wei dan lima murid sekte lainnya.
Sedangkan disekitar panggung podium berbentuk bundar tersebut juga dikelilingi banyak warga yang terlihat sangat antusias dengan apa yang dibicarakan Tang Shan.
Sedangkan tokoh-tokoh besar kekaisaran hanya diam tanpa reaksi. Hal seperti yang ada didepan mereka sudah sangat sering terjadi, jadi mereka tak bereaksi sama sekali.
Pengumuman tersebut terus berlanjut. Pidato panjang Tang Shan pun tak terelakkan lagi. Lantunan suara Tang Shan seperti cerobong asap yang tiada henti mengeluarkan gas berbahaya tersebut.
Hingga terdengar suara batuk yang dibuat-buat dari mulut Fang Wei. Tubuh Fang Wei serasa mati gara-gara tak bergerak sedikit pun. Sehingga ia berinisiatif untuk menghentikan pidato panjang lebar milik Tang Shan. Tetapi yang terjadi selanjutnya sangat berbeda, kaki ini Tang Shan bahkan tak segan segan untuk menghampiri para hadirin yang menghadiri Pengumuman tersebut.
"Ah,kakiku... mau patah."Gumam pelan Duan Yun sedikit merasa pegal pada bagian kakinya.
Hal itu juga terjadi pada yang lainnya membuat Fang Wei hampir saja menepuk jidatnya. Kepribadian Tang Shan uang berubah-ubah tersebut membuatnya hampir mau bunuh diri. Ia tak menyangka kultivator yang menjadi bayangan ketakutan untuk beberapa orang saat ini bahkan sedikitpun tak mirip dengan sikapnya saat membunuh.
Sementara itu, beberapa orang yang mengenal Tang Shan tak menyangka bahwa Tang Shan akan berubah haluan dari aliran hitam menjadi aliran netral. Bahkan beberapa menduga bahwa yang Shan sengaja melakukan hal itu untuk memata-matai aliran putih dan membantu Aliran hitam untuk menang dalam perang dunia persilatan.
Beberapa perwakilan sekte besar juga sama halnya dengan mereka. tetapi mereka hanya diam, takut menyinggung perasaan monster didepan mereka.
***
Hai semuanya, aku disini ingin mengumumkan bahwa bonus Chapter nggak ada. Alasannya simpel,pembacanya juga nggak banyak. Aku disini juga banyak kerjaan jadi ditiadakan.
Papai semua...🤗🤗🤗
#selalujagakesehatan
calon murid aja blom bisa berkultivasi suruh bunuh binatang buas.... pekok